Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sleman Selenggarakan Pelantikan DKC Sleman periode 2020-2025

Sleman- Minggu (11/17/2019), Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sleman menyelenggarakan Pelantikan DKC Sleman periode 2020-2025 bertempat di aula lantai 3 dinas Pendidikan Sleman. kegiatan ini dihadiri oleh Jajaran Kwartir Cabang Sleman, pinsaka, DKD DIY, DKC Sleman 2015-2020, Orang tua/Wali, Gugus Dharma DKR, Dewan saka, serta Dewan Racana.

Upacara Pelantikan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan Adat Buka kegiatan, dalam Kegiatan ini juga dilaksanakan pelepasan tanda jabatan DKC Sleman Periode 2015-2020 sebagai simbolis telah telah dilepasnya jabatan sebagai anggota DKC Sleman oleh Kak Arif Haryono Ketua Kwarcab Sleman dilanjutkan pelantikan 17 anggota DKC Sleman periode 2020-2025 dengan Janji Trisatya.

“Semoga pengabdian selama 5 tahun menjadi amal soleh dan mendapat rahmat dari Allah SWT
dan saya ucapkan selamat kepada DKC 2020-2025 , semoga dapat melaksanakan tugas dan kewajiban dalam rangka untuk membina mngembangkan pramuka Penegak dan Pandega di Kwarcab Sleman,” ungkap Arif Haryono dalam amanatnya. Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada orang tua/wali yang telah memberikan keiklasan putra dan putrinya aktif sebagai DKC Sleman 2020-2025.

“Semoga DKC Sleman menjadi kawah candra dimuka dari adik-adik sekalian dalam menempa diri melatih diri baik sikap perilaku maupun kterampilan, baik bagi diri, lingkungan maupun keluarga, masyarakat, dan bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Kwarcab Sleman,” tambahnya.

Arwin Pamungkas Ketua DKC Sleman 2015-2020 juga memberikan sambutan perpisahan dalam momen yang cukup menharukan ini. “Mewakili DKC Sleman 2015-2020 saya mohon maaf apabila dalam menjalankan tugas terdapat kekurangan maupun tingkah laku yang kurang berkenan selama menjalankan pengabdian ini, semoga dapat berjumpa lagi dalam waktu yg akan datang,” ujarnya.

“Mohon dukungan dari Pinsaka DKR, Dewan Saka, Dewan Racana untuk dapat bersinergi bersama DKC Sleman 2020-2025,” ungkap Dias Raka Oktri Setiadi Ketua DKC Sleman 2020-2025. Dias juga berharap kepada DKC Sleman yang sudah Purna untuk tetap dapat mendampingi dalam dan dapat menjadi bagian dalam Kwartir Cabang Sleman di masa bakti yang akan datang.

Kegiatan Upacara pelantikan ditutup dengan adat tutup oleh Dias selaku Ketua DKC yang telah terlantik kemudian dilanjutkan foto bersama. (red:kaksr)




Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Seyegan Dilantik

Seyegan
– Minggu (17/11/2019) menjadi hari yang bersejarah untuk Pemuda Muhammadiyah
Seyegan.  Pagi itu Pimpinan Pemuda Muhammadiyah
Seyegan periode berikutnya, Kharis Nugraha dilantik Sekretaris PDPM Sleman Arif
Hakim bertempat di Komplek Balai Desa Margomulyo Seyegan.

Dalam
sambutan H. Mulyono, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Seyegan merasa
haru karena teringat dengan perjuangan dan pengorbanan serta kegigihan Almarhum
Nanang Edi selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Seyegan periode sebelumnya.  

“Harapannya
semangat perjuangan Almarhum Nanang Edi bisa menginspirasi penerusnya dan
semoga ini menjadi salah satu amal jariyah beliau melalui dakwah berorganisasi
di Muhammadiyah,” ujarnya.

Kegiatan
milad Muhammadiyah ke-107 Cabang Seyegan ini sekaligus dalam rangkaian pelantikan
Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Seyegan.

