Kampung KB Ngabean Kulon Pantau Perkembangan Anak Lewat BKB
Category: Kesehatan,KIM Ngaglik
11/10/2019
Ngaglik
– Puskesmas 1 Ngaglik mengadakan kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) bertempat
di Gedung PAUD Embun Pagi Ngabean Kulon Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (10/9/2019).
“Kegiatan
BKB adalah pembinaaa dan penyuluhan terhadap orang tua murid PAUD Embun Pagi
untuk mengetahui perkembangan anak umur 5 tahun dengan mengisi buku kartu
kembang anak,” kata Abidah, Petugas
Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Ngaglik saat
pendampingan.
Sementara
itu, Suparno, Ketua Kampung KB Desa Sinduharjo menjelaskan bahwa kegiatan BKB
ini meliputi pemeriksaan kesehatan murid PAUD dan balita.
“Para
orang tua dari murid PAUD dan balita ini datang sembari menunggu anak-anak
pulang sekolah,” tukasnya. (KIM Ngaglik/SPN)
Banyak Faktor Pengaruhi Kesehatan Reproduksi Sapi
Category: Kesehatan,Pertanian
11/10/2019
Sapi indukan yang produktif tentu menjadi dambaan dan sangat menguntungkan bagi para peternak. Yeni Kurniawati Medik Veteriner Muda UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan Puskeswan Kecamatan Ngaglik membeberkan banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi bagi sapi indukan saat pelayanan aktif di Kandang Kelompok Ngudi Makmur , Tegalrejo, Sariharjo, Ngaglik pada Kamis (10/10/2019).
Yeni mengatakan ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh peternak sapi seperti cuaca, asupan makanan, kebutuhan mineral, dan lingkungan sekitar.
Yeni menyarankan agar peternak sapi di Kandang Kelompok Ngudi Makmur tidak membatasi pemberian minum kepada hewan ternak ketika cuaca panas.
Memberikan antiseptik pada luka sapi
“Cuaca yang panas/kemarau peternak harus memberikan makan dan minuman yang cukup. Pemberian minuman tidak boleh dibatasi, selama sapi membutuhkan harus dicukupi,” kata Yeni.
Cuaca terlalu panas dan hewan ternak tidak mendapatkan minuman yang cukup dikhawatirkan akan menyebabkan indukan sapi mengalami stres.
Yeni juga menekankan kepada peternak untuk memperhatikan pemberian mineral yang cukup pada hewan ternak, khususnya pada indukan sapi betina ketika bunting.
“Pemberian mineral sebaiknya ditambah ketika indukan sapi sedang bunting. Efektifnya pada 3 bulan sebelum dan 3 bulan setelah sapi melahirkan,” kata Yeni.
Mineral yang cukup dimaksudkan untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan reproduksi indukan hewan ternak.
Disamping itu, peternak diharapkan tidak memanjakan anakan sapi (pedet), agar indukan sapi kembali lebih fokus untuk birahi kembali dan bunting kembali.
“Setelah umur pedet menginjak 2 bulan, peternak harus mengenalkan rumput dan komboran kepada pedet dan setelah umur 3 bulan agar segera disapih agar indukan sapi fokus untuk birahi kembali,” kata Yeni.
Kesehatan reproduksi sapi juga dipengaruhi oleh jenis makanan yang diberikan.
Makanan fermentasi bagus untuk pejantan tetapi tidak bagus untuk indukan sapi karena bisa mengganggu kesehatan reproduksi. Yeni menyarankan perternak untuk memberikan vitamin untuk menunjang nafsu makan, daya tahan tubuh, dan produktifitas hewan ternak.
Pemberian vitamin untuk daya tahan tubuh sapi
Selain itu, peternak juga harus memperhatikan bibit jenis sapi agar tidak membebani indukan sapi. Jika indukan sapinya kecil jangan memaksa untuk minta bibit sapi limosin ataupun simental karena cenderung pedet yang dilahirkan besar dan bisa menyebabkan kesulitan melahirkan. Sapi juga harus diberikan ruang untuk rekreasi agar tidak stres, pungkas Yeni.
Dinkes Sleman Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dengan Jambore
Category: Kesehatan,Sosial
11/10/2019
Sleman
– Dinas
Kesehatan Kabupaten Sleman menyelenggarkan Jambore Kader Kesehatan Jiwa di Desa
Wisata Grogol, Kecamatan Seyegan, Kabupaten
Sleman,
Rabu (10/10/2019). Dalam acara jambore yang baru
diadakan pertama kali ini, Dinas Kesehatan turut mengundang RSJ Grhasia, Kader
Kesehatan Jiwa, dan
25 puskesmas yang ada di kabupaten Sleman untuk berpartisipasi dalam peringatan
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day ini.
Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr.
Joko Hastaryo dalam sambutannya memberikan pesan kepada masyarakat untuk tetap
semangat untuk menjaga kesehatan jiwa masing-masing, keluarga, dan sampai pada
lingkungan sekitarnya.
Kepala
Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Novita Krisnaneni tak ketinggalan menyampaikan
pesan kepada masyarakat dalam jambore ini.
“Mari kenali gangguan jiwa sedini mungkin. Semoga jambore ini menjadi
pembelajaran bagi kita semua dalam berkehidupan sosial,” ujar Novita Krisnaneni.
Antusias
peserta sangat baik terlihat dari keaktifan selama berlangsungnya acara karena rangkaian acara
pun dibuat dengan menarik. Diawali dengan senam Germas Sembada bersama,
dilanjutkan cerdas cermat
kesehatan jiwa yang terbagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama peserta mengerjakan
soal pilihan ganda sampai pada terpilihnya 5 puskesmas dengan nilai terbaik.
