Sardonoharjo Award Apresiasi Tokoh Pengabdi Masyarakat

Ngaglik –
Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun berharap Desa Sardonoharjo tumbuh dan
menjadi kebanggaan warga Sardonoharjo sekaligus dapat terus memberikan
pelayanan yang lebih baik. Harapannya ini ia sampaikan dalam sambutannya saat acara
tasyakuran Peresmian Gedung Pelayanan Baru Desa Sardonoharjo, Sabtu (7/9/19).

Acara ini juga dimeriahkan dengan pemberian Sardonoharjo
Award 2019. Tak lupa, Sri Muslimatun pun mengucapkan selamat kepada para tokoh
yang mendapat Sardonoharjo Award.

“Selalu bekerja buat masyarakat dengan pelayanan yang
semakin baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, mengatakan
bahwa pemberian award ini adalah wujud apresiasi pemerintah desa atas segala
perjuangannya membangun Desa Sardonoharjo.

Ia juga menceritakan singkat tentang Sardonoharjo Awards
2019 bahwa penghargaan ini diberikan kepada kelompok masyarakat, lembaga dan
individu atas perjuangan, pengabdian, dedikasi dalam berbagai bidang
pembangunan di masyarakat.

“Apresiasi dan penghargaan akan menumbuhkan semangat dari
individu, lembaga, maupun masyarakat untuk lebih menumbuh kembangkan semangat
membangun kebaikan-kebaikan bagi manusia dan efeknya adalah tumbuhnya kesadaran
dan partisipasi baru sehingga lambat laun mereka akan berevolusi dari sekadar
kerumunan, kumpulan menjadi komunitas atau bisa lebih ditajamkan menjadi
barisan,” jabar Harjuno.

Penghargaan meliputi berbagai bidang, seperti lingkungan, sosial
dan demokrasi, seni dan budaya, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak, kamtibmas,
kebencanaan dari organisasi sosial kemasyarakatan desa, peran, dedikasi dan
integritas kelembagaan, dan lain sebagainnya. (KIM Sardonoharjo/ESK)




Pemilihan Anggota BPD Sinduharjo Utamakan Kualitas

Ngaglik – Menjelang pemilihan anggota BPD di wilayah Desa Sinduharjo, Kepala Desa Sinduharjo, Sudarja berharap orang-orang yang mengisi posisi BPD adalah mereka yang mau dan mampu. Ini agar kualitas BPD semakin baik. Demikian disampaikannya di sela-sela sambutan dalam acara Sosialisasi Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kepada perangkat desa, rt, dan rw, Kamis (5/9/2019) di Balai Desa Sinduharjo.

Sosialisasi
yang berlangsung tiga hari dari Selasa (3/9/2019) ini dikatakan Sudarja untuk
mengenalkan proses pemilihan BPD.

“Sesuai
dengan jumlah penduduk Desa Sinduharjo sekitar 13ribu maka anggota BPD
ditetapkan sejumlah 9 orang dengan ketentuan minimal 1 orang perempuan,”
imbuhnya.

Faisal
Nur Achmad, Sekretaris Desa Sinduharjo selaku Ketua Panitia Pemilihan
menambahkan dalam rangka pemilihan BPD Desa Sinduharjo, Pemerintah Desa Sinduharjo
membuat buat 3 daerah pemilihan (dapil).

“3
orang dari dapil I meliputi Padukuhan Taraman, Ngemplak, Pedak, Gadingan, Dukuh,
Gentan, Nglaban, Palgading, Tamvakan, 2 orang dapil II meliputi Padukuhan
Lojajar, Ngentak, Jaban, Dayu, Prujakan, 3 orang dapil III meliputi Padukuhan
Banteng, Ngabean Kulon, Ngabean Wetan, dan 1 orang dari unsur perempuan yang
dipilih melalui forum perempuan,” jabar Faisal. (KIM Ngaglik/Spn)




Gotong Royong Jadi Wadah Warga Keditan Jaga Kerukunan

Gamping – Puluhan Warga Keditan Rt 01 Rw 26 Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman saling bahu membahu membangun talud dan memasang konblok di jalan baru sisi selatan Dusun Keditan, Kamis (5/9/2019) malam.

Menurut Kepala Padukuhan Salakan, Suyana, pembangunan talud seluas 47 m3 yang menghabiskan biaya Rp ,- ini berasal dari swadaya masyarakat Rt 01 Keditan sejumlah Rp ,- dan bantuan dari Pemerintah Desa Trihanggo sebesar Rp ,- yang bersumber dari dana desa tahun 2019.

“Sedangkan pemasangan konblok jalan sepanjang 300 m2 yang memakan biaya Rp ,- selain bersumber dari dana desa tahun 2019 sebesar Rp ,- juga berasal dari dana iuran warga Keditan sejumlah Rp ,- sebagai wujud rasa memiliki,” tambah Suyana.

