KIM: Kontributor Berita Positif bagi Pemerintah

Kecamatan Berbah bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kab Sleman mengadakan sosialisasi tentang Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). KIM di Berbah perlu diaktifkan agar terwujud komunikasi dua arah sehingga informasi yang disampaikan tidak hanya dari pemerintah ke masyarakat saja, namun masyarakat juga bisa menyampaikan informasi kepada pemerintah.

Fungsi KIM sebagai jembatan yang menghubungkan antara pemerintah dengan masyarakat memerlukan kader-kader yang melek informasi dan rajin membaca baik dari media cetak maupun elektronik tentang berita apapun termasuk tentang kebijakan-kebijakan pemerintah.

Wildan Solichin, Camat Berbah mengatakan bahwa dengan adanya KIM nantinya dapat membantu masyarakat secara sukarela sesuai dengan kemampuan dan pengetahuannya memberikan pencerahan dan bisa memandaikan masyarakat Berbah sehingga tidak abai dan gagap terhadap informasi.

“Mari kita bersama mewujudkan masyarakt Berbah untuk bisa lebih melek informasi agar segala urusan menjadi lebih mudah, karena mengajak orang yang mengerti itu lebih mudah daripada mengajak orang yang tidak mengerti,” ungkap Wildan Solichin saat memberikan pengarahan kepada anggota KIM di Kantor Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Kamis (3/10/2019).

Dalam mendukung visi Sleman Smart Regency, Kominfo gencar mendorong terbentuknya KIM dengan mengadakan sosialisasi di setiap kecamatan. Nantinya setiap anggota KIM diharapkan dapat menulis berita positif yang mendidik, memberikan pencerahan, menginspirasi, memberi sisi pemberdayaan masyarakat, serta menjauhi hoaks.

Sejarah terbentuknya KIM di Kabupaten Sleman dimulai tahun 2006, ketika itu tiap kecamatan diharuskan mendirikan KIM. Kemudian terbit Peraturan Bupati Sleman Nomor 51 Tahun 2017 tentang KIM, dan Dinas Kominfo melakukan revitalisasi dari 17 kecamatan mana yang masih aktif dan mana yang tidak. Saat ini tercatat total ada 35 KIM di Kabupaten Sleman.

“KIM ini berbasis desa, karena dengan di desa Bapak Ibu bisa menjadi mitra kami untuk mewartakan apa yang sudah terjadi di lingkungan Bapak Ibu sekalian,” ungkap Noor Hidayati, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman pada kesempatan yang sama.

“Harapannya untuk pengurus baru KIM Berbah nantinya bisa mengkoordinir pelatihan penulisan berita. Kami siap untuk memfasilitasi kegiatan tersebut, yang penting nulis dulu dan memenuhi kaidah Adiksimba (Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana),” papar Noor Hidayati.

Sesepuh KIM Kabupaten Sleman, Suharno (77), menceritakan tentang pelaksanaan operasional KIM Kerto Mandiri Kecamatan Turi yang awalnya hanya beranggotakan 7 orang kemudian berkembang menjadi 20 orang yang sanggup dan aktif memberitakan berita dari pemerintah kepada masyarakat ndan sebaliknya.

Anggota KIM Kerto Mandiri memiliki UMKM seperti membuat sirup salak pondoh, kopi biji salak pondoh, susu, dan lain sebagainya. Karena prestasinya, KIM Turi pernah mendapatkan kesempatan berkunjung ke Malaysia menjadi salah satu perwakilan KIM dari Indonesia.(Rep Anis)




Internet Media Pemasaran yang Efektif dan Efisien

Ngaglik
– Menurut survei, 150 juta dari 268,2 juta jiwa penduduk Indonesia adalah pengguna
internet aktif. Dari jumlah tersebut, hampir semuanya adalah pengguna aktif media
sosial. Sementara itu, alokasi waktu rata rata orang Indonesia untuk
berinternet adalah 8,5 jam. Waktu ini dinilai jauh lebih lama dibandingkan
menggunakan media komunikasi yang lain misalnya tv atau radio.

Demikian
dikatakan Nadia Wasta Utami, Dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta
dalam acara bertajuk KIM sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif dan Digital yang
digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Warung Pak
Lanjar Banteran, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Rabu (2/10/2019).

Pada
sesi Pemasaran Online UMKM tersebut lebih lanjut Nadia mengatakan tingginya
alokasi waktu yang dipergunakan untuk berinternet (medsos-red)
memberikan banyak kesempatan para pelaku UMKM untuk membuka pasar di kanal-kanal
favorit, seperti YouTube, Facebook, Instagram, WhatsApp dan lain sebagainya.

