Sleman Susun Solusi Permasalahan Retribusi Liar di Kawasan Wisata Kaliadem

Sleman – Permasalahan mengenai pemungutan retribusi liar di daerah Kaliadem memang telah menjadi topik hangat yang berulang kali terjadi. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman telah banyak menerima laporan terkait hal ini.

“Bahwa kejadian seperti ini memang telah berulang kali
terjadi dan kita dari Dinas Pariwisata telah berulang kali melakukan pembinaan,
namun tetap terjadi lagi. Maka kemarin, kami meminta bantuan dari Polsek Cangkringan
untuk membantu memberikan efek jera,” ungkap Sudarningsih, Kepala Dinas
Pariwisata Kabupaten Sleman ketika jumpa pers terkait permasalahan pemungutan
retribusi liar yang terjadi di kawasan wisata kaki Gunung Merapi, tepatnya di Desa
Umbulharjo, Kecamatan, Cangkringan Kabupaten Sleman, pada Selasa (12/11/2019).

Kapolsek Cangkringan, Samiyono mengatakan bahwa menanggapi
perihal ini pihaknya telah menerjunkan langsung tim ke lapangan untuk menindak
kejadian ini. Pada Sabtu (9/11/2019), Polsek Cangkringan berhasil menemukan
langsung praktik retribusi liar ini, yang kemudian langsung dilakukan
penindakan terhadap oknum.

“Kami langsung membawa ke kantor untuk dilakukan pembinaan.
Menurut pengakuan mereka, retribusi yang mereka tarik sudah sesuai dengan Perdes,”
ujar Samiyono.

Perdes atau Peraturan Desa yang dimaksud merupakan Perdes
yang mulai berlaku sejak 28 Desember 2017, mengenai pengelolaan jasa wisata di
daerah Kaliadem. Sudarningsih menambahkan bahwa Dinas Pariwisata Sleman telah
berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk membenahi Perdes
tersebut.

“Jadi mereka menentukan sendiri Perdes tersebut, dengan
mengundang beberapa pihak. Belum dilakukan kajian,” tambah Sudarningsih.

Atas kejadian ini, maka aktivitas jasa wisata di daerah Kaliadem
resmi dihentikan sementara, sambil menunggu Perdes tersebut diulas kembali.

Sementara itu, pihak desa mengakui bahwa Perdes yang mereka
terbitkan masih belum sempurna. Hal ini dikarenakan keterbatasan SDM yang
mereka punyai.

“Pemerintah desa mengakui keterbatasan pengetahuan kami mengenai
tata cara menyusun Perdes tersebut seperti apa. Maka dari itu, sudah lama
bahkan sebelum kejadian kemarin, kami telah berusaha berkoordinasi dengan
kedinasan untuk membenahinya,” aku Suyatmi, Kepala Desa Umbulharjo.

Ia menerangkan bahwa Perdes tersebut diterbitkan dengan
cepat atas desakan dari berbagai pihak, terutama dari warga desa agar para
pengusaha jasa wisata yang mayoritas dari warga desa mendapat payung hukum yang
resmi.

“Jadi ada desakan dari berbagai pihak untuk membuat payung
hukum agar penyedia jasa wisata yang mayoritas sepuh-sepuh itu mendapatkan
perlindungan,” terang Suyatmi.

Suyatmi juga menambahkan pihak desa sangat menerima bantuan
dan masukan yang diberikan dari pihak-pihak terkait agar dapat membenahi
permasalah yang berulang kali terjadi.

“Kami pihak desa berharap ada bimbingan, terutama dari dinas
terkait tentang sektor wisata ini, agar dapat berkembang untuk ke depannya,”
tutup Suyatmi. (Rep Faridz)




Sinduharjo Jadi Salah Satu Desa Tempat Uji Coba BPNT Biometrik

Ngaglik – Desa Sinduharjo merupakan salah satu dari tiga desa se-Indonesia yang saat ini menjadi tempat uji coba penerapan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan sistem biometrik. Hal ini disebutkan Sudarja, Kepala Desa Sinduharjo di sela-sela acara, Selasa (12/11/2019) di Balai Desa Sinduharjo.

“50
orang calon KPM (Keluarga
Penerima Manfaat-red)
sekarang sedang masyarakat rekam wajah,” kata Sudarja.

