Promosi Jitu Kunci Sukses UMKM

Sleman – Dalam
mengembangkan usahanya, seorang pelaku UMKM harus bisa memanfaatkan peluang yang ada,
terutama dalam mempromosikan produknya. Hal ini yang menjadi sorotan Andi
Rahmat Santoso, pemilik Andi Ghalasa Management yang menjadi pembicara dalam acara talkshow Cerdas
Memanfaatkan Peluang Usaha di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (24/10/2019).

Menurut Andi,
iklan merupakan salah satu faktor utama agar sebuah usaha bisa sukses. “Jadi produk kita itu
dilihat dari bagaimana cara kita menawarkannya,” ungkap Andi.

Andi menekankan
bahwa masalah utama dalam mengiklankan sebuah produk adalah bagaimana kita
membangun rasa percaya dalam diri calon konsumen. “Apalagi dalam era internet
ini, ketika (kita) jualan, para konsumen itu bisa percaya atau tidak, itu masalahnya,” papar
pria yang pernah menjadi loper koran ini.

Ia menambahkan
bahwa dalam beriklan, harus memperhatikan bagaimana membangun kepercayaan
konsumen. Pemasaran di era serba online
sekarang ini, perlu memperhatikan apa yang harus diposting.

“Jangan kita
hanya mengiklankan gambar-gambar produk kita saja, lebih baik kita mengunggah
gambar-gambar kita sebagai pemilik usaha ketika mengikuti sebuah kegiatan
misalnya, itu lebih memberi kepercayaan bagi calon konsumen, karena itu tidak
mungkin bohong,” tambahnya.

Oleh karena itu,
para pengusaha harus paham cara mempromosikan produk usahanya, karena yang
menjadi fokus utama dalam sebuah usaha adalah bagaimana cara menjualnya.
“Sebagus apapun sebuah produk, kalau promosinya tidak bagus ya percuma.
Seseorang gagal, karena omsetnya kurang, tidak berhasil menjual produknya.
Omset kurang karena kita kurang promosi, kurang beriklan,” tutur Andi.

Menurut Andi,
pengusaha UMKM harus bisa menyusun materi iklan yang bagus. Iklan yang bagus
itu, adalah iklan yang sederhana, namun jelas. Yang paling penting eksekusi
iklannya, “lebih baik kita susun iklan sederhana, seperti iklan gali sumur.
Iklannya sederhana, namun banyak dimana-mana. Jadi yang paling penting berapa
kita mengiklankan produk kita,” tutupnya.

Hal ini juga
mendapat dukungan dari Pustopo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman.
“Kalau ada peluang, harus dimanfaatkan. Misal iklan via online tadi, kita harus
manfaatkan. Ada pelayanan PLUT, harus dimanfaatkan juga. Artinya, kita jangan
cepat puas untuk mengembangkan usaha. Selain itu, kita juga harus inovatif dan jangan lupa berdoa,
itu kuncinya,” ungkap Pustopo di sela-sela acara.

Talkshow Cerdas Memanfaatkan Peluang Usaha
merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival UMKM Sembada 2019, yang
diadakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sleman di Halaman
Parkir Depan Rumah Dinas Bupati Sleman, 24-25 Oktober 2019. Rangkaian acaranya adalah bazar pameran dari stan-stan
UMKM binaan
Dinas Koperasi dan UMKM, talkshow, hiburan musik,
dan pembagian penghargaan UMKM Award terhadap UMKM berprestasi.(Rep Faridz)




Segudang Prestasi Angkat Besi Salma Ayu Balqis

Salma
Ayu Balqis adalah
atlet angkat besi perempuan Kabupaten Sleman
dengan segudang prestasi. Dara kelahiran 9 September
1997 ini mulai mengenal angkat besi dari kelas 5 SD saat bermain di rumah salah
temannya yang memiliki alat kebugaran.

Awalnya, Salma tidak dizinkan oleh orang tuanya untuk mengikuti lomba angkat besi, namun dengan tekadnya ia mampu membuktikan bahwa ia memiliki bakat di olahraga tersebut. “Pertamanya itu nggak boleh sama bapakku, terus ikut-ikut iseng gitu lama-lama kok dapat juara, pertama ikut tingkat Kabupaten juara, bapakku langsung ‘ow ya udah ada bakat ini bisa lanjut,’ terus ke tingkat provinsi juara lagi, akhirnya sama bapakku dibolehin. Pertama nggak boleh juga sih, takutnya nanti pertumbuhannya jadi terhambat mungkin ya,” ungkap Salma saat ditemui, Rabu, (23/10/2019).