“Saat
ini telah terjadi perubahan pola belanja masyarakat dari pasar tradisional atau
pasar rakyat ke pasar modern atau pasar swalayan seperti mini/supermarket, dan
kini masyarakat mulai marak belanja secara online. Hal ini mengakibatkan
pergeseran transaksi perdagangan dari konvensional menjadi digital yang kian
disukai masyarakat,” ungkap Dosen Prodi Komunikasi tersebut.

Media
internet yang digunakan sebagai tempat pemasaran mempunyai beberapa keuntungan
di antaranya jangkauan yang sangat luas, biaya yang terjangkau, mudah
dijalankan sehingga mendekatkan jarak ke konsumen dan lebih tepat sasaran,
serta respon yang cepat menjadikan alasan untuk memilih internet sebagai sarana
pemasaran yang lebih efektif dan efisien.

“Perubahan pemasaran tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan e-commerce semacam Tokopedia, Lazada, Shopee, dan lainnya. Marketplace semacam ini ibarat supermarket di mana orang bisa menemukan apa saja sesuai spesifikasi barang yang dibutuhkan. Demikian pula dengan google map pembeli bisa mencari lokasi yang dituju. Pembayaran pun bisa dilakukan dengan mobile banking atau transfer,” tutur Nadia.

Dengan sosmed, website, atau e-commerce, pelaku usaha dapat dengan mudah menjangkau konsumen yang ingin mengetahui kualitas produk.

“Untuk
itu secara visual harus dibuat semenarik mungkin melalui foto atau video,
diperbanyak testimoni, hindari konten berbau SARA, dan selalu dijaga
konsistensi produk,” saran Nadia. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)




Bantu UMKM Tingkatkan Daya Saing, Pemkab Sleman Sediakan PLUT dan Rumah Kreatif Sleman

Kabupaten
Sleman saat ini Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), jumlah
yang tidak sedikit. Untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing dan
meningkatkan omset penjualannya, Pemerintah Kabupaten Sleman menyediakan
bermacam layanan yang bisa didapatkan di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan
Rumah Kreatif Sleman (RKS).

Adanya PLUT dan RKS ini diharapkan memberi manfaat pada UMKM
yang tujuannya tidak hanya bisa menghidupi diri sendiri namun sekaligus bisa
menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sleman.

PLUT adalah unit yang dipunyai Dinas Koperasi dan Usaha
Kecil Menengah Kabupaten Sleman, merupakan unit yang menyediakan jasa
non-finansial yang menyeluruh bagi koperasi dan UMKM guna meningkatkan kinerja
produksi, kinerja pemasaran, serta dalam akses pembiayaan. “Bagi koperasi dan
UMKM yang tidak bisa membuat laporan keuangan, laporan pajak, tidak bisa
mengakses modal bisa berkonsultasi ke PLUT nanti akan diarahkan langkah-langkahnya
sampai bisa,” ujar Pustopo, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah saat
memberikan sosialisasi kepada Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Warung Pak
Lanjar, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (2/10/2019).

Hampir
sama dengan PLUT, Rumah Kreatif Sleman milik
Dinas Perindustrian dan Perdagangan bisa menjadi
rumah ke dua bagi UMKM. Rumah Kreatif Sleman
menyediakan kelas berbagi, pelatihan, mentoring, sampai konsultasi desain logo,
kemasan, bahan promosi, dan foto produk.

Mae
Rusmi, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyampaikan
bahwa saat ini sudah mitra UKM yang terdaftar di Rumah
Kreatif Sleman. “Anggota RKS yang sudah memenuhi
syarat-syarat tertentu akan diberikan kesempatan pameran gratis baik lokal,
nasional, maupun internasional,” papar Mae Rusmi di hadapan 100 anggota KIM pada
kesempatan yang sama.

Peningkatan kualitas UMKM membutuhkan
kolaborasi dari berbagai pihak salah satunya adalah KIM. Dari kegiatan ini KIM
diharapkan bisa membantu pemasaran produk-produk UMKM secara online sehingga
mampu meningkatkan daya saing dan meningkatkan omset penjualannya.

Selain dari Dinas Koperasi UKM dan Dinas Perindag,
sosialisasi ini juga menghadirkan Nadia Wasta Utami dari Universitas Islam Indonesia yang memberikan materi
tentang pemasaran daring. Pemasaran daring sangat dianjurkan oleh dosen UII ini
karena biayanya terjangkau, jangkauan luas, mudah dijalankan, dan mendekatkan
jarak dengan konsumen.

