KOKAM Gelar Diklat bagi Pemuda

Moyudan – Bertempat di SMK Muhammadiyah Gamping, pada Sabtu (28/12/2019)
hingga Minggu (29/12/2019) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah
(KOKAM) Cabang Gamping melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) KOKAM
Tahun 2019.

Mengambil tema “Mencetak Kader Muhammadiyah yang Berkemajuan Siap Sedia Membela Islam dan Nusa”, diklat diawali dengan upacara pembukaan pada pukul WIB.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sleman Eko Sumardiyanto
yang bertindak selaku inspektur upacara dalam amanatnya mengingatkan tentang
sejarah berdirinya KOKAM dan tantangan KOKAM dalam menghadapi zaman ini.

Setelah upacara pembukaan, peserta yang terdiri dari pemuda
Islam di sekitar Kecamatan Gamping mendapatkan materi baris-berbaris. Materi
ini diampu oleh narasumber dari Koramil Gamping dan dilanjutkan materi pengaturan
lalu lintas oleh Polsek Gamping. Hari berikutnya dilaksanakan materi lapangan.
(KIM Moyudan/Harjito)




30 Santriwan-Santriwati TPA Babussalam Salakan Diwisuda

Gamping – Pengurus Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Babussalam menggelar khataman Alquran dan wisuda santri di halaman Musala Babussalam, Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (27/12/2019) malam.

Prosesi wisuda santri yang dipimpin oleh pengasuh TPA Babussalam, Slamet sarmadi dan Imtichanah Sanusi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, Kepala Padukuhan Salakan, Suyana, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Trihanggo, Sugeng Santosa.

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Mulyanto, disusul laporan ketua panitia, Sunarto, dan sambutan perwakilan orang tua para santri yang disampaikan oleh H. Muhammad Farid.

Acara inti dimulai dengan naiknya secara teratur 30 santri yang terdiri dari 13 santri khatam Alquran dan 17 santri khatam Juz Amma yang mengenakan baju toga lengkap di podium yang dipandu oleh pembawa acara, Azzahra Salsabila.

Menurut Slamet Sarmadi, penyelenggaraan wisuda santri merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun bagi santri yang berhasil khatam Alquran dan Juz Amma.

“Dengan semakin banyaknya santri yang berhasil khatam Alquran dan Juz Amma ini, kami berharap cita-cita menjadikan generasi penerus yang cerdas dan religius dapat terwujud. Untuk menjadi religius dasarnya adalah Alquran, karenanya pengetahuan tentang Alquran harus dimulai sejak anak-anak,” kata Slamet.

Setelah mengalungkan samir dan memberikan piagam penghargaan kepada para santri yang telah diwisuda, Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun menyampaikan sambutan di hadapan tamu undangan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman, saya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, dan mengajak semua warga masyarakat untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia, generasi yang islami, maupun generasi yang Qur’ani. Semoga wisudawan wisudawati tersebut dapat bermanfaat bagi diri pribadinya, orang tuanya, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya sehingga dapat meringankan tugas dan tanggung jawab sebagai orang tuanya dalam menjalankan amanah dari Allah yang maha kuasa,” tutur Hj. Sri Muslimatun.

Selanjutnya, Wakil Bupati Sleman berterima kasih kepada orang tua para santri dan khususnya warga masyarakat Padukuhan Salakan dan sekitarnya yang telah mendukung adanya kegiatan TPA di Musala Babbusalam.

Setelah acara wisuda santri selesai, dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim piatu warga Padukuhan Salakan sebanyak 7 orang yang secara simbolis diserahkan oleh Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono.

Kegiatan bertajuk Attasyakur Lil Khotmil Quran ini diakhiri dengan pengajian akbar menghadirkan pembicara KH. Raden Said Asrori dari Tempuran, Magelang yang menyampaikan Mauidho Khasanah tentang mendidik anak yang saleh dan salehah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Melintas Masa Merengkuh Asa, Reuni Akbar Alumni SMPN 2 Turi

Sleman – 600 alumni SMP N 2 Turi angkatan 1981 sampai 2014 hadir
menjalin silaturahim dan bernostalgia di sekolah yang selama 3 tahun memberikan
pendidikan bagi mereka, Sabtu (28/12/2019).

Widodo , selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Turi  mengucapkan selamat datang kepada para alumni yang hadir. “Selamat bertemu lagi dengan sesama rekan angkatan alumni dan harapannya wadah alumni bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan kerjasama untuk mengembangkan sekolah kita,” ucapnya.

Selain reuni akbar, dalam kesempatan tersebut sekaligus menjadi
momen lahirnya Ikatan Keluarga Alumni SMP N 2 Turi (IKABA). Adapun susunan pengurus
IKABA adalah Ketua Astuti Widayati SH, MHLi (Angkatan 1983),  drg Ratih Indriasari (angkatan 1991), Marwadi
(angkatan 1989), Sekretaris Desi Duwi Astuti (angkatan 2001), Arief Hartanto,SE
(angkatan 1987), serta Bendahara Siti Rumaisah (angkatan 1984), Siti Zaidatul,
(angkatan 1999), beserta jajaran.