“Selamat
dan sukses mengemban amanah rekan-rekan PCPM Seyegan, semoga Allah senantiasa
memberikan kekuatan dalam menjalankan amanah ini,” tandas Eko Sumardiyanto
selaku Ketua Pimnan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sleman.

Rangkaian
acara ini dimeriahkan dengan aksi donor darah dan berbagai lomba bertempat di
komplek masjid Al Hidayah Mandungan 1 dan aneka Lomba untuk anak-anak serta
generasi muda di Komplek Balai Desa Margomulyo Seyegan. (Harjito/KIM Sumberagun
Moyudan)




KIM Sebarkan Informasi Positif dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Gamping
– Yudiarto Setiawan, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi
dan Informatika Kabupaten Sleman mengungkapkan bahwa tidak ada aturan baku dalam
hal jumlah anggota minimanl atau secara kewilayahan untuk membentuk KIM karena
KIM adalah organisasi yang luwes dan bisa dibentuk di pedesaan maupun di
perkotaan. Namun demikian, KIM dapat dibentuk setidaknya oleh tiga orang.
Sedangkan jumlah pendiri KIM bisa bertambah seiring dengan kebutuhan dan
kemampuan pendiri dalam mengelola para anggotanya.

Yudiarto
menambahkan, peran untuk melakukan pembinaan KIM dapat dilakukan oleh pemerintah
pusat maupun pemerintah daerah. “Di pemerintah pusat, yang memiliki tugas melakukan
pembinaan KIM yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika terutama Direktorat Jenderal
Informasi dan Komunikasi Publik dan Direktorat Kemitraan Komunikasi. Sedangkan
di pemerintah daerah, tugas tersebut dilaksanakan oleh dinas yang menangani
bidang komunikasi dan informatika,” tambah Yudi saat mengisi kegiatan Talk Show
di Pendopo Banyuraden TV yang berlokasi di Cokrowijayan, Desa Banyuraden,
Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Sabtu (16/11/2019).

Talkshow
terselenggara dalam rangka persiapan pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat
(KIM) di wilayah Desa Banyuraden, Balecatur, Nogotirto, dan Ambarketawang. Kegiatan
ini diinisiasi oleh KIM Pararta Guna Kecamatan Gamping. Acara bertajuk ‘Sonjo
Kekadangan’ ini dipandu oleh Josh Handani sebagai pembawa acara yang mengangkat
tema tentang perlunya pembentukan KIM di pedesaan dengan menghadirkan
narasumber Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan
Informatika Kabupaten Sleman, Yudiarto Setiawan, Ketua Forum KIM Sembada, H.
Suripto, serta Sekretaris Forum KIM Sembada, Adnan Iman Nurtjahjo.

H.
Suripto dalam kegiatan ini membahas beberapa hal tentang fungsi KIM. Sebagai
mitra pemerintah daerah, KIM dapat berperan dalam menyebarluaskan informasi di
tingkat desa atau kelurahan. “KIM juga bisa menjadi penampung aspirasi
masyarakat desa untuk disampaikan kepada pemerintah daerah sehingga dengan
terbentuknya KIM diharapkan akses informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat
kian mudah dan terbuka,” tutur H. Suripto.

Berbicara
tentang pembentukan KIM desa di wilayah Kecamatan Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo
menargetkan di tahun 2020 mendatang pihaknya dapat membentuk KIM di empat desa
yakni Banyuraden, Balecatur, Nogotirto, dan Ambarketawang. Jumlah desa di
kecamatan gamping adalah lima, namun yang sudah terbentuk KIM yaitu KIM Desa
Trihanggo. Walaupun banyak tantangan dan hambatan dalam pembentukan KIM Desa,
hal itu tidak menjadikan pesimis dalam membentuknya.

“Dengan
adanya KIM diharapkan dapat memilah dan menyebarkan informasi yang benar,
khususnya informasi yang bernilai positif dan akan berdampak positif jika
segera disebarluaskan dan dipertukarkan. Di sinilah KIM ikut membantu
pemerintah guna menyebarkan informasi yang memberdayakan, yaitu informasi yang
mengubah cara pandang serta meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat,”
ungkapnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kecamatan Gamping)




Kelola Sampah Kunci Lingkungan Permukiman Bersih Sehat

Ngaglik – Sampah merupakan permasalahan yang tak pernah usai. Efek yang diakibatkan oleh sampah terhadap lingkungan makin hari makin parah seiring bertambahnya penduduk.

