Geplak Salak Desa Bangunkerto Tembus ke Turki

Turi – Desa Bangunkerto adalah satu-satunya desa di Sleman yang mendapatkan pendampingan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY bersama tim ahli dari UGM dalam program G2R (Global Gotong Royong) Tetrapreneur yang dimotori oleh dosen UGM, Rika Fatimah.
Program G2R ini didanai dari Dana Keistimewaan sehingga desa yang mendapatkan pendampingan diutamakan desa budaya yang terdaftar di Dinas Kebudayaan DIY,dan untuk tahun ini baru 8 desa se-DIY yang mendapatkan pendampingan dan tahun depan akan ditingkatkan menjadi 16 desa.
Menurut Rika, program G2R ini bertujuan untuk mengangkat ekonomi pedesaan dengan semangat gotong royong. “Sehingga nantinya produk unggulan UKM di desa bisa bersaing dengan produk yang lainnya sehingga nantinya ekonomi di pedesaan juga akan meningkat,” ujar Rika saat mendampingi Desa Bangunkerto dalam pameran di Jogja City Mall, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Sabtu (12/10/2019).
Ditambahkan Rika, program G2R ini selain melibatkan UKM juga melibatkan BUMDes dimana setiap produk unggulan UKM nantinya penjualannya harus lewat BUMDes sehingga terjalin erat hubungannya antara UKM dan BUMDes.
Berbagai macam cara dilakukan Tim Pendamping G2R Tetrapreneur untuk mempromosikan produk unggulan UKM ini supaya dikenal di level nasional bahkan internasional. Contohnya adalah dengan mengundang para pebisnis terkenal untuk mengenal produk unggulan G2R,juga mengundang perusahaan dan pihak bank untuk mendapatkan permodalan, dan mengundang para eksportir untuk mempromosikan di luar negeri.
“Hasilnya sangat membanggakan dimana produk geplak dan dodol salak Desa Bangunkerto dipamerkan ke Turki dan respon masyarakat di sana sangat antusias, bahkan dari importir Turki langsung minta dikirim satu kwintal geplak dan dodol salak,” kata Rika.
Pameran produk Desa Bangunkerto di Jogja City Mall akan berlangsung selama dua minggu dari tanggal 9 sampai 23 Oktober. Dengan sering mengikuti pameran, diharapkan produk unggulan UKM dan program G2R Tetrapreneur akan cepat tersebar dan dikenal oleh masyarakat banyak.(KIM Bangunkerto/Harman)



