Perkuat Jaringan Kader KB Sampai ke Tingkat RT

Ngaglik – Keberhasilan pelaksanaan program Keluarga
Berencana (KB) membutuhkan keseriusan dan keterlibatan semua pihak baik
pemerintah, masyarakat maupun para kader KB sebagai pihak yang paling dekat
dan  berhubungan langsung di masyarakat. Bertambahnya
jumlah penduduk serta semakin banyaknya masalah kependudukan yang kian komplek membutuhkan
penguatan di lini paling bawah ini.

Memaksimalkan peran dan fungsi kader KB dilakukan dengan
pembentukan IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) yang anggotanya terdiri dari
koordinator PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) yang berada di
tingkat desa,  PPKBD yang ada di tingkat
padukuhan serta sub PPKBD yang ada di tingkat RT.

Demikian dikatakan Sri Lestari, Petugas Lapangan Keluarga
Berencana PLKB Kecamatan Ngaglik dalam acara Pembentukan Kelompok KB tingkat RT
(Rukun Tetangga) yang bertempat di Aula Balai Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik,
Kabupaten Sleman, Senin (29/9/2019).

Lebih lanjut Sri Lestari 
mengatakan bahwa IMP memiliki 6 peran penting dalam rangka ikut serta
mensukseskan program KB yaitu pengorganisasian, pertemuan, KIE ( komunikasi,
informasi dan edukasi), konseling, pencatatan dan pendataan, pelayanan kegiatan,
serta kemandirian.

Acara pembinaan dan pembekalan ini dihadiri 70 orang yang
terdiri dari pamong desa, kader KB kelompok Desa Donoharjo bagian utara, tengah,
dan selatan, serta perwakilan dari RT. Tujuan pembinaan ini adalah untuk
meningkatkan kepedulian serta peran IMP agar menjadi pengelola dan pelaksana
program KB dengan cara pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran,
pembinaan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Dalam kegiatan ini dilakukan pembentukan kelompok KB tingkat
RT yang dipergunakan sebagai database dan nantinya akan tercatat sampai tingkat
pusat.

“Dengan
database akan semakin mudah dalam memantau kegiatan pada tiap kelompok, selain
itu mempermudah dalam pembinaan, mengelola 
data serta hal-hal yang berkaitan dengan fungsi dan peran kader KB,”
kata Sri Lestari. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)




Menikmati Sejuknya Kaki Merapi di Plosokuning

Turi – Menikmati sejuknya udara pegunungan di kaki Gunung
Merapi bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan mengunjungi Desa
Wisata Plosokuning di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Dwi Winarno, tokoh masyarakat setempat menjelaskan bahwa
Desa Wisata Plosokuning ini baru dibangun dua tahun yang lalu atas inisiatif
semua warga. Saat itu warga menyadari di wilayah desanya ada sungai Nyoho yang
sangat bagus untuk susur sungai, di samping itu juga ada bendungan dan sumber
mata air yang bisa dimanfaatkan untuk dibangun sebagai kawasan wisata.

Setelahnya, satu persatu fasilitas mulai dibangun warga, dan
potensi wisatanya didata dengan rinci. Saat ini di Desa Wisata Plosokuning sudah
ada pendopo pertemuan, tempat ibadah, homestay, dan fasilitas MCK.

Untuk wahana wisatanya, ada wisata edukasi yang membawa
pengunjung berkebun salak dan mengenal kuliner olahan salak, mancakrida (outbound), susur sungai , bermain air
dengan naik ban, dan naik perahu tradisional (gethek bambu).

Ada pula Sumur Penguripan dan Sendang Adem Panas. “Menurut keyakinan
masyarakat setempat jika mandi di situ penyakitnya bisa sembuh khususnya jika
sedang sakit panas dingin,” kata Dwi Winarno saat dikunjungi di Desa Wisata
Plosokuning, Rabu (2/10/2019).

Akses jalan menuju Desa Wisata Plosokuning sangat bagus sehingga wisatawan yang akan berkunjung tidak akan kesulitan mencarinya. Terletak di pinggir jalan menuju Agrowisata Salak Turi di Desa Bangunkerto, pengunjung yang datang dari Jalan Raya Turi – Tempel cukup belok ke utara sejauh kurang lebih 3 kilometer.

Saat ini pengelola desa wisata sudah melengkapi tempat wisatanya dengan menambah spot foto, dan juga tersedia kuliner masakan khas desa dan produk olahan dari salak.(KIM Bangunkerto/Harman)




Pokdarwis Umbulharjo Gelar Pelatihan bagi Pengelola Wisata

Cangkringan – Kelompok
Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Umbulharjo menggelar pelatihan bagi pengusaha dan
pengelola wisata di Desa Umbulharjo bertempat di Pendopo Gambretan Umbulharjo
Cangkringan. Kegiatan tersebut didanai dari Dana Desa Umbulharjo Cangkringan.

Kegiatan
dilaksanakan pada Senin (30/9/19) hingga Selasa (1/10/19), yang mana pada
kegiatan tersebut memberikan materi tentang pengembangan potensi wisata yang
sudah ada, penambahan potensi wisata baru, dan pembuatan rancangan wisata.

Kegiatan
pelatihan ini dihadiri dari Pemerintah Kecamatan Cangkringan, Perangkat Desa
Umbulharjo, pengelola wisata, pengrajin, pengusaha, pengelola jeep wisata
Umbulharjo, dan karang taruna Desa Umbulharjo.

Supramono selaku Camat Cangkringan mengapresiasi kegiatan tersebut. Supramono menginginkan kegiatan ini dapat diadakan setiap tahunnya dan berharap dapat mengembangkan wisata dan potensi yang ada di Umbulharjo, Cangkringan.

Menanggapi
kegiatan tersebut Suyatmi selaku Kepala Desa Umbulharjo menyampaikan
terimakasih kepada Pokdarwis Desa Umbulharjo atas pelatihan yang telah
dilaksanakan.

“Terimakasih
kepada Pokdarwis Desa Umbulharjo yang telah melaksanakan pelatihan dan telah
mempertemukan pengusaha serta pengelola wisata, harapannya semoga apa yang akan
menjadi keinginan Pokdarwis dapat segera terlaksana dan pelatihan pada dua hari
ini dapat di terapkan pada kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujarnya. (Nurul
Istiqomah/KIM Umbulharjo)