Depok – Pemerintah Desa Condongcatur saat ini secara resmi telah memiliki gedung khusus perpustakaan desa yang representatif dengan sarana yang nyaman bagi pemustakanya. Pemotongan pita sekaligus penandatanganan prasasti oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Kamis (21/11/2019) menyiratkan dimulainya semangat baru layanan masyarakat dalam hal literasi dan perpustakaan di ruang publik.
Acara didahului dengan sarasehan yang bertajuk Minat Baca Masyarakat Melalui Rintisan Desa Gemar Membaca. Hadir sebagai narasumber Dr. Muhsin Kalida pegiat literasi dari Cakruk Pintar, Abu Bakar Camat Depok, Arif Haryono PLT Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Reno Candra Sangaji Kepala Desa Condongcatur dan Nuradi Indra Wijaya Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Sleman sebagai moderator.
Reno mengatakan perpustakaan desa sebenarnya sudah beroperasi selama setahun belakangan namun memang belum optimal karena belum mempunyai ruangan khusus. Perpustakaan yang dinamai Pustaka Loka ini diharapkan menjadi rujukan sumber bacaan bagi masyarakat. Buku sebagai sumber ilmu harus aplikatif dan dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di desanya baik itu lembaga desa, perangkat desa, maupun masyarakat pengguna secara luas.
Pustaka Loka tidak hanya menyediakan koleksi buku saja namun juga mempunyai layanan praktik buku sebagai bentuk produktivitasnya. “Seperti saat ini, bisa dilihat di ruang aula desa sedang dilaksanakan kegiatan workshop cinta membaca menghasilkan karya membuat ecoprint pounding bersama ibu-ibu PKK desa Condongcatur yang dibimbing oleh Hastuti Setyaningrum dari sekolah keterampilan Wijaya Kusuma,” tutur kepala desa yang pernah menerbitkan sebuah buku kisah inspiratifnya mengakhiri sesi sarasehan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus GPMB Kecamatan Depok yang dikukuhkan oleh Ketua GPMB Sleman Nuradi Indra Wijaya yang disaksikan langsung oleh Bupati Sleman beserta Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman.
Nuradi menerangkan bahwa GPMB Kecamatan Depok ini menjadi yang ke-13 dari kepengurusan GPMB di wilayah Kabupaten Sleman. Fungsi strategisnya sebagai penguat program rintisan desa gemar membaca dengan melibatkan partisipasi warga masyarakat.
Alhamdulillah aktivitas gerakan ini dapat mendampingi serta mendukung keberlangsungan perpustakaan desa dalam upaya menumbuhkan minat baca dan literasi bahkan hingga meraih penghargaan tertinggi tingkat nasional.
Sementara itu, Arif Haryono dalam laporannya menyampaikan rintisan Desa Gemar Membaca yang disandang oleh Perpustakaan desa dimaksudkan untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan serta membudayakan gemar membaca masyarakat. Diharapkan Desa dengan perpustakaannya memberikan layanan yang memenuhi kriteria organisasi dan SOTK, gedung dan sarpras, koleksi bahan perpustakaan, perlengkapan dan peralatan, sistem, anggaran dan ketenagaan.
Dalam kesempatan yang sama saat memberi sambutan Bupati Sleman, Sri Purnomo, berharap agar pemerintah Desa Condongcatur dalam ber literasi melakukan kolaborasi di era industri 4.0 dalam rangka mengembangkan gerakan gemar membaca. “Tidak hanya dengan intern desa namun juga bekerjasama dengan lembaga maupun dunia usaha terkait guna mengoptimalkan keberadaan Pustaka Loka yang letaknya berada di segitiga emas perguruan tinggi ternama dan sangat strategis.
Dengan potensi yang dimiliki hendaknya menjadi titik kumpul masyarakat dalam mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang bersumber dari buku, baik buku fisik maupun digital,” ujar Bupati Sleman ini.
“Sarana Wifi hendaknya tidak sekedar ada namun harus memiliki kemampuan akses yang cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat milenial kini. Kegemaran membaca ini ini harus dibangun bersama, seluruh komponen yang ada di masyarakat mulai dari RT, RW dan seterusnya. Namun yang terpenting tradisi gemar membaca haruslah dimulai dari keluarga,” lanjut Sri Purnomo menutup sambutannya.
Fasilitas yang dimiliki Pustaka Loka sudah cukup lengkap. Ruangan yang ber-AC dengan koleksi buku yang cukup lengkap dari buku anak hingga buku novel dan keterampilan serta dalam format e-book. Selain itu ada ruang baca anak lengkap dengan permainan edukatifnya, serta ruang diskusi nyaman yang didukung free wifi area.
Rangkaian acara tersebut dihadiri tidak kurang dari 80 peserta yang terdiri dari unsur PNS, perangkat desa, guru, tokoh masyarakat, PKK, karang taruna, Ormas, Perpustakaan desa dan perpustakaan komunitas/TBM. (Nuradi- KIM Ngemplak)