Tak Hanya Sehat Jasmani, Siswa Harus Sehat Rohani

Pakem – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bekerjasama dengan MTsN 7 Sleman menyelenggarakan Launching Sekolah Sehat Jiwa dan Peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) oleh Kementerian Agama di MTsN 7 Sleman, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Kamis (21/11/2019).

Acara
tersebut bertujuan untuk menumbuhkan perhatian semua warga sekolah akan pentingnya
kesehatan jiwa dimulai sejak dini untuk menanggulangi masalah psikososial.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Novita
Krisnaini menjelaskan bahwa hasil dari pendeteksian dini terhadap 200 siswa
usia MTs sederajat terdapat 18,5% atau sekitar 37 siswa memiliki masalah
psikososial dan perlu ditindak lanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut. “Untuk
menindaklanjuti psikososial yang dialami siswa perlu penanganan yang tepat,
karena kalau siswa sampai terganggu jiwanya tentu akan mengganggu proses
belajarnya,” jelas Novi.

Pencanangan
Sekolah Sehat Jiwa sudah dilakukan Dinas Kesehatan sejak tahun 2017, diawali di
SMP N 2 Kalasan, kedua tahun 2018 di SMP N 1 Seyegan, dan di tahun 2019 ini
untuk pertama kalinya di tingkat madrasah. 
Pengembangan kesehatan jiwa di sekolah
tidak berbeda dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan lainnya yang telah
dikembangkan di sekolah melalui trias UKS.

“Jadi
memang beberapa waktu yang lalu kegiatan UKS cenderung hanya memperhatikan
fisik tapi sekarang kita sudah padukan antara kesehatan fisik dan jiwa,”
tambahnya.

Mujiyono, Kepala MTsN 7 Sleman
memaparkan bahwa dalam rangka melaksanakan sekolah sehat jiwa ada beberapa
persiapan yang dilakukan pihaknya yaitu
setelah menerima sosialisasi dan bimbingan
teknis
dari Dinas Kesehatan, MTsN 7 Sleman melakukan inventarisasi dan screening para
siswa beserta gurunya kemudian bekerjasama dengan puskesmas, RSUD, dan
psikolog  untuk membimbing dan
mendampingi. Selain itu MTsN 7 Sleman juga mengadakan program Jumat Literasi,
Jumat Sehat, Jumat Berkah, dan Jumat Bersih yang dilakukan secara
selang-seling.

Mujiyono
mengajak kepada seluruh warga sekolah untuk bisa melanjutkan program tersebut
serta berharap agar seluruh warga sekolah bisa sehat jasmani dan rohaninya
sehingga nantinya bisa mencetak generasi-generasi penerus yang hebat dan
bermartabat.

“Mari
semua siswa, guru, pegawai dengan adanya momentum yang luar biasa ini kita
manfaatkan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya berhenti disini saja, mari kita
teruskan, lanjutkan, lestarikan, dan bisa menularkannya kepada yang lain,”
ungkapnya.(Rep Anis)




Penjabat Kepala Desa Sinduadi Dilantik

Mlati
– Bupati Sleman melalui Camat Mlati melantik dan mengambil sumpah pejabat
Kepala Desa Sinduadi. Pelantikan dilaksanakan di Aula Desa Sinduadi, Selasa
(12/11/19).

Seiring
dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Sinduadi dan berdasar Keputusan
Bupati Sleman nomor , diangkatlah Rohmiyanto sebagai Kepala
Desa Sinduadi.

Ucapan
terima kasih atas pengabdian Senen Haryanto dan ucapan selamat kepada penjabat
baru disampaikan Yakti Yudanto, Camat Mlati dalam sambutannya usai pelantikan.

“Bagi
penjabat baru agar bisa berkoordinasi dengan baik dalam pelaksanaan tugas,”
tuturnya.

