Syiar Muhammadiyah di Tempat Kekinian

Dalam rangka Milad ke 107 Muhammadiyah dan Satu Abad TK Aisyiah Bustanul Athfal, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sleman menggelar Festival Pelajar Muslim Yogyakarta di Transtudio Yogyakarta, Sabtu (23/11/2019).

Festival yang digelar PDPM bekerjasama dengan Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal Kabupaten Sleman dan Transtudio Mini Jogja ini diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai daerah termasuk Jawa Tengah, tetapi sebagian besar dari TK ABA di Kabupaten Sleman dan sekitarnya. Dalam acara ini ada tiga jenis lomba, yaitu lomba mewarnai, fashion show busana muslim, dan menyanyi Islami.

Ketua PDPM Sleman Eko Sumardiyanto, mengatakan acara ini bukan hanya untuk menyemarakkan Milad ke 107 Muhammadiyah dan Satu Abad TK Aisyiah Bustanul Athfa. “Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas syiar kita ke berbagai tempat termasuk tempat-tempat kekinian seperti di Transtudio ini,” ujar Eko.(Arif Hartanto)




Desa Sinduadi Deklarasikan 5 Pilar STBM

Mlati – Deklarasi Desa STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) digelar di Puskesmas Mlati I, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (22/11/2013). Pada kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-55 ini, Puskesmas Mlati I menjadi penggerak dengan mengusung lima pilar STBM: stop buang air sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair. Kelima pilar ini dideklarasikan oleh Dukuh se-Desa Sinduadi.

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Camat Mlati, Kepala Puskesmas Mlati I, Kepala Desa Sinduadi diwakili Kasi Pelayanan, Dukuh se-Desa Sinduadi, kader PKK Desa Sinduadi dan Sendangadi, kader Posyandu Desa Sinduadi dan Desa Sendangadi.

Sementara itu Camat Mlati, Yakti Yudanto sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap ke depan masyarakat secara umum juga sadar akan pentingnya STBM ini.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Joko Hastaryo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa harus ada implementasi nyata terkait dengan STBM. “Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran bakteri dan penyakit menular. Sebagai contoh penyakit yang dapat ditimbulkan di antaranya diare, tipus, dan Hepatitis A.” kata dr. Joko.

Selanjutnya dilakukan deklarasi STBM dengan 5 pilar oleh Dukuh se-Desa Sinduadi. Usai kegaiatan deklarasi, dilakukan penandatanganan deklarasi STBM oleh Kepala Dinas Kesehatan, Camat Mlati, Kepala Puskesmas Mlati I, Kepala Desa Sinduadi, dan Dukuh se-Desa Sinduadi.

Puncak kegiatan berupa seminar kesehatan. Materi yang diangkat adalah Persiapan Masa Tua Sehat dan Mandiri (Permata) dengan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) yang diikuti Dukuh, kader PKK, dan kader Posyandu.

Pembicara dalam seminar ini adalah Dr. dr. Probosusena, SpPD, Kger, Finasim, SE.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat dengan pola penyadaran akan pentingnya STBM.(KIM Mlati/Yoko)




Generasi Muda sebagai Penerus KIM

Mlati – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dikukuhkan oleh Camat Mlati, Rabu (20/11/2019) di Pendopo Kecamatan Mlati. Telah dikukuhkan sebanyak 11 orang KIM Kecamatan Mlati diantaranya, Darman selaku Ketua KIM Kecamatan Mlati, Iswanto sebagai Sekretaris, Anas Hidayat sebagai Bendahara, Reza Uut Hermansyah dan Roni Eka Prasetya sebagai Unit Pengumpulan Informasi, Novendra Jordan dan Sunyi Rahastiningrum sebagai Unit Pengolahan Informasi, Diah Purwati dan Banar Wardoyo sebagai Unit Pendokumentasian, serta Inar Joko dan Anjas Dwi Irawan sebagai Unit Penyebaran Informasi.

Uniknya, dalam regenerasi KIM Kecamantan Mlati mayoritas diisi oleh para pemuda. Hal ini yang seharusnya menjadi keuntungan bagi KIM Kecamatan Mlati.
“Potensi yang sangat luar biasa, KIM-nya muda – muda. Jadi bisa lebih banter (kencang) karena posisinya muda – muda seharusnya iso melayu kabeh (bisa lari semua),” kata Purwati – Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sleman dalam sambutannya.

Dewasa ini merupakan era digitalisasi yang dalam hal apapun memerlukan internet seakan membuat dunia ini semakin tak terbatas. KIM bukan lagi wadah yang dibutuhkan oleh pemerintah saja, melainkan KIM merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menjadi kebutuhan semuanya baik itu masyarakat maupun pemerintah.

