Musyawarah Provinsi FOPPSI Pilih Kepengurusan Periode 2019-2024

Gamping – Para operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kecamatan Gamping mengikuti Musyawarah Provinsi Ke II Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) bersama delapan Kecamatan lain yaitu Mlati, Seyegan, Sleman, Depok, Ngaglik, Turi, Kalasan, dan Prambanan yang diselenggarakan oleh Pengurus FOPPSI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Hotel Muria Kaliurang, Kabupaten Sleman, Jumat (20/9/19).

Musyawarah tingkat provinsi dipimpin oleh Arya Riswanti yang menjabat sebagai Ketua FOPPSI Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2016 – 2019 didampingi Rahmat Mulyo Hartono sebagai Sekretaris. Turut hadir dalam musyawarah antara lain perwakilan pengurus FOPPSI Pusat, Muhammad Ridwan dan Bayu Sapto Nugroho, serta perwakilan pengurus FOPPSI Kulon Progo.

Dalam laporan pertanggung jawabannya, Arya Riswanti mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan amanat yang tertuang dalam Anggaran Dasar FOPPSI khususnya Bab XIV Pasal 31 dan Anggaran Rumah Tangga Bab IV Pasal 7 Ayat 4 setelah mengemban tugas kepengurusan selama tiga tahun.

Arya menerangkan bahwa pengurus FOPPSI Daerah Istimewa Yogyakarta telah melaksanakan program kerja organisasi secara maksimal dengan memberdayakan semua potensi yang dimiliki. “Alhamdulillah, seluruh program kerja yang tercantum dalam rencana kerja sudah terlaksana semuanya, walaupun ada beberapa catatan dan evaluasi”, terang Arya.

Selain melaporkan program kerja periode 2016 – 2019 Arya juga mempertanggung jawabkan perihal keuangan organisasi, karena dalam menjalankan roda organisasi tanpa ditunjang dalam perencanaan dan pengaturan keuangan yang baik maka program kerja tidak mungkin dapat berjalan dengan lancar. Selanjutnya Arya berharap didalam program kerja yang akan disusun selama lima tahun kedepan agar bisa disepakati dalam sidang komisi terlebih dulu yang akan dilaksanakan sebelum pemilihan pengurus yang baru.

Setelah melalui sidang komisi yang membahas tentang susunan pengurus dan program kerja yang dipimpin oleh Sri Mulyani (Komisi I) dan Budy Afandi (Komisi II), kemudian dilakukan pemungutan suara guna memilih pengurus FOPPSI Daerah Istimewa Yogyakarta masa bakti 2019 hingga 2024 yang dipimpin oleh Pengurus FOPPSI Pusat Bidang Hubungan Masyarakat, Bayu Sapto Nugroho.

Adapun susunan kepengurusan FOPPSI yang terpilih yaitu Rahmat Mulyo Hartono dari Sleman sebagai Ketua, Lopo Haryadi (Wakil Ketua I), Muhammad Mas Roni (Wakil Ketua II), Diah Haryanti (Sekretaris), Amiyani Eka Siwi (Bendahara I) serta Anjar Sidi Melawati (Bendahara II). (KIM Pararta Guna Gamping|Adnan Nurtjahjo)




Selalu Berlatih dan Sedikit Kreatif Kunci Pembuatan Video Keren

Gamping
– Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kecamatan Gamping yang
diwakili oleh Adnan Iman Nurtjahjo dan Lena Lailasari bersama Agus Prasetya
yang mewakili KIM Kecamatan Prambanan mengikuti workshop konten digital, kiat
bikin video keren yang berkualitas baik dan internet untuk promosi produk dalam
rangka pembentukan Pandu Digital yang digelar Kementerian komunikasi dan
Informatika Republik Indonesia yang dilaksanakan di Ruang Patimura, Universitas
Pembangunan Nasional Yogyakarta (UPNVY), Kamis (19/9/2019).

Acara
yang dibuka oleh Bupati Sleman, H. Sri Purnomo juga dihadiri Wakil Rektor I
UPNVY Bidang Akademik, Suharsono, Kepala Dinas Komunikasi dan informatika
Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro, serta Ketua Umum Relawan Teknologi
Informasi dan Komunikasi (RTIK) Indonesia, Fajar Eri Dianto.

