Muscab IBI Sleman Hasilkan Ketua Terpilih

Sleman – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sleman sukses menghelat acara Musyawarah Cabang VIII untuk memilih kepengurusan baru, Mengambil tema “Bidan Garda Terdepan Mengawali Kesehatan Maternal Neonatal Melalui Germas dan Pelayanan Berkualitas”, muscab ini menghasilkan ketua terpilih Siti Purwanti untuk periode 2018-2023.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh seluruh anggota Cabang Sleman, dan panitia yang bekerja keras demi suksesnya acara muscab ini dan tentunya perjuangan bidan di Sleman masih panjang untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak yang menjadi tugas mulia para bidan. Semoga amanah yang diberikan dapat kami laksanakan dengan baik,” ujar ketua terpilih, Siti Purwanti dalam muscab yang digelar di Aula Bappeda Kabupaten Sleman, Sabtu (14/12/2019).

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang menghadiri muscab ini menyampaikan harapannya pada pengurus terpilih. “Peran bidan sangat penting dalam pembangunan di bidang kesehatan, peningkatan peran bidan yang maksimal akan mengurangi angka kematian ibu dan bayi, yang dapat dicegah seminimal mungkin di Sleman,” kata Sri Muslimatun.

Hal ini diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Joko Hastaryo, yang menggarisbawahi bahwa angka kematian ibu dan bayi di Sleman bisa ditekan dengan peran serta semua pemangku kepentingan. Peran bidan disini menjadi sangat utama dengan peningkatan pelayanan yang berkualitas.

Muscab ini dihadiri 200 pengurus dan anggota IBI Sleman. Selain memilih ketua, muscab juga menghasilkan 4 pengurus harian yang nantinya akan membantu tugas ketua IBI Sleman dalam menjalankan roda organisasi. (Arif Hartanto)




HUT Ke 73, Desa Tridadi Adakan Gelar Potensi Desa

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-73, Pemerintah Desa Tridadi Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Bumdes Tridadi Makmur menggelar acara potensi desa dengan menampilkan 15 potensi padukuhan dan 8 potensi dari lembaga masyarakat Desa Tridadi. Acara tersebut akan berlangsung dari tanggal 13-14 Desember 2019 di wahana wisata Puri Mataram, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman.

Nurul Amin Iskandar, Kasi Pelayanan Desa Tridadi memberikan keterangan bahwa ini merupakan tahun pertama menggelar potensi desa di Puri Mataram, sebuah wahana wisata yang dikelola BUMDes Tridadi. “Karena kita sudah memiliki Puri Mataram dan pengunjungnya pun sudah banyak, maka kita bersinergi dengan BUMDes dalam rangka HUT kali ini bisa memunculkan potensi-potensi yang ada di padukuhan wilayah Tridadi, sehingga munculah ide menggelar potensi di Puri Mataram ini,” ungkapnya saat ditemui di Puri Mataram, Sabtu (13/12/2019).

Menurut Nurul Amin, gelar potensi desa ini selain untuk memperkenalkan bahwa di desa Tridadi ada dusun-dusun yang mempunyai potensi yang bisa dipamerkan, juga diharapkan nantinya pontensi-potensi tersebut bisa dikelola dengan maksimal dan bisa menambah pendapatan bagi masyarakat Tridadi. Pemdes bersama BUMDes juga akan menyediakan satu joglo khusus di Puri Mataram sebagai fasilitas bagi UMKM untuk bisa memamerkan produk-produk mereka di setiap harinya.

“Ke depan ada kerjasama dengan Bumdes, ada joglo khusus stan produk UMKM yang bisa buka setiap hari. Berhubung baru gelaran pertama, mungkin masih banyak hal-hal yang belum sempurna, tapi paling tidak ini menjadi awal kami mencoba untuk menampilkan potensi padukuhan yang setiap tahun akan terus kita adakan,” pungkas Nurul.

Selain gelar potensi desa, akan diadakan pula senam masal pada hari Minggu, 15 Desember 2019 pukul WIB. Sedangkan puncak acaranya pada Senin, 23 Desember 2019 akan ada pengajian dan hadroh bersama KH. Gus Manshur Chadziq.(Anis)




Pelaksanaan BIAS di Kecamatan Ngemplak Dievaluasi

Ngemplak – Capaian program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di wilayah Kecamatan Ngemplak untuk tahun 2019 ini memenuhi target dengan hampir terlaksana 100%. Hanya 1 % saja dari seluruh sasaran yang belum bisa terjangkau dikarenakan kontraindikasi dan pemahaman imunisasi yang belum baik.

