Posbindu Kenali Penyakit Tidak Menular

Gamping – Pemerintah Kecamatan Gamping melaksanakan program Pencanangan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular Institusi 2019 yang digelar di ruang rapat Lt. II Kantor Camat Gamping, Jumat (27/9/19). Kegiatan dihadiri oleh Camat Gamping, Arif Marwoto, Kapolsek Gamping, Kompol Sudaryo, Danramil 17/Gamping, Mayor Jalu Susila, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Gamping, Imam Safingi serta Kepala Puskesmas Gamping I, drg. Isah Listiyani.

Acara yang dipandu oleh Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi ini melibatkan seluruh Lembaga dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Gamping, antara lain Balai Penyuluh Keluarga Berencana, Program Keluarga Harapan, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, termasuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kecamatan Gamping.

Dalam sambutannya Camat Gamping menuturkan bahwa Posbindu sangat penting dari sisi kesehatan. Kegiatan ini melibatkan peran serta masyarakat dalam rangka deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut dini faktor risiko penyakit tidak menular secara mandiri dan berkesinambungan. Posbindu bisa dikatakan sebagai kegiatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat.

“Dengan adanya tuntutan kerja yang tinggi yang harus dipenuhi oleh ASN berupa pikiran dan tenaga yang harus dicurahkan dengan menguras energi maka para ASN harus menjaga kesehatan agar dapat melayani masyarakat dengan baik,” tutur Arif.

Pencanangan Posbindu di Kecamatan Gamping secara resmi dimulai dengan ditandai pemotongan tumpeng yang dilakukan Camat Gamping, Arif Marwoto yang selanjutnya diberikan kepada Ketua Badan Kerjasama Antar Desa, Nurharyanto disaksikan para pejabat dan tamu undangan.

Sementara itu Kasi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Gamping, Eko Relawati mengungkapkan tujuan dari Posbindu umumnya lebih kepada meningkatkan kesejahteraan hidup bagi mereka yang sudah berumur agar lebih mengedepankan kontrol terhadap Penyakit Tidak Menular. “Biasanya dengan adanya kegiatan Posbindu bagi mereka yang memiliki penyakit tidak menular (misalnya, Diabetes Melitus) akan dapat terkontrol sehingga derajat kesehatannya menjadi semakin baik,” tambah Eko.

Menurut Kepala Puskesmas Gamping I, drg. Isah Listiyani yang didampingi dr. Zahra mengatakan bahwa Kegiatan dalam pelaksanaan Posbindu berupa pemeriksaan fisik, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, cek gula darah, kolesterol, dan asam urat.

“Setelah pasien selesai diperiksa, dianjurkan melakukan konsultasi dengan dokter yang bertugas di Posbindu berkaitan dengan hasil cek darahnya guna menjaga kesehatan diri pasien. Selain pemeriksaan Selain upaya kesehatan fisik mereka juga diajak untuk hidup sehat dan menjaga kesehatan masing masing,” ungkap drg. Listiyani.

Selain itu drg. Listiyani berharap keberadaan Posbindu bisa menanggulangi beberapa penyakit yang ada di masyarakat yang Seringkali tidak mengetahui jika mengidap penyakit tertentu. “Untuk itu, dengan adanya Posbindu warga dapat mengetahui dan menanggulangi agar tidak menjadi parah,” ungkapnya. (KIM Pararta Guna Gamping|Adnan Nurtjahjo)




Lomba Proklim Bantu Selesaikan Masalah Lingkungan

Turi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman
mengadakan sosialisasi lomba proklim tingkat nasional, Kamis (26/09/19) di Ruang
Rapat DLH Kabupaten Sleman. Sosialisasi ini diperuntukkan bagi desa-desa yang
telah menang dalam lomba proklim tingkat Kabupaten Sleman dan desa-desa yang
dulu pernah mengikuti lomba tetapi belum berhasil masuk peringkat 10 besar
tingkat nasional.

Adapun dari DLH Sleman memilih 6 desa untuk ikut lomba
tersebut, seperti dari Desa Bangunkerto, Desa Wonosari, Desa Jurugan, Desa Kawedan,
dan lainnya.

Sosialisasi dipimpin oleh Arif. Arif berharap desa yang
dipilih sebagai wakil Sleman bisa mempersiapkan diri.

“Sehingga nantinya di kala penilaian semua sudah siap dan
semoga wakil dari Sleman bisa ada yang masuk 10 besar,” tutur Arif.

Sedangkan dari DLH Provinsi DIY, Eko hadir sebagai pemberi
materi. Eko menerangkan cara mendaftar lomba proklim tingkat nasional secara
online.

“Harus benar-benar disiapkan materi yang akan diisikan
sehingga tidak ada yg keliru dan yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan
profil dusun yang baik dan sesuai dengan keadaannya,” katannya.

Lomba proklim memiliki beberapa aspek yang dinilai, antara
lain kebersihan lingkungan, pemanfaatan air hujan, pengolahan sampah,
pelestarian mata air, pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan,
penghematan air, adanya resapan air, dan adanya inovasi pembuatan energi baru
terbarukan.

Lomba ini diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, dengan
harapan ada banyak kampung iklim dengan kegiatan serta keadaan yang sama sehingga
dapat semakin membantu memecahkan masalah terkait lingkungan. (KIM Turi/Harman)