Tahapan Pilbup Sleman 2020 Resmi Dimulai

Sleman – Diawali dengan senam Zumba, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman melakukan launching tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Sleman tahun 2020 di Lapangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Jumat (22/11/2019). Tahapan Pilbup secara resmi sudah dimulai dengan penekanan tombol sirine yang dilakukan bersama-sama oleh Bupati Sleman, H. Sri Purnomo, Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, Ketua Bawaslu Sleman, Karim Mustofa, Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah, serta Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf. Diantoro.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Sleman menginformasikan kepada ratusan peserta senam zumba dan perwakilan pengurus partai politik yang hadir bahwa pemungutan suara Pilbup Sleman akan dilaksanakan pada 23 September 2020 mendatang. Adapun tahapan pemilihan akan dilaksanakan seperti yang tertuang dalam peraturan KPU nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal pilkada serentak 2019.

Selanjutnya, tahapan dimulai dari pendaftaran calon bupati dan wakil bupati sleman 2020 yang dapat dilakukan dalam dua jalur pencalonan, yaitu jalur partai dan jalur independen.

“Apabila lewat jalur independen, seseorang dapat mencalonkan diri sebagai pasangan bupati dan wakil bupati Sleman apabila mengantongi dukungan sebanyak pendukung dibuktikan dengan kepemilikan KTP elektronik yang sebarannya mencapai 9 kecamatan. Jika lewat jalur partai politik harus dicalonkan oleh partai yang memiliki 20% kursi di DPRD sleman atau 25% dari perolehan suara sah di pemilu legislatif 2019 lalu,” beber Trapsi.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Sosialisasi KPU Sleman, Aswino Wardana didampingi Komisioner KPU Sleman, Indah Sri Wulandari, Noor Aan Muhlishoh, dan Ahmad Baehaqi juga memperkenalkan maskot pilbup Sleman 2020 berupa boneka perempuan bernama Yu Sal yang mengenakan kebaya batik khas Kabupaten Sleman yakni Sinom Parijotho Salak, dan boneka laki-laki bernama Kang Man yang memakai baju Surjan lengkap dengan blangkon sebagai penutup kepala.

“Kami mohon kepada bapak dan ibu yang hadir dalam acara launching ini untuk menyebarkan informasi ini kepada saudara, teman, tetangga masing-masing agar informasi tentang pilbup sleman 2020 mendatang dapat diketahui oleh banyak orang. Dengan harapan pilbup dapat terlaksana dengan lancar dan damai,” ucap Aswino bersemangat.

Untuk memeriahkan kegiatan, panitia menyediakan puluhan doorprize yang diundi bagi peserta giat launching serta disuguhi hiburan musik dan kesenian jathilan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Tak Hanya Sehat Jasmani, Siswa Harus Sehat Rohani

Pakem – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan MTsN 7 Sleman menyelenggarakan Launching Sekolah Sehat Jiwa dan Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) oleh Kementerian Agama di MTsN 7 Sleman, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Kamis (21/11/2019).

Acara
tersebut bertujuan untuk menumbuhkan perhatian semua warga sekolah akan pentingnya
kesehatan jiwa dimulai sejak dini untuk menanggulangi masalah psikososial.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Novita
Krisnaini menjelaskan bahwa hasil dari pendeteksian dini terhadap 200 siswa
usia MTs sederajat terdapat 18,5% atau sekitar 37 siswa memiliki masalah
psikososial dan perlu ditindak lanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut. “Untuk
menindaklanjuti psikososial yang dialami siswa perlu penanganan yang tepat,
karena kalau siswa sampai terganggu jiwanya tentu akan mengganggu proses
belajarnya,” jelas Novi.

Pencanangan
Sekolah Sehat Jiwa sudah dilakukan Dinas Kesehatan sejak tahun 2017, diawali di
SMP N 2 Kalasan, kedua tahun 2018 di SMP N 1 Seyegan, dan di tahun 2019 ini
untuk pertama kalinya di tingkat madrasah. 
Pengembangan kesehatan jiwa di sekolah
tidak berbeda dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan lainnya yang telah
dikembangkan di sekolah melalui trias UKS.

“Jadi
memang beberapa waktu yang lalu kegiatan UKS cenderung hanya memperhatikan
fisik tapi sekarang kita sudah padukan antara kesehatan fisik dan jiwa,”
tambahnya.

