Menjaga Lahan dengan Pertanian Organik

Setelah melalui perjalanan panjang selama
hampir empat bulan, Sekolah Lapang (SL) Pertanian Organik di Kelompok Tani Ngudi Mulyo akhirnya resmi ditutup. Penutupan lahan ajar peserta
pelatihan ini dilakukan oleh Kepala UPTD BP 4 Wilayah 6 Ngemplak Cangkringan,
Purwati Widaningsih yang ditandai dengan panen raya bersama dengan peserta SL Pertanian
Organik di Dusun Jaranan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman,
Selasa (15/10/2019).

SL pertanian organik tersebut berlangsung selama 8 kali pertemuan, dengan  pemateri dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman. Setelah dihitung, panen raya ini menghasilkan 6,2 kg/ubin, hingga perhektarnya menghasilkan 9,7 ton gabah. Ini menunjukkan hasil padi yang sangat baik.

“Kalau saja semua petani menerapkan sistem pertanian padi organik maka lahan pertanian di Sleman khususnya di kelompok tani Ngudi Mulya, akan terjaga kesuburannya karena penggunaan bahan kimia yang berlebihan maka dalam jangka panjang akan merusak dan mengurangi kesiburan tanah,” ujar Purwati Widaningsih.

Purwati melanjutkan, meskipun belum secara murni menerapkan sistem pertanian organik
tetapi setidaknya melalui Sekolah Lapang
ini sudah mengurangi penggunaan baik pupuk maupun obat kimia. Dalam Sekolah Lapang ini,
untuk pupuk hanya menggunakan pupuk organik atau kompos dan sedikit NPK Kujang dengan
kadar/volume 250 kg/ha.

Untuk menuju pertanian organik tidak bisa seketika, namun perlu proses yang dimulai dari petani sendiri dengan cara mengurangi penggunaan pupuk dan bahan kimia. “Kalau masyarakat sudah menerapkan pertanian organik, maka lahan pertanian akan terjaga dengan baik,” pungkas Purwati di hadapan 25 petani peserta Sekolah Lapang.(Suyanto)




Warga Sukunan Pakembinangun Regenerasi Pangrukti Loyo

Pakem – Warga Dusun Sukunan Pakembinangun melaksanakan praktik
penyelenggaraan jenazah atau pangrukti loyo, Minggu (13/10/19) lalu di
serambi timur Masjid At-Taqwa Pakem.

Acara yang diprakarsai oleh takmir Masjid At-Taqwa ini bekerjasama dengan KUA Kecamatan Pakem sebagai penyumbang manekin atau boneka replika jenazah serta didukung oleh Pemerintah Desa Pakembinangun.

Tri Winarko, Ketua Takmir menjelaskan bahwa penyelenggaraan jenazah bersifat wajib bagi warga sekitar yang meninggal. “Karena jika tidak ada warga yang mau menyelenggarakannya maka satu dusun mendapatkan dosa. Namun jika ada warga yang mau menyelenggarakannya, maka gugurlah kewajiban sebagian warga karena sudah terwakili, itulah yang disebut fardhu kifayah,” paparnya dalam sambutan pembuka.

Praktik penyelenggaraan jenazah dipimpin langsung oleh Rohis
Dusun Sukunan, Muh Ilham Riyadi, beserta rekannya, Muh Zamroni. “Memang
tidak semua orang mampu dan mau merawat jenazah. Akan tetapi karena ini fardhu
kifayah
maka kami adakan acara ini sebagai upaya regenerasi agar kawula
muda di Dusun Sukunan juga nantinya bisa meneruskan kami,” papar Zamroni.

Acara dilanjutkan dengan praktik pemotongan kain kafan dan
pembungkusan replika jenazah sehingga terbentuk seperti jenazah pada umumnya.
Walau ada beberapa warga yang mengaku takut melihat replika jenazah, acara berjalan
dengan khidmat. (KIM Pakembinangun/Asr)




Kader KB Ikut Wujudkan Masyarakat Melek Media

Sleman – Penyuluh Keluarga
Berencana (KB) Kecamatan Pakem mengadakan acara Sosialisasi Internet Sehat di Aula Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Selasa
(15/10/2019). Kegiatan ini diikuti oleh para Kader Keluarga
Berencana (KB) dari semua desa yang ada di Kecamatan Pakem.

Dalam mendukung
keberlangsungan kegiatan, Penyuluh KB Kecamatan Pakem menghadirkan dua
pembicara yaitu Ririn Ardhana, Direktur dan Pendiri Ardhana HD & Communication
Training. Pembicara selanjutnya yaitu Agastya Dedy Kusuma, Pengolah Data
Penyuluhan dan Informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
Kabupaten Sleman.