“Ke depan diharapkan kerjasama terus dilakukan lintas sektoral untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada. Capaian ini sudah sangat baik dan memberi kontribusi terhadap capaian DIY yang biasanya menempati peringkat pertama dalam bulan imunisasi,” ujar Seruni, Kepala Puskesmas Ngemplak I saat evaluasi BIAS di Puskesmas Ngemplak I, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (12/12/2019).

Evaluasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari program bulan imunisasi dalam pengendalian penyakit Difteri dan penyakit Campak jangka panjang melalui imunisasi DT (diphteria tetanus), Td (Tetanus Diphteria) dan TT di Kecamatan Ngemplak. Imunisasi yang diberikan pada BIAS ada dua jenis yaitu: Vaksin DT pada anak kelas I dan vaksin Td untuk kelas II dan III. Sasaran kegiatan BIAS adalah seluruh anak di 18 sekolah dengan jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan pondok pesantren.

Pada pelaksanaan BIAS ini, sarana yang diberikan pemerintah disimpulkan sudah sangat baik terutama kualitas vaksin dan juga standar pelayanan seperti satu jarum suntik untuk satu anak. Nurhastiani, Kepala Puskesmas Ngemplak II menambahkan bahwa imunisasi yang dilakukan bertujuan untuk menyehatkan komunitas, bukan individu.

Dalam evaluasi ini, sosialisasi dan edukasi menjadi perhatian yang utama dengan melakukan pertemuan lintas sektoral. Sosialisasi diberikan dalam bentuk tayangan film testimoni warga masyarakat yang mendapatkan manfaat dari imunisasi dan terus disampaikan terutama di lingkungan warga masyarakat yang sulit menerima program imunisasi. Selain itu juga dilakukan penyuluhan dengan mendatangi sekolah-sekolah.

Berbagai unsur masyarakat dari unsur muspika, perangkat desa, sekolah, komite sekolah dan kepemudaan sangat antusias mendukung kegiatan imunisasi. Berbagai masukan dan informasi juga disampaikan dalam kesempatan tersebut. Harapannya adalah memastikan seluruh anak usia sekolah yang ada di wilayah kecamatan Ngemplak telah mendapatkan imunisasi sehingga masyarakat menjadi sehat dan cerdas dan sejahtera. (Nuradi/KIM Ngemplak)




Ikhsan Waluyo Resmi Jabat Camat Gamping Baru

Gamping – Serah terima jabatan (Sertijab) Camat Gamping dari pejabat lama Arif Marwoto kepada Camat Gamping yang baru, Ikhsan Waluyo dilaksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan Gamping disaksikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sleman, Priyo Handoyo dan Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Samsul Bakri, Kamis (12/12/2019).

Selain sertijab Camat, juga dilakukan sertijab Ketua PKK Kecamatan Gamping dari Ari Listyorini kepada Marlina Dwi Pratiwi, disaksikan oleh Camat Gamping yang baru.

Prosesi sertijab dihadiri Kapolsek Gamping, Kompol Sudaryo, Wadanramil 17/Gamping, Kapten Kusno, Kepala Puskesmas Gamping I, drg. Izah, Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji, Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Kecamatan Gamping, Endi Sudarma, Kepala Desa Balecatur, Hj. Sebrat Haryanti, Kepala Desa Nogotirto, Faizin, Kepala Desa Trihanggo, Herman Budi Pramono, Pj. Kepala Desa Banyuraden, R. Hery Subagio, perwakilan KUA Gamping, tokoh agama, tokoh masyarakat, Gabungan relawan se-Kecamatan Gampung, seluruh organisasi di pemerintah kecamatan gamping, termasuk Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna, Djoko Purwono, didampingi Sekretaris KIM, Adnan Iman Nurtjahjo.

Dalam menyampaikan kata perpisahan kepada segenap hadirin, Arif Marwoto yang didampingi istrinya berpesan kepada Camat Gamping yang baru untuk tetap menjalin sinergitas antara pemerintah Kecamatan Gamping dengan segenap lapisan masyarakat dan seluruh Struktur Organisasi Tingkat Kecamatan Gamping dalam menjalankan roda kepemimpinannya.