Hal ini didukung oleh Yakti Yudanto, Camat Mlati dalam sambutannya. “Setelah dilantik ini, kita perlu adanya koordinasi bersama antar masyarakat dengan pemerintah desa dan kami yang ada di Kecamatan. Tujuannya adalah agar informasi yang disampaikan merupakan suatu langkah untuk pemecahan masalah,” ujarnya. Selain menjadi jembatan dari pemerintah ke masyarakat atau sebaliknya, KIM juga menjadi sarana literasi dari pemerintah yang menjadi agen perubahan untuk menangkal hoaks. Sehingga tidak ada lagi informasi yang meresahkan.

Purwati mengatakan silakan bisa saling sharing dengan KIM Kecamatan Turi dan Sleman yang sudah memiliki lembaga usaha dalam meningkatkan ekonomi dirinya sendiri serta menjadi mitra bagi masyarakat. Karena KIM Kecamatan Mlati ini terhitung awal maka ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti perkuat dulu lembaganya, menentukan tujuan awalnya, membentuk KIM desa, dan mulai membangun desanya masing – masing. Dengan kondisi ini kita akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. (Rep Bilal)




Perpustakaan Desa Diharapkan Jadi Pusat Aktivitas

Depok – Pemerintah Desa Condongcatur saat ini secara resmi telah memiliki gedung khusus perpustakaan desa yang representatif dengan sarana yang nyaman bagi pemustakanya. Pemotongan pita sekaligus penandatanganan prasasti oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Kamis (21/11/2019) menyiratkan dimulainya semangat baru layanan masyarakat dalam hal literasi dan perpustakaan di ruang publik.

Acara didahului dengan sarasehan yang bertajuk Minat Baca Masyarakat Melalui Rintisan Desa Gemar Membaca. Hadir sebagai narasumber Dr. Muhsin Kalida pegiat literasi dari Cakruk Pintar, Abu Bakar Camat Depok, Arif Haryono PLT Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Reno Candra Sangaji Kepala Desa Condongcatur dan Nuradi Indra Wijaya Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Sleman sebagai moderator.

Reno mengatakan perpustakaan desa sebenarnya sudah beroperasi selama setahun belakangan namun memang belum optimal karena belum mempunyai ruangan khusus. Perpustakaan yang dinamai Pustaka Loka ini diharapkan menjadi rujukan sumber bacaan bagi masyarakat. Buku sebagai sumber ilmu harus aplikatif dan dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di desanya baik itu lembaga desa, perangkat desa, maupun masyarakat pengguna secara luas.

Pustaka Loka tidak hanya menyediakan koleksi buku saja namun juga mempunyai layanan praktik buku sebagai bentuk produktivitasnya. “Seperti saat ini, bisa dilihat di ruang aula desa sedang dilaksanakan kegiatan workshop cinta membaca menghasilkan karya membuat ecoprint pounding bersama ibu-ibu PKK desa Condongcatur yang dibimbing oleh Hastuti Setyaningrum dari sekolah keterampilan Wijaya Kusuma,” tutur kepala desa yang pernah menerbitkan sebuah buku kisah inspiratifnya mengakhiri sesi sarasehan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus GPMB Kecamatan Depok yang dikukuhkan oleh Ketua GPMB Sleman Nuradi Indra Wijaya yang disaksikan langsung oleh Bupati Sleman beserta Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman.
Nuradi menerangkan bahwa GPMB Kecamatan Depok ini menjadi yang ke-13 dari kepengurusan GPMB di wilayah Kabupaten Sleman. Fungsi strategisnya sebagai penguat program rintisan desa gemar membaca dengan melibatkan partisipasi warga masyarakat.

Alhamdulillah aktivitas gerakan ini dapat mendampingi serta mendukung keberlangsungan perpustakaan desa dalam upaya menumbuhkan minat baca dan literasi bahkan hingga meraih penghargaan tertinggi tingkat nasional.

Sementara itu, Arif Haryono dalam laporannya menyampaikan rintisan Desa Gemar Membaca yang disandang oleh Perpustakaan desa dimaksudkan untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan serta membudayakan gemar membaca masyarakat. Diharapkan Desa dengan perpustakaannya memberikan layanan yang memenuhi kriteria organisasi dan SOTK, gedung dan sarpras, koleksi bahan perpustakaan, perlengkapan dan peralatan, sistem, anggaran dan ketenagaan.