Sebagai
mentor pembuatan video keren dan berkualitas, Fadli yang juga sebagai relawan
Kawan Narji ini memberikan tips penting bagi calon Pandu Digital di kelas yang
berjumlah 25 orang. Dalam paparannya Fadli mengungkapkan pentingnya membuat
alur cerita (story board-red) sebelum memulai perekaman video
dengan tujuan mempermudah dalam pengambilan gambar, mempercepat proses
editingnya, menjaga video dari out of topic, serta menghemat waktu
pengerjaannya.

“Selanjutnya
siapkan kamera terbaik semampu kita dan perhatikan waktu pengambilan videonya.
Waktu emas bagi pembuat video adalah pukul hingga WIB di pagi hari
dan pukul sampai WIB di waktu sore hari. Adapun guna mengurangi
atau menghilangkan getaran pada hasil video dapat menggunakan stabilizer yang
akrab disebut Gimbal dan harus menghindari zooming kamera,” tegas Fadli.

Setelah
menerima teorinya, peserta selanjutnya diberi tugas praktik pembuatan video
berdurasi pendek dengan obyek yang ada di sekitar Kampus UPNVY. Video hasil
praktik kemudian ditayangkan di hadapan seluruh peserta workshop konten digital
yang berjumlah 100 orang yang terdiri dari empat kelompok. (KIM Pararta Guna
Gamping/Adnan Nurtjahjo)




Desa Sardonoharjo Raih Juara Pertama Lomba P2WKSS

Ngaglik
– Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman mengumumkan hasil dari Evaluasi Lomba P2WKSS.
Desa Sardonoharjo berhasil mendapatkan hasil yang terbaik untuk kegiatan ini di
tingkat Kabupaten Sleman.

Kepala
Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, mewakili Pemerintah Desa Sardonoharjo
mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Desa Sardonoharjo, BPD, PKK, LPMD, karang
taruna, masyarakat Pedukuhan Wonosobo, dan Rejosari atas segala bantuan yang
diberikan

“Apapun
bentuknya dan seberapapun besarnya sehingga Desa Sardonoharjo mendapatkan Juara
Pertama dalam Lomba Program
Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat (P2WKSS) dengan
hasil yang baik. Atas segala bantuan yang diberikan dalam membangun Desa saya
ucapkan terimakasih,” ujar Harjuno, saat ditemuin KIM Ngaglik, Kamis (19/9/19).

P2WKSS
adalah program yang bertujuan untuk membina warga pemegang kartu miskin untuk
mengikuti pembinaan dengan cara pembekalan sekaligus pelatihan agar memiliki skill
guna meningkatkan produktivitas. Tidak hanya itu, mereka juga turut dibekali
beberapa indikator tentang kesehatan, kewirausahaan, kebersihan lingkungan,
gizi, keluarga berencana (kb), dan lain sebagainya.

“Semoga
dengan hasil evaluasi ini bisa menyadarkan kita semua untuk bisa menjaga
lingkungan yang Mandiri, Bersih dan Hijau dalam aspek kesehatan maupun
peningkatan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan,” lanjutnya. (KIM
Sardonoharjo Ngaglik/ESK)




Pandu Digital Sleman Dampingi Masyarakat Pahami Literasi Digital

Gamping – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik
Indonesia bersama Gerakan Nasional Literasi Digital #SIBERKREASI
menyelenggarakan Seminar Nasional dan Lokakarya Pembentukan Pandu Digital
Kabupaten Sleman, Kamis (19/9/2019). Acara yang digelar di Ruang Seminar Gedung
Agus Salim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan
Nasional Veteran Yogyakarta juga mengusung agenda lokakarya, berupa internet
untuk promosi produk, kiat bikin video keren dan berkualitas baik, tips praktis
dunia siber untuk masyarakat, serta keamanan siber untuk E-Commerce.

Dalam sambutannya Bupati Sleman, H. Sri Purnomo menyambut
baik dengan diadakannya seminar dan lokakarya pandu digital. Hal ini sejalan
dengan visi Pemerintah Kabupaten Sleman yaitu terwujudnya masyarakat sleman
yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya sistem e-Goverment
menuju Smart Regency (Kabupaten Pintar-red) pada tahun 2021.