Acara
pelantikan ini juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Mlati, Kades se-Kecamatan
Mlati, BPD Sinduadi, Perangkat Desa Sinduadi, Lembaga Desa, dan Tokoh
Masyarakat Sinduadi. (KIM Mlati/Yoko)




Tetap Berperan Meski Tidak Menjabat

Cangkringan
– Setelah tidak menjabat sebagai kepala desa bukan berarti sudah tidak berperan
bagi masyarakat.  Ungkapan tersebut
adalah pesan Suparmono, Camat Cangkringan kepada Dardjono selaku mantan Kepala
Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan yang disampaikannya dalam acara pelantikan
dan serah terima jabatan Penjabat Kepala Desa Argomulyo, Kamis (21/11/2019) di
Aula Balai Desa Argomulyo Cangkringan.

“Tetap
menjadi tokoh masyarakat yang ikut membangun Desa Argomulyo dengan caranya
sendiri, ketugasan berakhir bukan berarti sudah tidak memliki peran dalam
masyarakat,” pesan Suparmono.

Pemerintah
Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan melaksanakan pelepasan purna tugas
jabatan Kepala Desa Argomulyo Dardjono karena berakhir masa jabatannya. Dalam
acara tersebut dihadiri oleh Muspika Cangkringan, BPD Argomulyo, seluruh Perangkat
Desa, pengurus lembaga Desa (LPMD, PKK, Karang Taruna), dan tokoh masyarakat peserta
perwakilan Masyarakat.

Dalam
sambutannya Suparmono selaku Camat Cangkringan atas nama Bupati Sleman
mengucapkan terima kasih kepada Dardjono atas segala dedikasi dan kerja kerasnya
dalam menjalani ketugasan sebagai Kepala Desa Argomulyo selama 6 tahun.

“Jadilah
penjabat yang melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, selurus-lurusnya dan
sejujur-jujurnya,” pesan Suparmono kepada Kepala Desa Argomulyo yang baru, Sri
Indiya Indit Harsini.

Sebab, dikatakan Suparmono selama menjabat sebagai kepala desa seluruh kinerjanya akan dicatat oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk ibadah.

Dardjono, mantan Kepala Desa Argomulyo menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan seluruh perangkat desa dan warga Argomulyo dalam 6 tahun menjalankan ketugasannya. Tidak lupa dirinya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan khilaf yang dilakukan selama menjabat. (KIM Cangkringan/Marmansyah)




KIM Kecamatan Mlati Dikukuhkan

Mlati
–Camat Mlati mengukuhkan Pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kecamatan
Mlati, Rabu (20/11/2019). Hadir dalam acara ini Sekretaris Dinas Kominfo
Kabupaten Sleman, Ketua KIM Kabupaten Sleman, Kepala Desa se-Kecamatan Mlati,
Ketua BPD se-Kecamatan Mlati, dan calon pengurus KIM Kecamatan Mlati.

KIM
Kecamatan Mlati dikukuhkan oleh Camat Mlati, Yakti Yudanto di Pendopo Kantor
Kecamatan Mlati. Dikukuhkan hari ini adalah ketua, sekretaris, bendahara, dan
unit kerja KIM Kecamatan Mlati.

Dalam
sambutannya, Camat Mlati mengucapkan selamat atas dikukuhkannya pengurus KIM
Kecamatan Mlati. “Selanjutnya agar bisa melaksanakan tugas sebaik-baiknya untuk
menginformasikan berbagai kegiatan di wilayah Kecamatan Mlati,” ujarnya.

Yakti
berharap KIM Kecamatan Mlati bisa eksis dan berkembang. “Kuncinya harus ada
kebersamaan dan saling mendukung,” tambah Yakti.

Sementara
itu, Sekretaris Dinas Kominfo Sleman, Purwati, menyampaikan KIM adalah lembaga
swadaya masyarakat yang diharapkan bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan
pemerintah. Harapan dari Purwati, setelah KIM Kecamatan Mlati terbentuk selanjutnya
disusul KIM di tingkat Desa.

“Selain
sebagai pemberi informasi, KIM juga bisa sebagai media untuk meningkatkan
ekonomi masyarakat,” kata Purwati.

