32 Pemuda-Pemudi Sleman Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Ngaglik – Dewasa ini, banyak berita yang mudah tersebar tanpa
dapat dipertanggungjawabkan alias hoaks. Kondisi ini dinyatakan Agung Armawanta,
Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman
kepada 32 pemuda-pemudi Kabupaten Sleman yang mengikuti pelatihan jurnalistik
di Graha Pramuka, Gawar Pendowoharjo.

Agung menekankan agar para peserta pelatihan jurnalistik
yang berlangsung dari Senin (16/9/19) hingga Kamis (19/9/19) ini untuk dapat
menjadi jurnalis yang baik dan profesional.

“Jadilah jurnalis yang hebat dengan akhlak yang baik, kuasai
teknologi,” ujar Agung.

Setelah menyampaikan sambutannya, Agung membuka langsung
acara pelatihan dengan memberikan kartu peserta dan topi kepada perwakilan
peserta pelatihan.

Selama kegiatan ini berlangsung, peserta akan dibimbing oleh
Heri Purwara, Rifqi Mansur Maya, dan Iko Khumiro. Pada hari pertama peserta
belajar mengenai dasar-dasar jurnalistik dan teknik dasar fotografer.

Kemudian hari kedua, para peserta diajak untuk praktik di
lapangan dengan meliput langsung salah satu obyek wisata di Kabupaten Sleman,
yakni Bukit Klangon. Peserta mencari bahan untuk menulis artikel atau berita,
reportasi fotografi, dan praktik pembuatan video yang nantinya diolah dan
dipublikasikan di media sosial.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para pemuda-pemudi yang
tergabung dalam organisasi kepemudaan (OKP) dan pemuda karang taruna di Kabupaten
Sleman. (KIM Ngaglik Sardonoharjo/Imam)




Sengkuyung Bareng Dadi Gayeng

Ngemplak – Semangat gotong royong
dalam kegiatan apapun akan memberi suasana yang akrab dan hasil yang baik.
Setidaknya itu yang terlihat dalam acara penutupan malam keakraban (makrab) Karang
Taruna Karya Remaja dari Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten
Sleman yang digelar di Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Minggu
(15/9/2019).

Makrab ini membawa tema “sengkuyung
bareng dadi gayeng”, yang berarti kegiatan yang dilaksanakan secara
bersama-sama akan menghasilkan kegiatan yang lebih asyik, seru dan sukses.
Tidak hanya pada saat makrab, diharapkan semangat ini juga dibawa dalam kegiatan-kegiatan
lain yang akan dilaksanakan oleh karang taruna.

“Saya sangat bangga dengan teman-teman
Karang Taruna Desa Sindumartani yang bisa melaksanakan makrab ini atas dukungan
dari desa. Kegiatan karang taruna merupakan kegiatan yang mengedepankan sosial,
dimana kita harus bisa melayani masyarakat tanpa pamrih. Akan ada kepuasan
tersendiri ketika kita menumpahkan pikiran dan tenaga kita untuk kegiatan sosial,”
ujar Nanang Herry Triyanto, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sleman yang mengikuti
makrab ini.

Digelar selama dua hari, makrab ini diikuti
80 peserta dari karang taruna padukuhan yang ada di Desa Sindumartani. Rangkaian
kegiatan yang dilaksanakan di antaranya outbond, jelajah malam, api unggun, dan
juga renungan.

Ahmad Ahyari, Kasi Pelayanan Desa
Sindumartani yang menyatakan rasa bangga dengan kiprah Karang Taruna Desa
Sindumartani. “Semoga kegiatan ini dapat mempunyai manfaat yang bisa diterapkan
dalam diri sendiri maupun pada masyarakat Sindumartani,” harap Ahmad Ahyari.

Keakraban dan tali silaturahmi antar peserta
selama makrab ini diharapkan dapat terbawa pada kegiatan karang taruna selanjutnya.
Dalam waktu dekat ada Pekan Olahraga Desa yang akan segera diselenggarakan di
Desa Sindumartani, untuk itu anggota karang taruna diharapkan dapat membantu
mensukseskan acara tersebut. (Eva Nurlaili)




Rapat Pleno Pertama MUI Kecamatan Ngaglik

Ngaglik – MUI Kecamatan Ngaglik rencanakan berbagai program
rutin, seperti mengisi pengajian jumat, safari tarawih bulan ramadan, safari jumat,
dan lain sebagainnya.  Demikian
disampaikan Ketua MUI Kecamatan Ngaglik, KH. Muslimin Hamid saat Rapat Pelono
MUI Kecamatan Ngaglik, Minggu (15/9/2019).

Bertempat di Aula Kecamatan Ngaglik, Muslimin mengatakan
bahwa MUI Kecamatan Ngaglik seluruh komisi yanga da di MUI Kecamatan Ngaglik
akan menjalankan program rutin tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Saya harap seluruh komisi bisa aktif dan fokus,” ujarnya.

