Jetis Suruh Night Festival Ajang Kreasi Karang Taruna Donoharjo

Ngaglik
– Melewati malam minggu dengan suasana yang romantis bersama pasangan di tepian
embung sambil menikmati alunan musik, drama, dan tari kolosal adalah suasana
yang coba ditawarkan oleh Karang Taruna Donoharjo (Kanadon) dan Inspro Event
Organizer dalam acara yang bertajuk Jetis Suruh Night Festival 2019.
Nana
Winardinigsih selaku Seksi Acara mengatakan bahwa Jetis Suruh Night Festival
2019 akan digelar di Embung Jetis Suruh, Donoharjo, Ngaglik, Sleman pada hari
Sabtu 19 Oktober 2019 mulai jam WIB.
“Karena
acara ditujukan kepada anak muda yang selalu bersemangat, bergairah dan
mempunyai energi berlebih untuk itu panitia sengaja menampilkan yang serba
kolosal di antaranya drama dan tari kolosal, tari rampak, penampilan grup band
AfterShine dan yang menarik adalah penampilan Nufi Wardhana seorang musisi muda
berbakat yang sedang digandrungi kawula muda dan pada puncaknya adalah
pelepasan ratusan lampion ke udara” tuturnya.
Selanjutnya
Nana menjelaskan bahwa Nufi Wardhana ini adalah musisi kover asal Jogja
kelahiran 1996. Berada di bawah naungan management Didi Kempot, tidak heran
karyanya kebanyakan merupakan lagu-lagu hit Didi Kempot yang diaransemen ulang
dalam versi Bahasa Indonesia sehingga lebih mudah diterima oleh telinga kawula
muda, utamanya generasi milenial yang sering berselancar di dunia maya terutama
YouTube.
Suara
khasnya akan membawakan Lagu Didi Kempot semacam Layang Kangen, Banyu Langit,
Sewu Kuto serta lagu hits grup band ternama, seperti Dewa, Naff dan juga lagu
milik Nufi sendiri seperti Melangkah, 1600 kilometer akan ditampilkan pada
pagelaran festival kali ini.
Tidak
sekadar menampilkan lagu-lagu anak band, sebagai kepedulian terhadap
kelestarian budaya Jawa, panitia juga akan menampilkan tarian apik nan energik
Rampak Buto. Karenanya tak heran acara ini mendapat dukungan penuh dari Dinas
Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.
“Karena
menyasar pada anak muda maka harga tiket pun dijual tidak terlalu mahal dan
masih terjangkau oleh kantong pelajar dan mahasiswa,” lanjutnya.
Sebelum
pelaksanaan festival panitia menyediakan tiket dengan nama yang unik yaitu
Kamis manis, Jumat berkah, dan Sabtu Uhui dengan harga Rp 25 ribu untuk
singlenya dan tiket romantis seharga Rp 75 ribu berlaku untuk 2 orang ditambah
lampion yang nantinya diterbangkan.
“Saat
hari pertunjukan di tiket boks, karcis dijual Rp 40 ribu per orang makanya
buruan beli tiket sekarang jangan sampai kehabisan,” katanya berpromosi.
Anang Patri Widyantoro, Sekretaris Desa Donoharjo selaku penanggungjawab acara mengatakan bahwa acara yang digelar oleh Karang Taruna Donoharjo (Kanadon) tersebut merupakan ajang kreasi Karang taruna sekaligus arena belajar berorganisasi. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan Embung Jetis Suruh sebagai destinasi wisata andalan juga untuk mengangkat ekonomi produktif warga sekitar.(KIM Ngaglik/Upik Wahyuni)