Ditambahkan
Bambang selaku Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Pusat
menjelaskan bahwa bantuan yang akan diterima berupa subsidi sembako, gas, dan
listrik

Sebelum
menerima bantuan ini, diungkat Bambang wajah para penerima harus difoto terlebih
dahulu.

“Jadi
saat mengambil bantuan cukup mencocokkan wajah di aplikasi android di e-warung
yang ditunjuk,” jelasnya.

Dengan
sistem seperti ini, menurut Bambang para penerima bantuan tidak perlu lagi
membawa berbagai macam kartu.

 “Karena hanya sampel bantuan berlaku satu kali
namun jika program ini bagus maka ke depanya berlaku untuk KPM se-Indonesia,”
tambahnya. (Kim ngaglik/spn)




Sekjen Baru Terpilih, Diperlukan Indikator Keberhasilan

Gamping – Ketua Umum Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Pusat, Idawati di hari ketiga Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar di Ruang Rapat Sidoluhur, Gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi menetapkan Anwar Ibrahim sebagai Sekretaris Jenderal periode kepengurusan 2019 – 2024 menggantikan R. Edy Kurniadi seperti yang tertuang dalam surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat FOPPSI Nomor : 008/A-KEP/DPP-FOPPSI/XI/2019 tanggal 9 November 2019.

Menurut keterangan dari Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua FOPPSI Daerah Istimewa Yogyakarta, Rahmat Mulyo Hartono, Mukernas kali ini diikuti sebanyak 40 orang peserta yang merupakan perwakilan pengurus FOPPSI dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, serta DIY sebagai penyelenggara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum FOPPSI Pusat mengemukakan bahwa dengan adanya organisasi profesi ini diharapkan para operator sekolah menjadi lebih profesional sehingga pendataan Pendidikan di Indonesia akurat dan terpercaya.

“Selain itu FOPPSI berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan operator dengan mendapat imbal jasa yang layak, ada perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sehingga timbul rasa aman, dan pembinaan karir yang jelas. Yang terpenting operator sekolah harus profesional, sejahtera dan terlindungi,” tegas Idawati dengan dialek Makassar, Minggu (10/11/2019).

Dalam motivasinya, Pembina FOPPSI Pusat, Pribowo Putro menegaskan, guna memuluskan jalannya roda organisasi, sebagai pengurus harus dapat mengatasi hambatan atau tantangan yang dihadapi saat ini. Hambatan tersebut di antaranya, belum adanya program kerja yang jelas dan strategi dalam menjalankan organisasi, komunikasi, dan sinergitas antar pengurus belum maksimal, kualitas sumber daya manusia masih perlu ditingkatkan, serta lamban dalam perubahan dan kurangnya motivasi. “Untuk itu diperlukan adanya indikator keberhasilan kedepannya,” pesan Pribowo kepada seluruh peserta. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna)




Bilik Konseling Pandu Pencari Kerja di Job Fair UII

Sleman – Direktorat Pengembangan Mahasiswa dan Alumni UII (DPKA) selalu memberikan pelayanan maksimal untuk membantu jobseeker (pencari kerja) mencari pekerjaan. Fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan jobseeker disediakan DPKA UII agar jobseeker dapat mengembangkan diri sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan perusahaan.

Salah
satu fasilitas yang disediakan adalah Bilik
Konseling yang menghadirkan para psikolog profesional bagi para pencari kerja. Para pencari kerja yang datang di
acara job fair UII Integrated Career Days 2019 diberi pelayanan gratis
untuk berkonsultasi seputar permasalahan ataupun kebingungan karir yang mereka
miliki.

Ana, psikolog profesional yang menjadi salah satu
konselor mengatakan bahwa masalah yang sering dijumpai para pencari kerja ketika akan
melamar kerja adalah mengenali minat
kerja. “Masih banyak yang
bingung ketika menentukan pekerjaan apa yang cocok atau yang benar-benar sesuai
minat dari para pencari kerja,”
ujar Ana di Kampus UII,
Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman, Kamis (7/11/2019).

Selain itu, menurut Ana ada juga masalah lain yang sering
dikonsultasikan pencari kerja yaitu mengenai dilema antara memutuskan akan
bekerja atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

 “Semakin kesini, perusahaan
membutuhkan kualifikasi yang makin bagus apalagi untuk menghadapi industri 4.0.
Soft
skill
sangat diperlukan dalam dunia kerja.
IPK itu dilihat tetapi tidak menjadi patokan utama melainkan pengalaman dia di
kampus mengikuti organisasi atau komunitas yang sesuai dengan bidangnya itu bisa melatih mentalnya
karena di dalam organisasi tersebut mereka diberikan tanggung jawab, problem solving serta bagaimana ia mencapai
target kinerjanya,” ujarnya.

