Warga Sukunan Pakembinangun Regenerasi Pangrukti Loyo

Pakem – Warga Dusun Sukunan Pakembinangun melaksanakan praktik
penyelenggaraan jenazah atau pangrukti loyo, Minggu (13/10/19) lalu di
serambi timur Masjid At-Taqwa Pakem.

Acara yang diprakarsai oleh takmir Masjid At-Taqwa ini bekerjasama dengan KUA Kecamatan Pakem sebagai penyumbang manekin atau boneka replika jenazah serta didukung oleh Pemerintah Desa Pakembinangun.

Tri Winarko, Ketua Takmir menjelaskan bahwa penyelenggaraan jenazah bersifat wajib bagi warga sekitar yang meninggal. “Karena jika tidak ada warga yang mau menyelenggarakannya maka satu dusun mendapatkan dosa. Namun jika ada warga yang mau menyelenggarakannya, maka gugurlah kewajiban sebagian warga karena sudah terwakili, itulah yang disebut fardhu kifayah,” paparnya dalam sambutan pembuka.

Praktik penyelenggaraan jenazah dipimpin langsung oleh Rohis
Dusun Sukunan, Muh Ilham Riyadi, beserta rekannya, Muh Zamroni. “Memang
tidak semua orang mampu dan mau merawat jenazah. Akan tetapi karena ini fardhu
kifayah
maka kami adakan acara ini sebagai upaya regenerasi agar kawula
muda di Dusun Sukunan juga nantinya bisa meneruskan kami,” papar Zamroni.

Acara dilanjutkan dengan praktik pemotongan kain kafan dan
pembungkusan replika jenazah sehingga terbentuk seperti jenazah pada umumnya.
Walau ada beberapa warga yang mengaku takut melihat replika jenazah, acara berjalan
dengan khidmat. (KIM Pakembinangun/Asr)




Kader KB Ikut Wujudkan Masyarakat Melek Media

Sleman – Penyuluh Keluarga
Berencana (KB) Kecamatan Pakem mengadakan acara Sosialisasi Internet Sehat di Aula Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Selasa
(15/10/2019). Kegiatan ini diikuti oleh para Kader Keluarga
Berencana (KB) dari semua desa yang ada di Kecamatan Pakem.

Dalam mendukung
keberlangsungan kegiatan, Penyuluh KB Kecamatan Pakem menghadirkan dua
pembicara yaitu Ririn Ardhana, Direktur dan Pendiri Ardhana HD & Communication
Training. Pembicara selanjutnya yaitu Agastya Dedy Kusuma, Pengolah Data
Penyuluhan dan Informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
Kabupaten Sleman.

Sesi pertama
sosialisasi ini diisi oleh Ririn Ardhana, dimana materi yang disampaikan bertujuan untuk
meningkatkan integritas para Kader KB sehingga dapat membangun kesadaran dalam
berkontribusi bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga proaktif ikut dalam
proses perubahan.

Kemudian sesi
kedua di paparkan oleh Agastya Dedy Kusuma dari Dinas Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Sleman mengenai internet sehat dalam membentuk keluarga yang tangguh dan sejahtera. Agastya memberikan
penjelasan terkait sisi positif dsan negatif berinternet. “Internet, ketika
digunakan secara positif, selain sebagai sarana mendapatkan informasi, hiburan
dan pendidikan,
ia juga  bisa menjadi inspirasi
keberhasilan bagi penggunanya” jelas Agastya.

Selain itu, Agastya juga menghimbau
kepada para kader
sebagai orangtua tentang dampak negatif dari internet juga bagaimana tantangan mereka
dalam mengawasi aktivitas online anak-anaknya. Menurutnya, kemudahan akses internet dan kebebasan online menjadi salah
satu tantangan orangtua dalam mengawasi anak.

