Laporan Pertanggungjawaban BKM Sinduharjo Diterima

Ngaglik – Rembuk Warga Tahunan Badan
Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sinduharjo tahun 2020 berlangsung
di Aula Desa Sinduharjo, Senin (30/12/2019).

53 warga mengikuti agenda tahunan BKM yang meliputi penyerahan laporan pertanggungjawaban 2019, serta pengesahan RAB dan program kerja di tahun 2020 ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sayuti sebagai Pendamping BKM dari Kabupaten Sleman mengatakan bahwa pemberian jambanisasi dan sembako bagi warga miskin kini menggunakan dana alokasi Unit Pelaksana Lapangan (UPL) dan Unit Pelaksana Sosial (UPS). Dana alokasi ini dikatakannya menggantikan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) dari pusat maupun daerah yang sebelumnya diterima.

Setelah dilakukan sesi tanya jawab, peserta yang hadir
menerima laporan dilanjutkan proses tanda tangan berita acara oleh pimpinan
sidang, BKM, pendamping, Pemerintah Desa Sinduharjo, dan tokoh masyarakat. (Kim
Ngaglik/Spn)




Solusi Sleman Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Masyarakat

Pemkab Sleman berkomitmen melakukan pemberdayaan masyarakat
guna meningkatkan daya saing ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan. Demikian
disampaikan Pustopo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kop UKM) dalam
kegiatan Sosialisasi Peningkatan Penguatan Kapasitas Permodalan dan Usaha
Ekonomis yang digelar Dinas Kominfo Sleman pada Selasa (31/12/2019) di RM
Pringsewu, Jalan Magelang.

Pustopo membeberkan pihaknya menyusun beberapa strategi agar
komitmen tersebut dapat terwujud. “Kami melakukan upaya peningkatan peran serta
masyarakat contohnya dengan pemberdayaan Kelompok Masyarakat melalui UPK, BKM, Kube,
PKK desa, dan kelompok usaha
lainnya menjadi kelompok yang berbadan hukum,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Kop UKM juga berupaya melakukan pemberdayaan
Pelaku Usaha Mikro melalui penumbuhan wirausaha pemula, kerjasama magang, dan kemitraan usaha, serta melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM secara
berkelanjutan dengan tenaga konsultan yang kompeten melalui layanan PLUT.

“PLUT ini jasa konsultasi non finansial
untuk beberapa masalah KUMKM, layanannya beragam, ada konsultasi dan mentoring
bisnis, promosi dan pemasaran, kemitraan, bahkan pelatihan,” tukas Pustopo.

Ditambahkan Pustopo, meski
pihaknya tidak dapat memberikan bantuan finansial pada layanannya, dirinya
tetap memberi bantuan pada masyarakat yang ingin memiliki akses pada Lembaga Ekonomi dan Keuangan. Seperti
diketahui, Dana Penguatan Modal atau Dana Bergilir yang dikelola Badan Keuangan dan Aset Daerah
Kabupaten Sleman ini menjadi salah satu solusi pinjaman bagi masyarakat yang
ingin meningkatkan usahanya.

Ahmad Sudarsana, Kepala UPTD Pengelolaan Dana Penguatan Modal, Badan Keuangan dan Aset Daerah Sleman yang juga hadir dalam kesempatan tersebut pun menjelaskan lebih lanjut terkait kriteria penerima Dana Penguatan Modal ini.

“Tentunya penerima harus sudah memiliki usaha atau kegiatan, kemudian
tidak
sedang menerima dana pinjaman dari APBD, berdomisili usaha di wilayah Sleman dan ber-KTP Kabupaten
Sleman, pribadi maupun kelompok dapat menerima
DPM ini,” jabar Ahmad Sudarsana.

Dikatakannya, per November 2019 setidaknya 44 miliar DPM
telah bergulir. Masyarakat menurutnya dapat melakukan pinjaman dengan jangka
waktu 1 hingga 3,5 tahun dengan bunga tetap.

“Untuk DPM ini BKAD memiliki mitra kerja di beberapa
perangkat daerah atau kami sebut dengan SKPD teknis, seperti bagi koperasi dan
pelaku UMK di Dinas Kop UMK, kemudian kelompok tani dan usaha
perorangan pertanian bisa
melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan,” lanjutnya.

Untuk masyarakat yang membutuhkan DPM ini, Ahmad mengatakan masyarakat
dapat menghubungi SKPD Teknis yang selanjutnya akan melakukan proses verifikasi
dan penilaian terhadap proposal pemohon sebelum pada akhirnya dinyatakan layak maupun
tidak menerima DPM.




KOKAM Gelar Diklat bagi Pemuda

Moyudan – Bertempat di SMK Muhammadiyah Gamping, pada Sabtu (28/12/2019)
hingga Minggu (29/12/2019) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah
(KOKAM) Cabang Gamping melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) KOKAM
Tahun 2019.

Mengambil tema “Mencetak Kader Muhammadiyah yang Berkemajuan Siap Sedia Membela Islam dan Nusa”, diklat diawali dengan upacara pembukaan pada pukul WIB.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Sleman Eko Sumardiyanto
yang bertindak selaku inspektur upacara dalam amanatnya mengingatkan tentang
sejarah berdirinya KOKAM dan tantangan KOKAM dalam menghadapi zaman ini.