Permasalahan akan selalu ada apabila masyarakat tidak atau belum menyadari akan arti penting pengelolaan sampah di lingkungan sendiri. Pengelolaan sampah tersebut harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir untuk itu kesadaran masyarakat menciptakan lingkungan bersih dan sehat harus senantiasa ditumbuhkan dimulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga.

Demikian disampaikan Nurlailah dari Lembaga Grahatma Semesta dan Perkumpulan Sasmita yang merupakan koordinator acara Bazar, Pameran, Workshop dan Lokalatih Kewirausahaan berbasis Sumber Daya Lokal dengan tema “Wujudkan Lingkungan Pemukiman Sehat dan Bebas dari Sampah” yang berlangsung di halaman Masjid Baitul Hasanah Padukuhan Penen, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (17/11/2019).

Lebih lanjut dikemukakan bahwa pengelolaan sampah bertujuan untuk meminimalisir dampak pencemaran terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaannya dan mengubah menjadi bahan yang tidak berbahaya bagi lingkungan. Pengelolaan sampah dapat berupa pengomposan sampah organik, memilah dan mengolah sampah anorganik menjadi barang-barang yang mempunyai nilai ekonomi.

“Hal ini sejalan dengan visi Dusun Penen dalam menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan dengan semboyan Penen “Berseri” atau Bersih, Elok, Ramah, Sehat, Edukatif, Rapi, dan Indah. Berbagai upaya telah dilakukan oleh warga untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi kawasan yang sehat dan bebas sampah, di antaranya dengan memilah, memilih dan mengolah sampah. Sampah organik diolah menjadi kompos melalui proses pengomposan menggunakan komposter Takakura, sedangkan sampah anorganik dikelola oleh melalui bank sampah atau diolah menjadi produk daur ulang,” terang Nurlailah.

Selain pengolahan sampah, warga Penen juga melakukan kegiatan yang menitikberatkan pada penghijauan dan pemanfaatan lahan pekarangan di sekitar wilayah hunian. Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan mendorong kemandirian pangan keluarga. Selain tanaman sayur dan buah, tanaman obat keluarga (TOGA) juga mereka budidayakan.

Masyarakat Dusun Penen bersama dengan mitra yaitu Grahatma Semesta dan Perkumpulan Sasmita telah bekerjasama untuk mengembangkan beragam model pengelolaan lingkungan permukiman terpadu. Di antaranya model budi daya tanaman dengan sistem aquaponik, yang menggabungkan budi daya tanaman dengan budi daya ikan. Budi daya dan pemanfaatan toga menjadi beragam ramuan sehat yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta pengolahan sampah organik rumah tangga dengan komposter Takakura.

“Model pengolahan sampah yang sederhana dan dapat diterapkan di tiap rumah tangga. Sebagian dari hasil dari kegiatan tersebut , hari ini akan dibagikan kepada partisipan pelatihan,” ungkap Nurlailah.

Nurlailah berharap pelatihan dan workshop akan meningkatkan kepedulian dan inisiatif warga dalam pengelolaan lingkungan pemukiman yang sehat dan bebas dari sampah. Siapapun yang hadir bisa melihat apa yang dikembangkan di Dusun Penen, dan diharapkan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Selain itu, dengan kegiatan tersebut dapat dijadikan media untuk tumbuh dan berkembangnya semangat kewirausahaan dan keberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain pelatihan/lokalatih kewirausahaan komunitas, juga dilakukan workshop pengelolaan lingkungan pemukiman yang diikuti oleh perwakilan masyarakat yang ada di wilayah Donoharjo dan sekitarnya. Acara juga dihadiri dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, jajaran pemerintahan Kecamatan dan Desa Donoharjo.