Terakhir, Agastya membagikan tips menjaga anak agar tetap aman di dunia maya, misalnya orangtua wajib mengenali dunia online anak agar dapat tetap bisa terhubung, membatasi jam online anak untuk menghindarkannya dari kecanduan internet, mengajarkannya menjaga privasi dan yang paling penting adalah menjadi sahabat dan pendengar yang baik untuk anak. (Rep Purnama)




KIM, Jembatan Informasi Pemerintah dengan Masyarakat

Sleman –
Kecamatan Pakem bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo)
memberikan sosialisasi mengenai Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). KIM
merupakan program layanan publik untuk berbagi informasi yang dikelola oleh masyarakat,
bekerjasama dengan Diskominfo daerah masing-masing. Program ini dibentuk agar tidak
terjadi kesenjangan informasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Di Sleman, KIM menjadi salah satu program pendukung visi Kabupaten
Sleman yaitu Sleman Smart Regency dan terwujudnya masyarakat Sleman yang berbudaya dan mandiri dimana
salah satu tolak ukurnya adalah
smart society, atau masyarakat cerdas. Salah satu fungsi dari KIM ini adalah
memberikan informasi, sampai ke tingkat bawah dari masyarakat itu sendiri,
sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi.

“Harapannya, dengan optimalisasi
KIM ini dapat menjembatani pemerintah dengan masyarakat, begitu juga sebaliknya,
jadinya saling menginformasikan baik dari atas, maupun dari bawah,” ujar Suyanto, Camat
Pakem ketika memberikan sambutan acara sosialisasi yang diadakan di Pendopo Kantor Kecamatan Pakem,
Selasa (15/10/2019).

Sementara itu Noor Hidayati ZP, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa KIM dapat dijadikan sebagai penyedia informasi pemerintah mengenai kondisi masyarakat.“Jadi pemerintah wajib tahu, apa yang masyarakat lakukan, apa ide-idenya, giat-giatnya dan inovasi-inovasinya itu pemerintah harus tahu,” papar Bu Ida mengenai fungsi utama KIM.

Selain itu,
posisi KIM sebagai layanan informasi masyarakat dapat dimanfaatkan UMKM sebagai
sarana promosi bagi usaha mereka. Ketika seseorang di desa misalnya memiliki
ide kreatif dalam memproduksi sebuah usaha kecil menengah, KIM dapat melakukan
liputan mengenai usaha mereka.

“Mulai dari proses
produksinya, bagaimana pengemasannya,” terang Bu Ida. Dengan hasil liputan dari
KIM, UMKM tersebut dapat terekspos sehingga dapat diketahui oleh masyarakat,
tidak hanya Sleman, namun ke seluruh Indonesia melalui berbagai kanal.

Hal ini
mendapatkan tanggapan positif dari peserta sosialisasi, yaitu Robi anggota
Forkom UMKM Pakem. Menurutnya, ini merupakan langkah positif bagi kelanjutan
UMKM-UMKM Sleman, terutama yang berada di Pakem. “Semoga Forkom UMKM dapat maju
bersama, seperti memberikan sosialisasi mengenai produk-produk Pakem” ujarnya.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat diberi bimbingan atau pelatihan mengenai penyebaran informasi ini, terutama agar masyarakat dapat menyikapi hoaks yang beredar. “Karena, masyarakat terutama para pelaku usaha UMKM ini sangat mudah dipengaruhi info-info hoaks tersebut,” tutupnya.(Rep Faridz)




Petik Manfaat dari Sedekah Sampah

Sampah merupakan masalah bagi sebagian orang tapi tidak bagi warga di Dusun Kepek I, Kepek, Wonosari, Gunung Kidul. Di desa ini sampah justru menjadi sumber manfaat bagi warganya.

Dalam kunjungan ForkomKIM DIY yang berlangsung di desa tersebut Senin (14/10/2019), Sukirno selaku Kepala Dukuh Kepek I memaparkan bahwa Kepek 1 memiliki luas wilayah kurang lebih 13,5 hektar dengan jumlah penduduk 883 jiwa, termasuk dalam kawasan kota dan padat penduduk. Oleh karena itu, di tahun 2013 dibuatlah kawasan terpadu pertanian perkotaan dengan nama program Kepek I Integrated Urban Farming Program (KIUFP).

Disampaikan Sukirno, banyak program yang telah dilakukan untuk mendukung terwujudnya KIUFP tersebut, salah satunya adalah dengan Sedekah Sampah. Berawal dari proyek mengelola sampah secara mandiri dari Dinas Lingkungan Hidup Gunung Kidul, pada tahun 2012 Kepek I mendapatkan fasilitas berupa 1 buah motor roda 3, tong sampah 15 paket (45 tong), rumah kompos beserta alat pencacah daun, dan 1 gerobak sampah. Proyek tersebut dipercayakan dan dikelola oleh karang taruna sedangkan untuk keuangan dikelola oleh ibu-ibu PKK.

