Sosialisasi e-Voting Pilkades 2020 Desa Sendangrejo Minggir

Minggir – Panitia Pilkades Sendangrejo, Minggir melaksanakan
sosialisasi dan simulasi e-Voting selama 3 hari dari Senin (2/12/2019) hingga Rabu
–(4/12/2019) di Aula Balai Desa Sendangrejo.

Sosialisasi dihadiri oleh Tim Teknis Utama Dinas PMD Sleman,
Sekdes Sendangrejo, Ketua Panitia Pilkades, serta warga Sendangrejo.

Peserta dibagi dalam setiap sesi yang diwakili 3 padukuhan dengan setiap padukuhan mengirimkan peserta 60 orang untuk 2 sesi pertemuan.

Katamso dari TTU PMD Sleman menyampaikan bahwa pemilihan secara elektronik pada prinsipnya memiliki tahapan yang sama dengan pemilihan-penmlihan yang selama ini telah dilaksanakan. “Bedanya dengan sistem elektronik pemilihan akan lebih mudah, akurat, cepat, dan tidak ada suara gugur,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Sekdes Sendangrejo, Dira
Nur Rahmawati, mengharapkan agar ilmu dari sosialisasi ini dapat disebarluaskan
kepada saudara dan warga lain yang tidak bisa hadir. (KIM Sendang Kapitu
Minggir)




Puskesmas Ngaglik ll Gugah Kesadaran Masyarakat akan Bahaya HIV/AIDS

Ngaglik
– Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk
menumbuhkan kesadaran terhadap bahaya AIDS yang disebabkan oleh virus HIV di
seluruh dunia. Selain itu momen peringatan ini juga mengajak seluruh lapisan
masyarakat untuk merubah stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan
HIV /AIDS) sebagai upaya untuk membantu memulihkan kepercayaan diri penderita.

Dalam
rangka memperingati hari AIDS Sedunia tersebut, Puskesmas Ngaglik II menggelar
serangkaian kegiatan di antaranya pembagian leaflet dan pita merah sebagai
simbol HIV/AIDS kepada pengguna kendaraan yang melintas di depan Pasar
Rejondani, Sariharjo dan kepada pengunjung dan karyawan di ruang tunggu
Puskesmas Ngaglik ll Donoharjo, Ngaglik, serta melakukan penyuluhan di tempat
yang sama pada Senin (2/12/2019).

Cicilia
Purwati, penanggungjawab kegiatan menjelaskan bahwa aksi tersebut sebagai wujud
sosialisasi terhadap visi 3M (baca: Three M) yaitu menemukan kasus HIV, mengobati
penderita yang telah terinfeksi HIV/AIDS, dan menghilangkan diskriminasi.

Dalam
paparannya Cicilia mengatakan bahwa selama ini petugas menghadapi kendala
terkait dengan penemuan kasus HIV yang terjadi di masyarakat. Hal ini
dikarenakan pada tahap awal orang tidak menyadari bahwa dirinya terkena HIV,
terlebih gejalanya tidak bisa dilihat dari ciri/penampilan fisik meski virus
sudah ada dalam tubuh orang tersebut dan berpotensi menular ke orang lain. “Kepada
penderita yang telah menyadari sekalipun masih ada yang enggan melaporkan ke
pihak Puskesmas karena perasaan malu sebagai akibat dari anggapan bahwa  HIV sering dikaitkan dengan penggunaan
narkotika, perilaku seks bebas dan menyimpang, serta anggapan  bahwa HIV bisa ditularkan dengan kontak fisik
atau berdekatan dengan ODHA,” bebernya.

Dalam
kesempatan ini, Cicilia juga mengkampanyekan pelayanan pengobatan bagi pasien
yang terinfeksi virus HIV/AIDS di Puskesmas Ngaglik II.

“Puskesmas
Ngaglik ll nantinya memberikan pengobatan gratis kepada ODHA yaitu pengobatan
ARV atau Anti Retro Viral yang harus diminum teratur dan berlangsung seumur
hidup untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA. Sampai saat ini memang belum
ditemukan obat yang secara ampuh mampu menyembuhkan HIV/AIDS akan tetapi dengan
obat yang ada nanti akan memperlambat perkembangan virus HIV menjadi AIDS.
Karena apabila sudah terkena AIDS daya tahan tubuh turun drastis sehingga si
pasien akan cepat terserang berbagai infeksi penyakit dan ini sangat
membahayakan jiwa penderita apalagi bila sudah terkena komplikasi,” terang
nya.

Cicilia
juga mengajak kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan terutama kepada
orang yang berisiko tertular HIV karena infeksi virus ini hanya dapat diketahui
dengan pemeriksaan darah di laboratorium. Begitu pula bagi ibu hamil dianjurkan
untuk test HIV agar terjamin kesehatan ibu dan bayinya.

“Sebagai
upaya deteksi dini infeksi HIV, dilakukan layanan pemeriksaan secara gratis,
mudah, cepat dan rahasia,” tuturnya.