Selain itu, motivasi awal Salma untuk terus mengembangkan bakatnya adalah berkat piagam-piagam penghargaan yang ia peroleh dari tahun 2009 sampai 2011. Piagam ini ternyata memudahkan Salma saat dirinya masuk ke SMP karena mendapatkan tambahan nilai dari piagam tersebut.

Di ajang terbaru, Salma berhasil meraih Juara 2 dan mendapatkan medali perak pada Pekan Olahraga Daerah XV PABBSI Daerah Istimewa Yogyakarta, 13 Oktober lalu. Salma dengan berat badan 60 kg dan tinggi 166 cm berhasil mengangkat beban seberat 67 kg pada angkatan ketiga. Sebelumnya ia berhasil di angkatan kedua 63 kg dan sempat gagal pada angkatan pertama dengan beban 61 kg karena kehabisan waktu.

Salma yang tinggal di Desa Margorejo, Kecamatan Tempel, rutin berlatih di Ranger Fitness Pangukan tiga kali seminggu pagi dan sore, dan ditambah menjadi lima kali seminggu ketika akan menghadapi lomba. Untuk kendala yang ia hadapi saat latihan salah satunya adalah mood. “Kadang kalo moodnya lagi nggak baik itu mempengaruhi waktu latihan, biasanya segitu kuat tapi kalo lagi nggak mood itu segitu jadi nggak kuat,” aku Salma.

Ada juga perasaan takut akan cedera. Salma sendiri pernah mengalami cedera punggung dan tangan. “Pernah punggung tulang ekor pernah, itu satu minggu sebelum aku PORDA tahun 2017, sudah aku bawa ke tukang pijat kemanapun aja sampai nyerah. Katanya kalau ini nggak sembuh dibawa ke dokter aja. Itu aku sudah nangis, sudah sia-sia ini latihanku, akhirnya aku cuma bisa berharap semoga besok pas lomba nggak sakit, terus disemprot pakai apa itu biar nggak kerasa sakitnya, Alhamdulillah dapat juara 1,” ungkapnya.

Banyak
prestasi yang telah diukir oleh atlet ini diantaranya adalah Juara 2 angkat
besi putri kelas 40kg tahun 2009, Peringkat 12 Nasional kelas 44 kg yunior tahun
2010, Juara 1 angkat berat putri kelas 40 kg tahun 2010, Juara 1 angkat besi
putri kelas 53 kg tahun 2011, Juara 2 Angkat besi senior putri 44 kg tahun
2011, Juara 3 angkat besi putri kelas 53 kg tahun 2013, Juara 2 angkat besi
putri kelas 57 kg tahun 2013, Juara 1 angkat besi putri kelas 58 kg tahun 2013,
Juara 1 angkat besi putri kelas 53 kg tahun 2015, Juara 1 kelas 63 kg angkat
besi putri tahun 2017.

Salma
yang pernah menjadi pelatih di PORDA tingkat pelajar ini berharap kepada
seluruh juniornya agar tetap semangat, selalu menjaga kesehatan, atur pola
makan, serta bisa menyeimbangkan antara latihan dan istirahat. (Rep Anis)




Dinas Perpusarsip Banyumas Kunjungi Perpustakaan Desa Sukoharjo

Ngaglik – Perpustakaan Generasi Sukoharjo Cerdas (GSC) Desa
Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman menerima kunjungan Dinas Arsip
dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas pada Selasa (22/10/2019). Kedatangan
rombongan dari Banyumas ini untuk belajar bagaimana perpustakaan di desa dapat
terkelola dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Pertemuan dimulai dengan penyampaian sejarah singkat
Perpustakaan GSC sejak mulai dirintisnya perpustakaan yang sangat sederhana
hingga pada akhirnya pada saat ini bisa mendapat kepercayaan oleh masyarakat
Desa Sukoharjo. Komitmen Pemerintah Desa dan Pengelola Perpustakaan GSC
menjadikan anggaran untuk Perpustakaan GSC setiap tahunnya meningkat.

