35 Anggota Destana Ikuti Orientasi Penanggulangan Bencana

Ngaglik- Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan
penanggulangan bencana dan orientasi anggota, Minggu (3/11/2019). Kegiatan ini diselenggarakan
di Wisata Desa Watu Ledek Dusun Dayakan Desa
Sardonoharjo, Kecamatan
Ngaglik, Kabupaten
Sleman.
Acara Desa
Tangguh Bencana (Destana) Desa Sardonoharjo
tersebut diikuti baik oleh anggota lama maupun anggota baru Destana yang dihadiri langsung Kepala
Desa Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho beserta perangkat desa lainnya. Babinsa Koramil
Ngaglik dan Babinkamtibmas
Polsek Ngaglik pun turut
hadir mengikuti serangkaian acara.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas setiap
anggota agar mempunyai keahlian dalam bidang kebencanaan. Hal ini sesuai dengan
tujuan berdirinya Destana
sebagai tim relawan yang mempunyai kemampian mandiri beradaptasi dan menghadapi
ancaman bencana serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang
merugikan. Serangkaian
materi pembekalan diisi
langsung oleh Febrianto selaku Ketua
Umum Rescue 920 Yogyakarta dengan materi manajemen
bencana. Sedangkan Winanto selaku Sekretaris
sekaligus Penggerak Pramuka Kwaran Ngaglik dan Arif dari Pramuka Kwaran Ngaglik berturut-turut
mengisi tentang pertolongan pertama, tali temali, dan instruktur latihan Rappeling.
Wahyudi selaku Ketua
Tim Destana Sardonoharjo
menyampaikan kepada semua anggota agar tetap semangat dan selalu kompak. “Pesan
saya kepada semua anggota Destana agar selalu semangat dalam manjalankan
kegiatan-kegiatan Destana
dan selalu jaga kekompakan dalam tim juga selalu ingin belajar agar menjadi tim
yang solid, tangkas,
dan profesional dalam melaksanakan tugas kemanusiaan,” ujarnya.
Sedangkan salah satu peserta Salman Fanani mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini.
“Kegiatan
ini menambah kekompakan tim, pengetahuan tentang kebencanaan, penangangan
kegawatdaruratan, manajemen bencana,
dan mitigasi. Selain itu saya kegiatan ini menambah kemampuan dan ketrampilan
dalam penanganan bencana,” ujar Salman. Selain Salman juga berharap agar diagendakan pelatihan
tindak lanjut supaya lebih maksimal. (ISW/KIM Sardonoharjo)



