Seyegan – Sarana air bersih di 25 Desa sasaran program
Pamsimas III se-Kabupaten Sleman diresmikan penggunaannya oleh Tri Saktiyana, Asisten
Sekretariat Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan DIY yang mewakili Gubernur
DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Lapangan Padukuhan Klangkapan II, Desa
Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Senin (2/12/2019).
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Tri Saktiyana, Sri
Sultan Hamengku Buwono X berpesan untuk menjaga kelestarian air. “Dalam
falsafah Jawa, setiap manusia diwajibkan menjalankan lelaku. Wajib bagi kita
untuk merawat bumi dan seisinya. Dalam konteks pengelolaan air, sesanti kehidupan memayu ajining tirto
dapat diartikan sebagai upaya manusia memanfaatkan potensi air sekaligus
menjaga kelestariannya,” jelasnya.
Sri Sultan juga menambahkan bahwa dilihat dari sisi
spiritual, budaya, maupun sosial masyarakat dan juga ekonomi, manusia tak akan
pernah lepas dari peran air sebagai sumber sekaligus pengawal peradaban. Karena
itu Sri Sultan berharap semoga Pamsimas bisa dimanfaatkan secara optimal,
terpelihara dengan baik, dan pada akhirnya dapat bermanfaat bagi hajat hidup
orang banyak.
Program Pamsimas di Kabupaten Sleman telah dimulai sejak
tahun 2017 dengan sasaran lima desa di Kecamatan Prambanan. Kemudian meningkat
menjadi 10 desa di tahun 2018 dan pada tahun 2019 ini program Pamsimas
diselenggarakan di 25 desa yang tersebar di 11 kecamatan yaitu Kecamatan Ngemplak, Turi,
Ngaglik, Pakem, Berbah, Kalasan, Sleman,
Seyegan, Cangkringan, Moyudan, dan Tempel. Jumlah ini meningkat 150%
dibandingkan tahun sebelumnya.
Pembangunan Pamsimas memanfaatkan sejumlah sumber dana yaitu
APBN Rp4,9 M, dana APBD Rp1,75 M dan dana dari APBDes sebesar Rp950
juta. Di samping itu program Pamsimas juga dibiayai dari kelompok masyarakat
berupa dana incash (tunai) Rp380 juta dan dana in-kind (barang) sebesar Rp1,4
juta. Sehingga keseluruhan dana yang dimanfaatkan dalam program Pamsimas tahun
ini sebesar Rp9,4 M.
Dana ini digunakan untuk membangun jaringan air bersih di 25
desa yang dimanfaatkan oleh KK atau jiwa, juga untuk membangun
sarana cuci tangan di 132 SD dan 238 TK.
Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan bahwa keberhasilan program yang dicanangkan tidak semata-mata didasarkan pada besar anggaran yang diberikan. “Yang terpenting adalah komitmen para pelaksana termasuk kepala desa, perangkat desa, satuan pelaksana, dan kelompok keswadayaan masyarakat sehingga program yang dilaksanakan bisa beri kemanfaatan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat,” pesan Sri Purnomo.
“Diharapkan dengan keterlibatan masyarakat, maka
kemanfaatan program Pamsimas sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saya yakin jika
pembangunan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, maka sarana yang
terbangun dapat terpelihara dengan baik karena masyarakat selaku pengguna
memiliki rasa handarbeni (ikut memiliki) atas sarana yang telah terbangun,”
jelas Bupati Sleman ini.
Senada dengan Sri Sultan, Sri Purnomo juga berpesan untuk
menjaga kelestarian lingkungan. “Ketersediaan air bersih di kabupaten Sleman
akan terus terjaga jika kita dapat memelihara sumber air bersih dengan menjaga
kualitas lingkungan kita tetap hijau dan bersih,” pungkas Sri Purnomo.(KIM
Ngaglik/Endarwati).