Adib Makmun, Pengelola Perpustakaan GSC membagikan ilmu mengelola
perpustakaan seperti program kegiatan, sarana dan prasarana, dan fasilitas yang
ada di Perpustakaan GSC. “Agar tetap maju, dibutuhkan konsistensi serta
kepedulian dari pengelola. Penyegaran personil pengelola juga dilakukan agar
dapat mempertahankan eksistensi perpustakaan, serta perlu menjalin kerjasama
dengan lembaga terkait,” papar Adib di hadapan rombongan berjumlah 14 orang
dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas.

Untuk koleksi buku cetak serta non cetak, Perpustakaan GSC
memperolehnya dari bantuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman,
penganggaran belanja buku dari Pemerintah Desa Sukoharjo, serta bantuan
kerjasama penerbit maupun gerakan wakaf buku dan bantuan buku dari Taman Bacaan
Masyarakat Mata Aksara.

Untuk inovasinya, ada mobil keliling perpustakaan serta
mobil kayuh yang diberi nama Golbok (Genjot Langsung Baca Buku). “Berbagai
kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan GSC pada dasarnya adalah untuk
meningkatkan minat baca di masyarakat,” ujar Adib.

Perpustakaan GSC dan Pemerintah Desa Sukoharjo berharap apa
yang dipaparkan pada studi banding ini dapat memberikan pencerahan kepada rombongan
dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas.(KIM Desa
Sukoharjo/Nur)




Upacara Adat Becekan, Mensyukuri Mata Air yang Tak Pernah Kering

Cangkringan – Di tengah musim kemarau panjang yang
menyebabkan kekeringan di banyak tempat saat ini, masyarakat Dusun Jetis Simur,
Desa Glahaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman memiliki sebuah sumber
mata air letaknya tepat di tengah dusun dan tidak pernah kering sepanjang
musim. Untuk mensyukuri adanya sumber mata air tersebut, masyarakat Dusun Jetis
Sumur menyelenggarakan upacara adat Becekan yang telah dilakukan secara turun
temurun.

“Upacara ini bukanlah suatu kepercayaan, melainkan bagian
dari budaya adiluhung yang perlu dilestarikan keberadaannya di Dusun Jetis
Sumur,” ujar Sutarno, salah satu tokoh masyarakat setempat saat dijumpai di sela-sela
prosesi penyembelihan kambing sebagai kelengkapan prosesi adat budaya Becekan,
Selasa (22/10/2019).

Upacara adat Becekan diadakan pada setiap mongso kapat (musimke empat hitungan musim Jawa) dan diadakan hari Selasa Kliwon. Kalau
dalam musim tersebut tidak ada hari Selasa kliwon, maka diadakan pada musim berikutnya
yaitu mongso klimo.

Sebelum puncak acara adat budaya Becekan tersebut dilaksanakan, telah dilakukan berbagai kegiatan antara lain kerja bakti di sekitar sumber mata air, pentas seni, kenduri, dan kirab budaya yang dimulai dari rumah kepala dusun menuju  sumber mata air yang jaraknya 200 meter dengan iring-iringan gunungan berupa hasil bumi buah-buahan dan sayur-sayuran.

Dalam puncak acara akan dilakukan penyembelihan kambing yang
dilakukan hanya oleh kaum laki laki, baik dalam penyembelihan, masak, dan
penyajian. Ada juga pantangan lain yang menyebutkan bahwa kaum wanita yang
sedang datang bulan tidak diperkenankan untuk mengambil air.

Edi, salah seorang warga setempat menyampaikan bahwa
masyarakat tidak berani mengubah tradisi yang sudah berjalan tersebut. “Misalnya
yang memasak daging kambing melibatkan ibu-ibu, itu tidak boleh,” aku Edi.

Edi juga bercerita bahwa keberadaan mata air tersebut bukan saja dimanfaatkan warga setempat tetapi juga warga dari daerah lain, bahkan ada juga yang datang dari Kemalang, Kabupaten Klaten.(Suyanto)




Jamu Seger Waras Upaya Selamatkan Generasi dari Ancaman HIV/AIDS

Ngaglik – Kasus
HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immuno Deficiency
Syndrome) terus mengalami peningkatan setiap tahun. Bak fenomena gunung es,
jumlah yang tidak terlihat bisa jadi jauh lebih besar daripada yang dilaporkan
atau yang nampak di permukaan. Sebagian besar pengidap tidak menyadari bahwa
dirinya tertular HIV karena tidak menunjukkan gejala apapun di awal
kemunculannya kalau pun ada sangat samar sehingga sulit dikenali. Kemungkinan
yang lain, bagi penderita yang telah menyadari bahwa dirinya terkena HIV adalah
perasaan malu dan takut untuk melaporkan kepada pihak terkait dalam hal ini
adalah puskesmas sebagai layanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.

