Pertemuan Rutin Jejaring Pengelola Sampah Mandiri di Sleman

Seyegan – Jejaring
Pengelola Sampah Mandiri  (JPSM)
Kabupaten Sleman mengadakan pertemuan rutin tiga bulanan di RM Muara Kapuas Pendowoharjo, Desa
Tridadi, Kecamatan Sleman, Jumat (20/9/2019). Kegiatan
yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman ini
dihadiri oleh pengurus JPSM dan perwakilan pengurus bank sampah, sedekah sampah dan TPS 3R berjumlah kurang lebih 40 orang.

Pertemuan dibuka oleh Kepala Seksi Persampahan DLH, Andri
Harsoyo. Dalam sambutannya Andri
menyampaikan tentang fasilitasi DLH dalam pengelolaan sampah yang dilakukan
oleh masyarakat termasuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan. “Penting adanya data yang valid tentang
pengelola sampah di tempat masing masing,” ujar Andri.

Selain
Andri Harsoyo dari DLH, ada pula pemaparan dari Andri Pradana dari
Josari, Tridadi, Sleman yang memberi ulasan dengan judul Communication and
Public Speaking for Society. Dalam ulasannya Andri Pradana menyampaikan tentang konsep dasar komunikasi, cara
dan teknik dalam nenyampaikan pesan dan ide. Menurutnya ada tiga
kaidah dalam public speaking yaitu explain, entertain dan educate.

Materi yang disampaikan kepada peserta ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu dalam menyampaikan pesan ke masyarakat. Kegiatan ini ditutup dengan acara tanya jawab dan diskusi.(KIM Seyegan/)




Jambore Perdana FOPPSI Tingkatkan Profesionalisme dan Perkuat Jati Diri

Gamping – Dalam rangka meningkatkan kerjasama tim dalam sebuah komunitas dan menunjang semangat kebersamaan kerja yang lebih baik serta membuat suasana kerja yang kondusif guna menyajikan data tepat dan akurat maka pengurus Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Jambore bagi Operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tingkat kecamatan yang tersebar di wilayah Kecamatan Gamping, Seyegan, Mlati, Sleman, Depok, Turi, Ngaglik, Kalasan dan Prambanan, Sabtu (21/9/19).

Ketua Panitia Jambore, Budy Afandi mengatakan bahwa kegiatan Jambore yang berlokasi di Karang Pramuka Kaliurang ini baru pertama kalinya diadakan dan diikuti sebanyak 320 orang dengan biaya swadaya hasil patungan peserta.

“Saya tidak menyangka jika antusiasme peserta sangat tinggi yang ditunjukkan dengan tingginya tingkat kehadiran peserta. Semoga ini sebagai pertanda baik bagi kemajuan organisasi ini dan menjadikan para operator Dapodik meningkat kesejahteraannya,” ujar Budy.

Dalam laporannya Budy mengungkapkan sebelum dilaksanakan jambore yang berisi permainan-permainan menggembirakan, dilakukan prosesi pelantikan Pengurus FOPPSI tingkat Provinsi terpilih hasil musyawarah tingkat provinsi yang dilakukan di Hotel Muria Kaliurang sehari sebelum dilaksanakan jambore.

Adapun pelantikan pengurus FOPPSI Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan oleh Muhammad Ridwan dari FOPPSI Pusat di hadapan ratusan peserta jambore yang disaksikan oleh Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman, Priyo Santoso dan beberapa perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Pendidikan.

Usai prosesi pelantikan pengurus Muhammad Ridwan berpesan kepada pengurus yang baru agar selalu meningkatkan profesionalisme dan bersama-sama terus menerus memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai bangsa Indonesia guna peningkatan kesejahteraan para pelaku data (operator-red) di dunia pendidikan dilanjutkan penguatan organisasi yang diberikan oleh Bayu Sapto Nugroho.

“Para operator Dapodik saya harap jangan malu untuk menunjukkan identitas organisasi kepada masyarakat karena FOPPSI sebagai organisasi profesi sudah diakui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” tutur Bayu menyemangati peserta jambore.

Bayu menambahkan meskipun upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa telah banyak menampakkan kemajuan namun masih banyak kekurangan dan tantangan yang harus dihadapi para pendekar data ini.

“Semoga kegiatan ini merupakan momentum untuk memasuki tahun operator Dapodik yang sejahtera. Melalui kesempatan ini saya berharap pemerintah akan berupaya memajukan pendidikan melalui program Bantuan Operasional Sekolah yang berpihak kepada operator Dapodik, beasiswa peningkatan kesejahteraan, dan mutu Pendidikan serta peningkatan sarana prasarana pendidikan,” harap Bayu. (KIM Pararta Guna Gamping|Adnan Nurtjahjo)




PDGI Sleman Upayakan Optimalisasi Keselamatan Pasien

PDGI
(Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Cabang Sleman mengadakan helatan seminar
mengangkat tema Sembada Dentistry 5 “Dentist and Patient Safety”, Sabtu
(21/9/19) di Ballroom Kasultanan Hotel Royal Ambarukmo.

