Pokdarwis Umbulharjo Gelar Pelatihan bagi Pengelola Wisata

Cangkringan – Kelompok
Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Umbulharjo menggelar pelatihan bagi pengusaha dan
pengelola wisata di Desa Umbulharjo bertempat di Pendopo Gambretan Umbulharjo
Cangkringan. Kegiatan tersebut didanai dari Dana Desa Umbulharjo Cangkringan.

Kegiatan
dilaksanakan pada Senin (30/9/19) hingga Selasa (1/10/19), yang mana pada
kegiatan tersebut memberikan materi tentang pengembangan potensi wisata yang
sudah ada, penambahan potensi wisata baru, dan pembuatan rancangan wisata.

Kegiatan
pelatihan ini dihadiri dari Pemerintah Kecamatan Cangkringan, Perangkat Desa
Umbulharjo, pengelola wisata, pengrajin, pengusaha, pengelola jeep wisata
Umbulharjo, dan karang taruna Desa Umbulharjo.

Supramono selaku Camat Cangkringan mengapresiasi kegiatan tersebut. Supramono menginginkan kegiatan ini dapat diadakan setiap tahunnya dan berharap dapat mengembangkan wisata dan potensi yang ada di Umbulharjo, Cangkringan.

Menanggapi
kegiatan tersebut Suyatmi selaku Kepala Desa Umbulharjo menyampaikan
terimakasih kepada Pokdarwis Desa Umbulharjo atas pelatihan yang telah
dilaksanakan.

“Terimakasih
kepada Pokdarwis Desa Umbulharjo yang telah melaksanakan pelatihan dan telah
mempertemukan pengusaha serta pengelola wisata, harapannya semoga apa yang akan
menjadi keinginan Pokdarwis dapat segera terlaksana dan pelatihan pada dua hari
ini dapat di terapkan pada kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujarnya. (Nurul
Istiqomah/KIM Umbulharjo)




Manajemen PS Sardonoharjo Siapkan Tim untuk Hadapi Divisi 1 ASKAB 2019/2020

Ngaglik – Manajemen PS Sardonoharjo Ngaglik Sleman mempersiapkan
tim menghadapi Divisi 1 ASKAB PS Sleman. Ini merupakan tanggapan atas pernyataan
PS Sleman yang akan menggulirkan kompetisi Divisi 1 pada bulan Oktober
mendatang.

Manager PS Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, memastikan pihak manajemen bersiap melakukan pembentukan tim baru.  “Pemain yang bergabung nanti merupakan pemain yang diharapkan dapat membawa PS Sardonoharjo menjadi juara,” lanjut Harjuno saat ditemui Senin (30/9/2019) di Banyu Wening Resto Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Selanjutnya Harjuno menjelaskan bahwa kompetisi Divisi 1
adalah hal yang penting bagi PS Sardonoharjo dalam kancah sepak bola nasional.

“Hasil dari kompetisi yang digelar oleh PS Sleman tersebut
menjadi penentu posisi PS Sardonoharjo dalam dunia persepakbolaan di Indonesia
musim selanjutnya,” tambah Harjuno.

Basuki selaku Pelatih PS Sardonoharjo mengatakan sembari
mengikuti turnamen, pihak manajemen juga mempersiapkan skuat untuk menghadapi
kompetisi ini. “Kami akui persiapan menghadapi kompetisi lebih serius
dikarenakan kompetisi membutuhkan waktu panjang dibandingkan dengan
turnamen,” ungkapnya. (KIM Sardonoharjo/ESK)




Contoh Semangat Pahlawan Bela Negara

Kapten
Inf. Kusno mewakili Danramil menyampaikan bahwa sesuai
dengan pasal 27 dan 30 UUD 1945 bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam bela negara, terutama
menghadapi bahaya dan ancaman laten dari paham
komunis dan paham lain. 

“Sejarah mencatat berkali-kali
khianat yang dilakukan oleh kaum komunis terhadap negara ini, peristiwa Madiun
1948, G30S/PKI adalah ancaman yang riil dan harus selalu diwaspadai
kebangkitannya,” kata Kusno saat helatan
Sarasehan Milad KOKAM (Komando
Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) 54,
Minggu (30/9/19) malam.

Acara yang dihadiri sekitar
500 anggota KOKAM se-Sleman ini disampaikan Eko Suwardiyanto Ketua PDPM Sleman bertujuan
untuk menggairahkan kembali semangat KOKAM
Sleman. “Dengan bingkai acara yang
besar di samping
juga dilakukan kajian-kajian rutin secara berkeliling di 17 cabang yang ada di
Sleman sehingga ghiroh berorganisasi dan keislaman
akan senantiasa terjaga,” ujarnya.

Sarasehan
kali ini menghadirkan narasumber H. Harjaka,
., , MA  Ketua PDM Sleman, Iwan Setiawan, Sekjen Nasional
KOKAM, dan Kapten Inf. Kusno ,Danramil Gamping mewakili
Dandim.

Iwan Setiawan, Sekretaris Jendral KOKAM Nasional dalam paparannya yang menggugah memori dan semangat peserta. Dikatakannya, Jendral Sudirman yang notabene juga merupakan tokoh Muhammadiyah yang pada usia yang sangat muda 30 tahun menjadi Panglima Besar TNI pada perang kemerdekaan karena jiwa kepemimpinan dan akhlak yang kuat.

“Hal itu tidak lain adalah berkat didikan dasar yang diperoleh selama menjadi anggota pandu HW Hisbul Wathan dan didikan selama menjadi Guru di Muhammadiyah Banyumas yang dilanjutkan dengan PETA,” jelas Iwan.

Dilanjutkannya, kelahiran KOKAM adalah panggilan sejarah terjadinya pengkhianatan G30S/PKI. “Letkol HS. Prodjokusumo Bapak Pendiri Muhammadiyah adalah seorang militer aktif yang juga menjadi Ketua PWM Jakarta pada 1 Oktober 1965,  untuk menanggulangi bahaya laten komunis yang mengancam umat islam dan bangsa Indonesia. Semangat itu harus senantiasa dijaga dan digelorakan oleh semua anggota KOKAM untuk senantiasa beramar makruf nahi munkar,” tegas Iwan. (Arief H)