Mujiyono, Kepala MTsN 7 Sleman
memaparkan bahwa dalam rangka melaksanakan sekolah sehat jiwa ada beberapa
persiapan yang dilakukan pihaknya yaitu
setelah menerima sosialisasi dan bimbingan
teknis
dari Dinas Kesehatan, MTsN 7 Sleman melakukan inventarisasi dan screening para
siswa beserta gurunya kemudian bekerjasama dengan puskesmas, RSUD, dan
psikolog  untuk membimbing dan
mendampingi. Selain itu MTsN 7 Sleman juga mengadakan program Jumat Literasi,
Jumat Sehat, Jumat Berkah, dan Jumat Bersih yang dilakukan secara
selang-seling.

Mujiyono
mengajak kepada seluruh warga sekolah untuk bisa melanjutkan program tersebut
serta berharap agar seluruh warga sekolah bisa sehat jasmani dan rohaninya
sehingga nantinya bisa mencetak generasi-generasi penerus yang hebat dan
bermartabat.

“Mari
semua siswa, guru, pegawai dengan adanya momentum yang luar biasa ini kita
manfaatkan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya berhenti disini saja, mari kita
teruskan, lanjutkan, lestarikan, dan bisa menularkannya kepada yang lain,”
ungkapnya.(Rep Anis)




Penjabat Kepala Desa Sinduadi Dilantik

Mlati
– Bupati Sleman melalui Camat Mlati melantik dan mengambil sumpah pejabat
Kepala Desa Sinduadi. Pelantikan dilaksanakan di Aula Desa Sinduadi, Selasa
(12/11/19).

Seiring
dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Sinduadi dan berdasar Keputusan
Bupati Sleman nomor , diangkatlah Rohmiyanto sebagai Kepala
Desa Sinduadi.

Ucapan
terima kasih atas pengabdian Senen Haryanto dan ucapan selamat kepada penjabat
baru disampaikan Yakti Yudanto, Camat Mlati dalam sambutannya usai pelantikan.

“Bagi
penjabat baru agar bisa berkoordinasi dengan baik dalam pelaksanaan tugas,”
tuturnya.

Acara
pelantikan ini juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Mlati, Kades se-Kecamatan
Mlati, BPD Sinduadi, Perangkat Desa Sinduadi, Lembaga Desa, dan Tokoh
Masyarakat Sinduadi. (KIM Mlati/Yoko)




Tetap Berperan Meski Tidak Menjabat

Cangkringan
– Setelah tidak menjabat sebagai kepala desa bukan berarti sudah tidak berperan
bagi masyarakat.  Ungkapan tersebut
adalah pesan Suparmono, Camat Cangkringan kepada Dardjono selaku mantan Kepala
Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan yang disampaikannya dalam acara pelantikan
dan serah terima jabatan Penjabat Kepala Desa Argomulyo, Kamis (21/11/2019) di
Aula Balai Desa Argomulyo Cangkringan.

“Tetap
menjadi tokoh masyarakat yang ikut membangun Desa Argomulyo dengan caranya
sendiri, ketugasan berakhir bukan berarti sudah tidak memliki peran dalam
masyarakat,” pesan Suparmono.

Pemerintah
Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan melaksanakan pelepasan purna tugas
jabatan Kepala Desa Argomulyo Dardjono karena berakhir masa jabatannya. Dalam
acara tersebut dihadiri oleh Muspika Cangkringan, BPD Argomulyo, seluruh Perangkat
Desa, pengurus lembaga Desa (LPMD, PKK, Karang Taruna), dan tokoh masyarakat peserta
perwakilan Masyarakat.

Dalam
sambutannya Suparmono selaku Camat Cangkringan atas nama Bupati Sleman
mengucapkan terima kasih kepada Dardjono atas segala dedikasi dan kerja kerasnya
dalam menjalani ketugasan sebagai Kepala Desa Argomulyo selama 6 tahun.

“Jadilah
penjabat yang melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, selurus-lurusnya dan
sejujur-jujurnya,” pesan Suparmono kepada Kepala Desa Argomulyo yang baru, Sri
Indiya Indit Harsini.

Sebab, dikatakan Suparmono selama menjabat sebagai kepala desa seluruh kinerjanya akan dicatat oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk ibadah.

Dardjono, mantan Kepala Desa Argomulyo menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan seluruh perangkat desa dan warga Argomulyo dalam 6 tahun menjalankan ketugasannya. Tidak lupa dirinya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan khilaf yang dilakukan selama menjabat. (KIM Cangkringan/Marmansyah)