Adanya PLUT dan RKS diharapkan ke depannya KUMKM tidak hanya bisa menghidupi diri sendiri atau keluarga tetapi juga tetangga sekitar sehingga bisa menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Sleman.(Rep Anis/Agas)




Perkuat Jaringan Kader KB Sampai ke Tingkat RT

Ngaglik – Keberhasilan pelaksanaan program Keluarga
Berencana (KB) membutuhkan keseriusan dan keterlibatan semua pihak baik
pemerintah, masyarakat maupun para kader KB sebagai pihak yang paling dekat
dan  berhubungan langsung di masyarakat. Bertambahnya
jumlah penduduk serta semakin banyaknya masalah kependudukan yang kian komplek membutuhkan
penguatan di lini paling bawah ini.

Memaksimalkan peran dan fungsi kader KB dilakukan dengan
pembentukan IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) yang anggotanya terdiri dari
koordinator PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) yang berada di
tingkat desa,  PPKBD yang ada di tingkat
padukuhan serta sub PPKBD yang ada di tingkat RT.

Demikian dikatakan Sri Lestari, Petugas Lapangan Keluarga
Berencana PLKB Kecamatan Ngaglik dalam acara Pembentukan Kelompok KB tingkat RT
(Rukun Tetangga) yang bertempat di Aula Balai Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik,
Kabupaten Sleman, Senin (29/9/2019).

Lebih lanjut Sri Lestari 
mengatakan bahwa IMP memiliki 6 peran penting dalam rangka ikut serta
mensukseskan program KB yaitu pengorganisasian, pertemuan, KIE ( komunikasi,
informasi dan edukasi), konseling, pencatatan dan pendataan, pelayanan kegiatan,
serta kemandirian.

Acara pembinaan dan pembekalan ini dihadiri 70 orang yang
terdiri dari pamong desa, kader KB kelompok Desa Donoharjo bagian utara, tengah,
dan selatan, serta perwakilan dari RT. Tujuan pembinaan ini adalah untuk
meningkatkan kepedulian serta peran IMP agar menjadi pengelola dan pelaksana
program KB dengan cara pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran,
pembinaan ketahanan keluarga, dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Dalam kegiatan ini dilakukan pembentukan kelompok KB tingkat
RT yang dipergunakan sebagai database dan nantinya akan tercatat sampai tingkat
pusat.

“Dengan
database akan semakin mudah dalam memantau kegiatan pada tiap kelompok, selain
itu mempermudah dalam pembinaan, mengelola 
data serta hal-hal yang berkaitan dengan fungsi dan peran kader KB,”
kata Sri Lestari. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)




Menikmati Sejuknya Kaki Merapi di Plosokuning

Turi – Menikmati sejuknya udara pegunungan di kaki Gunung
Merapi bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan mengunjungi Desa
Wisata Plosokuning di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Dwi Winarno, tokoh masyarakat setempat menjelaskan bahwa
Desa Wisata Plosokuning ini baru dibangun dua tahun yang lalu atas inisiatif
semua warga. Saat itu warga menyadari di wilayah desanya ada sungai Nyoho yang
sangat bagus untuk susur sungai, di samping itu juga ada bendungan dan sumber
mata air yang bisa dimanfaatkan untuk dibangun sebagai kawasan wisata.

Setelahnya, satu persatu fasilitas mulai dibangun warga, dan
potensi wisatanya didata dengan rinci. Saat ini di Desa Wisata Plosokuning sudah
ada pendopo pertemuan, tempat ibadah, homestay, dan fasilitas MCK.

Untuk wahana wisatanya, ada wisata edukasi yang membawa
pengunjung berkebun salak dan mengenal kuliner olahan salak, mancakrida (outbound), susur sungai , bermain air
dengan naik ban, dan naik perahu tradisional (gethek bambu).

Ada pula Sumur Penguripan dan Sendang Adem Panas. “Menurut keyakinan
masyarakat setempat jika mandi di situ penyakitnya bisa sembuh khususnya jika
sedang sakit panas dingin,” kata Dwi Winarno saat dikunjungi di Desa Wisata
Plosokuning, Rabu (2/10/2019).

Akses jalan menuju Desa Wisata Plosokuning sangat bagus sehingga wisatawan yang akan berkunjung tidak akan kesulitan mencarinya. Terletak di pinggir jalan menuju Agrowisata Salak Turi di Desa Bangunkerto, pengunjung yang datang dari Jalan Raya Turi – Tempel cukup belok ke utara sejauh kurang lebih 3 kilometer.

Saat ini pengelola desa wisata sudah melengkapi tempat wisatanya dengan menambah spot foto, dan juga tersedia kuliner masakan khas desa dan produk olahan dari salak.(KIM Bangunkerto/Harman)