Puri Mataram, Wahana Milik BUMDes yang Berdayakan Masyarakat Sekitar

Sleman
– Berawal dari keresahan terhadap lahan desa yang tidak begitu produktif karena
tanahnya berpasir, namun lokasinya dekat dengan Pemerintah Daerah Sleman, Badan
Usaha Milik Desa (BUMDes) Tridadi Makmur mendirikan wahana wisata Puri Mataram
yang dilengkapi dengan resto. Tujuan utama pendirian Puri Mataram ini adalah sebagai destinasi wisata karena
belum ada tempat wisata di daerah tersebut.
Johan
Wiryanto, Sekretaris Bumdes
Tridadi Makmur memberikan keterangan bahwa resto dan wahana wisata tersebut
dikelola langsung oleh BUMDes
Tridadi Makmur dengan pemberdayaan masyarakat sekitar yang didukung dengan
tenaga profesional di posisi manajer, marketing, akunting, dan lain-lain.
“Semua
kegiatan dikelola oleh BUMDes
yang pekerjanya diambil dari warga sekitar, meskipun
tidak semuanya.
80 persen warga sekitar paling
banyak warga dari Dusun Drono,
20 persen tenaga profesional
seperti manajer,
marketing, akunting,
dan lain-lain, karena kalau kita tidak didukung dengan tenaga professional
tersebut nanti yatidak
jalan,
kan tidak mungkin kita mengurus semua sendirian,” ungkap Johan
saat ditemui di Puri Mataram, Desa Tridadi,
Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Minggu
(15/12/2019).
Saat
ini ada sekitar 56 karyawan tetap yang ditempatkan di bagian kebersihan,
taman, masak, pramusaji, kasir, dan lain-lain. Sementara itu ada lebih dari 100 orang warga Desa Tridadi yang menjadi
pemasok bahan kebutuhan seperti beras, sayur mayur, ikan,
lele, buah, dan lain-lain.
Disediakan
pula satu area yang dinamai
Pasar Ndelik yang
buka setiap Minggu Pagi dan dikelola oleh ibu- ibu
PKK Desa Tridadi. “Kita buat
pasar untuk mereka menjajakan makanan tradisional buatan mereka, nggak boleh makanan jaman modern, karena kita namanya Puri
Mataram
jadi memang ingin kembali ke jaman dulu ke gaya-gaya mataram,”
imbuh Johan.
Hasil
dari penjualan
di Pasar Ndelik tersebut, sekali
buka bisa mencapai omzet Rp1,5 sampai Rp2 juta
dengan keuntungan Rp400
ribuan. Ini bisa terjadi karena di hari
Minggu, pengunjung
yang datang ke Puri Mataram mencapai
orang, lebih banyak dibanding dengan
hari-hari lain.
Selain
resto dan wahana, juga ada
kafe yang diberi nama Ningrat Cafe
yang dikelola oleh para pemuda Tridadi. Kafe tersebut buka setiap hari dari
pukul WIB.
Selain
itu, saat ini telah disediakan 7 wahana wisata
yang dapat dinikmati pengunjung, di antaranya adalah Taman
Kitiran, Taman Bunga, Taman Kelinci, Taman Domba Merino, Taman Kaktus, Area
Tangkap Ikan, Terapi Ikan, dan Becak Air. Ada juga
taman kuda yang saat ini masih dalam proses pengerjaan
dan rencananya akan segera dibuka pada bulan Desember ini.
Johan berharap agar Puri Mataram bisa terus berkembang dan langgeng karena merupakan potensi desa yang hasilnya juga akan dikembalikan ke desa untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Desa Tridadi.(Anis)

