Cangkringan Ajak Masyarkat Aktif Cegah Stunting

Angka stunting di Kecamatan Cangkringan berada di kisaran 6,49% dari keseluruhan jumlah warga yang terdata. Hal ini disampaikan Puguh Dharmawan, Koordinator Upaya Kesehatan Masyarakat Puskesmas Cangkringan dalam acara Workshop Pembentukan Tim Gerakan Ajak Menimbang Cegah dan Atasi Stunting (Gambang Stunting), Selasa (28/01/2020) di Wukirsari, Cangkringan.
Karenanya,
Puguh mewakili tenaga medis pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk
berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting ini.
Senada
dengan Puguh, Haryo Yudanto selaku narasumber dari Tenaga Ahli Pelayanan Sosial
Dasar P3MD Sleman pun mengamini bahwa pencegahan stunting akan menjadi efektif
jika seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam penanggulangannya.
“Selama
ini dana desa lebih digunakan dalam pembangunan fisik, rasanya akan lebih
efektif jika seluruh Pemerintah Desa mulai ikut memasukkan anggaran terkait
kegiatan untuk pencegahan dan penanggulangan stunting,” ungkap Haryo.
Sementara
itu, Vista Ari Rahmawati dari Dinas Kesehatan Sleman membeberkan ada 2 penyebab
stunting, yaitu asupan gizi dan infeksi. Seribu hari kehidupan dikatakan Vista adalah
faktor dalam penentu seorang anak dalam pertumbuhan.
“Pemberian
Makanan Pendamping ASI juga sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak,
apabila asupan gizi dan kualitas air yang dikonsumsi baik maka pencegahan dan
penanggulangan stunting akan sangat efektif,” lanjut Vista.
Disampaikan
juga oleh Vista bahwa perlu adanya program inovasi terstruktur dan melibatkan
semua sektor, seperti Getar Thala (Gerakan Tanggulangi Anemia Remaja dan
Thalasemia), Pandu Teman (Pelayanan Antenatal Care Terpadu menuju Triple
Eleminasi Melibatkan Semua Layanan), Pecah Ranting (Pencegahan Pada Rawan
Stunting), dan Gambang Stunting (Gerakan Ajak Menimbang Cegah dan Atasi
Stunting).
Acara ditutup dengan pembentukan tim Gambang Stunting melibatkan para undangan yang hadir, yakni Kepala Seksi Kesmas Kecamatan Cangkringan, Kepala Seksi Pelayanan, perwakilan dukuh dari setiap desa, Badan Permusyawaratan Desa, Kader Posyandu, dan PKK. (KIM Cangkringan/Marmansyah)

