Melatih Lansia untuk Tetap Produktif

Kebanyakan lansia biasanya menggunakan waktunya untuk beristirahat dan menikmati masa tuanya. Namun ada sekelompok pelatihan bernama Bina Keluarga Lansia Melati Bangunsari, Bangukerto, Turi, Sleman yang punya kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta menjaga kesehatan lansia. “Kami lansia di sini bisa merawat diri sendiri tidak ingin merepotkan keluarga dan masyarakat,” tutur Sumartinah, Ketua BKL Melati.
Sumartinah menyebutkan anggota BKL Melati kebanyakan berprofesi sebagai pedagang. “BKL ini beranggotakan 134 orang yang mana 80% dari anggota tersebut masih bekerja sebagai pedagang,” ujarnya, Selasa (24/9/2019).
BKL Melati Bangunsari yang didirikan pada 25 November 2016 ini, mendapat juara 1 kelompok BKL tingkat nasional mewakili DIY dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-25 pada tahun 2018. Hal tersebut menjadikan BKL Melati sebagai sumber informasi dan contoh dalam pengelolaan kelompok BKL lain yang ada di Sleman maupun luar kota.
Sumartinah menjelaskan bahwa kegiatan BKL Melati sudah memenuhi dari 7 dimensi lansia Tangguh, sementara BKL lain baru melaksanakan 5 atau 4 dimensi saja. 7 dimensi lansia tangguh antara lain dimensi spiritual seperti pengajian lansia, dimensi fisik seperti senam lansia, dimensi emosional seperti pemainan gerak lagu, dimensi intelektual seperti berpatisipasi dalam perlombaan daerah, dimensi lingkungan seperti pemanfaatan pekarangan untuk ditanami pohon, dimensi sosial kemasyarakatan seperti kegiatan teater dan tari klasik, serta dimensi vokasi yang terfokus pada ekonomi produktif seperti memproduksi makanan tradisional seperti wajik kletik salak pondoh.
Dukungan pemerintah dikatakan Sumartinah sangat berarti bagi kelancaran program BKL Melati. “Motivasi dan bantuan dari Pemerintah kami harapkan sekali agar kami juga bisa melaksanakan program pemerintah,” tukasnya. (Rep Dias)