Sesi pertama
sosialisasi ini diisi oleh Ririn Ardhana, dimana materi yang disampaikan bertujuan untuk
meningkatkan integritas para Kader KB sehingga dapat membangun kesadaran dalam
berkontribusi bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga proaktif ikut dalam
proses perubahan.

Kemudian sesi
kedua di paparkan oleh Agastya Dedy Kusuma dari Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Sleman mengenai internet sehat dalam membentuk keluarga yang tangguh dan sejahtera. Agastya memberikan
penjelasan terkait sisi positif dsan negatif berinternet. “Internet, ketika
digunakan secara positif, selain sebagai sarana mendapatkan informasi, hiburan
dan pendidikan,
ia juga  bisa menjadi inspirasi
keberhasilan bagi penggunanya” jelas Agastya.

Selain itu, Agastya juga menghimbau
kepada para kader
sebagai orangtua tentang dampak negatif dari internet juga bagaimana tantangan mereka
dalam mengawasi aktivitas online anak-anaknya. Menurutnya, kemudahan akses internet dan kebebasan online menjadi salah
satu tantangan orangtua dalam mengawasi anak.

Terakhir, Agastya membagikan tips menjaga anak agar tetap aman di dunia maya, misalnya orangtua wajib mengenali dunia online anak agar dapat tetap bisa terhubung, membatasi jam online anak untuk menghindarkannya dari kecanduan internet, mengajarkannya menjaga privasi dan yang paling penting adalah menjadi sahabat dan pendengar yang baik untuk anak. (Rep Purnama)




KIM, Jembatan Informasi Pemerintah dengan Masyarakat

Sleman –
Kecamatan Pakem bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo)
memberikan sosialisasi mengenai Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). KIM
merupakan program layanan publik untuk berbagi informasi yang dikelola oleh masyarakat,
bekerjasama dengan Diskominfo daerah masing-masing. Program ini dibentuk agar tidak
terjadi kesenjangan informasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Di Sleman, KIM menjadi salah satu program pendukung visi Kabupaten
Sleman yaitu Sleman Smart Regency dan terwujudnya masyarakat Sleman yang berbudaya dan mandiri dimana
salah satu tolak ukurnya adalah
smart society, atau masyarakat cerdas. Salah satu fungsi dari KIM ini adalah
memberikan informasi, sampai ke tingkat bawah dari masyarakat itu sendiri,
sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi.

“Harapannya, dengan optimalisasi
KIM ini dapat menjembatani pemerintah dengan masyarakat, begitu juga sebaliknya,
jadinya saling menginformasikan baik dari atas, maupun dari bawah,” ujar Suyanto, Camat
Pakem ketika memberikan sambutan acara sosialisasi yang diadakan di Pendopo Kantor Kecamatan Pakem,
Selasa (15/10/2019).

Sementara itu Noor Hidayati ZP, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa KIM dapat dijadikan sebagai penyedia informasi pemerintah mengenai kondisi masyarakat.“Jadi pemerintah wajib tahu, apa yang masyarakat lakukan, apa ide-idenya, giat-giatnya dan inovasi-inovasinya itu pemerintah harus tahu,” papar Bu Ida mengenai fungsi utama KIM.

Selain itu,
posisi KIM sebagai layanan informasi masyarakat dapat dimanfaatkan UMKM sebagai
sarana promosi bagi usaha mereka. Ketika seseorang di desa misalnya memiliki
ide kreatif dalam memproduksi sebuah usaha kecil menengah, KIM dapat melakukan
liputan mengenai usaha mereka.

“Mulai dari proses
produksinya, bagaimana pengemasannya,” terang Bu Ida. Dengan hasil liputan dari
KIM, UMKM tersebut dapat terekspos sehingga dapat diketahui oleh masyarakat,
tidak hanya Sleman, namun ke seluruh Indonesia melalui berbagai kanal.

Hal ini
mendapatkan tanggapan positif dari peserta sosialisasi, yaitu Robi anggota
Forkom UMKM Pakem. Menurutnya, ini merupakan langkah positif bagi kelanjutan
UMKM-UMKM Sleman, terutama yang berada di Pakem. “Semoga Forkom UMKM dapat maju
bersama, seperti memberikan sosialisasi mengenai produk-produk Pakem” ujarnya.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat diberi bimbingan atau pelatihan mengenai penyebaran informasi ini, terutama agar masyarakat dapat menyikapi hoaks yang beredar. “Karena, masyarakat terutama para pelaku usaha UMKM ini sangat mudah dipengaruhi info-info hoaks tersebut,” tutupnya.(Rep Faridz)