Cicilia
juga meyakinkan kepada masyarakat bahwa HIV AIDS tidak ditularkan melalui
bersalaman/bersentuhan, berciuman, bertukar pakaian atau pun tinggal serumah
dengan penderita, berbagi minuman atau makanan, gigitan nyamuk/serangga.

“Karena
virus HIV terdapat di dalam darah, sperma, cairan vagina dan air susu ibu maka
penularan HIV hanya ditularkan melalui hubungan seksual, pemakaian jarum suntik
yang tidak steril serta air susu ibu ke bayinya” terangnya.

Di akhir penyuluhan,
Cicilia berharap bagi masyarakat umum yang telah mengetahui adanya ODHA di
lingkungannya hendaknya bersikap wajar, tidak mendiskreditkan dan memberi cap
negatif bagi penderita, serta tetap memberikan dukungan moral terhadapnya. “HIV
tidak mudah menular jadi jauhi penyakitnya jangan jauhi orangnya. Stop stigma
dan diskriminasi!” pesan Cicilia. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)




Warga Diminta Jaga Kelestarian Lingkungan dan Pelihara Sarana Air Bersih

Seyegan – Sarana air bersih di 25 Desa sasaran program
Pamsimas III se-Kabupaten Sleman diresmikan penggunaannya oleh Tri Saktiyana, Asisten
Sekretariat Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY yang mewakili Gubernur
DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Lapangan Padukuhan Klangkapan II, Desa
Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Senin (2/12/2019).

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Tri Saktiyana, Sri
Sultan Hamengku Buwono X berpesan untuk menjaga kelestarian air. “Dalam
falsafah Jawa, setiap manusia diwajibkan menjalankan lelaku. Wajib bagi kita
untuk merawat bumi dan seisinya. Dalam konteks pengelolaan air, sesanti kehidupan memayu ajining tirto
dapat diartikan sebagai upaya manusia memanfaatkan potensi air sekaligus
menjaga kelestariannya,” jelasnya.

Sri Sultan juga menambahkan bahwa dilihat dari sisi
spiritual, budaya, maupun sosial masyarakat dan juga ekonomi, manusia tak akan
pernah lepas dari peran air sebagai sumber sekaligus pengawal peradaban. Karena
itu Sri Sultan berharap semoga Pamsimas bisa dimanfaatkan secara optimal,
terpelihara dengan baik, dan pada akhirnya dapat bermanfaat bagi hajat hidup
orang banyak.

Program Pamsimas di Kabupaten Sleman telah dimulai sejak
tahun 2017 dengan sasaran lima desa di Kecamatan Prambanan. Kemudian meningkat
menjadi 10 desa di tahun 2018 dan pada tahun 2019 ini program Pamsimas
diselenggarakan di 25 desa yang tersebar di  11 kecamatan yaitu Kecamatan Ngemplak, Turi,
Ngaglik,  Pakem, Berbah, Kalasan, Sleman,
Seyegan, Cangkringan, Moyudan, dan Tempel. Jumlah ini meningkat 150%
dibandingkan tahun sebelumnya.

Pembangunan Pamsimas memanfaatkan sejumlah sumber dana yaitu
APBN Rp4,9  M, dana APBD  Rp1,75 M dan dana dari APBDes sebesar Rp950
juta. Di samping itu program Pamsimas juga dibiayai dari kelompok masyarakat
berupa dana incash (tunai) Rp380 juta dan dana in-kind (barang) sebesar Rp1,4
juta. Sehingga keseluruhan dana yang dimanfaatkan dalam program Pamsimas tahun
ini sebesar Rp9,4 M.

Dana ini digunakan untuk membangun jaringan air bersih di 25
desa yang dimanfaatkan oleh KK atau jiwa, juga untuk membangun
sarana cuci tangan di 132 SD dan 238 TK.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan bahwa keberhasilan program yang dicanangkan tidak semata-mata didasarkan pada besar anggaran yang diberikan. “Yang terpenting adalah komitmen para pelaksana termasuk kepala desa, perangkat desa, satuan pelaksana, dan kelompok keswadayaan masyarakat sehingga program yang dilaksanakan bisa beri kemanfaatan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat,” pesan Sri Purnomo.

“Diharapkan dengan keterlibatan masyarakat, maka
kemanfaatan program Pamsimas sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saya yakin jika
pembangunan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, maka sarana yang
terbangun dapat terpelihara dengan baik karena masyarakat selaku pengguna
memiliki rasa handarbeni (ikut memiliki) atas sarana yang telah terbangun,”
jelas Bupati Sleman ini.

Senada dengan Sri Sultan, Sri Purnomo juga berpesan untuk
menjaga kelestarian lingkungan. “Ketersediaan air bersih di kabupaten Sleman
akan terus terjaga jika kita dapat memelihara sumber air bersih dengan menjaga
kualitas lingkungan kita tetap hijau dan bersih,” pungkas Sri Purnomo.(KIM
Ngaglik/Endarwati).