Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi tahun 2019

Sleman – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali selenggarakan Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi tahun 2019. Event yang diselenggarakan ketujuh kalinya ini resmi dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo di lapangan Pemda Sleman, Minggu (20/10).

Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari kelompok seni, paguyuban, masyarakat, pelajar, mahasiswa dan pelaku pariwisata turut sert dalam kegiatan Pelangi Buadya Bumi Merapi tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih mengatakan bahwa kegiatan Pelangi Budaya Bumi Merapi ini merupaka ajang kreativitas tampilan keberagaman seni, budaya dan pariwisata yang berada di seluruh Kabupaten Sleman.

“Maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini (Pelangi Budaya Bumi Merapi) memang ajang kreativitas keberagaman seni, budaya, dan pariwisata yang dikemas menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kabupaten Sleman dan menjadi event tahunan unggulan yang mendukung kepariwisataan di Sleman,” kata Sudarningsih.

Dalam kegiatan yang mengusung tema Ning Nong Ning Gung ini, para peserta mengikuti pawai budaya yang dimulai dari Lapangan Tridadi menuju lapangan Pemda Sleman. Selain melakukan pawai budaya, seluruh peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan display dengan menampilkan berbagai potensi budaya dan seni.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo yang berkesempatan membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas penyelenggaraan Pelangi Budaya Bumi Merapi tahun 2019.

“Pelaksanaan Festival Pelangi Budaya Bumi Merapi ini merupakan salah satu  wujud nyata dari rasa cinta kita yang tinggi terhadap dunia kesenian dan kebudayaan serta upaya kita dalam pelestariannya,” kata Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo, kebudayaan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Kebudayaan dinilai sebagai investasi untuk membangun masa depan.

“Keberagaman budaya daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Purnomo bersama dengan sejumlah pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Sleman berkesempatan menyaksikan secara langsung penampilan budaya dan seni dari sejumlah peserta Pelangi Budaya Bumi Merapi 2019.




Bikers Subuhan Jogja Kunjungi Masjid At-Taqwa Pakem

Pakem – Halaman Masjid At-Taqwa Pakem dibanjiri oleh ratusan
sepeda motor, baik sepeda motor matic maupun sepeda motor unik atau modifikasi,
Sabtu pagi (19/10/19).

Pimpinan para bikers ini, Anis, menjelaskan bahwa bikers Subuhan ini bertujuan untuk memakmurkan masjid Allah. “Banyak di antara para komunitas bikers yang lain hanya sekadar touring dan menyambangi kota-kota besar. Untuk komunitas kami memang sengaja kami buat agar tetap mensyukuri nikmat Allah berupa indahnya pemandangan, indahnya fajar pagi subuh, serta turut serta memakmurkan masjid Allah,” paparnya di atas mimbar.

Di sisi lain, Tri Winarko selaku Ketua Takmir Masjid At-Taqwa
Pakem juga merasa bangga karena masih banyak para pemuda khususnya bikers yang
mau melestarikan budaya salat subuh berjemaah. “Ini adalah aset yang penting
sehingga diharapkan acara seperti itu tidak hanya dilaksanakan saat ini saja,”
ucap Tri Winarko.

 Acara ini diakhiri
dengan penyerahan bantuan, berupa sandal masjid, beberapa sajadah, kaos BSJ,
beberapa tikar masjid, dan beberapa barang lainnya. (KIM Pakembinangun/Asr)