Puskesmas Cangkringan Kampanyekan Cuci Tangan

Cangkringan – Puskesmas Cangkringan bekerjasama dengan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) Kabupaten Sleman melakukan kampanye cuci tangan di SD Muhammadiyah Kregan, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Sabtu (21/9/2019). Menyasar anak usia SD, diharapkan semua siswa dapat menerapkan cuci tangan yang baik dan benar sejak usia dini.

“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah perlu dilaksanakan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun merupakan salah satu indikator PHBS yang sangat penting juga dilakukan untuk menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit,” ujar Puguh Dharmawan dari Puskesmas Cangkringan yang memberikan sosialisasi ini.

Dijelaskan Puguh, ada waktu penting dalam mencuci tangan seperti sebelum makan, setelah buang air, dan setelah beraktifitas yang kadang dilupakan oleh sebagian orang padahal hal ini sangatlah penting.

Setelah dilakukan penyuluhan mengenai PHBS terutama cuci tangan, dilaksanakan praktek cuci tangan yang dipandu oleh petugas Puskesmas Cangkringan. Siswa yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias dan mengikutinya dengan senang hati mulai dari awal hingga akhir acara.

Setelah kegiatan kampanye cuci tangan ini, akan dilakukan monitoring pada sekolah tersebut apakah memang benar diterapkan atau tidak. Selain itu, cuci tangan dengan baik dan benar akan selalu disosialisasikan pada kegiatan-kegiatan dan tempat yang lain guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam sosialisasi cuci tangan ini, Pamsimas Kabupaten Sleman memberikan bantuan tiga buah wastafel pada SD Muhammadiyah Kregan guna mendukung PHBS di sekolah tersebut.(Eva Nurlaili)




Desa Bangunkerto Kini Lebih Mudah Urus Sertifikat Tanah

Turi
– Suranto, narasumber dari BPN Sleman mengimbau masyarakat Desa Bangunkerto untuk
tertib dalam administrasi pertanahan ini baik dalam pembuatan sertifikat maupun
administrasi lainnya.

Hal
ini disampaikannya dalam acara Sosialisasi Tertib Administrasi Pertanahan,
kerjasama BPN kabupaten Sleman dengan Pemerintah Desa Bangunkerto, Senin (23/09/19).

“Banyak
program layanan yang dibuat oleh BPN untuk mempermudah dalam pengurusan
sertifikat, sertifikat bisa diurus sendiri ada pula yang secara kelompok untuk
yang pengurusnya datang sendiri ada program pelayanan yang sehari jadi, ada
pula program PTSL dan masih banyak program pelayanan pembuatan sertifikat,” bebernya.

Hal
ini semua diungkap Suranto untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan dan
pembuatan sertifikat tanah. Tentu menurutnya, informasi ini sangat penting
untuk disosialisasikan ke semua warga baik melalui pemerintah Desa Bangunkerto maupun
kepala dukuh sehingga informasi benar-benar bisa sampai ke masyarakat.

“Selain
itu yang tak kalah penting adalah masyarakat dimohon untuk tertib untuk
membayar pajak, biasanya kendala di masyarakat masih banyak wajib pajak yang
belum mengurus surat pajaknya, banyak yang sudah punya sertifikat tapi nama
wajib pajaknya masih atas nama pemilik lama, untuk itu pemerintah desa dimohon
untuk menjembatani dalam pengurusan perubahan wajib pajak,” imbuh Suranto.

Imbauan
ini dirasa penting mengingat 80% tanah di Bangunkerto telah bersertifikat. Meski
demikian, disampaikan Sekretaris Desa Bangunkerto, Priyo Purnomo masih ada
beberapa masalah pertanahan yang dialami warga Bangunkerto, seperti masalah
jual beli yang sampai sekarang administrasinya belum terselesaikan dan tukar
guling tanah warga dengan tanah milik kas desa pada zaman dahulu ada yang tidak
diadministrasikan di desa.

“Bangunkerto
telah mendapatkan program PTSL dari BPN selama tiga tahun berturut-turut dan
hampir 500 bidang tanah milik warga di Bangunkerto sudah disertifikat,” tambahnya.
(KIM Turi/Harman)




Pengajian Bangun Mental Spiritual Keagamaan Warga Godean

Godean – Kelompok Pengajian Ibu-Ibu Yasmin cabang Godean mengadakan pengajian dalam rangka memperingati milad yang ke-17 di Kecamatan Godean, Minggu (22/9/19). Pengajian ini turut mengundang Kelompok Pengajian Ibu-Ibu Yasmin dari cabang Boyolali, Klaten, Yogyakarta, dan Kotagede. Selain itu, juga dihadiri oleh beberapa jemaah yang berasal dari kelompok pengajian Muslimat NU, Aisyiyah Muhammadiyah, dan IPHI Cabang Godean.

Hj. Ana
Isyudianto, selaku Ketua Kelompok Pengajian Ibu-Ibu Yasmin cabang Yogyakarta menyampaikan
bahwa pengajian yang mengusung tema “Menjadi Muslimah Sehat, Cerdas, Istiqomah,
serta Bermanfaat Bagi Keluarga dan Sesama” ini bertujuan untuk menjadikan diri
kita lebih sehat secara jasmani maupun rohani.

“Siap akan
kehidupan di akhirat nantinya. Konsisten menjalankan perintah dan menjauhi
laranganNya. Serta tak lupa untuk menebarkan ilmu yang kita miliki kepada
keluarga dan juga sesama,” kata Ana.

H. Sarjono, selaku
camat Godean turut memeriahkan kegiatan tersebut mengatakan bahwa pengajian ini
dinilai dapat membangun mental, spiritual, dan keagamaan warga Godean dan
sekitarnya. “Harapannya tidak hanya sebagai peringatan saja. Melainkan juga
dalam bentuk kegiatan yang dapat membina masyarakat, sesuai dengan temanya,”
pungkas Sarjono.

Acara pengajian
ini menghadirkan Ustaz H. Muhammad Solihudin, MA, Al Hafiz. Dalam tausiahnya,
dapat dirangkum bahwa kunci untuk sehat itu adalah sabar, dengan kata lain
mampu mengatur emosi. Selain itu, Nabi juga bersabda bahwa orang yang cerdas
merupakan orang yang mampu menahan hawa nafsunya. Terakhir, semasa hidupnya
digunakan untuk bekal di akhirat. (Hilda Rahmawati)