Selanjutnya, sesi kedua berisi pertanyaan lemparan yang diberikan waktu selama
10 detik. Jika tidak terjawab maka akan dilempar sesuai dengan urutan putaran.
Sesi ketiga, peserta diberikan pertanyaan studi kasus
sampai pada akhirnya terpilih Puskesmas Mlati 1 sebagai juara 1, Puskesmas Cangkringan
meraih juara 2, Puskesmas Berbah meraih juara 3, Puskesmas Depok 2 meraih juara
harapan satu, dan Puskesmas Godean 2 meraih juara harapan dua.(Rep Bilal)
Ekspos Hasil Monev, KID DIY Berikan Catatan dan Rekomendasi Kepada Sleman
Category: Pelayanan Publik
11/10/2019
Sleman – Sesuai amanat UU Nomor 14 Tahun 2008
tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman mengadakan
Ekspos Hasil Monitoring Evaluasi (monev) Keterbukaan Informasi Publik 2019 KID DIY. Acara ini
bertujuan untuk menyampaikan hasil monev kepada seluruh PPID (Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi) di Kabupaten Sleman, yang nantinya diharapkan dari
hasil monev tersebut dapat dijadikan dasar dalam perbaikan ke depannya dalam
mengimplementasikan keterbukaan informasi publik.
Wakil Ketua KID DIY,
Warsono menyampaikan bahwa monev yang baru usai beberapa waktu lalu merupakan
hasil kerjasama berbagai pihak di antaranya KID DIY, BPSDMP Yogyakarta, Prodi
Komunikasi UGM, dan Universitas Aisyiah Yogyakarta. “Dalam
kita menyusun instrumen, dalam menyusun kuesioner dan sebagainya kita
melibatkan banyak pihak dengan harapan agar produk yang kita hasilkan itu
betul-betul dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis maupun teknis,” ungkap Warsono.
Monev badan publik se-DIY
ini bobot penilaiannya terdiri dari Self Assesment
Question (SAQ) 10%, Website 35%, Uji Akses 15%, visitasi 20%, dan presentasi
20%. Dengan aspek penilaiannya adalah aspek menyediakan, melayani, dan
mengumumkan.
Untuk tahun ini, prestasi yang diraih
Sleman adalah Terbaik I Kategori BUMD (Bank Sleman), Terbaik I Kategori
Kecamatan (Kecamatan Depok), Terbaik I Kategori Legislatif (DPRD Sleman), dan
Penghargaan Apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas Komitmen dan
Inovasi dalam Implementasi Keterbukaan Informasi Publik.
Selain itu, perangkat daerah lain yang juga
meraih prestasi di tahun ini adalah Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
(Terbaik II Kategori OPD), Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Terbaik V
Kategori OPD), dan PPID Utama Kabupaten Sleman (Terbaik III Kategori PPID
Utama).
Suharnanik Listiana, Komisioner Bidang
Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi KID DIY menyampaikan bahwa untuk Kabupaten
Sleman pada umumnya sudah 100%, namun harus perlu dikembangkan lagi. Suharnanik juga memberikan
banyak catatan dan rekomendasi kepada seluruh badan publik yang hadir diantaranya dalam mengisi SAQ seharusnya lebih percaya
diri lagi, websitenya perlu lebih dilengkapi lagi, dan dalam memberikan pelayanan harus seimbang
antara layanan publik dan layanan informasi. (Rep Anis)
Sosialisasi Pilkada Ajak Masyarakat Aktif Berpartisipasi
Category: KIM Gamping,Pemerintahan
11/10/2019
Gamping – Terdapat tiga unsur penting suksesnya Pilkada yaitu peserta pemilu, penyelenggara pemilu, dan masyarakat sebagai pemilih. Ini ditegaskan Arjuna Al-Ikhsan Siregar, perwakilan dari Bawaslu Sleman saat memberikan materi pada Sosialiasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sleman di Ruang Rapat lantai II Kantor Kecamatan Gamping, Kamis (10/10/2019).
Peserta
sosialisasi terdiri dari unsur perangkat desa, satuan perlindungan masyarakat
(Satlinmas), anggota Badan Permusyawaratan Desa, serta tokoh masyarakat yang
berasal dari desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Gamping.
Arjuna
melanjutkan, dalam Pilkada membutuhkan peran serta dari masyarakat agar berjalan
dengan lancar. “Partisipasi sebagai salah satu kunci suksesnya pelaksanaan
Pilkada di Kabupaten Sleman. Selanjutnya, tingginya tingkat partisipasi
masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya merupakan wujud legitimasi rakyat
terhadap kepala daerah terpilih,” ungkap Arjuna.
Sementara
itu, Aswino Wardhana dari KPU Sleman selaku narasumber kedua dalam sosialisasi
mebeberkan terkait tahapan dan jadwal penyelenggaraan pemilihan bupati dan
wakil bupati Sleman tahun 2020.
Aswino
juga berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dalam pelaksanaan pemilihan
bupati dan wakil bupati Sleman yang sebentar lagi akan dimulai. “Masyarakat
dapat berpartisipasi sebagai penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan, tingkat
desa, maupun kelompok penyelenggara pemungutan suara di tingkat padukuhan,”
tutur Aswino.
Sosialisasi
Pilkada serentak tahun 2020 ini dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam)
Gamping, Trisno Sunardi, Kepala Seksi Ketahanan Nasional Bakesbangpol Sleman,
Eko Nugroho, Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman,
Aswino Wardhana, beserta Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman,
Arjuna Al-Ikhsan Siregar sebagai narasumber yang dipandu oleh Adnan Iman
Nurtjahjo sebagai moderator. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)