Gendhis Manis Pelopori Desa Umbulmartani Layak Anak

Ngemplak
– Anak-anak tampak senang dan bergembira dengan hadirnya Sanggar Gendhis Manis.
Sanggar ini melaksanakan kegiatan rutin tiap hari Jumat dan Sabtu, berupa
pelatihan tari yang diadakan di rumah Lurah tepatnya Dusun Kledokan, Desa
Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak.

Ketua
PKK Desa Umbulmartani, Indah Lestari menjelaskan, saat ini ruang dan sarana
bermain anak sangat berkurang. Tempat bermain anak kini banyak menjadi menjadi
kawasan ekonomi. Belum lagi kehadiran gadget yang kian hari semakin menjangkiti
anak menjadi pribadi yang anti sosial.

Gejala
sosial inilah yang kemudian ditangkap oleh Indah, untuk kembali menghidupkan
dan menyediakan sarana bermain bagi anak-anak di lingkungannya.

Meski
tergolong baru sanggar ini mempunyai jumlah peserta sekitar 35 orang anak (TK,
SD, SMP). Anak-anak didampingi oleh 2 orang guru tari yang mengajarkan dari
dasar-dasar tari hingga tarian Jawa baik tari kreasi baru maupun tari klasik
yang digemari oleh anak-anak pada umumnya seperti Tari Rampak, Tari Candhik
Ayu, dan Tari Gambyong.

Berbeda
dengan hari biasanya sanggar ini mengadakan kegiatan berkolaborasi dengan Mata
Aksara sebagai salah satu lembaga yang fokus pada kegiatan minat baca dan
literasi, Sabtu (16/11/219).

Menurut Rahma, menari itu dasarnya juga membaca. “Bahwa dengan banyak membaca cerita, memberikan dasar pemahaman bagi anak didiknya terhadap pengetahuan seni tari, terutama menguatkan olah rasa yang dituangkan dalam gerakan tarian. Di sinilah pentingnya literasi,” ujar lulusan sarjana seni tari ISI Yogyakarta ini.

Acara pun dimulai, perhatian anak nampak tertuju pada saat buku cerita mulai dibacakan dengan nyaring oleh Adi. Intonasi yang unik dan karakter suara tokoh yang ada dalam buku rupanya mencuri perhatian anak untuk terus mendengar dan menyimak isi cerita, yang sesekali diselingi  ekspresi suara tertawa dan canda riang anak menanggapi alur cerita.

Selanjutnya
parade mendongeng dengan membaca nyaring pun kemudian dilakukan oleh
masing-masing anak sanggar secara bergantian.

“Saya
tidak menyangka anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Ternyata
kegiatan menari sesekali diselingi kegiatan membaca sangat positif dan membuat
anak menjadi semakin semangat karena tidak bosan,” ungkap Indah istri Lurah
yang juga Bunda PAUD dengan optimis.

Sanggar
seni dan tari Gendhis Manis, diharapkan menjadi pelopor di salah satu padukuhan
untuk mendukung Desa Layak Anak.

Kegiatan
ini didukung oleh orangtua, masyarakat dan dunia usaha. Rumah makan yang
terkenal di Kledokan inipun ikut berpartisipasi meminjamkan salah satu
fasilitas ruangan dan konsumsi saat latihan.

Selain
itu anak-anak sanggar juga sering tampil di event Raminten Berbudaya, juga
kegiatan pentas yang diselenggarakan oleh Desa Umbulmartani yang ke semuanya
adalah potensi lokal milik Desa Umbulmartani.

Untuk mencukupi kebutuhan operasional sanggar, dilakukan sumbangan gotong royong untuk kas. “Semuanya kembali ke siswa sanggar, di antaranya untuk membeli kaos seragam dan perlengkapan saat pentas seni,” Rahma menambahkan.

Ditanya
terkait izin sanggar dan kepengurusan, ditanggapi dengan ringan oleh Indah
Lestari, bahwa akan segera dibenahi kepengurusan untuk kelengkapan izin sanggar.
“Namun yang paling penting bagaimana kegiatan ini benar-benar memberi ruang
bagi anak-anak di dusun dan desa untuk memperoleh haknya yaitu mempunyai ruang
bermain dan belajar, dengan didukung oleh seluruh komponen masyarakat,”
tutupnya. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Bangun Sumur Bor di Tanah Kering Wangon Serut Gedangsari

Penyerahan bantuan sumur bor untuk warga Wangon Serut Gedangsari bekerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LPB PDM) Sleman, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, Baitul Mal Bank Muamalat Yogyakarta, danLembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) PCM Gedangsari pada Minggu (17/11/2019) dibingkai dalam acara Pengajian Tasyakuran 107 Tahun Muhammadiyah.  

