Mafindo: Perlu Strategi Khusus untuk Melawan Hoaks

Septiaji
Eko Nugroho,
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) memaparkan bahwa
berdasarkan hasil penelitian kebanyakan hoaks beredar di kalangan digital
imigran. “Kalangan yang disebut generasi imigran atau generasi yang ketika
lahir belum ada perangkat digital, itu yang paling rentan terkait dengan
penyebaran hoaks,” ungkap Septiaji saat menjadi
pemateri Diseminasi Konten Positif di Hotel D’Senopati, Kota Yogyakarta, Senin
(25/11/2019).

Agar
masyarakat mudah memahami bagaimana menangani hoaks, perlu ada strategi edukasi
dengan melihat usia maupun status sasarannya. Materi
terkait penanganan hoaks yang
disampaikan perlu dikemas secara menarik serta dalam bentuk kegiatan yang bervariasi, misalnya melalui kolaborasi
dengan media dan komunitas-komunitas yang ada.

Septiaji
juga menyampaikan bahwa untuk melawan maraknya hoaks
di Indonesia tidak hanya dengan melihat dari satu sudut pandang saja, tetapi harus
dilakukan secara komprehensif atau mengambil titik tengah antara kebebasan
berpendapat dengan keamanan publik dan negara.
Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara meningkatkan ekosistem perfilsafatan di
Indonesia dan sekaligus melibatkan para stakeholder.

Di
Indonesia sendiri sudah terdapat situs-situs yang disediakan bagi masyarakat
untuk memeriksa dan melakukan pengecekan apabila mendapatkan informasi atau
isu-isu yang meragukan. Situs-situs tersebut di antaranya yaitu
, , dan . Selain
itu ada juga kanal cek fakta dari media-media besar seperti ,
,
,
,
,
,
dan lain-lain.

Aji
berharap agar konten-konten yang sudah dibuat oleh orang Indonesia bisa dikelola
dan dipakai dengan baik. “Saya berharap betul, konten-konten yang sudah dibuat
bisa kita kelola, yang sudah ada kita pakai, yang butuh kita kembangkan kita
kembangkan lagi,” pungkasnya.(Rep Anis)




Upaya Hidupkan Pasar Tradisional

Turi
– Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menyelenggarakan lomba
menggambar pada Sabtu (23/11/2019) di Pasar Turi. Sebanyak 230 peserta yang
berasal dari SD dan SMP di sekitar Kecamatan Turi memadati area lomba.

R.
Haris Martapa, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional,
mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan belanja di pasar pun
mengajarkan para siswa untuk mengenal pasar tradisional.

 “Agar
anak tidak asing dengan pasar dan cinta pasar tempat belanja,” ujarnya.

Disampaikan
Haris, kegiatan ini juga merupakan sarana agar nantinya ada generasi penerus pedagang
pasar. “Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sleman kami juga mengadakan Sekolah
Pasar bagi pedagang di Pasar Turi,” beber Haris.

Menurut
Haris, Sekolah Pasar dengan 12 kali pertemuan ini bisa melatih para pedagang
untuk lebih bijak dalam menanggapi para pembeli. “Ada 3 kelas di mana setiap kelas
ada 45 peserta ini mengajarkan pedagang agar lebih ramah kepada pembeli,”
lanjutnya. (Suharno/KIM Kertomandiri Kecamatan Turi).




4 Tahun PRB Mlati Mengabdi bagi Kemanusiaan

Mlati
– Tiga pilar penanggulangan bencana yaitu pemerintah, masyarakat, dan dunia
usaha harus bersinergi sehingga tanggap dan tanggung dalam menyikapi bencana. Hal
ini disampaikan Kepala Seksi Mitigasi BPBD Kabupaten Sleman, Nur Cahyo Prasetyo
pada Sabtu (23/11/2019) di Aula Desa Tirtoadi dalam Pengukuhan Pengurus
Paguyuban Relawan Bazzoka (PRB) Mlati Ketua terpilih Yoni Rahman dan Ulang
Tahun ke-4 PRB Mlati.

Acara
dihadiri Camat Mlati, Kapolsek Mlati, Kasi Trantib Kecamatan Mlati, Wakil
Danramil, Ketua FKKRS Sleman dan semakin meriah dengan kehadiran relawan
sekitar Kecamatan Mlati yaitu PARELGO, SR, TABAH, KARBOLO, BAGANA, REALZEND,
RESCUE 328.

Camat
Mlati berpesan supaya membangun komunikasi dengan Unit Laksana (Desa), Unit Operasi
(Kecamatan) sehingga bila terjadi bencana bisa tertanganinya korban terdampak
hingga pasca bencana secara paripurna. (KIM Mlati/Yuko)




Dorong Generasi Milenial Tekuni Dunia Bisnis

Sleman
– Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar Grand Opening Pameran
Implementasi Kewirausahaan bertajuk Creative Millennialpreneurs Festival (OMF),
Sabtu (23/11/2019) bertempat di GF Atrium Sleman City Hall.

Anies
Racmania, Kepala Sekolah SMAN 1 Cangkringan menyampaikan bahwa kegiatan
tersebut memamerkan produk anak-anak SMAN 1 Cangkringan yang luar biasa,
kreatif, inovatif, dan mempunyai nilai jual tinggi dengan memanfaatkan
bahan-bahan bekas yang ramah lingkungan.

