Desa Bangunkerto Pastikan Keterwakilan Perempuan di BPD

Turi – Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 3 Tahun 2019 tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengamanatkan dalam  keanggotaan BPD harus ada minimal satu orang anggota perempuan. Untuk memenuhi itu, Pemerintah Desa Bangunkerto melaksanakan pemilihan BPD perwakilan perempuan di Aula Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (11/10/2019).

Musyawarah diikuti oleh 36 orang yang memiliki hak suara dan kesemuanya perempuan dimana mereka mewakili dari berbagai unsur lembaga maupun kelompok yang ada di Bangunkerto diantaranya PKK, Posyandu, Kelompok Wanita Tani, Usaha Kecil Menengah, pelaku budaya, karang taruna, kelompok keagamaan dan lainnya. Musyawarah dipimpin oleh ketua panitia pemilihan BPD tingkat Desa Bangunkerto dan perangkat desa.

Anas Maruf, Kepala Desa Bangunkerto dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemilihan BPD untuk mewakili perempuan ini dilakukan secara murni. “Tidak ada intervensi dari kepala desa dan murni dari aspirasi masyarakat, sehingga nantinya siapapun yang terpilih harus bisa mewakili aspirasi perempuan yang ada di Bangunkerto, sehingga tugas mulia ini bisa diemban dengan sebaik-baiknya,” jelas Anas.

Jalannya musyawarah dipimpin oleh ketua panitia pemilihan BPD tingkat desa, Priyo Purnomo. Calon BPD perempuan yang daftarkan ada 3 orang yaitu Siti Maryam, Retno, dan Maryani. Karena kuota BPD untuk jalur khusus perempuan ini hanya satu orang maka dilakukan musyawarah untuk mufakat, namun dalam musyawarah tadi tidak mencapai kata sepakat maka pemilihan langsung dilanjutkan dengan voting.

Hasilnya adalah Siti Maryam dapat 14 suara, Maryani dapat 14 suara, dan Retno dapat 8 suara. Dengan hasil tersebut maka untuk menentukan rangking satu diadakan pemungutan suara ulang antara Siti Maryam dan Maryani yang hasilnya Siti Maryam mendapatkan 29 suara sedangkan Maryani mendapatkan 6 suara. Dengan demikian Siti Maryam lah yang akan menjadi anggota BPD Bangunkerto dari unsur perempuan untuk periode 2020-2026.

Dengan hasil ini, kuota minimal satu perempuan dalam BPD Bangunkerto sudah terealisasi. Berdasarkan peraturan, Desa Bangunkerto yang penduduknya berjumlah lebih dari 9000 jiwa berhak mempunyai anggota BPD sebanyak 9 orang. Untuk pemilihan 8 orang anggota BPD lainnya saat ini baru sampai pada tahap penjaringan calon.(KIM Bangunkerto/Harman)




Menuangkan Pengalaman Mengasuh Anak ke Dalam Tulisan

Ngemplak – Pengalaman yang dimiliki orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak perlu didokumentasikan melalui tulisan. Menuangkannya dalam bentuk narasi yang runtut disertai foto perkembangan anak dari waktu ke waktu ternyata menjadi sebuah ilmu keluarga.

Hal tersebut rupanya menjadi salah satu konten menarik yang diangkat dalam kegiatan kelas menulis yang diadakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mata Aksara di Dusun Tegalmanding, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (10/10/2019). Pesertanya adalah ibu-ibu berasal dari sekitar TBM Mata Aksara yang tampak sangat antusias mengikuti pelatihan menulis ini.

Kelas yang baru pertama kalinya diadakan ini mengundang Lutfi
Retno Wahyudyanti, seorang blogger dan penulis buku yang akrab dipanggil Mbak
Lutfi menjadi narasumber sekaligus mentor kegiatan tersebut. Di kelas menulis
ini, Lutfi meminta ibu-ibu menulis pengalamannya mengasuh anak ke dalam teks sepanjang
250 kata lalu dijadikan bahan diskusi sesama peserta.

“Kegiatan ini akan dilanjutkan tiap dua minggu dengan
penugasan menyenangkan serta pembengkelan naskah. Cerita keluarga ini nantinya
akan dibukukan baik dalam bentuk antologi maupun karya mandiri sesuai dengan
kemampuan peserta,” ujar Nuradi, pengelola TBM Mata Aksara dengan optimis.

Pria yang juga anggota Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)
Ngemplak ini berharap literasi dalam keluarga dapat menjadi pilar menciptakan
kesejahteraan masyarakat Sleman.(KIM Ngemplak/Mata Aksara)




Kampung KB Ngabean Kulon Pantau Perkembangan Anak Lewat BKB

Ngaglik
– Puskesmas 1 Ngaglik mengadakan kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) bertempat
di Gedung PAUD Embun Pagi Ngabean Kulon Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (10/9/2019).

“Kegiatan
BKB adalah pembinaaa dan penyuluhan terhadap orang tua murid PAUD Embun Pagi
untuk mengetahui perkembangan anak umur 5 tahun dengan mengisi buku kartu
kembang anak,” kata Abidah, Petugas
Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Ngaglik saat
pendampingan.

Sementara
itu, Suparno, Ketua Kampung KB Desa Sinduharjo menjelaskan bahwa kegiatan BKB
ini meliputi pemeriksaan kesehatan murid PAUD dan balita.

