Tanggapi Keluhan Warga, Pemdes Pakembinangun Benahi Taman Segitiga

Pakem
– Beberapa saat lalu, Taman Segitiga Pakem yang terletak di depan BPBD Pakem
menjadi sorotan publik karena kondisinya yang kurang terawat dan tak sedap
dipandang mata. Menanggapi hal ini, Pemerintah Desa Pakembinangun tidak
menunggu waktu lama untuk segera bertindak.

Rabu
(16/10/19) malam, Pemerintah Desa Pakembinangun mengerahkan beberapa warganya
untuk segera membenahi Taman Segitiga yang sudah melegenda di Pakem tersebut.
Di bawah komando langsung Suranto, Kepala Desa Pakembinangun dan dengan
dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Pakem, Taman Segitiga tersebut
berhasil dibenahi.

“Terima
kasih kepada warga yang memberi masukan kepada kami, serta keluarga besar ICJ
(Info Cegatan Jogja-red) atas perhatian dan saran kritiknya
kepada kami. Mari kita sama-sama membangun Pakembinangun menjadi maju, Guyup
Rukun Migunani,” papar Suranto pada akun Facebook beliau. (KIM
Pakembinangun/Asr)




Hargobinangun Bangun Tempat Lelang Cabai

Pakem
– Dengan dana desa, Pemerintah Desa Hargobinangun merenovasi bekas-bekas
bangunan Pasar Sompilan menjadi lebih tertata. Meski renovasi belum usai, 8 kelompok
tani yang ada di sekitar lokasi Pasar Sompilan sepakat membuka titik kumpul
lelang cabai di tempat tersebut, Rabu (16/10/2019). Dengan tempat yang
strategis di pinggir jalan raya, diharapkan dalam waktu singkat tempat ini akan
dengan mudah dikenal warga.

Di
samping memudahkan petani sekitar untuk menjual cabai, kegiatan ini juga
diharapkan bisa membuka mata masyarakat Desa Hargobinangun khususnya bahwa
masih banyak potensi ekonomi yang bisa digali dari kampung halaman sendiri.

“Ke
depan harapannya bukan hanya cabai yang dijual di sini namun juga aneka
komoditas sayur lainnya,” ujar Sigit dari Dinas Pertanian, Pangan, dan
Perikanan Sleman.

Sigit
juga mengimbau agar Kelompok Wanita Tani (KWT) memikirkan produk olahan
pertanian untuk dipasarkan di tempat yang sama. “Tentunya ini sangat mungkin
bersinergi dengan keberadaan Kaliurang sebagai tempat wisata yang butuh variasi
cindera mata,” ujar Sigit. (KIM Ceria Kecamatan Pakem/Ekonug)




Desa Berkarakter, Antara Komitmen dan Implementasi

Seyegan
– Bertempat di RM Muara Kapuas, Dinas Pemberdayaan
Masyarakat Desa (PMD)
Kabupaten Sleman mengadakan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) untuk
14 desa yang ditunjuk pada Rabu (16/10/2019). Kegiatan ini dihadiri kurang
lebih 75 peserta yang terdiri dari unsur PKK, LPMD, karang taruna, dan BPD.

Sungkawati Budi Rahayu, Kepala Seksi Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Masyarakat Dinas PMD Sleman pada kesempatan tersebut menagih komitmen desa dalam membentuk desa berkarakter.

“Tahun 2019 ini merupakan tahun implementasi desa berkarakter sehingga diharapkan desa dapat menampilkan karakter masing-masing dengan indikator,” ujar Sungka.

Ada 7 indikator sebagaimana tercantum dalam Perda no. 4/92 tentang Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Sleman Sembada. Perda itu disampaikan Sungka sudah dituangkan dalam RPJMD tahun 2016-2021.

Dikatakannya lagi, pada tahun 2018, Bupati Sleman mengeluarkan Perbup no. 37.2/2018 tentang Desa Berkarakter.

“Untuk itulah diharapkan pada tahun 2019 ini sudah masuk tahapan implementasi. Namun kenyataannya belum ada satu desa pun yang mencanangkan sebagai desa berkarakter,” kata Sungka.