“Kegiatan
ini merupakan langkah awal untuk membekali siswa-siswa SMAN 1 Cangkringan agar
tumbuh sifat kewirausahaan dan ke depan bisa menjadi wirausaha-wirausaha yang
kreatif, handal dan tangguh yang mampu bersaing di pasar bebas,” tukas Anies.

Wakil
Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang dalam kesempatan tersebut membuka acara,
memberikan apresiasi yang sangat baik kepada SMAN 1 Cangkringan dan RKS serta
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman atas kolaborasinya dalam kegiatan
tersebut.

“Kegiatan
ini mendorong anak muda, meningkatkan SDM, akademis, dan keterampilan yang
menjadi kunci kesuksesan dalam berwirausaha,” tuturnya.

Sri
Muslimatun juga mengatakan jika anak muda generasi milenial lebih banyak
memilih menekuni dunia bisnis atau kewirausahaan maka akan berdampak baik dalam
pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Semakin banyak anak muda yang terjun ke dunia bisnis maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta,” tambahnya. (KIM Cangkringan/Mujiyanta)




Punggawa Siap Cegah DM dengan Germas

Gamping
– Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, Puskesmas
Gamping II (PUNGGAWA) menggelar kegiatan Gebyar HKN yang dihelat di pelataran
panggung seni Embung Serut, Padukuhan Cokrowijayan, Desa Banyuraden, Kecamatan
Gamping, Sabtu (23/11/2019).

Di
tahun 2019 ini panitia penyelenggara mengangkat tema ‘Cegah Diabetes Melitus
Dengan Gerakan masyarakat Hidup Sehat’ dengan berbagai kegiatan di antaranya,
lomba senam cerdik, lomba cerdas cermat dokter kecil, lomba memasak menu
seimbang, lomba merangkai buah, talkshow tentang kesehatan, Gerakan Terpadu
Padukuhan Tanggap Demam Berdarah Dengue Satu Rumah Satu Jumantik Nol Jentik
(Gerdu Duta DBD 110), serta Deklarasi Sanitasi Total Berbasis masyarakat (STBM)
5 Pilar Tingkat Desa Trihanggo.

Menurut
penanggung jawab kegiatan, Widiastuti berbagai perlombaan tersebut diikuti oleh
masyarakat yang berdomisili di 28 padukuhan di wilayah 3 desa ampuan PUNGGAWA
(Trihanggo, Nogotirto, dan Banyuraden) sejumlah 280 orang. Turut hadir dalam
gebyar HKN ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Joko Hastaryo,
Mkes, Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji, SKM, MPH, Kepala Puskesmas
Gamping I, drg. Isah Listiyani, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono,
serta Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Gamping, Eko Relawati.

Dalam
sambutan pembukanya, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menyampaikan
pentingnya pembangunan kesehatan di masyarakat. 
Menurutnya, program pembangunan kesehatan mengharapkan agar bangsa
Indonesia meningkatkan kesadaran dan kemauan akan hidup sehat dengan
berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Pembangunan
kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
kesejahteraan keluarga dan masyarakat, serta mempertinggi kesadaran akan
pentingnya hidup sehat. Terwujudnya keadaan sehat adalah kehendak semua pihak,
tidak hanya oleh seseorang tetapi juga oleh keluarga, kelompok dan bahkan oleh
masyarakat,” tutur dr. Joko.

Hal
senada juga diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Gamping II, melalui sebuah
gerakan bernama Germas alias Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, masyarakat dapat
mewujudkan keluarga yang sehat. Indikator keluarga sehat ini sendiri terbagi
menjadi 5 kategori yang meliputi program seputar gizi serta kesehatan ibu dan
anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, perilaku hidup sehat
masyarakat, rumah dan lingkungan yang sehat, serta kesehatan jiwa.

“Program
Indonesia Sehat dengan Pendekatan keluarga (PIS-PK) merupakan program unggulan
PUNGGAWA dalam pengendalian penyakit tidak menular yang menjadi prioritas kami
demi terwujudnya masyarakat gamping yang sehat,” ungkap M. Daroji di hadapan
peserta.

Guna
menambah wawasan tentang kesehatan, panitia gebyar HKN menghadirkan dr. Tri
Setiyana dalam talkshow bertemakan ‘Cegah dan Atasi Diabetes Melitus
dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat’ yang dipandu oleh seorang ahli gizi,
Alfi Dwi Handayani.

“Olahraga
dapat dilakukan masyarakat tidak harus di luar rumah. Walaupun berolahraga di
dalam rumah, kita harus mengenakan pakaian olahraga dan bersepatu. Bagi
masyarakat berusia di atas 40 tahun jika berolahraga tanpa bersepatu akan
berakibat nyeri di bagian tungkai kaki,” tegas dr. Setiyana.

Dalam
kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada pemenang berabagai lomba satu
di antaranya, cerdas cermat dokter kecil yang diraih oleh SD Negeri Mayangan,
disusul SD Negeri baturan I, dan SD Negeri Patran. Sedangkan puncak acara
diakhiri dengan penobatan dokter kecil teladan Puskesmas Gamping II tahun 2019
kepada Akbar Muiz Bahar Rifai, siswa SD Negeri Patran. (Adnan Nurtjahjo|KIM
Pararta Guna Kec Gamping)