Kepala dinas Pendidikan Sleman Dra. Sri Wantini, , yang hadir dan melantik IKABA menyampaikan apresiasinya kepada alumni yang telah mewadahi, membantu pengembangan dan kemajuan SMPN 2 Turi Sleman, serta memberikan manfaat untuk dunia pendidikan tersebut.

“Tantangan ke depan pendidikan mengharuskan penguasaan teknologi, pengetahuan dan akhlak moral yang tinggi, bahasa sebagai wujud pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” tandasnya.

Rangkaian acara reuni ini meliputi pemberian tali asih mantan
guru dan kepala sekolah, penyerahan hymne alumni SMPN2 Turi dari penggubahnya
Erwin Setiawati yang juga merupakan alumni Angkatan 1984, juga dilakukan donor
darah dengan 50 peserta, bazar aneka produk alumni dilanjutkan senam massal
yang diselingi pembagian doorprize. (Arief Hartanto)




Desa Triharjo Tingkatkan Keakraban Masyarakat dan Pemerintah Desa melalui Pordes

Sleman – Pekan Olahraga Desa (Pordes) menjadi kegiatan rutin tahunan yang dilakukan setiap desa. Setiap desa memiliki program sendiri untuk meramaikan kegiatan tersebut, begitu pula Desa Triharjo di Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman ini.

Perayaan
Pordes 2019 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Yang biasanya mengadakan pertandingan
olahraga, kali ini untuk menambah keakraban antara masyarakat dan pemerintah
desa, pemerintah desa Triharjo mengadakan jalan santai dan senam bersama dengan
tema Pordes Partisipasi Masyarakat.

Sujoko
Suroso, Kepala Seksi Pelayanan Pemerintah Desa Triharjo sebagai Ketua Panitia Pordes
memberikan keterangan bahwa kegiatan tersebut sekaligus untuk memperingati Hari
Ibu dan menjadi ajang kompetisi atas partisipasi masyarakat.

“Karena
namanya partisipasi masyarakat, dari 12 padukuhan yang ada di Desa Triharjo sengaja
nanti kita ambil yang masyarakatnya datang paling banyak, kita menunjuk satu
petugas daftar hadir untuk setiap padukuhan, dari daftar hadir itu setelah
dihitung kita ambil 3 padukuhan yang terbanyak kita kasih hadiah kambing,”
ungkap Joko saat ditemui di Balai Desa Triharjo pada Minggu, (29/12/2019).

Selain
kambing, terdapat pula beberapa hadiah utama lainnya dan sekitar 180 doorprize yang disiapkan untuk
masyarakat Triharjo yang hadir.

Joko
juga menyampaikan bahwa dengan kegiatan tersebut sebagai bentuk andil
pemerintah desa dalam mendukung program pola kesehatan dari pemerintah. Bisa menanamkan
kepada masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat sesuai dengan makna pertama
slogan Sleman Sembada.

Dengan adanya kegiatan tersebut Irawan selaku Kepala Desa Triharjo berharap bisa menjaga kerukunan dan kekompakan bersama. “Semoga dengan kegiatan seperti pagi hari ini selalu menjaga kerukunan dan kekompakan kita bersama, mudah-mudahan di tahun yang akan datang kami atas nama pemerintah Desa Triharjo bisa menyelenggarakan kegiatan ini lebih meriah lagi karena melihat partisipasi dan antusias dari seluruh masyarakat Desa Triharjo,” ungkap Irawan.(Anis)




Dialog Budaya Bersama Gubernur DIY di Desa Sinduharjo

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan
kegiatan dialog budaya di Balai Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten
Sleman, Jumat (27/12/2019).

Kegiatan ini selain dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan
Hamengkubuwono ke X, juga dihadiri oleh ketua DPRD DIY, Wakil Bupati Sleman,
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, muspika, perangkat desa dan tokoh seni budaya dari
lima kabupaten/kota di DIY. Dalam acara ini sekaligus dilakukan penyerahan
bantuan alat gamelan dan pakaian pengrawit.

“Pada tahun 2019 ini kita memberikan bantuan untuk 53
kelompok pelaku seni dan budaya berupa seperangkat gamelan perunggu dan besi ,
alat hadroh, alat musik dan pakaian pengrawit,” kata Aris Eko Nugroho, Kepala
Dinas Kebudayaan DIY saat memberikan laporan.

Di samping pemberian bantuan langsung oleh Sri Sultan
Hamengkubuwono X, acara dilanjutkan dengan dialog budaya berkaitan dengan
kegiatan seni dan budaya.(KIM Ngaglik/Spn).