Festival UMKM Angkat Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

Sleman – Festival UMKM Sembada
yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM pada 24-25 Oktober 2019 memberikan
kesempatan bagi masyarakat untuk mempromosikan produk UMKM mereka. Banyak UMKM asli
Sleman yang memanfaatkan bazar ini untuk memperkenalkan UMKM merekla agar lebih
berkembang. Namun, uniknya ada peserta UMKM yang berasal dari kelompok
masyarakat khusus, yaitu dari Sekolah Luar Biasa (SLB), tepatnya SLB PGRI
Minggir yang berada di Balangan, Sendangrejo, Minggir, Kabupaten Sleman. Sekolah
Luar Biasa yang memiliki slogan SPAGI SEKOLAH HEBAT ini memanfaatkan Festival
UMKM Sembada ini sebagai wadah untuk membina keterampilan sosial bagi para
siswanya.
“Karena kan yang paling penting
bagi para anak difabel ini kesiapannya agar bisa masuk dunia kerja nantinya,
makanya keterampilan sosialnya harus dilatih,” ujar Eni Kusumawati, salah satu
Pembina di SLB Minggir ketika ditemui di stand pameran UMKM pada Jumat
(25/10/2019).
Eni menambahkan bahwa keikutsertaan
dalam acara pameran seperti festival UMKM ini sebagai latihan untuk anak-anak
berkebutuhan khusus agar mereka dapat terbiasa berinteraksi dan bersosialisasi
dengan masyarakat lainnya.
“Ini keikutsertaan yang pertama untuk
UMKM seperti ini. Mereka itu banyak yang memiliki skill yang bagus, tapi maunya
di sekolah saja, nyamannya di sekolah saja. Ke masyarakat itu kurang,” tambah
Eni.
SLB Minggir telah tiga tahun belakangan
ini memanfaatkan hasil karya dari anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi
siswanya untuk untuk dijadikan sebagai usaha UMKM. Anak-anak itu dibina untuk
membuat beberapa kerajinan tangan seperti merchandise dan keterampilan dari
botol, serta ada juga kerajinan membatik sebagai bentuk pelatihan untuk
anak-anak sendiri, agar nantinya memiliki skill dalam berkarya. Untuk
pembinaannya tersendiri, Eni mengungkapkan tidak terlalu susah. “Dibilang susah
sih enggak, tapi dibilang mudah juga enggak. Ya dibawa enjoy aja,” aku Eni.
Eni juga memberikan apresiasinya
ketika SLB Minggir diikutsertakan dalam acara festival UMKM Sembada ini. “Senang
bisa diajak. Bisa mengajarkan keterampilan sosial untuk anak-anak,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan untuk ke depannya anak-anak berkebutuhan khusus seperti difabel ini lebih diberi ruang lebih untuk dapat terlibat dan berperan dalam kegiatan-kegiatan seperti festival UMKM ini. “Karena mereka itu sama seperti kita, hanya butuh kesempatan,” tutup Eni. (Rep Faridz)



