Polres Sleman Gelar Bakti Sosial

Pakem
– Polres Sleman menggelar acara untuk mendekatkan diri kepada masyarakat di Masjid
Al Hidayah Gambiran, Pakembinangun, Pakem, pada Jumat (25/10/2019). Terdapat
tiga event besar yang digelar Polres Sleman, yakni pemberian zakat dari Baznas,
warung peduli dari Polres Sleman, serta bhakti kesehatan dari Polres Sleman.
Ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Polres Sleman setiap hari Jumat.

AKBP
Rizky Ferdiansyah, selaku KaPolres Sleman menyampaikan, bahwa selama
melaksanakan tugas kedinasan di kota-kota besar seperti Riau, Ambon, dan Papua,
ternyata Yogyakarta merupakan kota terunik menurutnya. “Orang Jogja itu santun,
sangat baik hati, nerimo, dan rasa persaudaraan tinggi maka dengan
alasan itulah kami mengadakan acara ini. Dalam menjalakan tugas kedinasan kami,
kami juga berpikir bagaimana agar kita bisa melayani masyarakat dengan cara ngeuwongke
(memanusiakan-red) masyarakat agar masyarakat juga lebih ngeuwongke
polisi,” papar Rizky.

Acara
yang juga dihadiri oleh ibu-ibu Bhayangkari Polres Sleman ini dilanjutkan dengan
penyerahan bantuan berupa sejumlah uang dan beberapa sak semen untuk mendukung
renovasi Masjid Al Hidayah Gambiran Pakembinangun. Bantuan diberikan langsung
oleh AKBP Rizky Ferdiansyah kepada Ngatijo Subekti selaku Ketua Takmir Masjid
Al Hidayah Gambiran, Pakembinangun. Selain itu juga berlangsung pembagian
bingkisan warung peduli Polres Sleman kepada warga yang kurang mampu, serta
pelayanan kesehatan gratis. (KIM Pakembinangun/Asr)




Lima Tugas Pokok FKUB Turi

Turi – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) punya 5 tugas
pokok yang begitu penting. Demikian disampaikan Sekretaris Camat Turi, Suwandi,
dalam Rapat Koordinasi Ormas Keagamaan tingkat 
Kecamatan Turi, Kamis (24/10/2019) di Aula Kecamatan Turi.

Pertama, dikatakan Suwandi adalah melakukan dialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat kemudian menampung aspirasi umat beragama dari tokoh masyarakat serta tokoh agama,            menyalurkan aspirasi umat beragama, serta mengadakan sosialisasi kepada umat beragama.

“Dan yang terakir adalah memberikan rekomendasi tentang pendirian
tempat ibadah,” ujar Suwandi.    

Dalam rapat tersebut sekaligus berlangsung pemilihan pengurus FKUB. Pemilihan dilaksanakan dengan sistem musyawarah dengan hasilnya sebagai berikut; Ketua 1 Basuki Kasihono, Ketua 2 Ch Suwantoro, Ketua 3 Syamsuri, Sekretaris Edy Santoso, Sekretaris 2 Priyatmoko. Selanjutnya ditambah dengan bidang- bidang, yakni Bidang Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama antara lain Edi Subiyanto, Salip, Abu Taufik, , Sukirman. Kemudian Bidang Pemberdayaan adalah , Ismiyanto, Dimyati, dan dari masing -masing perangkat desa satu orang. Selanjutnya Bidang Pendirian Rumah Ibadah, yakni Eko S, Baroji, Dwi Winarno, dan Kasi Pemerintahan dari tiap-tiap desa.                             

Pengukuhan pengurus terpilih ini menunggu informasi selanjutnya dari pihak kecamatan. (Suharno/KIM Kertomandiri Turi).




Cara Berbeda Menikmati Kopi

Sleman
– Di tahun 2015 ketika bekerja di salah satu TV nasional di Jakarta, Yudhi
Prasteyo melihat banyak teman-temannya menyukai aroma kopi tapi karena suatu
masalah atau penyakit asam lambung, teman-temannya itu tidak bisa meminum kopi
tersebut. Dari situ
Yudhi berpikir bagaimana cara agar kopi tetap bisa dinikmati
aromanya tanpa harus diminum.

Akhirnya
Yudhi membuat aksesoris berbahan dasar biji kopi yang bisa dikenakan laki-laki
dan perempuan berupa gelang. Gelang kopi ini merupakan produk
pertama kali yang keseluruhannya terbuat dari biji kopi Arabica. Penjualan gelang
dilakukannya
secara online, lalu kemudian merambah lewat kerjasama dengan beberapa reseller
di berbagai kota di Indonesia.