Dalam rapat pleno yang dihadiri 17 anggota tersebut menyepakati
beberapa hal, antara lain jadwal pertemuan pada minggu keempat setiap dua bulan
sekali dan sumber pembiayaan kegiatan berasal dari infak dan sponsor. (KIM
Ngaglik/srp)




Capacity Building Tingkatkan Wawasan Warga Manfaatkan Pekarangan

Ngaglik – Pemerintah Desa Sardonoharjo Kecamatan Ngaglik rutin
menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) dalam
rangka meningkatkan SDM RT dan RW se-Desa Sardonoharjo.

Kegiatan yang bertempat di Wisata Edukasi Jambu Merah
Ngargoyoso Kabupaten Tawangmangu Jawa Tengah, Minggu (15/9/2019) ini dihadiri
langsung oleh Camat Ngaglik dan Kepala Desa Sardonoharjo Harjuno Wiwoho beserta
perangkat.

Harjuno berharap kegiatan ini bermanfaat untuk penambahan
wawasan dan memberikan nilai positif untuk semua RT dan RW se-Desa Sardonoharjo
dalam rangka pemanfaatan pekarangan. 

“Di tempat ini kita banyak belajar bagaimana di setiap
halaman rumah penduduk menanam jambu merah, dalam sekali panen bisa
menghasilkan seribu biji dan bisa menambah penghasilan keluarga. Tidak mesti
harus jambu biji tapi bisa tanaman dan buah yang lain untuk kebutuhan sehari
hari dan jika berlebih bisa dijual juga bisa mewujudkan Desa Sardonoharjo mandiri,
bersih, dan hijau di tahun 2020,” jelas Harjuno.

Antusiasme para RT dan RW sangat terlihat dari bagaimana
semua yang hadir mengikuti rangkaian acara demi acara yang telah di persiapkan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dusun Jambu Merah yang merupakan
salah satu petani berprestasi yang sudah mendapatkan penghargaan dari berbagai
instansi swasta maupun pemerintah, Wajib.

Untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan pekarangan,
pada sesi pertama Wajib menjelaskan bagaimana bertani jambu merah dengan
manajemen yang baik dan bagaimana memperlakukan pohon sebagai makhluk hidup. “Jika
kita baik kepada pohon maka pohon juga memberikan hasil terbaik untuk kita
sehingga memudahkan untuk mengolah tanaman dan hasilnya dari setiap pohon
maksimal,” ujarnya.

Setelah materi, peserta melakukan kunjungan ke kebun buah
jambu merah dan petik buah. Lalu perjalanan dilanjutkan ke Wisata Grojokan Sewu
untuk menikmati keindahan alam. (KIM Sardonoharjo/ESK)




Rapat FKIM Sembada Susun Rencana Kerja 2020

Gamping – Forum Kelompok Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman perlu merancang rencana kerja untuk masing-masing bidang guna mengaktifkan dan mengefektifkan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 51 Tahun 2017 Tentang Kelompok Informasi Masyarakat. Demikian disampaikan Ketua FKIM Sembada, H. Suripto saat rapat pengurus Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman di Dusun Gaten, Desa Sumberejo, Kecamatan Tempel, Sabtu (14/9/2019).

Suripto menegaskan bahwa saat ini FKIM Sembada perlu membuat
rencana kerja setahun ke depan (tahun 2020-red) yang dapat
dilaksanakan dalam jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

“Rencana kerja sangat diperlukan oleh pengurus FKIM agar
kegiatan yang dilakukan lebih terarah, efisien, dan tepat sasaran. Walaupun
kita terkendala dengan biaya, namun jangan dijadikan alasan KIM yang sudah
terbentuk di tiap kecamatan atau desa pasif berkegiatan. Dimohon pengurus KIM
Kecamatan dan KIM Desa dapat mengkomunikasikannya bersama Camat atau Kepala
Desa masing-masing wilayah berkaitan dengan keberadaan KIM,” tegas H. Suripto.

Seperti yang tertuang dalam Anggaran Dasar FKIM Sembada
sumber pendanaan kegiatan operasional bisa digali dari iuran anggota dan hasil
usaha KIM, bantuan dari pihak lain yang tidak mengikat, serta dapat menerima
bantuan dari pemerintah.

Rapat yang dihadiri sepuluh orang pengurus ini juga membahas
mengenai keberadaan kantor sekretariat FKIM Sembada yang belum dimiliki, serta
studi banding dengan KIM di luar Kabupaten Sleman yang dirasa perlu untuk
mendapatkan inspirasi baru yang dapat diterapkan dalam KIM di wilayah Kabupaten
Sleman.

Sekretaris FKIM Sembada, Adnan Iman Nurtjahjo menambahkan
bahwa kegiatan studi banding lazim dilakukan oleh kelompok kepentingan untuk
mengunjungi atau menemui obyek tertentu yang sudah disiapkan dan berlangsung
dalam waktu relatif singkat. Intinya adalah untuk membandingkan kondisi obyek
studi di tempat lain dengan kondisi yang ada di tempat sendiri. Hasilnya berupa
pengumpulan data dan informasi sebagai bahan acuan dalam perumusan konsep yang
diinginkan.

“Adapun tujuan studi banding adalah guna menambah cakrawala
berpikir, menambah wawasan, menimba pengalaman baru, serta membandingkan tempat
kita dengan tempat lain,” tambahnya. (KIM Pararta Guna Gamping|Adnan Nurtjahjo)