Jamu, Mudah Dibuat dan Kaya Manfaat

Ngaglik – Peluang pasar masih terbuka lebar bagi pelaku bisnis yang bersedia menggeluti tanaman dan obat tradisional Indonesia (jamu). Hal ini selain dipengaruhi oleh tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi yang bersifat alami, jamu juga disukai oleh berbagai kalangan mulai anak anak sampai dewasa dan dipercaya ampuh menambah stamina serta mampu mengobati berbagai macam penyakit.

Demikian motivasi yang disampaikan oleh Tri Wiyati, seorang praktisi jamu saat memberikan materi pada pelatihan pengolahan tanaman obat dalam acara Bazar, Pameran, Workshop dan Lokalatih Kewirausahaan berbasis Sumberdaya Lokal bertema “Wujudkan Lingkungan Pemukiman yang sehat dan bebas sampah” di Padukuhan Penen, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (17/11/2019).

Lebih lanjut dikatakan dibandingkan dengan menkonsumsi obat yang terbuat dari bahan kimia, banyak masyarakat yang memilih mengkonsumsi jamu lantaran lebih alami dan aman dikonsumsi. Obat herbal tersebut mempunyai kelebihan tidak ada efek samping jika digunakan dengan dosis yang normal, harganya pun murah, bahannya dapat ditanam sendiri, serta pembuatannya lebih sederhana.

Beberapa bagian tanaman yang bisa dimanfaatkan secara alami sebagai obat diantaranya umbi lapis (contohnya bawang Sabrang), batang (Brotowali), kulit kayu (kayu manis), bunga (cengkeh), daun (salam), buah (Pace), seluruh bagian tanaman (sambiloto), kayu (kayu secang), kulit buah (mahkota dewa), akar (pasak bumi), rimpang (kunyit), biji (biji mahoni) dan umbi (umbi dewa).

Pada pelatihan yang berlangsung selama sehari tersebut pemateri memperkenalkan bahan alami yang bisa dipergunakan untuk obat serta cara pemrosesan bahan baik melalui penjemuran, perajangan, pemotongan, dan pengeringan. Selain itu juga dipraktekkan pembuatan Susu Telur Madu Jahe ( STMJ ) instan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan peredaran darah, dan mengatasi radang sendi.

“Bahan pembuatan STMJ tidak rumit dan bisa diperoleh dari lingkungan sekitar diantaranya jahe emprit, susu kental manis, madu, kuning telur bebek, sereh bumbu, gula pasir, garam, serta air kemudian dimasak sampai berbentuk kristal,” terang Tri.

Materi selanjutnya adalah pembuatan OBBH ( Obat Batuk Hitam Herbal) yang bermanfaat untuk menghilangkan batuk, gatal pada tenggorokan dan melegakan pernafasan.

“Bahan OBBH bisa ditanam di lahan pekarangan sendiri atau di sekitar pemukiman berupa daun sirih, jahe, sereh, serta daun mint, ditambah bahan rempah lain yang bisa dibeli di pasar tradisional seperti cengkeh, kayu manis, madu, gula pasir, garam serta air. Prosesnya pun juga sederhana, dengan menyangrai gula pasir sampai berwarna hitam kemudian menambahkan bahan lainnya, dimasak selama 15 menit kemudian disaring. Obat batuk sudah siap disajikan,” tutur Tri.

Sedangkan materi yang ketiga adalah pembuatan jamu godog (rebus). Dikatakan bahwa hal penting yang harus diketahui oleh peracik jamu/Herbalis adalah harus paham betul bahan jamu yang akan digunakan misalnya nama tanaman, khasiat, bagian tumbuhan yang digunakan serta dosis terapi nya.

“Peracik jamu juga harus paham tentang berbagai jenis penyakit, penyebab, serta gejala yang ditimbulkan. Hal ini sangat penting untuk menentukan resep jamu yang akan dibuat. Herbalis juga harus tahu cara mengkonsumsi jamu apakah bisa dikonsumsi langsung atau melalui proses terlebih dahulu seperti dikeringkan, direbus, atau dibuat serbuk” ungkapnya.

Selain itu Tri juga memperkenalkan teori meracik jamu untuk pengobatan atau yang dikenal dengan Formula Resep yaitu susunan bahan jamu yang bertujuan untuk menciptakan jamu yang aman, berkhasiat, dan bercita rasa.

“Formulasi resep tersebut meliputi bahan primer yaitu bahan jamu untuk mengatasi inti penyakit. Bahan sekunder untuk mengatasi gejala penyakitnya dan meminimalkan efek samping bahan primer. Serta bahan tersier yaitu bahan jamu untuk membuat formulasi jamu lebih menarik untuk dikonsumsi oleh pasien.” kata Tri.