Di
tahun keduanya, Yudhi bertemu dengan Claudia J. Sitepu (chief
marketing officer
)
dan Swastika (divisi business development). Mereka kemudian
berkomitmen bersama membesarkan Koke
Kopi Kreatif dengan sistem pemberdayaan masyarakat di area
Prambanan dan Bantul. Yudhi mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya
itu melalui pelatihan yang
dilakukannya sendiri. Selain
gelang kopi, Yudhi mengembangkan usahanya dengan membuat produk kopi lainnya
seperti parfum, roll on, cookies, pewangi, aksesoris gantungan kunci, bantal,
totebag, dan tali kacamata.

Menawarkan
cara berbeda dalam menikmati kopi itu menjadi trik Yudhi sebagai pengusaha
muda. Yudhi membagikan kiat suksesnya dalam talkshow Cerdas Memanfaatkan
Peluang Usaha yang diselenggarakan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah
Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (24/10/2019).

“Untuk
mencapai titik konsistensi butuh tenaga yang cukup panjang sama disertai doa,
tidak ada perbedaan antara umur tua dan umur muda, tapi bagaimana cara kita
konsisten tentang apa yang kita pilih, intinya itu dan kalau sudah menjalani
usaha jangan pernah menyesal,” papar Yudhi.

Yudhi
memberikan pesan kepada para peserta talkshow bahwa hendaknya pengusaha lebih
memperbesar proses dibandingkan harapan agar nantinya tidak terlalu kecewa
ketika harapannya tidak tercapai. “Harapan itu dikecilkan saja, tidak usah terlalu
berharap yang mewah-mewah,
tapi berproses aja,” pungkas Yudhi.(Rep Anis)




Promosi Jitu Kunci Sukses UMKM

Sleman – Dalam
mengembangkan usahanya, seorang pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan peluang yang ada,
terutama dalam mempromosikan produknya. Hal ini yang menjadi sorotan Andi
Rahmat Santoso, pemilik Andi Ghalasa Management yang menjadi pembicara dalam acara talkshow Cerdas
Memanfaatkan Peluang Usaha di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (24/10/2019).

Menurut Andi,
iklan merupakan salah satu faktor utama agar sebuah usaha bisa sukses. “Jadi produk kita itu
dilihat dari bagaimana cara kita menawarkannya,” ungkap Andi.

Andi menekankan
bahwa masalah utama dalam mengiklankan sebuah produk adalah bagaimana kita
membangun rasa percaya dalam diri calon konsumen. “Apalagi dalam era internet
ini, ketika (kita) jualan, para konsumen itu bisa percaya atau tidak, itu masalahnya,” papar
pria yang pernah menjadi loper koran ini.

Ia menambahkan
bahwa dalam beriklan, harus memperhatikan bagaimana membangun kepercayaan
konsumen. Pemasaran di era serba online
sekarang ini, perlu memperhatikan apa yang harus diposting.

“Jangan kita
hanya mengiklankan gambar-gambar produk kita saja, lebih baik kita mengunggah
gambar-gambar kita sebagai pemilik usaha ketika mengikuti sebuah kegiatan
misalnya, itu lebih memberi kepercayaan bagi calon konsumen, karena itu tidak
mungkin bohong,” tambahnya.

Oleh karena itu,
para pengusaha harus paham cara mempromosikan produk usahanya, karena yang
menjadi fokus utama dalam sebuah usaha adalah bagaimana cara menjualnya.
“Sebagus apapun sebuah produk, kalau promosinya tidak bagus ya percuma.
Seseorang gagal, karena omsetnya kurang, tidak berhasil menjual produknya.
Omset kurang karena kita kurang promosi, kurang beriklan,” tutur Andi.

Menurut Andi,
pengusaha UMKM harus bisa menyusun materi iklan yang bagus. Iklan yang bagus
itu, adalah iklan yang sederhana, namun jelas. Yang paling penting eksekusi
iklannya, “lebih baik kita susun iklan sederhana, seperti iklan gali sumur.
Iklannya sederhana, namun banyak dimana-mana. Jadi yang paling penting berapa
kita mengiklankan produk kita,” tutupnya.

Hal ini juga
mendapat dukungan dari Pustopo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman.
“Kalau ada peluang, harus dimanfaatkan. Misal iklan via online tadi, kita harus
manfaatkan. Ada pelayanan PLUT, harus dimanfaatkan juga. Artinya, kita jangan
cepat puas untuk mengembangkan usaha. Selain itu, kita juga harus inovatif dan jangan lupa berdoa,
itu kuncinya,” ungkap Pustopo di sela-sela acara.

Talkshow Cerdas Memanfaatkan Peluang Usaha
merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival UMKM Sembada 2019, yang
diadakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman di Halaman
Parkir Depan Rumah Dinas Bupati Sleman, 24-25 Oktober 2019. Rangkaian acaranya adalah bazar pameran dari stan-stan
UMKM binaan
Dinas Koperasi dan UMKM, talkshow, hiburan musik,
dan pembagian penghargaan UMKM Award terhadap UMKM berprestasi.(Rep Faridz)