Ketua
Panitia yang sekaligus Ketua LAZISMU Gedangsari, Muhtar Sholikin menyampaikan
bahwa kemarau yang panjang kali ini direspon oleh LPB Sleman dengan mengirimkan
ratusan tangki air sebagai ikhtiar jangka pendek mengatasi kekeringan.

Kemudian
LPB Sleman bersama MDMC PP Muhammadiyah mrancang upaya jangka Panjang dengan pembuatan
sumur bor yang proses persiapan pengeboran dilakukan sejak 24 Oktober 2019.

Pembuatan
sumur bor ini akhirnya membuahkan hasil air bersih dengan kedalaman 102 meter.
Pembuatan sumur bor mengeluarkan dana sebesar 30juta rupiah di antaranya dari Baitul
Mal Bank Muamalat Yogyakarta, swadaya masyarakat Serut 2,5 juta rupiah, material
serta tenaga dan tanah dari keluarga Hasto Wiyono yang digunakan sebagai lahan
sumur bor.

Satmono
Dadi dari PDM Gunung Kidul menyampaikan agar warga Serut tidak ketinggalan untuk
bersedekah dan menyempurnakan distribusi air sampai ke rumah masing-masing.

“Karena
ini juga menjadi kesempatan emas bersedekah yang pahalanya terus mengalir dan
upaya agar sumur bor ini bisa dikelola dengan bijak dengan membentuk kelompok
pengelola secara tertata agar manfaatnya semakin optimal,” tambahnya.

Kekeringan
ini menurutnya bisa mengingatkan barangkali ada hal yang harus dibenahi
bersama-sama dalam menjaga tauhid dan ketaqwaan. (Arif Hartanto)




Takmir Masjid Baiturrahman Salurkan 19 Tangki Air di Ngawen dan Rongkop

Ngawen –Kepedulian sesama umat dan masyarakat perlu ditumbuhkembangkan dalam kehidupan sehari-hari.  Demikian yang disampaikan oleh Wakil Ketua Takmir Masjid Besar Baiturrahman Klidon Sukoharjo Ngaglik, Totok Suparwoto, dalam acara Bakti Sosial Bantuan Air Bersih kepada warga Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, Kamis (14/11/2019).

Totok
menyampaikan pihaknya memberikan bantuan sebanyak 19 tangki air bersih ke dua
kecamatan tersebut. Pemberian bantuan secara simbolis dilakukan di Dusun Kepek,
Desa Watu Segar, Kecamatan Ngawen yang diterima Sutopo selaku Kepala Dusun
Kepek dan didampingi perwakilan Pemerintah Gunung Kidul, Sapto. 

Sutopo,
Kepala Dusun Kepek mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih atas bantuan
ini. Bantuan ini menurutnya dapat meringankan beban masyarakat terkait
kesediaan air.

“Sekarang
sudah hujan tetapi air belum meresap dan masih sangat kekurangan untuk itu atas
nama masyarakat menyampaikan terima kasih, semoga menjadi ladang amal bagi yang
membantu yaitu takmir Masjid Baiturrahman Klidon,” ujar Sutopo.

Sementara
itu, Sapto, perwakilan dari Pemerintah Gunung Kidul menjelaskan terkait rencana
distribusi air, yakni untuk Kecamatan Ngawen 12 tangki air dan Kecamatan
Rongkop 7 tangki air.

“Hari
ini telah mulai didrop dari rumah ke rumah yang sangat membutuhkan,”
tambahnya. 

Air
bantuan ini nantinya ditambung di sumur gali masing-masing rumah yang sebelumnya
sudah disiapkan pompa untuk mengangkat di penampungan air supaya bisa dialihkan
ke bak mandi dan juga tempat lainnya. (KIM Ngaglik/Srp)




Kenalkan Teknologi Informasi, Siswa SD Muhammadiyah Sleman Diajak Kunjungi Smart Room

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menerima kunjungan dari SD Muhammadiyah Sleman di Smart Room, Jumat, (15/11/2019). Kunjungan dilakukan oleh siswa kelas 5 berjumlah sekitar 90 anak yang dibagi menjadi 2 kloter.