Dalam kesempatan yang sama saat memberi sambutan Bupati Sleman, Sri Purnomo, berharap agar pemerintah Desa Condongcatur dalam ber literasi melakukan kolaborasi di era industri 4.0 dalam rangka mengembangkan gerakan gemar membaca. “Tidak hanya dengan intern desa namun juga bekerjasama dengan lembaga maupun dunia usaha terkait guna mengoptimalkan keberadaan Pustaka Loka yang letaknya berada di segitiga emas perguruan tinggi ternama dan sangat strategis.
Dengan potensi yang dimiliki hendaknya menjadi titik kumpul masyarakat dalam mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bersumber dari buku, baik buku fisik maupun digital,” ujar Bupati Sleman ini.

“Sarana Wifi hendaknya tidak sekedar ada namun harus memiliki kemampuan akses yang cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat milenial kini. Kegemaran membaca ini ini harus dibangun bersama, seluruh komponen yang ada di masyarakat mulai dari RT, RW dan seterusnya. Namun yang terpenting tradisi gemar membaca haruslah dimulai dari keluarga,” lanjut Sri Purnomo menutup sambutannya.

Fasilitas yang dimiliki Pustaka Loka sudah cukup lengkap. Ruangan yang ber-AC dengan koleksi buku yang cukup lengkap dari buku anak hingga buku novel dan keterampilan serta dalam format e-book. Selain itu ada ruang baca anak lengkap dengan permainan edukatifnya, serta ruang diskusi nyaman yang didukung free wifi area.

Rangkaian acara tersebut dihadiri tidak kurang dari 80 peserta yang terdiri dari unsur PNS, perangkat desa, guru, tokoh masyarakat, PKK, karang taruna, Ormas, Perpustakaan desa dan perpustakaan komunitas/TBM. (Nuradi- KIM Ngemplak)




Tahapan Pilbup Sleman 2020 Resmi Dimulai

Sleman – Diawali dengan senam Zumba, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman melakukan launching tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbup) Sleman tahun 2020 di Lapangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Jumat (22/11/2019). Tahapan Pilbup secara resmi sudah dimulai dengan penekanan tombol sirine yang dilakukan bersama-sama oleh Bupati Sleman, H. Sri Purnomo, Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi, Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan, Ketua Bawaslu Sleman, Karim Mustofa, Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah, serta Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf. Diantoro.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Sleman menginformasikan kepada ratusan peserta senam zumba dan perwakilan pengurus partai politik yang hadir bahwa pemungutan suara Pilbup Sleman akan dilaksanakan pada 23 September 2020 mendatang. Adapun tahapan pemilihan akan dilaksanakan seperti yang tertuang dalam peraturan KPU nomor 15 tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal pilkada serentak 2019.

Selanjutnya, tahapan dimulai dari pendaftaran calon bupati dan wakil bupati sleman 2020 yang dapat dilakukan dalam dua jalur pencalonan, yaitu jalur partai dan jalur independen.

“Apabila lewat jalur independen, seseorang dapat mencalonkan diri sebagai pasangan bupati dan wakil bupati Sleman apabila mengantongi dukungan sebanyak pendukung dibuktikan dengan kepemilikan KTP elektronik yang sebarannya mencapai 9 kecamatan. Jika lewat jalur partai politik harus dicalonkan oleh partai yang memiliki 20% kursi di DPRD sleman atau 25% dari perolehan suara sah di pemilu legislatif 2019 lalu,” beber Trapsi.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Sosialisasi KPU Sleman, Aswino Wardana didampingi Komisioner KPU Sleman, Indah Sri Wulandari, Noor Aan Muhlishoh, dan Ahmad Baehaqi juga memperkenalkan maskot pilbup Sleman 2020 berupa boneka perempuan bernama Yu Sal yang mengenakan kebaya batik khas Kabupaten Sleman yakni Sinom Parijotho Salak, dan boneka laki-laki bernama Kang Man yang memakai baju Surjan lengkap dengan blangkon sebagai penutup kepala.

“Kami mohon kepada bapak dan ibu yang hadir dalam acara launching ini untuk menyebarkan informasi ini kepada saudara, teman, tetangga masing-masing agar informasi tentang pilbup sleman 2020 mendatang dapat diketahui oleh banyak orang. Dengan harapan pilbup dapat terlaksana dengan lancar dan damai,” ucap Aswino bersemangat.

Untuk memeriahkan kegiatan, panitia menyediakan puluhan doorprize yang diundi bagi peserta giat launching serta disuguhi hiburan musik dan kesenian jathilan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)