Adanya Bilik Konseling ini disambut baik para pencari
kerja. Agung, seorang pencari kerja mengakui adanya bilik konseling ini
memberikan banyak manfaat seperti menjadi lebih tahu ketika memasuki dunia
kerja dengan mempersiapkan persyaratannya, memiliki kemampuan Bahasa Inggris,
dan pengetahuan mengenai software.

“Garis besarnya nanya tentang tahapan-tahapan yang bagus itu
gimana, soalnya aku rencana mau lanjut studi dulu ancang-ancang buat ke
depannya kira-kira apa yang yang harus dipersiapkan,” kata Agung Jobseeker
lulusan UII jurusan Teknik Lingkungan. Agung pun mengaku merekomendasikan Bilik
Konseling ini kepada teman-temannya sesama pencari kerja.

Job
Fair UII Integrated Career Days 2019 merupakan penyelenggaran ke-6 kalinya.
Pada tahun ini peserta yang telah mendaftar online sudah lebih dari 1000 orang
dan masih akan terus bertambah karena panita juga menyediakan fasilitas
pendaftaran ssecara langsung. Acara ini diselenggarakan pada 6-7 November 2019
yang berlokasi di Auditorium Kahar Muzakir,
UII. Terdapat 20 perusahaan yang ikut serta diantaranya Niagahoster, CV
Cipta Sarana Lestari, Koin Works, Ruang Guru, PT Rifan Financindo, Nasmoco,
Eastparc Hotel, CV Panca Manunggal Lestari, Inti Beton, PT Jalur Mandiri Utama,
PT Media Sarana Data, Akur Optik Bantul Group, Bank Mandiri, Pesantren Islam
Al-Irsyad Tengaran, Plar Prima Nusantara, PT Indomarco Prismatama dan Wahana
Ottomitra Multiartha.(Rep Bilal)




SATLINMAS Pakembinangun Gelar Peringatan Hari Pahlawan

Pakem – Kantor Desa Pakembinangun dibanjiri oleh orang-orang dengan pakaian olahraga pada Minggu (10/11/2019). Mereka sedang meramaikan acara Bazar UMKM Pakembinangun, senam bersama, jalan sehat, cek kesehatan gratis, dan donor darah, yang digelar oleh SATLINMAS Pakembinangun.

Suranto,
Kepala Desa Pakembinangun menyampaikan bahwa acara ini terselenggara atas
kerjasama yang baik antara pemerintah desa dan SATLINMAS Pakembinangun.

“Ini
adalah hak warga Pakembinangun, ada cek kesehatan, donor darah, dan sebagainya,
semuanya gratis. Dalam rangka hari pahlawan. Acara ini diselenggarakan oleh SATLINMAS
Pakembinangun,” ujarnya.

Sementara
itu Suyanto, selaku Camat Pakem mengatakan acara ini merupakan rangkaian dari
peringatan Hari Pahlawan Nasional.

“Untuk
pertama kalinya SATLINMAS Pakembinangun menyelenggarakan peringatan Hari Pahlawan
Nasional dengan kegiatan yang sangat positif ini. Kami sangat mengapresiasi
kegiatan ini. Termasuk juga turut bangga karena Pakembinangun beberapa bulan ini
memperoleh banyak sekali juara-juara. Semua terselenggara karena kekompakan,
komitmen, dan semangat dalam melayani masyarakat,”papar Suyanto.

Acara
yang dihadiri oleh hampir 3 ribu orang itu berlimpah doorprize, di antaranya
satu unit sepeda yang didapat oleh warga Kertodadi Pakembinangun dan satu unit
kulkas yang diterima oleh warga Sempu Pakembinangun.

Dalam
acara ini juga disampaikan sekedar tali kasih kepada sesepuh keamanan
masyarakat desa, antara lain adalah Mujiono dari Tegalsari Pakembinangun yang
kini berusia kurang lebih 93 tahun. Beliau adalah keamanan sekaligus saksi
sejarah perjuangan melawan penjajah Jepang dan menjadi OPR pada peristiwa G30S
PKI. (Asr/KIM Pakembinangun)