“Para
orang tua dari murid PAUD dan balita ini datang sembari menunggu anak-anak
pulang sekolah,” tukasnya. (KIM Ngaglik/SPN)




Banyak Faktor Pengaruhi Kesehatan Reproduksi Sapi

Sapi indukan yang produktif tentu menjadi dambaan dan sangat menguntungkan bagi para peternak. Yeni Kurniawati Medik Veteriner Muda UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan Puskeswan Kecamatan Ngaglik membeberkan banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi bagi sapi indukan saat pelayanan aktif di Kandang Kelompok Ngudi Makmur , Tegalrejo, Sariharjo, Ngaglik pada Kamis (10/10/2019).

Yeni mengatakan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh peternak sapi seperti cuaca, asupan makanan, kebutuhan mineral, dan lingkungan sekitar.

Yeni menyarankan agar peternak sapi di Kandang Kelompok Ngudi Makmur tidak membatasi pemberian minum kepada hewan ternak ketika cuaca panas.

Memberikan antiseptik pada luka sapi

“Cuaca yang panas/kemarau peternak harus memberikan makan dan minuman yang cukup. Pemberian minuman tidak boleh dibatasi, selama sapi membutuhkan harus dicukupi,” kata Yeni.

Cuaca terlalu panas dan hewan ternak tidak mendapatkan minuman yang cukup dikhawatirkan akan menyebabkan indukan sapi mengalami stres.

Yeni juga menekankan kepada peternak untuk memperhatikan pemberian mineral yang cukup pada hewan ternak, khususnya pada indukan sapi betina ketika bunting.

“Pemberian mineral sebaiknya ditambah ketika indukan sapi sedang bunting. Efektifnya pada 3 bulan sebelum dan 3 bulan setelah sapi melahirkan,” kata Yeni.

Mineral yang cukup dimaksudkan untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan reproduksi indukan hewan ternak.

Disamping itu, peternak diharapkan tidak memanjakan anakan sapi (pedet), agar indukan sapi kembali lebih fokus untuk birahi kembali dan bunting kembali.

“Setelah umur pedet menginjak 2 bulan, peternak harus mengenalkan rumput dan komboran kepada pedet dan setelah umur 3 bulan agar segera disapih agar indukan sapi fokus untuk birahi kembali,” kata Yeni.

Kesehatan reproduksi sapi juga dipengaruhi oleh jenis makanan yang diberikan.
Makanan fermentasi bagus untuk pejantan tetapi tidak bagus untuk indukan sapi karena bisa mengganggu kesehatan reproduksi. Yeni menyarankan perternak untuk memberikan vitamin untuk menunjang nafsu makan, daya tahan tubuh, dan produktifitas hewan ternak.

Pemberian vitamin untuk daya tahan tubuh sapi

Selain itu, peternak juga harus memperhatikan bibit jenis sapi agar tidak membebani indukan sapi. Jika indukan sapinya kecil jangan memaksa untuk minta bibit sapi limosin ataupun simental karena cenderung pedet yang dilahirkan besar dan bisa menyebabkan kesulitan melahirkan. Sapi juga harus diberikan ruang untuk rekreasi agar tidak stres, pungkas Yeni.




Dinkes Sleman Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dengan Jambore

Sleman
– Dinas
Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarkan Jambore Kader Kesehatan Jiwa di Desa
Wisata Grogol, Kecamatan Seyegan, Kabupaten
Sleman,
Rabu (10/10/2019). Dalam acara jambore yang baru
diadakan pertama kali ini, Dinas Kesehatan turut mengundang RSJ Grhasia, Kader
Kesehatan Jiwa, dan
25 puskesmas yang ada di kabupaten Sleman untuk berpartisipasi dalam peringatan
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day ini.

Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr.
Joko Hastaryo dalam sambutannya memberikan pesan kepada masyarakat untuk tetap
semangat untuk menjaga kesehatan jiwa masing-masing, keluarga, dan sampai pada
lingkungan sekitarnya.

Kepala
Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaneni tak ketinggalan menyampaikan
pesan kepada masyarakat dalam jambore ini.
“Mari kenali gangguan jiwa sedini mungkin. Semoga jambore ini menjadi
pembelajaran bagi kita semua dalam berkehidupan sosial,” ujar Novita Krisnaneni.

Antusias
peserta sangat baik terlihat dari keaktifan selama berlangsungnya acara karena rangkaian acara
pun dibuat dengan menarik. Diawali dengan senam Germas Sembada bersama,
dilanjutkan cerdas cermat
kesehatan jiwa yang terbagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama peserta mengerjakan
soal pilihan ganda sampai pada terpilihnya 5 puskesmas dengan nilai terbaik.
Selanjutnya, sesi kedua berisi pertanyaan lemparan yang diberikan waktu selama
10 detik. Jika tidak terjawab maka akan dilempar sesuai dengan urutan putaran.

Sesi ketiga, peserta diberikan pertanyaan studi kasus
sampai pada akhirnya terpilih Puskesmas Mlati 1 sebagai juara 1, Puskesmas Cangkringan
meraih juara 2, Puskesmas Berbah meraih juara 3, Puskesmas Depok 2 meraih juara
harapan satu, dan Puskesmas Godean 2 meraih juara harapan dua.(Rep Bilal)