Sekjen Baru Terpilih, Diperlukan Indikator Keberhasilan

Gamping – Ketua Umum Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Pusat, Idawati di hari ketiga Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar di Ruang Rapat Sidoluhur, Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menetapkan Anwar Ibrahim sebagai Sekretaris Jenderal periode kepengurusan 2019 – 2024 menggantikan R. Edy Kurniadi seperti yang tertuang dalam surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat FOPPSI Nomor : 008/A-KEP/DPP-FOPPSI/XI/2019 tanggal 9 November 2019.

Menurut keterangan dari Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua FOPPSI Daerah Istimewa Yogyakarta, Rahmat Mulyo Hartono, Mukernas kali ini diikuti sebanyak 40 orang peserta yang merupakan perwakilan pengurus FOPPSI dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, serta DIY sebagai penyelenggara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FOPPSI Pusat mengemukakan bahwa dengan adanya organisasi profesi ini diharapkan para operator sekolah menjadi lebih profesional sehingga pendataan Pendidikan di Indonesia akurat dan terpercaya.

“Selain itu FOPPSI berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan operator dengan mendapat imbal jasa yang layak, ada perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sehingga timbul rasa aman, dan pembinaan karir yang jelas. Yang terpenting operator sekolah harus profesional, sejahtera dan terlindungi,” tegas Idawati dengan dialek Makassar, Minggu (10/11/2019).

Dalam motivasinya, Pembina FOPPSI Pusat, Pribowo Putro menegaskan, guna memuluskan jalannya roda organisasi, sebagai pengurus harus dapat mengatasi hambatan atau tantangan yang dihadapi saat ini. Hambatan tersebut di antaranya, belum adanya program kerja yang jelas dan strategi dalam menjalankan organisasi, komunikasi, dan sinergitas antar pengurus belum maksimal, kualitas sumber daya manusia masih perlu ditingkatkan, serta lamban dalam perubahan dan kurangnya motivasi. “Untuk itu diperlukan adanya indikator keberhasilan kedepannya,” pesan Pribowo kepada seluruh peserta. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna)




Bilik Konseling Pandu Pencari Kerja di Job Fair UII

Sleman – Direktorat Pengembangan Mahasiswa dan Alumni UII (DPKA) selalu memberikan pelayanan maksimal untuk membantu jobseeker (pencari kerja) mencari pekerjaan. Fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan jobseeker disediakan DPKA UII agar jobseeker dapat mengembangkan diri sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan perusahaan.

Salah
satu fasilitas yang disediakan adalah Bilik
Konseling yang menghadirkan para psikolog profesional bagi para pencari kerja. Para pencari kerja yang datang di
acara job fair UII Integrated Career Days 2019 diberi pelayanan gratis
untuk berkonsultasi seputar permasalahan ataupun kebingungan karir yang mereka
miliki.

Ana, psikolog profesional yang menjadi salah satu
konselor mengatakan bahwa masalah yang sering dijumpai para pencari kerja ketika akan
melamar kerja adalah mengenali minat
kerja. “Masih banyak yang
bingung ketika menentukan pekerjaan apa yang cocok atau yang benar-benar sesuai
minat dari para pencari kerja,”
ujar Ana di Kampus UII,
Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, menurut Ana ada juga masalah lain yang sering
dikonsultasikan pencari kerja yaitu mengenai dilema antara memutuskan akan
bekerja atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

 “Semakin kesini, perusahaan
membutuhkan kualifikasi yang makin bagus apalagi untuk menghadapi industri 4.0.
Soft
skill
sangat diperlukan dalam dunia kerja.
IPK itu dilihat tetapi tidak menjadi patokan utama melainkan pengalaman dia di
kampus mengikuti organisasi atau komunitas yang sesuai dengan bidangnya itu bisa melatih mentalnya
karena di dalam organisasi tersebut mereka diberikan tanggung jawab, problem solving serta bagaimana ia mencapai
target kinerjanya,” ujarnya.

Adanya Bilik Konseling ini disambut baik para pencari
kerja. Agung, seorang pencari kerja mengakui adanya bilik konseling ini
memberikan banyak manfaat seperti menjadi lebih tahu ketika memasuki dunia
kerja dengan mempersiapkan persyaratannya, memiliki kemampuan Bahasa Inggris,
dan pengetahuan mengenai software.

“Garis besarnya nanya tentang tahapan-tahapan yang bagus itu
gimana, soalnya aku rencana mau lanjut studi dulu ancang-ancang buat ke
depannya kira-kira apa yang yang harus dipersiapkan,” kata Agung Jobseeker
lulusan UII jurusan Teknik Lingkungan. Agung pun mengaku merekomendasikan Bilik
Konseling ini kepada teman-temannya sesama pencari kerja.