Untuk
memenuhi kebutuhan biaya operasional pengelolaan sampah mandiri tersebut, karang
taruna melakukan inovasi dengan meminta sampah rongsok dari warga dengan
mendirikan Sedekah Sampah Haksa Muda Kepek 1.

“Warga
diberikan bagor yang ditaruh di rumah-rumah sebagai tempat penampungan sampah.
Setelah sampah dipilah, sampah yang memiliki nilai jual akan diambil oleh
karang taruna lalu dijual dan ada yang didaur ulang. Sementara, sampah daun
dikumpulkan dan dijadikan pupuk kompos,” jabar Sukirno.

Pupuk
kompos dari Sedekah Sampah Haksa Muda Kepek 1 ini menurut Sukirno diolah oleh Kelompok
Tani Maju Makmur, yang berdiri pada tanggal 20 Oktober 2012. Kelompok tani yang
diketuai oleh Sudarno ini memanfaatkan tanah lungguh di depan balai dusun untuk
membuat kebun sayur bagi warga dan membuat kelompok ternak kambing, itik, ayam,
serta budidaya ikan. Pupuk kompos pun berguna untuk pengembangan kebun sayur
tersebut.

“Uang
hasil penjualan sampah tersebut dikembalikan lagi kepada warga dalam bentuk
bibit, satu plastik kompos dan polybag untuk dibagikan kepada
warga secara gratis,”
lanjutnya.

Hal
ini tentu memberikan dampak positif kepada para warga Kepek I.

“Dari
sedekah sampah tersebut akhirnya bisa mengubah perilaku warga yang tadinya
tidak bisa memilah sampah jadi bisa dan tahu manfaatnya, yang sebelumnya ingin
meminta bantuan sekarang kita dorong untuk bisa memberikan apa yang bisa
diberikan kepada orang banyak karena memberi itu lebih baik daripada menerima. Meski
awalnya hanya 30 persen warga yang ikut mengelola sampah tersebut tapi sekarang
sudah 90 persen warga yang ikut mengelola,” ungkap. (Rep Anis)




Bulan Bakti Karang Taruna Sardonoharjo Gelar Santunan Bagi Yatim dan Duafa

Ngaglik —
“Aku dan pemelihara anak yatim, akan berada di surga kelak,” sabda
Nabi Muhammad SAW, sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah
dan telunjuknya dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari. Dari hadis tersebut,
Nabi Muhammad SAW, memiliki perhatian yang sangat besar kepada yatim piatu, ini
diungkapkan Harjuno Wiwoho, Kepala Desa Sardonohajo dalam acara Bulan Bakti
Karang Taruna ke-59 bertajuk Santunan dan Makan Bareng untuk Yatim dan Duafa,
di Yayasan Panti Asuhan Pangeran Diponegoro, Maguwoharjo, Minggu (13/10/19).

Acara santunan
ini merupakan salah satu program SEJUK atau Sedekah Jumat Karang Taruna Desa
Sardonoharjo, di mana semua dananya berasal dari sedekah para donatur dari Desa
Sardonoharjo maupun luar. Acara yang juga bagian dari program Bulan Bakti
Karang Taruna Desa Sardonoharjo ini adalah salah satu langkah program
pemberdayaan sedekah yang terhimpun dari Program Unit Kesejahteraan Sosial. Selain
program santunan ada juga beberapa program yang sifatnya berkelanjutan, seperti
program ekonomi dan pendidikan.

“Donasi yang
diberikan khusus untuk 50 anak,” terang Heri Purwanto, Ketua 1 Karang Taruna
Sardonoharjo.

Heri
mengungkapkan kebahagiaannya, lantaran kegiatan seperti ini sudah sering dilakukan
pihaknya. “Harapan ke depannya, kalau ingin kami menengok kembali anak-anak di
sini, kami membuka pintu seluas-luasnya kepada donatur dan yang jelas acara ini
bermanfaat sekali bagi anak-anak di sini,” ungkapnya.

Acara juga diisi
dengan dongeng oleh Mbah Gun dari Sanggar Bocah Jetis dan outbound oleh Cak
Untoro dari EO Outbound DSN. (KIM Sardonoharjo/ESK)