Cara Berbeda Menikmati Kopi

Sleman
– Di tahun 2015 ketika bekerja di salah satu TV nasional di Jakarta, Yudhi
Prasteyo melihat banyak teman-temannya menyukai aroma kopi tapi karena suatu
masalah atau penyakit asam lambung, teman-temannya itu tidak bisa meminum kopi
tersebut. Dari situ
Yudhi berpikir bagaimana cara agar kopi tetap bisa dinikmati
aromanya tanpa harus diminum.

Akhirnya
Yudhi membuat aksesoris berbahan dasar biji kopi yang bisa dikenakan laki-laki
dan perempuan berupa gelang. Gelang kopi ini merupakan produk
pertama kali yang keseluruhannya terbuat dari biji kopi Arabica. Penjualan gelang
dilakukannya
secara online, lalu kemudian merambah lewat kerjasama dengan beberapa reseller
di berbagai kota di Indonesia.

Di
tahun keduanya, Yudhi bertemu dengan Claudia J. Sitepu (chief
marketing officer
)
dan Swastika (divisi business development). Mereka kemudian
berkomitmen bersama membesarkan Koke
Kopi Kreatif dengan sistem pemberdayaan masyarakat di area
Prambanan dan Bantul. Yudhi mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungannya
itu melalui pelatihan yang
dilakukannya sendiri. Selain
gelang kopi, Yudhi mengembangkan usahanya dengan membuat produk kopi lainnya
seperti parfum, roll on, cookies, pewangi, aksesoris gantungan kunci, bantal,
totebag, dan tali kacamata.

Menawarkan
cara berbeda dalam menikmati kopi itu menjadi trik Yudhi sebagai pengusaha
muda. Yudhi membagikan kiat suksesnya dalam talkshow Cerdas Memanfaatkan
Peluang Usaha yang diselenggarakan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah
Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (24/10/2019).

“Untuk
mencapai titik konsistensi butuh tenaga yang cukup panjang sama disertai doa,
tidak ada perbedaan antara umur tua dan umur muda, tapi bagaimana cara kita
konsisten tentang apa yang kita pilih, intinya itu dan kalau sudah menjalani
usaha jangan pernah menyesal,” papar Yudhi.

Yudhi
memberikan pesan kepada para peserta talkshow bahwa hendaknya pengusaha lebih
memperbesar proses dibandingkan harapan agar nantinya tidak terlalu kecewa
ketika harapannya tidak tercapai. “Harapan itu dikecilkan saja, tidak usah terlalu
berharap yang mewah-mewah,
tapi berproses aja,” pungkas Yudhi.(Rep Anis)