Internet Media Pemasaran yang Efektif dan Efisien

Ngaglik
– Menurut survei, 150 juta dari 268,2 juta jiwa penduduk Indonesia adalah pengguna
internet aktif. Dari jumlah tersebut, hampir semuanya adalah pengguna aktif media
sosial. Sementara itu, alokasi waktu rata rata orang Indonesia untuk
berinternet adalah 8,5 jam. Waktu ini dinilai jauh lebih lama dibandingkan
menggunakan media komunikasi yang lain misalnya tv atau radio.
Demikian
dikatakan Nadia Wasta Utami, Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
dalam acara bertajuk KIM sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif dan Digital yang
digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Warung Pak
Lanjar Banteran, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (2/10/2019).
Pada
sesi Pemasaran Online UMKM tersebut lebih lanjut Nadia mengatakan tingginya
alokasi waktu yang dipergunakan untuk berinternet (medsos-red)
memberikan banyak kesempatan para pelaku UMKM untuk membuka pasar di kanal-kanal
favorit, seperti YouTube, Facebook, Instagram, WhatsApp dan lain sebagainya.
“Saat
ini telah terjadi perubahan pola belanja masyarakat dari pasar tradisional atau
pasar rakyat ke pasar modern atau pasar swalayan seperti mini/supermarket, dan
kini masyarakat mulai marak belanja secara online. Hal ini mengakibatkan
pergeseran transaksi perdagangan dari konvensional menjadi digital yang kian
disukai masyarakat,” ungkap Dosen Prodi Komunikasi tersebut.
Media
internet yang digunakan sebagai tempat pemasaran mempunyai beberapa keuntungan
di antaranya jangkauan yang sangat luas, biaya yang terjangkau, mudah
dijalankan sehingga mendekatkan jarak ke konsumen dan lebih tepat sasaran,
serta respon yang cepat menjadikan alasan untuk memilih internet sebagai sarana
pemasaran yang lebih efektif dan efisien.
“Perubahan pemasaran tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan e-commerce semacam Tokopedia, Lazada, Shopee, dan lainnya. Marketplace semacam ini ibarat supermarket di mana orang bisa menemukan apa saja sesuai spesifikasi barang yang dibutuhkan. Demikian pula dengan google map pembeli bisa mencari lokasi yang dituju. Pembayaran pun bisa dilakukan dengan mobile banking atau transfer,” tutur Nadia.
Dengan sosmed, website, atau e-commerce, pelaku usaha dapat dengan mudah menjangkau konsumen yang ingin mengetahui kualitas produk.
“Untuk
itu secara visual harus dibuat semenarik mungkin melalui foto atau video,
diperbanyak testimoni, hindari konten berbau SARA, dan selalu dijaga
konsistensi produk,” saran Nadia. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)