“Gamping memiliki banyak kegiatan besar yang melibatkan banyak warga. Sebagai contoh acara tahunan ‘Gamping Gegayengan’ yang membutuhkan partisipasi tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya untuk menyukseskan berlangsungnya kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian warga gamping ini,” pesan Arif dihadapan tamu undangan.

Arif menambahkan, sebetulnya dirinya ingin ikut aktif melaksanakan hajat pemilihan kepala desa serentak se-Kabupaten Sleman yang akan dilangsungkan 29 Maret 2020 mendatang di Desa Banyuraden dan Desa Balecatur di wilayah Kecamatan Gamping, serentak berbarengan dengan 49 desa, 718 padukuhan di 17 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sleman. Namun, pada tanggal 2 Desember 2019 lalu pindah tugas sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman.

“Walaupun saya sudah tidak menjabat sebagai Camat Gamping, tali silaturahmi antar kita semoga tetap terjalin baik. Menyambung tali silaturahmi bisa dilakukan kapan saja. Menjalin dan menyambung kembali hubungan baik bisa melipatgandakan kebaikan dan keberkahan, juga meluaskan rejekinya dan dipanjangkan umurnya,” ucap Arif berkaca-kaca.

Di akhir prosesi sertijab, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sleman menyampaikan selamat bertugas di Kecamatan Gamping kepada Ikhsan Waluyo, dan menyatakan kesiapan pemerintah Kabupaten Sleman untuk melangsungkan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2020 dengan sistem elektronik voting kepada seluruh hadirin.

“Dengan adanya pilkades secara e-voting kita memiliki beberapa keuntungan, di antaranya mudahnya pemilih dalam memberikan suara, serta proses penghirtungan perolehan suara menjadi lebih cepat dan akurat,” tutup Ayok sapaan akrabnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Belajar dan Berani Kunci Jadi Pelaku Usaha Kuliner

Cangkringan – Melihat potensi perempuan yang berprofesi
sebagai pengusaha dan calon pengusaha kuliner di Desa Argomulyo membuat Pemerintah
Desa Argomulyo merasa perlu mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Kuliner.

Menghadirkan 2 narasumber pelaku usaha kuliner yang berasal
dari wilayah Cangkringan, pelatihan berlangsung pada Rabu (11/12/2019)
bertempat di Aula Balai Desa Argomulyo Cangkringan.

Ir Haryadi selaku Kepala Seksi Pelayanan Desa Argomulyo
menyampaikan kepada para peserta pelatihan agar bersedia belajar bersama dalam
hal manajemen untuk melakukan usaha, sekaligus bisa menangkap peluang usaha kuliner
terutama bagi para perempuan dan PKK di Desa Argomulyo.

“Dan tentunya bisa menyerap lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Widi selaku narasumber pertama membeberkan bahwa sebagai
pelaku usaha kuliner harus mau belajar serta berani membuat sebuah produk
dengan visi dan misi yang konsisten.

“Dalam hal berusaha kuliner dalam hal keuntungan harus
berani berkisar 35% dari modal yang dikeluarkan, misal kita bermodal seribu setiap
produk maka kita berani menjual dengan harga 1350,” ujar pemilik Warung Widi HD
ini.

Sementara Naryono selaku narasumber kedua, pemilik warung
RBM (Resto Bonda Merapi) menyampaikan setiap pelaku usaha pasti memiliki visi
dan misi serta sejarah dalam menjalankan usaha berbeda-beda.

“Jangan pernah membandingkan kemampuan diri sendiri dengan
kesuksesan oranglain. Fokus dengan apa yang kita upayakan,” sarannya kepada
para peserta.

Naryono menambahkan bahwa masyarakat ke tempat kuliner bukan
hanya untuk makan saja melainkan juga untuk refreshing.

“Oleh karena itu buat produk sekreatif mungkin dan memiliki
citarasa yang enak dan konsisten,” tambahnya.

Di akhiri oleh Naryono membeberkan bahwa dalam setiap usaha
harus peduli terhadap lingkungan dengan bersiap dalam mengelola sampah dan
limbah, jangan hanya senang dengan hasil tanpa memperhatikan dampak lingkungan.
(KIM Cangkringan/Marmansyah)