Musrenbang Desa Bangunkerto Upayakan Program Tepat Sasaran

Turi – Penanganan stunting dan PAUD perlu mendapat perhatian khusus dalam perencanaan APBDes. Kedua hal ini dinilai sangat penting untuk mencetak SDM yang berkualitas.  Demikian disampaikan Camat Turi Abdul, Haris Sunarya dalam kegiatan Musrenbang tingkat Desa Kamis (19/9/19). Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Desa Bangunkerto ini dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pengurus lembaga desa, perangkat desa, dan perwakilan dari Kecamatan Turi.

“Anggaran untuk kegiatan posyandu dan PAUD perlu selalu
ditingkatkan di setiap tahunnya supaya anak balita di Bangunkerto tidak ada
lagi yang kurang gizi dan bisa belajar di PAUD dengan demikian Bangunkerto akan
bebas dari gizi buruk,” ujar Haris.

Sementara itu, Kepala Desa Bangunkerto, Anas Maruf,
mengatakan agar APBDes efisien penggunaanya, Pemerintah Desa Bangunkerto telah
membentuk tim verifikasi untuk tahun depan. Tim verifikasi yang terdiri dari pendamping
desa dan tokoh masyarakat ini sudah bekerja untuk meninjau langsung khususnya
di bidang pembangunan baik perbaikan jalan maupun drainase yang diusulkan dari
padukuhan.

“Ini untuk mengetaui mendesak dan tidaknya  usulan tersebut untuk dilaksanakan di tahun
2020 dan hasil verifikasi ternyata dari beberapa ajuan ada yang belum mendesak
untuk segera dibangun maka dianggarkan di tahun berikutnya,” jabar Anas.

Dlama Musrembang ini, salah satu tokoh masyarakat Ridwan
mengusulkan untuk diadakannya penghijauan masal di Desa Bangunkerto mengingat
sekarang ini dampak dari kekeringan sangat terasa yaitu berkurangnya sumber
mata air.

“Diharapkan dengan adanya program penghijauan yang didanai
dari pemerintah nanti ke depannya bisa meningkatkan sumber air,” ujarnya.

Selain itu Ridwan juga mengusulkan untuk menambah anggaran
di bidang pemberdayaan masyarakat terutama untuk kelompok budidaya ikan dan
pelatihan kuliner.

Semua masukan dari berbagai unsur tersebut akan ditampung
oleh desa dan akan diakomodir serta dimasukkan dalam APBDes 2020 sehingga
diharapkan nantinya program-program di APBDes 2020 bisa tepat sasaran dan
bermanfaat bagi masyarakat Desa Bangunkerto. (KIM Bangunkerto Turi/Harman)




Siap dan Sigap Hadapi Bencana Erupsi Merapi

Cangkringan – Gladi Lapang Penanggulangan Bencana bertujuan
untuk melatih kesiapsiagaan penanggulangan bencana sesuai dengan SOP agar lebih
siap dan sigap apabila terjadi bencana letusan Gunung Merapi. Demikian
disampaikan Suparmono, Camat Cangkringan, di sela-sela sambutannya membuka kegiatan
Gladi Lapang Penanggulangan Bencana di Balai Desa Umbulharjo Kecamatan
Cangkringan, Rabu (18/9/19).

Kegiatan ini dihadiri berbagai pihak, mulai dari Pemerintah
Kecamatan Cangkringan, Perangkat Desa Umbulharjo, SAR DIY, TAGANA Kabupaten
Sleman, KSB Merapi Rescue, Koramil Cangkringan, Polsek Cangkringan, Babinsa
Desa Umbulharjo, Bhabinkamtibmas Desa Umbulharjo, Tokoh Masyarakat Desa
Umbulharjo, Linmas Desa Umbulharjo, PAUD Puspita, dan Masyarakat Terdampak
Bencana Merapi.

Disampaikan Suparmono, kegiatan yang berlangsung selama 2
hari hingga Kamis (19/9/19) ini didanai dari anggaran dana desa dan anggaran
Kecamatan Cangkringan.

