Upaya Mancing Mania Lestarikan Lingkungan

Wilayah Yogyakarta yang dilintasi banyak sungai besar dan kecil, selokan, dan terdapat banyak embung serta kawasan pantai dan laut telah mendorong animo masyarakat yang memiliki hobi memancing.

Amrin Fajar Aristanto salah satunya. Ia bersama teman-temannya membentuk komunitas Mancing Mania Jogjakarta (MMJ) pada 12 Maret 2012.

Fajar mengisahkan terbentuknya komunitas MMJ berawal dari seringnya bertemu dan berkumpul manakala mereka memancing bersama. Kemudian membentuk suatu perkumpulan agar para pemancing saling mengenal dan terkoneksi satu sama lain, sehingga terjalin solidaritas dan ikatan persaudaraan yang kuat.

“Hobi positif bila dilakukan sendirian tidak akan mempunyai manfaat yang signifikan pada orang lain dan lingkungan sekitar. Hobi akan lebih asyik bila dilakukan bersama dengan teman yang memiliki visi dan misi yang sama. Jadi dengan membangun komunitas maka hobi akan berkembang lebih pesat karena lebih teratur dan terarah,” kata Fajar saat ditemui di Embung Jetis Suruh, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,Jumat (17/01/2020).

Untuk mempermudah koordinasi MMJ kemudian membuat grup di media sosial Facebook yang saat ini telah beranggotakan orang. “Jumlah tersebut tidak saja berasal dari Jogja dan sekitarnya tetapi juga seluruh Indonesia bahkan banyak yang bermukim di luar negeri,” terangnya.

Dari grup medsos yang terbentuk tersebut banyak hal yang bisa diinformasikan ke anggota. Selain pengetahuan tentang memancing baik teknik maupun pengalaman para pemancing, juga ada informasi even, upaya pelestarian lingkungan, berbagai kegiatan komunitas, serta kampanye ilegal fishing. Tak hanya itu, mereka juga melakukan penggalangan dana untuk kegiatan MMJ Peduli yang telah banyak membantu korban bencana alam ataupun membantu anggota yang mengalami musibah.

“Dana berasal dari anggota serta penjualan merchandise yang disediakan di outlet MMJ di Jalan Ngampilan, Kota Yogyakarta,” ungkap Fajar.

Fajar beranggapan sebagai sebuah komunitas, MMJ haruslah memiliki komitmen melakukan hal positif agar bermanfaat bagi masyarakat. Di antaranya aktif turut serta menjaga keseimbangan ekosistem atau kelestarian lingkungan. “Ini dilakukan dengan menebar benih ikan di beberapa sungai atau embung di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, menjaga kebersihan sungai, memasang papan larangan untuk setrum ikan atau penggunaan bahan kimia, giat kampanyekan Anti ilegal fishing, serta menjaga spesies ikan tertentu yang tergolong langka agar tidak cepat punah keberadaannya,” aku Fajar.

Kiprah yang dilakukan MMJ saat ini adalah bagian dari upaya Fajar dan kawan-kawannya yang berusaha mematahkan stigma negatif yang selama ini berkembang di masyarakat, bahwa orang yang gemar memancing adalah pemalas dan hanya menghabiskan waktu saja.(Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




Bawaslu Imbau KPU Sleman Ikuti Prosedur Rekrut PPK

Mulai 15 Januari 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman secara resmi telah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi penyelenggara pemilihan sebagai Panitia
Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Sleman Tahun 2020. Pengumuman pendaftaran PPK oleh KPU Kabupaten Sleman melalui surat nomor 004/ ini sudah bisa dilihat di website KPU Kabupaten Sleman.

Menindaklanjuti hal tersebut, Koordinator Divisi Pengawasan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman, Karim Mustofa mewanti-wanti agar proses seleksi dilakukan sesuai aturan dan prosedur.

“Kami sudah mengimbau sebagai bentuk pencegahan dengan cara mengirim surat kepada KPU Sleman dengan nomor surat 021/BAWASLU-SLM/K/PM/01/2020 agar proses rekrutmen jangan sampai ada kesalahan prosedur dan administrasi lainnya dalam perekrutan PPK,” jelas Karim dalam siaran persnya, Rabu (15/1/2020) di Hotel Grand Keisha, Condongcatur, Sleman.

Rekrutmen PPK sendiri telah dibuka secara umum untuk masyarakat Sleman yang telah memenuhi syarat sebagai pendaftar. Mengenai persyaratan yang harus dipenuhi juga bisa dilihat dalam pengumuman tersebut seperti usia paling rendah 17 tahun, dan maksimal 60 tahun, berdomisili di wilayah kerja PPK, dan belum pernah menjabat sebanyak 2 (dua) periode dalam jabatan yang sama sebagai anggota PPK.

Karim Mustofa melalui suratnya yang ditujukan ke KPU Kabupaten Sleman juga mengimbau supaya dalam proses seleksi PPK ini harus memperhatikan kompetensi, kapasitas, integritas, dan kemandirian calon anggota PPK.

“KPU Kabupaten Sleman harus menghindari praktik Korupsi-Kolusi-Nepotisme, memastikan calon PPK berintegritas dan yang bersangkutan bukan sebagai anggota partai politik dan tim kampanye serta memperhatikan ketentuan 2 periode jabatan,” ujarnya.

Karim menambahkan, imbauan tersebut disampaikan agar tidak ada kesalahan prosedur dan administrasi lain dalam perekrutan PPK yang dilaksanakan mulai 15 Januari-14 Februari 2020.

Selanjutnya, sebagai pengawas pemilihan, Bawaslu Kabupaten Sleman mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi perekrutan PPK dan mau memberikan informasi dan masukan masyarakat jika ada dugaan pelanggaran.

“Kami, dalam proses rekrutmen PPK ini akan membuka posko aduan, bilamana ada masyarakat yang ingin memberikan informasi melalui Bawaslu Sleman maupun Panwas Kecamatan di Sleman,” pungkas Karim. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)