Kenali Gejala Gangguan Kesehatan Jiwa Sejak Dini

Sleman – Angka gangguan kesehatan mental ataupun jiwa
masyarakat Sleman ternyata masih cukup tinggi. Menurut data terbaru dari Dinas kesehatan,
saat ini terdapat
1737 kasus kesehatan jiwa berat yang terjadi di masyarakat Sleman.
dr. Patimah Hariyati, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan
Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menyatakan angka
itu hanya untuk kasus yang berat. “Untuk Sleman sendiri, ODGJ
(Orang dengan gangguan jiwa) jumlahnya itu cukup banyak, seperti kasus orang yang udah
ngomong sendiri ataupun ketawa sendiri. Angka tersebut belum termasuk dengan
kasus-kasus ringan yang mayoritas terjadi di Sleman seperti kecemasan
berlebihan, depresi, dan stres,” ungkapnya ketika ditemui di Jambore Kesehatan Mental dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober di Desa Wisata
Grogol, Kecamatan Seyegan,
Kabupaten Sleman, Kamis (10/10/2019).
Ia juga berpendapat bahwa perlu adanya kesadaran dan kepedulian dari diri
sendiri ataupun lingkungan terdekat untuk mengenali tanda-tanda orang dengan
kelainan jiwa. ”Karena kan biasanya ada suatu kejadian yang menyebabkan kita
depresi, putus dengan pacar misalnya, terus depresi kemudian bunuh diri. Nah kita harus mengenali faktor-faktor stressor (penyebab stres)
yang terjadi terhadap kita, dan sadar, kemudian curhat
dengan orang terdekat, orang tua misalnya.” Hal ini menurutnya agar orang yang
tidak memiliki pengelolaan faktor stressor
yang baik, bisa mendapatkan pendampingan dari orang terdekat, sebagai
tindakan pencegahan kondisinya berkembang menjadi gangguan jiwa.
Menurut dr. Patimah, Dinas Kesehatan Kabupaten
Sleman telah melakukan langkah-langkah sebagai tindakan perlindungan dan
pencegahan terhadap penyakit gangguan jiwa ini. Misalnya dengan menjalin kerjasama lintas sektor baik
antar dinas seperti dengan Dinas Sosial, maupun dengan sektor masyarakat seperti tokoh-tokoh
masyarakat untuk menyusun kembali kehidupan sosial ODGJ.
Ia juga
menambahkan ada juga program kader jiwa, yaitu warga diberi pelatihan untuk
mengenal kondisi mental seseorang, dimana sampai saat ini masing-masing padukuhan di Sleman telah
memiliki minimal tiga orang kader jiwa untuk memantau kondisi mental masyarakat. Selain
itu, Dinas Kesehatan juga menjalankan program Desa Siaga Sehat Jiwa dan Sekolah Sehat
Jiwa, sebagai tindakan preventif terhadap kondisi kesehatan jiwa.(Rep Faridz)



