Destana Mororejo Siap dan Tanggap Tangani Bencana

Foto oleh Humas Kabupaten Sleman

Tempel – Tidak dapat dimungkiri, Sleman merupakan daerah yang subur dengan kondisi alam yang mendukung namun di balik itu terdapat potensi bencana yang harus selalu diwaspadai. Hal ini melatarbelakangi Desa Mororejo Kecamatan Tempel bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Sleman menggelar pelatihan dan pembentukan Destana (Desa Tangguh Bencana) agar masyarakat siap menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja. Pelatihan berlangsung dari Selasa (1/9/2019) hingga Rabu (9/9/2019) di Aula Balai Desa Mororejo dan diikuti oleh sekitar 30 peserta.

Pelatihan ini
selaras dengan program kerja BPBD Kabupaten Sleman di tahun 2019 yakni
Penguatan Kelembagaan Masyarakat dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana dengan salah
satu kegiatannya Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Mororejo
Tempel Sleman yang merupakan desa penyangga bagi desa yang rawan terhadap
ancaman erupsi Gunung Merapi.

Kegiatan ini dibagi menjadi 4 tahap yakni tiap desa 6 kali pertemuan dan diakhiri dengan Gladi Lapang. Materi yang disampaikan pada setiap pertemuan, antara lain Analisis Risiko Bencana, Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa, Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), Rencana Aksi Komunitas (RAK), PPGD, Rencana Kontigensi Desa, dan Peringatan Dini Berbasis Masyarakat dengan narasumber berasal dari BPBD Sleman, Puskesmas, dan fasilitator kegiatan.

Ketua Panitia
Nurherwanto Kepala Seksi Pemerintahan Desa Mororejo didampingi Kepala Desa
Mororejo, Rony Nurdyantoro berharap dengan pengukuhan Destana ini masyarakat
Mororejo akan siap dan tanggap dalam menghadapi dan mengelola secara mandiri
dalam penanganan bencana. (Arif Hartanto)




Perusahaan Diminta Laporkan Hasil Penerimaan Tenaga Kerja

Sleman – Dinas Ketenagakerjaan
dan Transmigrasi DIY berharap perusahaan
aktif melaporkan hasil penerimaan
tenaga kerja selama jangka waktu 1 bulan terhitung setelah diadakannya Job Fair 2019.

“Pelaporan
hasil penerimaan tenaga kerja itu penting, mau satu orang atau tidak ada
seorang pun yang diterima harus ada pelaporan kepada kita. Karena hal ini bisa
jadi sebagai bahan evaluasi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY agar
adanya keberlanjutan. Jangan sampai perusahaan yang rajin ikut terus dalam job
fair
tapi nggak
pernah ngasih laporan,” ujar Tunggul
Bomoaji, Kepala Seksi
Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasaan Kesempatan Kerja Disnakertrans DIY saat memantau Job Fair 2019 di Universitas
Gadjah Mada (UGM), Sleman,
DIY, Selasa (8/10/2019).

Lebih lanjut, Tunggul menyampaikan bahwa upaya-upaya penyaluran
tenaga kerja terus dilakukan pihaknya, salah satunya melalui Job Fair ini. “Pelaksanaan
job fair ini merupakan upaya mempertemukan pencari kerja dengan pemberi
kerja secara langsung, lebih dari itu, tujuan diadakannya job fair ini
sampai pada memperhatikan penempatan tenaga kerja. Ada berapa sih pengunjung yang
mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.

Job Fair ini terselenggara berkat kerjasama Universitas
Gadjah Mada, Kementerian Tenaga Kerja, dan Disnakertrans DIY. Ada 112 stanyang siap menerima tenaga
kerja, diisi perusahaan BUMN, nasional, dan multinasional yang
bergerak di berbagai sektor usaha antara lain, industri start up,
telekomunikasi dan teknologi informasi, perbankan, retail, agro industri, dan
jasa.

Tak lupa Tunggul menekankan sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,
penyelenggaraan job fair ini tidak dipungut biaya alias gratis bagi
pencara kerja.

Rifki
Ahmad, mahasiswa Ilmu Komunikasi
Universitas Islam Indonesia menyatakan adanya
job fair sangat membantu para pencari kerja untuk mendapatkan informasi
lebih lanjut karena
bisa secara langsung menanyakan kepada perusahaan yang diminatinya.

“Lebih membantu daripada
di website-website lowongan pekerjaan, kalo misalkan di website-website nggak bisa secara langsung, nggak tahu lebih banyak tapi
beda kalo job fair kita bisa tau lebih banyak dan lebih jelas,” pungkasnya.

“Job
Fair Career Expo
” yang mengusung tagline Be Hero For Your Life masih akan berlangsung pada
tanggal sampai 10 Oktober 2019, setiap harinya dibuka mulai
pukul di Grha Sabha Buana,
UGM. (Rep Bilal)