Kegiatan Bazar menampilkan beragam produk pangan alami dan produk industri kreatif berbasis sumber daya lokal. Sementara itu pameran menampilkan produk-produk tekno sosial ramah lingkungan seperti alat komposter untuk pengolahan sampah organik, inovasi pemanfaatan limbah minyak jelantah serta beragam produk yang bertujuan memperluas gerakan tolak sampah.

Acara semakin meriah dengan tampilnya kesenian yang sampai saat ini masih dilestarikan masyarakat Penen diantaranya gejog lesung Sedyo Laras, dan tari-tarian yang ditampilkan oleh anak-anak Dusun Penen yang tergabung dalam Sanggar Dinda Art Dance.(KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)




Pengelolaan Sampah yang Benar Dimulai dari Rumah Tangga

Ngaglik – Hulu dari persoalan sampah ada pada rumah tangga. Berdasar survei Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional)  tahun 2014, cara rumah tangga memperlakukan sampah untuk di pedesaan mayoritas dengan membakar, dan di perkotaan dengan menyerahkan kepada petugas sampah.

Shely dari komunitas Zero Waste, suatu komunitas yang
bergerak dalam upaya mengurangi sampah menghimbau masyarakat untuk mencegah,
memilah, dan mengolah sampah. “Cegah dengan tidak menggunakan barang yang
berpotensi menjadi sampah, pilah sesuai jenisnya, dan olah menjadi kompos atau
serahkan kepada lembaga pengolah,” ujar Shely saat mengisi workshop Wujudkan Lingkungan
Permukiman Sehat dan Bebas dari Sampah di Padukuhan Penen, Desa Donoharjo,
Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Minggu (17/11/2019).

Shely juga menghimbau kepada setiap rumah tangga untuk
memakai barang yang ada, meminjam, menukar, baru kemudian alternatif untuk membeli.
Selain itu Shely juga mengajak untuk menolak pemakaian tisu, sedotan, sterofoam,
dan bahan lain yang sulit terurai.

Mengajak warga mengelola sampah dengan benar memerlukan motivator
karena tidak semua orang mau melakukan perubahan, meskipun banyak pula
orang-orang yang memiliki potensi sebagai penggerak dan sebagai aktor
perubahan. Aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan yang berbasis
komunitas akan selalu membutuhkan gerakan bersama untuk mewujudkan perubahan. Melalui
kader penggerak masyarakat, Pemerintah Desa Donoharjo pun rajin mendorong warga
agar mengelola sampah yang benar.

Endar, salah seorang kader penggerak masyarakat Padukuhan
Penen pada kesempatan yang sama menjelaskan apa yang sudah mereka lakukan dalam
mendorong masyarakat agar mengelola sampah. 
“Secara garis besar ada tiga hal yang sudah kami lakukan. Pertama,
pengelolaan kebersihan dengan menjaga kebersihan secara individual masing-masing
rumah dan pekarangan, pemeriksaan jentik nyamuk oleh pemuda bekerja sama dengan
puskesmas dan melakukan kegiatan Jumat bersih, dan bersama-sama melakukan
kebersihan kampung meliputi kebun kosong, jalan, dan fasilitas umum,” ujar
Endar.

Hal kedua adalah melakukan pengelolaan sampah dimana setiap
keluarga melakukan pemilahan sampah sejak dalam rumah tangga. Sampah anorganik
dikelola bank sampah, dan sampah organik dikelola dengan pembuatan kompos rumah
tangga dengan metode Takakura.

Dan yang terakhir adalah penghijauan.  “Disepakati oleh warga, bahwa pengelompokan
dan pendirian rumah bibit untuk tanaman buah di RT 1, tanaman hias di RT 2, tanaman
obat keluarga di RT 3, dan tanaman sayuran di RT 4,” ujar Endar.

Menyampaikan materi pengelolaan lingkungan berbasis
komunitas, Endar berharap kegiatan yang sudah mereka rintis bisa menjadi
inspirasi untuk diterapkan di wilayah lain dengan hasil yang jauh lebih baik
daripada di Padukuhan Penen.(KIM Ngaglik/Endarwati)