Tema
ini mencoba mencari jawaban atas tantangan zaman sekarang di mana dokter gigi
dituntut untuk selalu update ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan
teknologi. Semua itu bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

drg.
Ratih Indriasari selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa aspek keselamatan juga
harus menjadi perhatian karena merupakan hal yang vital dalam sebuah praktik
kedokteran gigi, baik itu keselamatan pasien maupun keselamatan sebagai dokter
gigi.

Dikatakan Ratih, beberapa hal yang menjadi sasaran keselamatan pasien menjadi yang diangkat dalam seminar kali ini, antara lain bagaimana cara pencegahan dan pengendalian infeksi di ruang praktik dokter gigi sehingga pasien maupun dokter gigi tidak tertular penyakit maupun terkena infeksi nosocomial, menjalin komunikasi yang efektif dengan pasien agar perawatan kita berhasil dengan baik, penanganan perdarahan yang benar, dan cara memperoleh beautiful smile dengan bedah sederhana.

“Bagaimana
menjaga kebugaran agar kita tetap bisa bekerja dengan baik untuk mendapatkan
keamanan dan kenyamanan buat pasien maupun buat dokter giginya,” tambahnya.

Kegiatan
ini dihadiri oleh sekitar 310 peserta dari kalangan dokter gigi. Acara ini disemarakkan
pula dengan pameran kesehatan dan juga senam pilates untuk menjaga kesehatan
dari para peserta. (Arif Hartanto)




Simulasi Gempa Latih Kesiapan Siswa dan Guru Selamatkan Diri

SMKN 2 Depok Sleman bersama LPB PDM Sleman menggelar simulasi gempa bumi, Jumat (20/9/19). Acara tersebut diawali dengan kelas teori mengenai sosialisasi materi gempa bumi, langkah penyelamatan diri, pembuatan skenario gladi, gladi kotor dan simulasi gladi lapang dengan narasumber dari MDMC Sleman bekerja sama dengan lembaga lain seperti SARMuSlem.

Skenario gempa yang digunakan adalah gempa dengan magnitudo 8,7 skala ritcher di selatan Jawa yang dampaknya terasa hingga Sleman dengan skala intensitas VI MMI. Peserta simulasi semua warga sekolah, baik siswa, guru, maupun karyawan.

Kepala Sekolah SMKN 2 Depok Sleman, Agus Waluyo menyampaikan
kegiatan simulasi gempa bumi ini bertujuan untuk melatih seluruh guru, pegawai,
dan siswa agar memiliki kemampuan menyelamatkan diri dan terlatih melakukan
evakuasi apabila terjadi gempa bum.

“Tidak panik sehingga meminimalisir terjadinya korban jiwa
dan peserta sangat antusias dengan simulasi gempa ini,” tukasnya.

Dalam simulasi itu digambarkan gempa menyebabkan sejumlah
gedung sekolah mengalami kerusakan. Puluhan orang kemudian keluar dari gedung
kelas dan berlarian menyelamatkan diri. Korban terluka kemudian diberi tindakan
P3K dengan menggunakan prosedur yang telah dilatihkan sebelumnya. 

M Yahksya selaku instruktur mengatakan dengan simulasi ini guru dan siswa dapat semakin terlatih menghadapi peristiwa gempa maupun bencana lainnya,

“Kita dapat meniru masyarakat Jepang yang punya kemampuan untuk
melakukan penyelamatan diri mandiri, mengingat di negara itu sering terjadi
gempa, tidak lain karena latihan dan simulasi yang intens maka korban jiwa
dapat diminimalisir,” katanya. (Arif Hartanto)




Karang Taruna Wadah Pemersatu Pemuda Bangunkerto

Turi – Karang Taruna Desa Bangunkerto lakukan seleksi
anggota baru, Jumat (20/09/19). Bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa
Bangunkerto, seleksi dilakukan oleh pengurus karang taruna lama.

Karang Taruna Desa Bangunkerto sendiri telah menjadi wadah
bagi pemuda Desa Bangunkerto untuk berkegiatan. Karang Taruna Desa Bangunkerto juga
merupakan lembaga yang diakui oleh desa sehingga dalam setiap kegiatannya didanai
oleh pemerintah desa.

Eko Distrianto, Ketua Karang Taruna Terpilih dalam
sambutannya mengatakan bahwa anggota karang taruna yang baru terdiri dari
perwakilan pemuda di setiap padukuhan di Bangunkerto,

“Pemuda yang dengan sukarela mau bergabung sehingga anggota
yang baru harus punya komitmen untuk selalu mengikuti semua kegiatan-kegiatan
yang ada dalam program karang taruna,” ujar Eko.

Eko juga berharap anggota baru bisa aktif sampai akhir jabatannya
agar karang taruna bisa tetap eksis.

Harman, anggota Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT), yang
juga hadir dalam proses seleksi berharap Karang Taruna Desa Bangunkerto bisa
lebih maju.

“Bisa menjadi wadah pemersatu pemuda di Bangunkerto,”
harapnya.

Harman juga mengharapkan supaya Karang Taruna Desa
Bangunkerto bisa membuat program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,
khususnya bagi pemuda sehingga para pemuda bisa berkreativitas untuk memajukan Desa
Bangunkerto khususnya dan Indonesia umumnya. (KIM Turi/Harman)