Ke
depannya KIM pun diharapkan Purwati mampu menjadi motor yang dapat memberikan
kontribusi kepada warga Kecamatan Mlati, terutama untuk memberikan informasi
dan meningkatkan geliat perekonomian di Kecamatan Mlati. (KIM Mlati/Yoko)




Startup Weekend G45 Space Wadah Bagi Para Startup Enthusiast Jogja

Ngaglik
– Untuk mengembangkan ekosistem startup di Yogyakarta, G45 Space menjadi tuan
rumah untuk kegiatan startup weekend yang berlangsung selama tiga hari dimulai
dari Jumat (15/11/2019) hingga Minggu (17/11/2019) di G45 Co-working Space, Jalan
Watugede, Ngaglik, Sleman. Diadakannya acara ini juga bertujuan untuk
memberikan wadah bagi para startup enthusiast Yogyakarta.

“Anak
muda zaman sekarang itu punya banyak ide cuma bingung mulainya dari mana. Jadi
G45 Space ingin memberikan wadah sekaligus ngumpulin orang-orang buat kolaborasi
karena di Yogyakarta sendiri sebenernya banyak startup tapi pada jalan
sendiri-sendiri,” kata Mei Marketing Communication G45 Space.

Adanya
startup weekend ini disambut baik para startup enthusiast. Andre, salah satu
peserta yang merupakan mahasiswa AKAKOM mengakui akhirnya menemukan tempat
untuk merealisasikan idenya yaitu Difable Voice berbicara dengan menggunakan
mikrofon lalu terekam dalam aplikasi yang akan dikonversikan ke dalam tulisan.
Tujuannya adalah untuk membantu teman-teman difabel.

Selama
tiga hari para peserta akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman membangun
sebuah startup. Hari pertama para peserta akan dipertemukan untuk saling
berkenalan, pitching ide startup terbaik di mana dari 23 peserta harus
menyalurkan idenya. Setelah terkumpul 20 ide, terpilihlah 4 ide terbaik yang
akan dikerjakan oleh para peserta. Hasil ini diperoleh dari banyaknya jumlah
stiker yang diberikan oleh panitia kepada peserta untuk memilih ide yang dia
suka dari temannya kemudian membentuk tim yang terdiri dari hacker
(programmer), hipster (desainer), dan hustler (pebisnis).

Hari
kedua, para peserta mengikuti beberapa workshop seperti Market Validation
Research yang mengajarkan peserta untuk mengenali lebih dalam terkait dengan
target pasar mereka, Workshop Bussiness Model Canvas dimana para peserta diajak
untuk menjelaskan secara visual terkait proses bisnis mereka dan proses ini
dibantu oleh para mentor, Workshop Prototyping yang bertujuan untuk membuat
pitch deck, dan Pitching Workshop yang berguna ketika akan melakukan pitching
dengan di depan para investor.

Hari
terakhir, saatnya para peserta untuk merepresentasikan hasil proses mereka di hadapan
para juri yang akan dinilai dan diberi masukan. Akhir acara ditutup dengan
awarding (penentuan juara).

“Setelah
acara ini selesai, nanti akan ada keberlanjutan di tanggal 25 November 2019
dalam acara Startup Community untuk diberikan mentoring lanjutan siapa tahu ada
yang beneran jadi kan,” ujar Mei menjelaskan tentang kelanjutan acara
startup weekend saat dihubungi oleh penulis Kamis (21/11/2019).

Acara
ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kumpul dan Techstars yang merupakan salah
satu pemegang lisensi program startup weekend dari Google for Startup sehingga
program ini secara global turut didukung oleh Google for Startup yang sudah
diadakan di 160 negara dan kota-kota yang sudah berpartisipasi di seluruh
dunia. Untuk di Indonesia sendiri telah diadakan startup weekend di beberapa
kota seperti Batam, Jakarta, BSD, Palembang, Pekanbaru, Bali, Bandung, Manado,
dan Yogyakarta. (Rep Bilal)