Kenalkan Teknologi Informasi, Siswa SD Muhammadiyah Sleman Diajak Kunjungi Smart Room

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menerima kunjungan dari SD Muhammadiyah Sleman di Smart Room, Jumat, (15/11/2019). Kunjungan dilakukan oleh siswa kelas 5 berjumlah sekitar 90 anak yang dibagi menjadi 2 kloter.

Diawali dengan menampilkan biodata singkat Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakilnya Sri Muslimatun, siswa diajarkan agar mereka lebih mengenal lagi sosok pemimpin daerahnya. Setelah itu para siswa diberikan materi tentang apa itu berita hoaks, ciri-ciri, akibat apabila menyebarkannya, dan bagaimana menyikapinya.

“Maka dari itu anak-anak harus berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang diterima, apakah benar atau tidak informasinya bisa bertanya terlebih dahulu kepada bapak dan ibu guru,” pesan Syarifah Thurayyah, Analis Pengaduan Masyarakat Dinas Kominfo yang memandu kunjungan ini.

Untuk menambah wawasan tentang pemanfaatan teknologi, para siswa melalui video diajak untuk melihat bagaimana pembuatan film dan kartun animasi yang dilakukan di Studio Funnymation Sendangadi, Mlati, Sleman. Selain itu mereka juga diperkenalkan bagaimana menggunakan aplikasi augmented painting dan mencari suatu tempat atau daerah menggunakan google earth. Dinas Kominfo juga menyuguhkan film 3D yang dapat dilihat dengan menggunakan kacamata 3D untuk menghibur para siswa.

“Seneng, menarik, seru bisa liat film 3D dinausarus dan main paint, lebih asyik nonton animasi karena lucu, dan pengen lagi (berkunjung kesini),” kesan dari Khurunnida Insyirah dan Hilda Safitri Surayyah perwakilan dari siswa kelas 5.

Reza Arsida Fajri selaku guru IPA dan IPS kelas 5 SD Muhammadiyah Sleman juga menyampaikan kesan pesannya tentang kunjungan tersebut.

“Senang bisa belajar bersama disini tentang teknologi-teknologi yang anak belum pernah liat di sekolahan. Sangat baik sekali, fasilitas dan multimedianya lengkap, pegawai-pegawainya sangat ramah anak, dan anak begitu menikmati pada kunjungan siang hari ini,” ungkapnya.
Reza berharap semoga ke depannya SD Muhammadiyah bisa berkunjung kembali ke Dinas Kominfo dan bisa diagendakan lagi untuk kelas 3, 4, dan 6.(Rep Anis)




Media Tanam Pengaruhi Kualitas Tanaman

Ngaglik – Media hidup tanaman adalah tanah. Media yang baik tanah dan pupuk yang memenuhi kebutuhan tanaman.

“Tanah harus kita upayakan yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah di bawah pohon bambu adalah media tanam yang baik. Karena pohon bambu tak pernah terkena penyakit, di bawah pohon bambu ada mikroorganisme yang membantu tanaman. Jika mikroorganisme tidak seimbang, hasilnya jadi kurang baik. Karena itu jangan pakai bahan organik di polybag karena akan kebanyakan unsur dan jadi panas dan mati,” ujar Haryanto, Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngaglik saat memberi penyuluhan kepada warga Padukuhan Penen, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Jumat (15/11/2019).

Dijelaskan Haryanto, media tanam yang baik minimal polybag ukuran 25 cm, lebih bagus bila ukuran 30-35 cm. Kemudian, gunakan arang sekam yaitu dibuat arang yang dibakar tapi tidak sampai hangus seperti arang untuk memanggang sate.

Arangnya lebih bagus dari bahan tempurung dan ruas bambu untuk menambah unsur Kalium. Serbuk gergaji juga bisa digunakan tapi harus difermentasikan dulu dengan air cucian beras, terasi, dan efektif mikroorganisme atau bakteri pengurai.

Efektif mikroorganisme bisa dibuat sendiri dengan ember cat ukuran 25 kg. Gunakan limbah rumah tangga berupa air cucian beras ditambahi tetes tebu 500 ml, lalu diberi leri. Kemudian tambahkan terasi seukuran kecil yang biasa dijual eceran sebanyak 4 potong. Rendam selama dua minggu, mikroorganisme sudah bisa untuk dicampur air dan digunakan untuk pupuk.

Dalam menanam juga harus bisa memprediksi, jenis hortikultura memerlukan 70% sinar matahari, sedangkan tanaman dengan produksi daun seperti sawi dan selada memerlukan 40% sinar.(KIM Ngaglik/Endarwati)