H. Sri Purnomo mengungkapkan dalam rangka mewujudkan Sleman Smart
Regency sudah dilaksanakannya kegiatan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman
antara lain membentuk Galeri Upakarti sebagai sarana promosi UMKM Sleman yang
kreatif dan inovatif baik promosi secara offline maupun online melalui website,
dan pembuatan Rumah Kreatif Sleman sebagai sarana untuk mengembangkan UKM yang
ada dengan pemasaran digital atau e-commerce.

“Sedangkan Gerakan Literasi Digital di Kabupaten Sleman
ditandai dengan pelaksanaan Literasi Digital Inklusif (LIDI) bersama Kantor
Staf Kepresidenan yang diperuntukkan bagi para siswa dan Guru SMP di
sekolah-sekolah. Selain itu juga dibudayakannya Literasi Masyarakat Desa
melalui perpustakaan dan tempat wisata menggunakan layanan perpustakaan
keliling,” ungkap H. Sri Purnomo.

Sebagai narasumber Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro memaparkan tentang Peran Pandu Digital dalam
Pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) di Kabupaten Sleman. Implementasi peran
tersebut sejalan dengan implementasi elemen Smart Regency diantaranya Smart
Branding, Smart Economy dan Smart Society.

“Diharapkan Pandu Digital bisa menjadi pendamping bagi
masyarakat dalam bidang literasi digital secara mandiri maupun berkelompok,
selanjutnya mampu bekerjasama dengan berbagai pihak terkait inisiatif
penyelenggaraan berbagai kegiatan peningkatan kepedulian masyarakat terhadap
literasi digital, mengusulkan program pemberdayaan pandu digital sesuai dengan
kapasitas dan kebutuhan di lingkungannya, serta melaporkan kegiatan kepada
pihak-pihak yang mendukung dan menyebarluaskan informasi aktivitasnya secara
positif melalui media sosial,” tegas Eka Suryo mengakhiri paparannya. (KIM
Pararta Guna Gamping|Adnan Nurtjahjo)




Warga Calonkan BPD Desa Bangunkerto

Turi – Panitia
pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bangunkerto mengadakan
rapat persiapan penjaringan calon anggota BPD periode 2019-2025, Kamis (19/9/19).
Bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Bangunkerto, rapat diikuti oleh semua
panitia tingkat desa maupun panitia tingkat wilayah.

Menurut Ketua Panitia
tingkat desa, Priyo Purnomo, jumlah penduduk di Bangunkerto ada jiwa
sehingga nantinya BPD yang dipilih berjumlah 9 orang karena menurut perda satu
BPD mewakili seribu jiwa.

“Untuk daerah
pemilihan dibagi menjadi dua wilayah agar memudahkan dalam penjaringan bakal
calon, sedangkan untuk pemilihan kali ini ada yang berbeda di mana anggota BPD
harus ada keterwakilan perempuan,” ujar Priyo.

Untuk itu,
Priyo mengatakan pemilihan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama memilih satu
orang perwakilan perempuan yang diajukan oleh kelompok-kelompok perempuan dari
masing masing padukuhan, kader PKK, kader kesehatan, kelompok wanita tani, karang
taruna, dan lain sebagainya.

“Sehingga
nantinya anggota BPD pasti ada perwakilan dari perempuan baru selanjutnya
diadakan pemilihan yang secara umum,” kata Priyo.

Sedangkan, Kepala
Desa Bangunkarta, Anas Maruf memberikan arahan bahwa penjaringan harus
dilakukan di setiap padukuhan dan warga masyarakat harus diberi pemahaman bahwa
calon anggota BPD bukan mencalonkan diri tetapi dicalonkan oleh masyarakat dan
tokoh masyarakat setempat.

“Panitia
pemilihan tingkat desa maupun panitia pemilihan tingkat wilayah tidak boleh
ikut campur dalam menentukan calon yang dipilih dan jika ada panitia pemilihan
BPD yang dicalonkan oleh padukuhan maka panitia tersebut harap segera membuat
surat pernyataan pengunduran diri sebagai panitia pemilihan,” tukas Anas.

Hasil rapat
tersebut menyepakati bahwa penjaringan akan dimulai pada tanggal 22 sampai 25
September ini. (KIM Bangunkerto Turi/Harman)