Pada hari pertama, para peserta gladi lapang diberikan materi meliputi kelogistikan, dapur umum, shelter, posko pengungsian, PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat). Sementara itu, untuk hari kedua, dilanjutkan dengan simulasi tanggap bencana sesuai dengan materi yang sudah disampaikan pada hari sebelumnya.

Kepala Desa Umbulharjo, Suyatmi menyampaikan berharap gladi
lapang ini mampu memberi manfaat saat terjadi bencana utamanya bencana erupsi
Merapi.

“Semoga menjadi manfaat dan dapat menjadi pedoman
ketika ada bencana erupsi Merapi,” ujarnya. (KIM Cangkringan/Nurul
Istiqomah)




Kabupaten Asmat Papua Pelajari Kinerja Pemerintah Desa Argomulyo

Cangkringan
– Rabu (18/9/2019) bertempat di Gedung Balai Desa Argomulyo Kecamatan
Cangkringan, Pemerintah Desa Argomulyo menerima kunjungan kerja dari 46 Kepala
Kampung Kabupaten Asmat Papua.

Nampak
seluruh Dukuh, lembaga desa, BPD, dan Pemerintah Desa Argomulyo hadir dalam
menyambut tamu dari Asmat Papua.

Yustus
Gakom selaku Staf Pemerintahan Kabupaten Asmat menyampaikan salam persahabatan
kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa Argomulyo.

Yustus
Gakom dalam kesempatan tersebut mengenalkan Kabupaten Asmat yang luas wilayah mencapai
km2 dengan 23 distrik atau kecamatan dan 224 kampung atau desa.

“Maksud
dan tujuan acara kunjungan kerja ke Desa Argomulyo adalah sebagai kegiatan studi
banding bagaimana kegiatan pemerintah Desa Argomulyo menjalankan setiap
kegiatan pemerintahan,” tukas Yustus.

Yustus
juga mengaku pihaknya ingin belajar bagaimana cara pembuatan keputusan Kepala
Desa dan kinerja yan dilakukan oleh setiap Kepala Seksi dan Kepala Urusan dalam
Pemerintahan Desa Argomulyo.

Menanggapi
kehadiran tamu dair Kabupaten Asmat Papua ini, Kepala Bidang Kelembagaan Desa
PMD Kabupaten Sleman, Agung Indarjo menyampaikan rasa apresiasinya.

“Sebuah
kehormatan yang besar saudara-saudara dari Kabupaten Asmat berkunjung studi banding
di Kabupaten Sleman ini,” ujarnya.

Agung
menjelaskan, kegiatan Pemerintahan Desa di Kabupaten Sleman berjalan dengan menggunakan
anggaran dana desa untuk membiayai seluruh kegiatannya.

Dikatakannya
juga bahwa sebagian besar anggaran dana desa juga dipergunakan untuk
pembangunan fisik dan sisanya untuk pemberdayaan masyarakat. (KIM
Cangkringan/Marmansyah)




Tim Pembina dan Evaluasi Lembaga PAUD Kunjungi Gugus PAUD VI Desa Sukoharjo 2

Ngaglik – Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan PAUD se-Kabupaten Sleman, Dinas Pendidikan Sleman melakukan kunjungan kerja pembinaan dan evaluasi kegiatan di Gugus PAUD se-Kabupaten Sleman. Pada Selasa (17/9/2019), dua personel dari Dinas Pendidikan Sleman, yakni Dra. Ninik Suparwati, S. Akt dan Sussilistyaningsih mengadakan pembinaan dan evaluasi Gugus PAUD VI, Desa Sukoharjo 2, Kecamatan Ngaglik

Adapun yang
dievaluasi sesuai pedoman pengelolaan PAUD, antara lain indikator pencapaian
program PAUD yang dibina, kurikulum tingkat satuan, visi dan misi lembaga, acuan
kurikulum dan notulen kegiatan, perilaku anak didik, kegiatan belajar mengajar,
serta sarana prasarana pendukung lainnya.

Di Desa
Sukoharjo ada pembinaan dan evaluasi ini telah dilakukan di beberapa tempat,
seperti SPS Wijayakusuma, KB Cahaya Mulia, TPA Amanah Mulia. 

