Akses Internet untuk Hal Positif

Salah
satu dampak negatif internet adalah kecanduan. Kecanduan mengakses internet
terbukti menghabiskan terlalu banyak waktu karena membuat individu tidak bisa
lepas dari gadgetnya. Pernyataan tersebut dikatakan langsung oleh Agastya Dedy
Kusuma, Staf Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman, saat
menjadi narasumber acara Penyuluhan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan
Pengendalian Penduduk (KKBPK) di Aula Kecamatan Turi, Sleman, Rabu (11/9/2019).
Sosisalisasi yang mengambil tema ‘Internet Sehat dalam Membentuk Keluarga yang
Tangguh dan Sejahtera’ ini diikuti oleh 50 peserta dari Paguyuban Institusi
Masyarakat Pedesaan (IMP) Turi.
Menurut
Agas, risiko negatif berinternet seperti penipuan, konten SARA, HOAX, pencurian
data, pornografi, dan lain sebagainya bisa mengintai kita bila tidak mulai
membatasi dan memanfaatkan internet untuk hal positif. Kecanduan internet dikatakannya
juga bisa berdampak seperti minim sosialisasi dengan lingkungan, tidak peduli
dengan sekitar, dan rawan terjadi perselisihan.
Agas
menambahkan bahwa internet bisa menjadi media apa saja bila kita
menginginkannya. “Internet itu seperti pisau dapur, kalau pisau digunakan untuk
merampok juga bisa, jadi digunakan untuk kebaikan bisa dan kejelekan juga
bisa,” tambah Agas.
Selain
berdampak negatif internet juga dapat menginspirasi dan memberi dampak positif,
contohnya orang–orang sukses yang berawal dari memanfaatkan internet sebagai
media bisnis, media pendidikan untuk semua usia, dan media informasi positif.
Internet pun mempunyai dampak tersembunyi yaitu mendekatkan yang jauh, seperti
mengumpulkan teman–teman lama dan menjauhkan yang dekat, seperti sibuk bermain
gadget saat berkumpul bersama teman.
Melihat
dari kedua dampak ini Agas menyarankan pada para peserta yang mayoritas adalah
orang tua untuk mendampingi anak saat berselancar di dunia maya. “Untuk
menjamin anak agar tetap aman maka pengawasan orang tua sangat diperlukan,”
ujar Agas. (Rep Dias)