Di akhir acara Tri Wiyati berharap dengan pelatihan pengelolaan TOGA peserta lebih giat menanam tanaman obat keluarga karena terbukti sangat bermanfaat dan mampu mengobati diri sendiri dan keluarga serta dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga. (KIM Ngaglik/Upik Wahyuni).




Dukuh Diminta Ingat Sumpah dan Janji

Ngaglik – Jabatan dukuh adalah amanah dari masyarakat, Kepada dukuh terpilih, Camat Ngaglik, Subagyo atas nama pemerintah kabupaten Sleman dan kecamatan Ngaglik berpesan untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Demikian disampaikan dalam acara pelantikan Arif Irmawan sebagai Dukuh Donolayan dan Sigit Krisnanto sebagai Dukuh Ngepas Kidul, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (20/11/2019.

Subagyo juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia atas kerja kerasnya selama ini untuk menyelenggarakan pengisian jabatan dukuh dan berharap semoga dukuh terpilih bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Amanah yang diberikan adalah amanah dari masyarakat. Jika sudah lama (menjabat) kadang-kadang lupa dengan sumpah janjinya, sehingga ada baiknya sumpah dan janji itu tetap diingat selama masih menjabat,” pinta Subagyo.

Camat Ngaglik ini juga menegaskan perangkat desa adalah abdi masyarakat, karena itu agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. “Juga minta tolong Bapak Dukuh yang lama, mohon pembinaan dan arahannya, dan ke depan semoga masyarakat tetap aman dan damai,” tambah Subagyo lagi.(KIM Ngaglik/Endarwati)




KTR Ciptakan Lingkungan Sekolah Sehat dan Bebas dari Rokok

Gamping
– Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji menyampaikan perlunya Kawasan
Tanpa Rokok (KTR) seperti yang tertuang dalam Peraturan Bupati Sleman Nomor 42
tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Kawasan tersebut meliputi fasilitas
pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain,
tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, dan tempat umum.

“Asap
rokok dapat membahayakan kesehatan individu, masyarakat, dan lingkungan
sehingga perlu dilakukan tindakan perlindungan terhadap paparan asap sehingga
perlu diatur tentang kawasan tanpa rokok. Kawasan ini bertujuan guna memberikan
perlindungan yang efektif dari bahaya asap rokok, memberikan ruang dan
lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat, dan melindungi kesehatan
masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak
langsung,” tegas Daroji saat mengisi Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di
Rumah makan Girwah, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman,
Selasa (19/11/2019).

Hal
senada diungkapkan oleh Afriansyah Tanjung, salah satu pegiat Muhammadiyah
Tobacco Control Centre (MTCC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), lembaga
resmi di bawah Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M)
UMY yang berfungsi melakukan sosialisasi bagi terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok
di lingkungan forum, fasilitas dan amal usaha Muhammadiyah maupun masyarakat
luas.

“Tujuan
organisasi kami menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran maupun kemauan
masyarakat mengorganisasikan diri dalam berbagai upaya penanggulangan dampak
merokok lewat berbagai kegiatan mulai dari melakukan advokasi kebijakan publik
dalam pengendalian dampak tembakau dan sosialisasi pengintegrasian dampak
tembakau dalam kurikulum pendidikan kedokteran,” ucap Afriansyah.

Sosialisasi
yang mengusung tema menciptakan lingkungan sekolah sehat, bersih, dan bebas
dari rokok ini diikuti oleh puluhan pelajar dari Sekolah Menengah Umum negeri 1
Gamping, Sekolah Menengah Atas Islam Gamping, Sekolah Menengah Kejuruan Putra
Samodera, Kepolisian Sektor Gamping, Unit Pelaksana Teknis Pelayanan
Pendidikan, Kantor Urusan Agama, dan Pemerintah Desa Banyuraden. (Adnan
Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Perangkat Desa Perlu Bisa Merasa Bukan Merasa Bisa

Cangkringan
– Bertempat di Aula Balai Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Selasa (19/11/2019).
dilaksanakan pelantikan pejabat Kepala Urusan Perencanaan Kecamatan Cangkringan,
Kepala Dukuh Kebur Kidul, dan Kepala Dukuh Brongkol.

Acara
ini dihadiri oleh Muspika Cangkringan, Perangkat Desa, tokoh masyarakat, Badan
Permusyawaran Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa Argomulyo (PKK, LPMD, Karang
Taruna), Rohaniawan dari KUA Cangkringan, dan anggota keluarga terlantik.

Darjono
selaku Kepala Desa Argomulyo melantik Andi Santoso sebagai Kepala Urusan Perencanaan,
Marmansyah sebagai Dukuh Kebur Kidul, dan Arif Rahman Wijanarko sebagai Dukuh
Brongkol.