Pipit selaku
penanggung jawab administrasi PAUD Cahaya Mulia sebelum pembinaan dan evaluasi
berlangsung, sudah menyiapkan semua dokumen pengelolaan KB Cahaya Mulia.

“Saran dan
usulan dari tim akan menjadi perhatian kami ke depan,” ujarnya.

Sementara itu
Tim Pembina dalam akhir kunjungan berpesan agar upaya untuk meningkatkan
kualitas ini dapat terus dikembangkan baik fisik maupun non fisik. Pun, buku
penghubung antara guru dan wali murid perlu dilengkapi sehingga bisa terus
termonitor perkembangan anak didik.  (KIM
Ngaglik/Suripto)




76 Prajurit Bregada Padukuhan Ponowaren Dikukuhkan

Gamping
– Melestarikan kebudayaan dan juga sebagai sarana memperkenalkan budaya Jawa
kepada berbagai lapisan masyarakat dan generasi merupakan salah satu dari
tujuan adanya bregada atau bregodo. Demikian yang disampaikan oleh Ketua
Bregada, Raharjo, dalam acara pengukuhan Bregada Jogo Ponowiro di Tuguran RT.
13 RW. 18 Nogotirto Gamping Sleman pada Senin (9/9/2019).

Prajurit
rakyat yang dikukuhkan terdiri atas warga dari 3 kampung yaitu Tuguran,
Ponowaren, dan Kaingan yang masuk dalam Padukuhan Ponowaren, Desa Nogotirto,
Kecamatan Gamping. Bregada Jogo Ponowiro terdiri atas 12 orang pemusik, 20
orang prajurit pedang putri, 20 orang pemegang tombak putri, 20 orang tombak putra,
seorang panji parentah, seorang panji obo, dan 2 orang dwojodoro pembawa
bendera panji. Total sebanyak 76 orang prajurit dan 10 orang official terlibat
dalam tim bregada ini.

Prosesi
pengukuhan atau yang disebut juga kepyakan, dihadiri oleh Ketua Komisi D DPRD
DIY, H. Kuswanto dan Kepala Desa Nogotirto, H. Faizin. Selain itu, turut
diundang pula ketua RT dan RW se-Padukuhan Ponowaren serta tokoh masyarakat
desa.

Pada kesempatan itu, Kuswanto berharap bahwa dengan diresmikannya Bregada Jogo Ponowiro dapat memperkuat khasanah budaya di lapisan masyarakat serta tetap mempersatukan warga Yogyakarta yang multikultur.

Pengukuhan
diawali dengan sambutan-sambutan, pemotongan tumpeng kemudian wisudo atau
proses penyiraman air guna memberkati prajurit bregada. Proses wisudo
berlangsung meriah, dilaksanakan penyiraman air oleh H. Kuswanto dan H. Faizin yang
diikuti oleh Ketua RW dan para pelatih.

Pelatih Bregada Joyo Ponowiro, Yusuf Faurozy, mengungkapkan rasa syukurnya atas dikukuhkannya prajurit rakyat di Nogotirto. Bersama dengan pelatih yang lain yaitu Joko Widodo dan Parman, Yusuf siap untuk melatih dan membawa tim bregadanya dalam berbagai event, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Event pertama yang akan diikuti oleh tim bergada mereka yaitu Gelar Budaya Nogotirto yang akan berlangsung pada 21 September 2019 mendatang.

Adapun susunan kepengurusan Bregada Jogo Ponowiro Padukuhan Ponowaren Nogotirto Gamping Sleman, antara lain Joko Purwanto sebagai penasehat, Raharjo sebagai Ketua I, Beni Widiyanto sebagai Ketua II, Purjoko Dwi Sapto sebagai Sekretaris I, Alip Yulianto sebagai Bendahara I, Ponijo dan Suwantoro sebagai Seksi Perlengkapan, Riski Akbar Magribi, Budi, Ponimin, dan Bagas sebagai Seksi Humas, dan Pembantu Umum yakni Suharyono, Widodo, Ariyanto, dan Wisnu Eko Jati. (KIM Gamping/Lena Lailasari Girsang)