Forum Anak Gamping Tingkatkan Kapasitas Public Speaking

Dalam rangka peningkatan kapasitas diri anak agar dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor beberapa hal yang baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman mengadakan pelatihan public speaking bagi pengurus dan anggota forum anak di wilayah Kecamatan Gamping, Minggu (19/1/2020).

Kegiatan berdurasi dua hari ini digelar di ruang rapat lantai II Kantor Kecamatan Gamping. Turut hadir dalam kegiatan Camat Gamping, Ikhsan Waluyo, Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Sumarni, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Gamping, Kartinah Eko Relawati.

Acara ini mengundang 60 orang pegiat forum anak di wilayah Kecamatan Gamping dengan narasumber Erina Chusnulita dari Era Life Skills Solutions. Adapun materinya berkaitan tentang bicara percaya diri, bicara sistematis, dan bicara berpengaruh.

“Untuk menjadikan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), pemerintah daerah wajib memfasilitasi terbentuknya forum partisipasi anak melalui Forum Anak yang merupakan representasi anak, baik representasi domisili geografis anak, komponen kelompok sosial budaya anak dan latar belakang pendidikan anak, serta mengakomodasi kepentingan anak berkebutuhan khusus. Forum Anak ini berfungsi sebagai wadah partisipasi anak sekaligus organisasi penegakan hak anak yakni mendapat perlindungan dan pemenuhan hak anak,” ungkap Sumarni.

Dalam paparannya, Erina menyampaikan bahwa sebagai personal perlu benahi diri sendiri dalam hal bersikap, berperilaku, dan berpenampilan sehingga saat berada di depan audiens bukan hanya sekadar polesan luar saja, tetapi inner aura (bagian dalam diri) akan terpancar keluar, kata-kata didengar dan mengandung energi yang positif.

“Percaya diri dapat dilakukan dengan cara Tatap, Senyum, dan Bicara. Selanjutnya, guna menambah percaya diri perlu melakukan persiapan, latihan, mengenal diri sendiri berkaitan dengan kelebihan unik yang dimiliki, berpikiran positif, dan merubah mindset. Yang paling penting adalah fokus pada kelebihan,” tutur Erina.

Pelatihan diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Era Life Skills Solutions oleh Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman kepada tiga peserta pelatihan yang telah melakukan presentasi dengan baik di hadapan mentor dan seluruh peserta. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Sleman Setor Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 2019 Lebih Awal

Sleman –  Pemerintah Kabupaten Sleman menjadi yang pertama di DIY menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2019 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan DIY. LKPD ini diserahkan pada 20 Januari 2020 yang mana secara regulasi diberikan waktu penyerahan paling lambat pada 31 Maret 2020.

Penyerahan
LKPD diawal ini menunjukkan bahwa Pemkab Sleman telah bekerja secara
profesional dan sesuai target. Hal ini disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo pada saat jumpa pers bersama rekan–rekan wartawan pada Senin (20/01/2020) di Gedung Setda Kabupaten Sleman.

“Laporan
lebih awal itu artinya kita bekerja tidak menunda waktu tidak mengabaikan waktu
sehingga waktu itu betul–betul kita gunakan secara efektif,” ujar Bupati
Sleman.

Pemkab Sleman  mengupayakan penyerahan LKPD diawal dari target waktu yang ditentukan bukan semata-mata sebagai bentuk kecepatan kerja saja, namun juga sebagai upaya agar kinerja yang dilakukan Pemkab Sleman ini dapat diapresiasi oleh Pemerintah Pusat Republik Indonesia. 

“Ketika kita melaksanakan pekerjaaan itu tepat waktu, lebih awal, Pemerintah Republik Indonesia akan memberikan apresiasi kepada kami melalui dana insentif daerah yang maksimal,” tambahnya.

Penyerahan LKPD kepada BPK di awal waktu ini pun diharapkan Sri Purnomo dapat membawa Kabupaten Sleman meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) seperti tahun–tahun sebelumnya.

Sri Purnomo melanjutkan, dalam LKPD ini tercatat bahwa target kinerja dari sisi pendapatan daerah terbilang efektif.

“Ini dapat dilihat dari presentase penerimaan pendapatan daerah dari target pendapatan daerah tahun 2019 sebesar ,62 dapat direalisasikan sebesar ,45 atau 102,20%,” beber Sri Purnomo. (Rep Naci)