Dalam
sambutannya Darjono menyampaikan ucapan selamat kepada para terlantik karena
menjadi bagian dari Perangkat Desa Argomulyo. “Minat dan antusias pendaftar di Argomulyo
terbilang tinggi dibuktikan dengan adanya 22 orang pendaftar sebagai Kepala
Urusan Perencanaan, 3 orang pendaftar Dukuh Kebur Kidul dan 5 orang pendaftar
Dukuh Brongkol,” beber Darjono.  

Darjono
pun berharap para pejabat terlantik dapat menjadikan jabatan ini sebagai bentuk
pengabdian kepada masyarakat sehingga dalam melaksanakan ketugasan merasa penuh
tangungjawab.

“Karena
rasa cinta untuk ikut membangun desa tercinta dan jangan ragu untuk belajar
dari senior perangkat desa agar bisa segera beradaptasi dengan pekerjaan dan
ketugasan yang baru,” ujar Darjono.

Ditambahkan
Edi Wibowo selaku Sekretaris Kecamatan menjadi perangkat desa harus memegang
filosofi Jawa “Ojo Rumongso Bisa, Nanging Biso o Rumangsa” (Jangan
merasa bisa namun bisa merasa-red) agar setiap menjalankan
pekerjaan bisa mengayomi masyarakat dengan memahami setiap karakter
permasalahan yang ada.

“Ujian
yang dilakukan di Universitas Negeri Yogyakarta kemarin adalah ujian yang
sifatnya sebagai syarat untuk kelolosan menjabat saja, tetapi ujian yang akan
dihadapi saat melaksanakan pekerjaan besok akan lebih nyata dan pasti berbeda
dengan saat ujian kemarin,” kelakar Edi. (KIM Cangkringan/Marmansyah)




Belanja di Warung Tetangga, Warga Cangkringan, Pakem, dan Gamping Raih Motor

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman lakukan pengundian hadiah program Belanja di Warung Tetangga di Kantor Disperindag Kabupaten Sleman pada Selasa (19/11/19).

Dalam undian ini hadiah utama berupa tiga sepeda motor Honda Vario CBS-ISS 125 berhasil diraih oleh Dwi Hartaya (Argomulyo Cangkringan), Dwi Atmoko (Hargobinangun Pakem) dan Puji Astuti (Trihanggo Gamping).  Sementara untuk hadiah utama kedua berupa enam buah TV Sharp 40″ diraih oleh Iskak Widiantoro (Sidoluhur Godean), Iswati (Sidoluhur Godean), Ngatini (Margorejo Tempel, Mardenrus Ristri (Harjobinangun Pakem), Nani Sumarni (Wedomartani Ngemplak), dan Daryanti (Jogotirto Berbah).

Sementara untuk hadiah utama ketiga, yakni Kulkas 1 Pintu Sharp diraih oleh Irhan Ilhami Hazar (Prambanan), Ratih Kurnia Sari (Mlati), Atina Nurhayati (Cangkringan), Sugiyanti (Klaten), Daryono (Tempel), Siswinarti (Turi), Rochmat (Tempel), Supriyadi (Depok), Ida Maryanti (Gamping), Christian Widiastuti (Godean), Ardik Fiandanu (Seyegan), dan Kristianta Adi (Godean). Para pemenang dapat mengambil hadiah hingga tanggal 10 Desember 2019 di Dinas Perindag Sleman dengan membawa data diri asli.

Kabid Usaha Perdagangan, Nurhadiyati Patminingsih mengatakan bahwa selain kedua hadiah utama tersebut, undian Belanja di Warung Tetangga juga juga mengundi hadiah utama ketiga berupa 12 buah kulkas, dan hadiah hiburan berupa 20 magic com, 20 kipas angin, 20 kompor gas, 20 blender serta 20 dispenser.

“Undian ini merupakan periode belanja di warung tetangga tanggal 1 Oktober hingga 15 November 2019 di 34 toko yang ada di 17 kecamatan di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Nurhadiyati menjelaskan bahwa keriteria lokasi kampanye belanja di warung tetangga atau toko tempat meletakkan kotak beserta kupon undian ada beberapa kriteria. Kriteria tersebut diantaranya yaitu lokasi warung berdekatan dengan toko swalayan berjejaring nasional (kecuali Kecamatan Minggir, Cangkringan dan Prambanan), berada di lokasi strategis, jumlah pembeli rata-rata 50-100 orang perhari dan pernah mendapatkan pembinaan atau pelatihan.

Sementara itu Plt. Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Pustopo mengatakan bahwa kegiatan kampanye di warung tetangga ini bertujuan untuk meningkatkan omzet penjualan dan daya saing warung atau toko ritel lokal di Kabupaten Sleman.

“Ini upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memberdayakan pemilik toko tradisional dan retail lokal agar mampu bersaing dengan toko modern,” ujar Pustopo.

Selain belanja di warung tetangga, menurutnya saat ini Pemkab Sleman juga sedang menggalakkan Gerakan Belanja di Pasar Rakyat dan kampanye penggunaan kantong belanja non plastik. (Humas Sleman/Dik)