Penting, Data Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sleman
– Salah satu program unggulan Dinas Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Sleman dalam implementasi Smart Regency (Kabupaten Cerdas) adalah
SIKPA (Sistem Informasi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak). SIKPA merupakan
aplikasi online berbasis web untuk mencatat dan melaporkan data kekerasan
terhadap perempuan dan anak oleh
Forum Penanganan Korban Kekerasan terhadap Perempuan
dan Anak (FPK2PA) di
Kabupaten Sleman.

“Latar belakang dibangun
SIKPA ini karena kami menghadapi laporan-laporan tentang kasus-kasus kekerasan
sehingga membutuhkan ketersediaan data-data yang akurat, up to date dan terintegrasi dengan mitra kerja kami di tingkat kabupaten dan
tentunya untuk pemantauan dan evaluasi serta mendukung terwujudnya smart regency,” ungkap Mafilindati
Nuraini, Kepala Dinas P3AP2KB saat Paparan Implementasi Program Smart Regency di Smart
Room Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Sleman, Rabu
(9/10/2019).

Mafilinda
juga menjelaskan bahwa tujuannya adalah terdokumentasinya data kekerasan
terhadap perempuan dan anak yang ditangani FPK2PA secara online, menjadi alat
untuk memantau dan mengevaluasi pelayanan bagi korban kekerasan. Selain
itu tersedianya data tersebut juga bisa dimanfaatkan bagi para pemangku
kebijakan dalam menyusun kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan serta
proses pengambilan keputusan.

Tahapan
pencatatan dan pelaporan korban kekerasannya yaitu dari aduan korban dicatat di
formulir oleh penerima laporan (PKK Dusun, Kader di Kecamatan, Polsek,
Puskesmas, KUA),
kemudian formulir tersebut akan dikirim ke petugas entri di Polres, Dinas Sosial, dan RSUD untuk diinputkan
data kasusnya.

Lingkup
pencatatan dalam SIKPA sendiri adalah kekerasan terhadap perempuan, kekerasan
terhadap anak, kekerasan dalam rumah tangga, dan kekerasan berbasis gender.
“Kekerasan terhadap laki-laki juga bisa dilaporkan, tidak akan kita hilangkan
tapi memang bentuk UPTD kita perempuan dan anak,” ungkap Mafilinda.

Untuk
menghindari data dobel,
dilakukan validasi setiap tiga bulan sekali oleh FPK2PA Kecamatan dan setiap
bulan oleh FPK2PA Kabupaten kemudian dilaporkan di Dinas P3AP2KB setiap tiga
bulan.

Aplikasi
SIKPA ini tidak bisa
diakses oleh masyarakat umum
namun hanya pihak-pihak tertentu saja agar bisa menjaga privasi dari keluarga
maupun dari korban kekerasan itu sendiri.

Terkait
program smart regency yang menjadi
visi Kabupaten Sleman, Dinas Komunikasi dan Informatika
sebagai unit kerja yang bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan ekosistem
smart regency rutin mengadakan
paparan program oleh Organisasi
Perangkat Daerah (OPD). Semua OPD
dijadwalkan memaparkan kewajiban dan program-progam
unggulannya. Kegiatan ini untuk melakukan
evaluasi terhadap pelaksanaan smart regency
oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sesuai Peraturan
Bupati Nomor 1.1 Tahun 2018 tentang Masterplan Pengembangan Smart Regency
Kabupaten Sleman 2017-2026.(Rep Anis)




Perkuat Ekonomi Umat dengan Pelatihan Budidaya Cabai

Koperasi
Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Insan Mandiri Sejahtera Sleman
menyelenggarakan Pelatihan Teknis Menanam Cabai bagi anggotanya bertempat di Pondok
Pesantren Daarul ‘Ilmi Murten, Tridadi, Sleman, Rabu (9/10/2019).

Pelatihan
Budidaya Cabai yang terselenggara dalam rangkaian Milad BMT Insan Mandiri
Sejahtera ke-23 ini merupakan program kerja strategis untuk pengembangan dan
ketersediaan sumber daya manusia pertanian yang menguasai teknologi tepat guna
dan modern, serta cara budidaya cabai yang baik dan benar. Hal ini disampaikan
oleh Mujiono, Ketua Pelatihan Cabai.

“Dengan
demikian dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas cabai seperti yang
diharapkan,” tukas Mujiono.

Adapun materi pelatihan yang disampaikan oleh pakar dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman di antaranya kebijakan dinas dan kelembagaan tani, persiapan benih dan penanaman, pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama penyakit, panen dan pascapanen. Usai materi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi sekolah lapangan cabai di Karangasem, Pandowoharjo, Sleman.

Kunjungan diterima oleh Redjo Dimuljo, Ketua Kelompok Tani Sedyomulyo yang berharap kegiatan ini bisa menambah gairah budidaya tanaman cabai sehingga ekonomi anggota BMT maupun masyarakat bisa menguat. (Arif Hartanto)




Desa Sinduharjo Gelar Musrembang Pertama di Ngaglik

Ngaglik
– Desa Sinduharjo menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) untuk
pertama kalinya di Kecamatan Ngaglik pada Rabu (9/10/2019). Dalam
pelaksanaannya, Musrembang tahun 2020 ini berhasil memutuskan Rencana Kerja
Pemerintah Desa Sinduharjo dengan nominal anggaran Rp ,00.

Faizal
Nur Ahmad selaku Ketua Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) mengatakan bahwa
proses Musrenbang ini didahului dengan penjaringan aspirasi dari masyarakat
melalui musyawarah padukuhan.

“Setelah
itu Badan Musyawarah Desa mengadakan musyawarah desa dan membentuk tim RKP
serta tim verifikasi terhadap rencana program kerja desa tahun 2020,” jelasnya.

Sementara
itu Kusmiyanto, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Ngaglik mewakili
Camat Ngaglik mendukung keputusan dalam Musrenbang yang dihadiri oleh
perwakilan kecamatan, pemdes, BPD, lembaga desa, tokoh agama, dan tokoh
masyarakat ini.

“Mudah-mudahan
dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tukas Kusmiyanto.

Musrenbang
diakhiri dengan penandatanganan berita acara Musrenbang Desa Sinduharjo tahun
2020. (KIM Ngaglik/Spn)