Diawali dengan menampilkan biodata singkat Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakilnya Sri Muslimatun, siswa diajarkan agar mereka lebih mengenal lagi sosok pemimpin daerahnya. Setelah itu para siswa diberikan materi tentang apa itu berita hoaks, ciri-ciri, akibat apabila menyebarkannya, dan bagaimana menyikapinya.

“Maka dari itu anak-anak harus berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang diterima, apakah benar atau tidak informasinya bisa bertanya terlebih dahulu kepada bapak dan ibu guru,” pesan Syarifah Thurayyah, Analis Pengaduan Masyarakat Dinas Kominfo yang memandu kunjungan ini.

Untuk menambah wawasan tentang pemanfaatan teknologi, para siswa melalui video diajak untuk melihat bagaimana pembuatan film dan kartun animasi yang dilakukan di Studio Funnymation Sendangadi, Mlati, Sleman. Selain itu mereka juga diperkenalkan bagaimana menggunakan aplikasi augmented painting dan mencari suatu tempat atau daerah menggunakan google earth. Dinas Kominfo juga menyuguhkan film 3D yang dapat dilihat dengan menggunakan kacamata 3D untuk menghibur para siswa.

“Seneng, menarik, seru bisa liat film 3D dinausarus dan main paint, lebih asyik nonton animasi karena lucu, dan pengen lagi (berkunjung kesini),” kesan dari Khurunnida Insyirah dan Hilda Safitri Surayyah perwakilan dari siswa kelas 5.

Reza Arsida Fajri selaku guru IPA dan IPS kelas 5 SD Muhammadiyah Sleman juga menyampaikan kesan pesannya tentang kunjungan tersebut.

“Senang bisa belajar bersama disini tentang teknologi-teknologi yang anak belum pernah liat di sekolahan. Sangat baik sekali, fasilitas dan multimedianya lengkap, pegawai-pegawainya sangat ramah anak, dan anak begitu menikmati pada kunjungan siang hari ini,” ungkapnya.
Reza berharap semoga ke depannya SD Muhammadiyah bisa berkunjung kembali ke Dinas Kominfo dan bisa diagendakan lagi untuk kelas 3, 4, dan 6.(Rep Anis)




Media Tanam Pengaruhi Kualitas Tanaman

Ngaglik – Media hidup tanaman adalah tanah. Media yang baik tanah dan pupuk yang memenuhi kebutuhan tanaman.

“Tanah harus kita upayakan yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah di bawah pohon bambu adalah media tanam yang baik. Karena pohon bambu tak pernah terkena penyakit, di bawah pohon bambu ada mikroorganisme yang membantu tanaman. Jika mikroorganisme tidak seimbang, hasilnya jadi kurang baik. Karena itu jangan pakai bahan organik di polybag karena akan kebanyakan unsur dan jadi panas dan mati,” ujar Haryanto, Penyuluh Pertanian Kecamatan Ngaglik saat memberi penyuluhan kepada warga Padukuhan Penen, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Jumat (15/11/2019).

Dijelaskan Haryanto, media tanam yang baik minimal polybag ukuran 25 cm, lebih bagus bila ukuran 30-35 cm. Kemudian, gunakan arang sekam yaitu dibuat arang yang dibakar tapi tidak sampai hangus seperti arang untuk memanggang sate.

Arangnya lebih bagus dari bahan tempurung dan ruas bambu untuk menambah unsur Kalium. Serbuk gergaji juga bisa digunakan tapi harus difermentasikan dulu dengan air cucian beras, terasi, dan efektif mikroorganisme atau bakteri pengurai.

Efektif mikroorganisme bisa dibuat sendiri dengan ember cat ukuran 25 kg. Gunakan limbah rumah tangga berupa air cucian beras ditambahi tetes tebu 500 ml, lalu diberi leri. Kemudian tambahkan terasi seukuran kecil yang biasa dijual eceran sebanyak 4 potong. Rendam selama dua minggu, mikroorganisme sudah bisa untuk dicampur air dan digunakan untuk pupuk.

Dalam menanam juga harus bisa memprediksi, jenis hortikultura memerlukan 70% sinar matahari, sedangkan tanaman dengan produksi daun seperti sawi dan selada memerlukan 40% sinar.(KIM Ngaglik/Endarwati)