Setelah upacara pembukaan, peserta yang terdiri dari pemuda
Islam di sekitar Kecamatan Gamping mendapatkan materi baris-berbaris. Materi
ini diampu oleh narasumber dari Koramil Gamping dan dilanjutkan materi pengaturan
lalu lintas oleh Polsek Gamping. Hari berikutnya dilaksanakan materi lapangan.
(KIM Moyudan/Harjito)




30 Santriwan-Santriwati TPA Babussalam Salakan Diwisuda

Gamping – Pengurus Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA) Babussalam menggelar khataman Alquran dan wisuda santri di halaman Musala Babussalam, Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Jumat (27/12/2019) malam.

Prosesi wisuda santri yang dipimpin oleh pengasuh TPA Babussalam, Slamet sarmadi dan Imtichanah Sanusi ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, Kepala Padukuhan Salakan, Suyana, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Trihanggo, Sugeng Santosa.

Acara diawali dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Mulyanto, disusul laporan ketua panitia, Sunarto, dan sambutan perwakilan orang tua para santri yang disampaikan oleh H. Muhammad Farid.

Acara inti dimulai dengan naiknya secara teratur 30 santri yang terdiri dari 13 santri khatam Alquran dan 17 santri khatam Juz Amma yang mengenakan baju toga lengkap di podium yang dipandu oleh pembawa acara, Azzahra Salsabila.

Menurut Slamet Sarmadi, penyelenggaraan wisuda santri merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun bagi santri yang berhasil khatam Alquran dan Juz Amma.

“Dengan semakin banyaknya santri yang berhasil khatam Alquran dan Juz Amma ini, kami berharap cita-cita menjadikan generasi penerus yang cerdas dan religius dapat terwujud. Untuk menjadi religius dasarnya adalah Alquran, karenanya pengetahuan tentang Alquran harus dimulai sejak anak-anak,” kata Slamet.

Setelah mengalungkan samir dan memberikan piagam penghargaan kepada para santri yang telah diwisuda, Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun menyampaikan sambutan di hadapan tamu undangan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman, saya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, dan mengajak semua warga masyarakat untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia, generasi yang islami, maupun generasi yang Qur’ani. Semoga wisudawan wisudawati tersebut dapat bermanfaat bagi diri pribadinya, orang tuanya, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya sehingga dapat meringankan tugas dan tanggung jawab sebagai orang tuanya dalam menjalankan amanah dari Allah yang maha kuasa,” tutur Hj. Sri Muslimatun.

Selanjutnya, Wakil Bupati Sleman berterima kasih kepada orang tua para santri dan khususnya warga masyarakat Padukuhan Salakan dan sekitarnya yang telah mendukung adanya kegiatan TPA di Musala Babbusalam.

Setelah acara wisuda santri selesai, dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim piatu warga Padukuhan Salakan sebanyak 7 orang yang secara simbolis diserahkan oleh Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono.

Kegiatan bertajuk Attasyakur Lil Khotmil Quran ini diakhiri dengan pengajian akbar menghadirkan pembicara KH. Raden Said Asrori dari Tempuran, Magelang yang menyampaikan Mauidho Khasanah tentang mendidik anak yang saleh dan salehah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Melintas Masa Merengkuh Asa, Reuni Akbar Alumni SMPN 2 Turi

Sleman – 600 alumni SMP N 2 Turi angkatan 1981 sampai 2014 hadir
menjalin silaturahim dan bernostalgia di sekolah yang selama 3 tahun memberikan
pendidikan bagi mereka, Sabtu (28/12/2019).

Widodo , selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Turi  mengucapkan selamat datang kepada para alumni yang hadir. “Selamat bertemu lagi dengan sesama rekan angkatan alumni dan harapannya wadah alumni bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan kerjasama untuk mengembangkan sekolah kita,” ucapnya.

Selain reuni akbar, dalam kesempatan tersebut sekaligus menjadi
momen lahirnya Ikatan Keluarga Alumni SMP N 2 Turi (IKABA). Adapun susunan pengurus
IKABA adalah Ketua Astuti Widayati SH, MHLi (Angkatan 1983),  drg Ratih Indriasari (angkatan 1991), Marwadi
(angkatan 1989), Sekretaris Desi Duwi Astuti (angkatan 2001), Arief Hartanto,SE
(angkatan 1987), serta Bendahara Siti Rumaisah (angkatan 1984), Siti Zaidatul,
(angkatan 1999), beserta jajaran.

Kepala dinas Pendidikan Sleman Dra. Sri Wantini, , yang hadir dan melantik IKABA menyampaikan apresiasinya kepada alumni yang telah mewadahi, membantu pengembangan dan kemajuan SMPN 2 Turi Sleman, serta memberikan manfaat untuk dunia pendidikan tersebut.

“Tantangan ke depan pendidikan mengharuskan penguasaan teknologi, pengetahuan dan akhlak moral yang tinggi, bahasa sebagai wujud pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” tandasnya.

Rangkaian acara reuni ini meliputi pemberian tali asih mantan
guru dan kepala sekolah, penyerahan hymne alumni SMPN2 Turi dari penggubahnya
Erwin Setiawati yang juga merupakan alumni Angkatan 1984, juga dilakukan donor
darah dengan 50 peserta, bazar aneka produk alumni dilanjutkan senam massal
yang diselingi pembagian doorprize. (Arief Hartanto)