Job
Fair UII Integrated Career Days 2019 merupakan penyelenggaran ke-6 kalinya.
Pada tahun ini peserta yang telah mendaftar online sudah lebih dari 1000 orang
dan masih akan terus bertambah karena panita juga menyediakan fasilitas
pendaftaran ssecara langsung. Acara ini diselenggarakan pada 6-7 November 2019
yang berlokasi di Auditorium Kahar Muzakir,
UII. Terdapat 20 perusahaan yang ikut serta diantaranya Niagahoster, CV
Cipta Sarana Lestari, Koin Works, Ruang Guru, PT Rifan Financindo, Nasmoco,
Eastparc Hotel, CV Panca Manunggal Lestari, Inti Beton, PT Jalur Mandiri Utama,
PT Media Sarana Data, Akur Optik Bantul Group, Bank Mandiri, Pesantren Islam
Al-Irsyad Tengaran, Plar Prima Nusantara, PT Indomarco Prismatama dan Wahana
Ottomitra Multiartha.(Rep Bilal)




SATLINMAS Pakembinangun Gelar Peringatan Hari Pahlawan

Pakem – Kantor Desa Pakembinangun dibanjiri oleh orang-orang dengan pakaian olahraga pada Minggu (10/11/2019). Mereka sedang meramaikan acara Bazar UMKM Pakembinangun, senam bersama, jalan sehat, cek kesehatan gratis, dan donor darah, yang digelar oleh SATLINMAS Pakembinangun.

Suranto,
Kepala Desa Pakembinangun menyampaikan bahwa acara ini terselenggara atas
kerjasama yang baik antara pemerintah desa dan SATLINMAS Pakembinangun.

“Ini
adalah hak warga Pakembinangun, ada cek kesehatan, donor darah, dan sebagainya,
semuanya gratis. Dalam rangka hari pahlawan. Acara ini diselenggarakan oleh SATLINMAS
Pakembinangun,” ujarnya.

Sementara
itu Suyanto, selaku Camat Pakem mengatakan acara ini merupakan rangkaian dari
peringatan Hari Pahlawan Nasional.

“Untuk
pertama kalinya SATLINMAS Pakembinangun menyelenggarakan peringatan Hari Pahlawan
Nasional dengan kegiatan yang sangat positif ini. Kami sangat mengapresiasi
kegiatan ini. Termasuk juga turut bangga karena Pakembinangun beberapa bulan ini
memperoleh banyak sekali juara-juara. Semua terselenggara karena kekompakan,
komitmen, dan semangat dalam melayani masyarakat,”papar Suyanto.

Acara
yang dihadiri oleh hampir 3 ribu orang itu berlimpah doorprize, di antaranya
satu unit sepeda yang didapat oleh warga Kertodadi Pakembinangun dan satu unit
kulkas yang diterima oleh warga Sempu Pakembinangun.

Dalam
acara ini juga disampaikan sekedar tali kasih kepada sesepuh keamanan
masyarakat desa, antara lain adalah Mujiono dari Tegalsari Pakembinangun yang
kini berusia kurang lebih 93 tahun. Beliau adalah keamanan sekaligus saksi
sejarah perjuangan melawan penjajah Jepang dan menjadi OPR pada peristiwa G30S
PKI. (Asr/KIM Pakembinangun)




Jaring Atlet Karate Berprestasi INKANAS DIY Gelar Kejurda 2019

Depok – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate INKANAS (Institut Karate-do Nasional) menghadirkan efek positif bagi anak-anak, terlebih di era digital di mana anak-anak yang lebih asyik bermain gadget. Demikian disampaikan Kapolda DIY Irjen Pol, Ahmad Dhofiri, saat membuka Kejurda Karate INKANAS, Sabtu (9/11/2019) di Gelora Olahraga (GOR) Klebengan, Catur tunggal, Depok, Sleman.

“Apresiasi
yang tinggi juga kami berikan kepada pada orang tua yang telah melibatkan putra-putrinya
mengikuti kegiatan positif, seperti karate. Ini adalah wujud nyata dari
dukungan pendidikan karakter yang tengah digencarkan oleh pemerintah di mana
membentuk sikap positif yang kokoh harus dilakukan sejak dini menuju arah
kemajuan tanpa harus bertentangan dengan norma yang berlaku. Untuk itu dalam event
ini harus selalu dijunjung tinggi disiplin dan sportivitas,” ungkap
Kapolda yang juga Ketua Umum Pengda INKANAS DIY.

Ahmad
Dhofiri menambahkan bahwa melalui Kejurda diharapkan menjadi wadah pembinaan
dan mengembangkan prestasi sehingga dihasilkan atlet-atlet berprestasi yang
bisa mengharumkan nama daerah. Selain itu, ia juga berharap kompetisi ini bisa
menarik generasi muda semakin menyukai olahraga utamanya olahraga karate
sehingga terwujud generasi yang percaya diri, tangguh, kuat, berani disiplin,
dan jujur.