Turut hadir dalam pemasangan konblok yakni Ketua Rukun Warga 26, Sukirdi bersama Ketua Rt 01, Ari Pambudi yang mendampingi puluhan warga Keditan agar bersemangat dalam bekerja. Sukirdi menyampaikan bahwa sikap gotong royong itu seharusnya dimiliki seluruh elemen atau lapisan masyarakat yang ada di Indonesia.

“Dengan demikian segala sesuatu yang akan dikerjakan dapat lebih mudah dan cepat diselesaikan dan pastinya pembangunan di daerah tersebut akan semakin lancar dan maju. Bukan itu saja, dengan adanya kesadaran setiap elemen dan lapisan masyarakat dalam menerapkan perilaku gotong royong maka hubungan persaudaraan atau silaturahmi akan semakin erat,” ujar Sukirdi sambil memasang konblok. (KIM Pararta Guna Gamping|Adnan Nurtjahjo)




Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi dengan Gerakan Sayang Ibu

Ngemplak – Masyarakat harus selalu aktif dan peduli kepada ibu terutama ibu hamil karena generasi penerus berawal dari saat hamil. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Cangkringan, Ir. Luluk Wulandari dalam kegiatan outbond peningkatan kapasitas kader mengangkat tema GSI (Gerakan Sayang Ibu) di Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Rabu (4/9/2019).

GSI
sendiri merupakan gerakan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi yang
dilaksanakan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. Disampaikan Luluk, kegiatan yang diprakarsai oleh
Puskesmas Cangkringan ini diikuti
oleh sekitar 200 kader dan juga lintas sektoral Kecamatan Cangkringan.

Luluk menuturkan kepada para peserta bahwa di
Cangkringan telah berjalan program SIAGA (Siap, Antar,Jaga) di mana sebagai
pendamping ibu hamil harus selalu siap siaga mengantarkan jika terjadi
tanda-tanda kehamilan dan juga menjaganya agar dapat mempertahankan kesehatannya.

Senada dengan Lulu, Bidan Tri Rahayu Setyaningsih, yang berlaku sebagai narasumber mengatakan bahwa
pendamping ibu hamil harus memperhatikan beberapa hal. “Kita sebagai kader dan juga
masyarakat harus peduli dan berpartisipasi aktif dalam pendampingan ibu hamil
sampai dengan melahirkan nanti. Mulai dari pemeriksaan kehamilan, perencanaan
persalinan hingga perawatan bayi setelah lahir. Kegiatan GSI memang merupakan
kegiatan yang banyak melibatkan masyarakat sehingga diharapkan dengan kegiatan
tersebut dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” tukasnya.

Acara tersebut dikemas dengan kegiatan yang menarik.
Kader dari 5 desa yaitu Argomulyo, Wukirsari, Umbulharjo, Kepuharjo, dan
Glagaharjo terlihat antusias mengikuti seluruh kegiatan sampai dengan selesai. Mereka
berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan setiap tahunnya guna merefresh
kembali pengetahuan kader dan juga mempererat rasa persaudaraan antar kader. (KIM
Ngemplak/Eva Nurlaili)




Bebas Telepon Genggam Saat Rapat Ciptakan Interaksi yang Erat

Cangkringan – Dua tahun sudah, anggota Karang Taruna Taruna Manggala Laga menjalankan rapat rutin tanpa memegang telepon genggam pribadi. Kebiasaan ini dilakukan Karang Taruna Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan berawal dari keprihatinan anggota yang justru sibuk bermain dengan telepon genggamnya dan mengesampingkan rekan di sampingnya. Ini dikatakan Marmansyah selaku Ketua Karang Taruna Taruna Manggala Laga usai rapat rutin berlangsung pada Selasa (3/9/2019) di Ruang Sekretariat Karang Taruna Desa Argomulyo.

“Saat
ngumpul bareng biasanya hanya sibuk bermain HP sendiri- sendiri sehingga dirasa
sangat tidak menghargai rekan di dekatnya,” cetus Marman.

Rapat
rutin sendiri dikatakan Marman merupakan momentum untuk membahas program kerja
yang akan dilaksanakan dan evaluasi kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh
karang taruna.

“Lha
kalau semua main HP sendiri- sendiri lantas buat apa ngumpul,” celoteh Marman.  

Oleh karena itu, dengan kesepakatan bersama para anggota dua tahun lalu, setiap rapat akan dimulai telepon genggam dengan kesadaran anggota harus diletakkan di meja paling depan. Hal ini untuk mencegah adanya anggota yang bermain telepon genggam saat rapat berlangsung.

Menurut
Marman, ternyata manfaat diletakkan telepon genggam di meja depan sangatlah
besar, di antaranya suasana rapat lebih terkondisi, interaksi langsung antar
anggota menjadi semakin erat, dan hasil rapat lebih cepat dipahami oleh seluruh
anggota.  

“Ya
karena tidak terjadi pertanyaan sama yang diulang-ulang,” tambahnya.

Setelah
rapat usai tentu saja seluruh anggota dapat langsung mengambil telepon genggam masing-
masing  di meja depan. (KIM Cangkringan/Marmansyah)