Demikian
dikatakan Cicilia Sri Purwati, Tenaga Medis di Puskesmas Ngaglik 2 saat ditemui
Senin (21/10/2019).

Lebih lanjut,
Cicilia mengatakan bahwa dengan bertambahnya angka penderita HIV tersebut perlu
dilakukan penanganan secara serius, menyeluruh, dan berkesinambungan.

Fakta di lapangan,
penderita masih banyak mengalami diskriminasi karena adanya prasangka negatif
atau stigma terhadap ODHA (Orang dengan HIV AIDS). ODHA sering dikaitkan dengan
penggunaan narkotika, perilaku seks bebas atau menyimpang. Di samping itu
adanya anggapan yang salah bahwa HIV bisa ditularkan dengan kontak fisik
seperti bersalaman atau berdekatan dengan ODHA.

“Karena
virus HIV terdapat dalam darah, sperma, cairan vagina, serta Air Susu Ibu maka
HIV bisa ditularkan melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, hubungan
seks tidak aman dan berganti-ganti pasangan, dari ibu ke anak melalui kelahiran
serta dari ibu ke anak melalui ASI,” ungkap Cicilia yang juga berprofesi
sebagai bidan ini.

Dalam rangka
menurunkan stigma negatif dan diskriminasi serta penemuan kasus baru terhadap
virus yang dapat melemahkan sistem kekebalan atau perlindungan tubuh tersebut
maka Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencetuskan slogan JAMU SEGER WARAS
(Jangkau, Temukan Segera, Waspada, dan Sadarkan HIV).

Sebagai
langkah nyata, Puskesmas Ngaglik 2 selalu melakukan penyuluhan untuk meluruskan
informasi terhadap stigma yang selama ini beredar di masyarakat. Selain
memberikan informasi yang benar seputar HIV/AIDS, mengenali lebih awal terhadap
tanda-tanda orang yang terkena HIV berikut gejalanya, pembentukan kader juga
dilakukan agar selalu mengamati atau memantau apabila di lingkungannya ada yang
terpapar HIV/AIDS.

Upaya lain ditempuh
guna mewujudkan slogan JAMU SEGER WARAS tersebut, yakni Puskesmas Ngaglik 2
membentuk tim layanan untuk pemeriksaan HIV /AIDS secara gratis, mudah, cepat,
dan rahasia pada setiap hari kerja dengan menghubungi kontak person ke bidan Cicilia
di 081325783419. Kegiatan ini juga didukung oleh Puskesmas Pembantu (Pustu)
yang berada di Jalan Palagan, Mudal, Sariharjo, Ngaglik setiap hari Senin
minggu ke-3.

“Penyebaran
informasi telah kami lakukan di berbagai media layanan publik agar orang dengan
kelompok berisiko bisa melakukan deteksi dini selanjutnya bersedia datang,
berkomunikasi, dan berkonsultasi kepada kami. Deteksi dini sangat penting
dilakukan agar kami bisa melakukan pendampingan sekaligus pengobatan sehingga HIV/AIDS
tidak menular ke area yang lebih luas,” terang Cicilia.

Selanjutnya
Cicilia mengatakan bahwa pihaknya menyasar generasi muda terutama pelajar dan
mahasiswa agar mengetahui tentang HIV/AIDS. Hal ini didasari fakta bahwa HIV
bisa berubah menjadi AIDS dalam waktu 5-10 tahun ke depan apabila tidak
ditangani secara baik. “Bayangkan apabila ada yang terkena HIV di usia 25 tahun
maka sekitar usia 35 bisa terjangkit AIDS, di usia produktif ini seharusnya
sedang giat bekerja tetapi terpaksa menjadi beban keluarga. Artinya dengan
slogan JAMU SEGER WARAS ini berarti masyarakat diajak untuk menyelamatkan
generasi dari ancaman HIV/AIDS,” pungkasnya. (KIM Ngaglik/Upik Wahyuni)