Sementara itu, Edwi Arief Sosiawan, Sekretaris Umum INKANAS Pengda DIY mengatakan bahwa Kejurda 2019 merupakan acara rutin tahunan di mana tahun ini adalah merupakan tahun ke-11. Kejurda diikuti oleh 340 atlet berasal dari 29 Dojo yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di wilayah DIY.

Sejalan dengan Ketua Umum Pengda INKANAS, Edwi mengatakan bahwa pembinaan atlet melalui Kejurda ini diharapkan mampu menghasilkan atlet berprestasi, seperti dilakukan Pengda INKANAS yang telah berhasil mengirimkan atletnya mewakili FORKI (Federasi Olahraga Karatedo Indonesia) DIY lolos maju ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada tahun 2020 mendatang.

“Cabang
olahraga karate selalu dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional sehingga
memacu Pengda INKANAS untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sehingga
tercipta atlet handal dan mumpuni yang nantinya maju ke kancah nasional maupun
internasional,” tuturnya.

Edwi
mengatakan bahwa Kejurda 2019 ini diikuti oleh 340 atlet dari usia dini 7 tahun
sampai U-21 yang berasal dari 29 Dojo/ranting memperebutkan kategori Kata
dengan 16 nomor pertandingan, sedangkan untuk kategori Kumite (tanding)
memperebutkan 32 nomor. Dari keseluruhan pertandingan yang berlangsung hingga
sore hari tersebut keluar sebagai Juara Umum I adalah Hoshi Dojo yang bermarkas
di Sport Hall UPN Babarsari dengan 11 emas 5 perak dan 3 perunggu. Juara Umum
kedua ditempati oleh Dojo Pandowoharjo Sleman dengan meraih 7 emas 4 perak dan
7 perunggu. Sedangkan urutan 3 adalah Madrasah Ibtidaiyah Husnayain (Seyegan
Sleman) dengan 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Para juara tersebut berhak
membawa pulang piala Kapolda dan piagam penghargaan sebagai apresiasi atas
prestasi yang telah diraihnya. Semua peserta juga diberikan piagam penghargaan
atas partisipasi mengikuti Kejuaraan daerah tersebut. (KIM Ngaglik/Upik
Wahyuni)




Mukernas FOPPSI Tingkatkan Peran Pembangunan Pendidikan Nasional

Gamping – Dalam rangka meningkatkan kinerja dan mempercepat
tumbuhnya organisasi serta menyamakan persepsi bagi seluruh pengurus dan
anggota di setiap jenjang organisasi, Forum Operator Pendataan Pendidikan
Seluruh Indonesia (FOPPSI) menyelenggarakan Musyawarah Kerja Nasional
(Mukernas) yang digelar di Ruang Rapat Sidoluhur, Gedung Lembaga Penjaminan
Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berada di Kawasan
Tirtomartani, Kabupaten Sleman, Sabtu (9/11/2019).

Mukernas yang bertemakan meningkatkan profesionalitas
kinerja operator pendataan Pendidikan dalam berorganisasi ini dibuka oleh
Pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta, Heru
Santoso dilanjutkan dengan unjuk kebolehan Nabila Feysa Shaki dalam memainkan
biola dan olah vokal dihadapan 40 peserta musyawarah  yang merupakan perwakilan Provinsi Banten,
Sumatera Utara, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa
Tenggara Timur, serta DIY sebagai tuan rumah.

Turut hadir dalam Mukernas FOPPSI 2019 ini Kepala LPMP DIY,
Minhajul Ngabidin bersama Pejabat kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia, bagian Umum dan Kerjasama Sekretariat Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Pembina FOPPSI Pusat, Pribowo Putro,
didampingi Ketua Umum FOPPSI Pusat, Idawati Saleh.

Dalam arahannya, Pribowo Putro menekankan bahwa semua
kepengurusan FOPPSI di tingkat propinsi harus memiliki program kerja dan semua
anggota harus terdaftar ditandai dengan kepemilikan nomor induk anggota yang teregristrasi
di FOPPSI Pusat. “Pengurus harus melakukan rapat evaluasi kegiatan setiap
bulannya dan menggunakan indikator keberhasilan FOPPSI ke depan dengan
memaksimalkan pendataan Pendidikan yang semakin tepat guna,” ujar Pribowo.

Ketua Umum FOPPSI Pusat, Idawati Saleh berharap agar
organisasi profesi ini mempunyai program kerja yang jelas, menjadi organisasi
yang kuat dan solid, dan memiliki anggota yang profesional dalam berorganisasi.
“Tujuan akhirnya adalah mempunyai peran penting dalam pembangunan Pendidikan
nasional serta meningkatkan kesejahteraan operator data Pendidikan di seluruh
Indonesia,” kata Idawati dengan logat Makassarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta
Guna Gamping)