Sungka berharap, dengan menghadirkan LKD yang ada di desa ini, kegiatan yang ada kaitannya dengan desa berkarakter dapat dikawal dan diimplentasikan. (KIM Seyegan/Agus)




Gizi Seimbang Upaya Atasi Stunting

Depok – Sosialisasi Gizi Seimbang menjadi rangkaian
kegiatan peringatan Hari
Cuci Tangan Sedunia
di Kecamatan Depok pada Rabu (16/10/2019).

Dra. Hj. Sri Muslimatun, , Wakil Bupati
Sleman, berlaku sebagai narasumber dalam acara ini. Sri Muslimatun mensosialisasikan
kembali tentang “Tumpeng Gizi Seimbang” yang menggambarkan 4 prinsip gizi
seimbang yaitu aneka ragam makanan sesuai kebutuhan, kebersihan, aktivitas
fisik, dan memantau berat badan ideal.

Sri Muslimatun berharap, audiens yang
mengikuti sosialisasi ini dapat mengimplementasikan dalam kesehariannya agar
mengurangi angka stunting di Kabupaten Sleman.

“Peranan kader sangat diperlukan saat di dusun
maupun di posyandu karena fungsi kader adalah menjadi tangan kanan petugas
puskesmas, membuat menu gizi seimbang di posyandu serta dapat mensosialisasikan
di masyarakat,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, menurut Sri Muslimatun guru-guru
dan lintas sektoral juga memiliki peranan penting terhadap gizi seimbang ini. “Harapannya
guru dan lintas sektoral dapat memberikan sosialisasi saat rapat forkompim
maupun kepada orang tua wali murid,” katanya. (Ardhitya Sejati)




Depok Ajak Anak Terapkan Kebiasaan Cuci Tangan

Depok –  Puskesmas Depok 1, 2 dan 3 bekerja sama dengan IGTKI Kecamatan Depok memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia, Rabu (16/10/2019). Hadir pada kegiatan tersebut adalah Wakil Bupati Sleman, Forkompim Kecamatan Depok, Kepala Puskesmas Depok I, 2 dan 3, guru, serta siswa-siswi TK se-Kecamatan Depok.

Toto Suharto,
., selaku Kepala Puskesmas Depok III dalam sambutannya, menyampaikan
bahwa kegiatan hari cuci tangan sedunia diperingati sebagai upaya penanggulangan
penyakit yang disebabkan dari bakteri seperti diare. Toto juga mengatakan 5
waktu penting  dalam mencuci tangan.

“Sebelum
dan setelah makan, setelah BAB, sebelum memegang bayi dan balita, sebelum menyajikan
makanan dan setelah bermain,” imbaunya.

Sementara
itu, Abu Bakar, ., selaku Camat Depok menjelaskan, Hari Cuci Tangan Sedunia
di Kecamatan Depok mengusung tema yaitu “Anak Sehat Dimulai dari Tangan Yang Bersih”.

“Tujuannya
untuk mengajak dan memberikan contoh kepada semua anak-anak TK di Kecamatan
Depok untuk berperilaku hidup sehat yaitu dengan melaksanakan mencuci tangan
dengan menggunakan air mengalir dan sabun,” katanya.

Abu
Bakar berharap dengan adanya Hari Cuci Tangan Sedunia
ini anak-anak di Kecamatan Depok dapat mempraktekkan cuci tangan sehari-hari
dan dapat terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Senada
dengan Abu Bakar, Dra. Hj. Sri Muslimatun, , Wakil Bupati Sleman yang
hadir juga menjelaskan bahwa cuci tangan, merupakan cara yang sederhana, mudah,
murah dan bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit.

“Sebab,
ada beberapa penyakit penyebab kematian yang dapat dicegah dengan cuci tangan
yang benar, seperti penyakit Diare dan ISPA yang sering menjadi penyebab
kematian anak-anak. Demikian juga penyakit Hepatitis dan Typhus,” papar Sri
Muslimatun kepada anak-anak yang hadir.

Usai
sambutan, acara dilanjutkan dengan peragaan cuci tangan oleh anggota Saka Bakti
Husada (SBH) Kecamatan Depok diikuti oleh seluruh audiens yang hadir. (Ardhitya
Sejati)