Kontribusi Mahasiswa UGM Hijaukan Lahan Kritis Sleman

KKN
PPM UGM 2019-2020 yang diterjunkan di Kepuharjo pada Sabtu (25/1/2020)
melakukan kegiatan penanaman pohon di sebelah barat Bunker Kaliadem. Lokasi
penanaman di barat Bunker Kaliadem ini dipilih karena area tersebut menurut
observasi yang sudah dilakukan mahasiswa KKN PPM UGM merupakan lahan kritis.

Program
penanaman ini sendiri merupakan salah satu program peduli lingkungan dari
mahasiswa KKN PPM UGM. Selain itu, tim KKN PPM UGM juga ingin berkontribusi
menghijaukan kembali lahan-lahan kritis yang terkena erupsi Merapi 2010. Dua
jenis pohon yang ditanam pun dipilih, yakni pohon akasia dan sengon, yang mana
dapat menghambat longsor saat ditanam di lereng-lereng gunung.

Kegiatan
ini dihadiri oleh Suparmono, Camat Cangkringan, perwakilan dari Koramil
Kecamatan Cangkringan, Perwakilan Polsek Cangkringan, Perangkat Desa Kepuharjo,
BPD Desa Kepuharjo, dan berbagai komunitas yang ada di Desa Kepuharjo.

Suparmono
dalam sambutannya mengungkapkan penanaman pohon ini nantinya tidak hanya dirasakan
oleh warga sekitar saja tapi juga warga yang berada jauh dari lokasi penanaman.
Hal ini karena pohon adalah penghasil oksigen serta berfungsi menyimpan ketersediaan
air. (KIM Cangkringan/Andi Ferdana)




Tingkatan Ekonomi Keluarga, Sleman Beri Pelatihan Pengolahan Makanan bagi Kaum Perempuan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman pada Kamis (23/1/2020) dan Jumat (24/1/2020) mengadakan pelatihan bagi ibu-ibu dari Desa Kepuharjo dan Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan. Khusus bagi Desa Kepuharjo peserta yang terlibat dalam pelatihan tersebut adalah ibu-ibu yang tergabung dalam Desa Prima.

Dalam
pelatihan tersebut ada dua bahan dasar yang digunakan. Untuk peserta dari Desa
Glagaharjo makanan olahan dibuat dengan bahan dasar pisang sedangkan peserta
dari Desa Kepuharjo menggunakan bahan dasar ubi. Kedua bahan tersebut dipilih
karena bahan-bahan tersebut mudah dijumpai di wilayah Glagaharjo dan Kepuharjo.

Ambar
selaku Kasi Pemberdayaan Perempuan Dinas P3AP2KB Sleman menjelaskan bahwa
pelatihan ini berasal dari Pagu Usulan Partispasi Masyarakat sehingga
diharapkan pelatihan bisa tepat sasaran dan tidak hanya berhenti saat pelatihan
telah selesai.

“Harapannya
ibu-ibu bisa mempraktekkan sehingga membantu meningkatkan perekonomian keluarga,”
tutur Ambar.

Pelatihan
kali ini dilaksanakan di Budi Mulia Culinary School yang beralamat di Jalan
Raya Tajem, Kenayan, Wedomartani, Ngemplak. Ambar lebih lanjut menjelaskan
memilih lokasi tersebut sebagai lokasi pelatihan karena tempat tersebut sudah
bersertifikat, memiliki peralatan yang lengkap, serta mentor yang mumpuni.

Daliyem,
salah satu peserta pelatihan mengungkapkan perasaan senangnya bisa mengikuti
program tersebut. Daliyem pun tidak mempermasalahkan lokasi pelatihan yang
cukup jauh dari rumahnya.

“Karena
peralatan di sana sangat lengkap dan sekalian refresing,” imbuhnya. (KIM
Cangkringan/Andi Ferdana)




Profil Anak Sebagai Acuan Penyusunan Kebijakan Pemerintah

Menindaklanjuti kebijakan menuju Kabupaten Layak Anak (KLA), Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (P3AP2KB) mengadakan pelatihan penyusunan profil anak yang digelar di Rumah Makan Pringsewu Mulungan, Kabupaten Sleman, Selasa (21/1/2020).

Peserta pelatihan terdiri dari unsur Kepala Seksi Kemasyarakatan, Karang Taruna, Forum Anak, dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) seKabupaten Sleman. Turut hadir dalam kegiatan ini pelaksana harian Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman yang juga Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat, Suci Iriani Sinuraya, Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Sri Budiyatiningsih, serta Kepala Seksi Perlindungan Anak, Widaningsih.

Sebagai mentor pembuatan profil anak, Dinas P3AP2KB menghadirkan peneliti dari Lembaga Studi Pengembangan Perempuan dan Anak (LSPPA), Agus Ruyanto bersama Dyah Roessusita. Mereka berdua mengupas materi tentang Penyusunan Profil Anak berdasarkan 5 Kluster hak anak, manfaat profil, serta penjelasan data yang harus disiapkan oleh peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Suci Iriani menyampaikan bahwa profil anak menyajikan data dan informasi mengenai anak di wilayah kecamatan atau desa di segala bidang, diantaranya mengenai hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif bagi anak, pendidikan dan kesehatan anak, serta perlindungan khusus bagi anak. Dengan adanya profil anak diharapkan dapat dijadikan acuan maupun masukan bagi pemerintah dalam perencanaan dan penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan peduli anak.

Adapun materi yang dipaparkan oleh Agus Ruyanto menjelaskan jenis profil anak yang dapat dibuat oleh peserta sesuai dengan keinginannya. Ada 3 jenis profil yaitu berupa buku, majalah dinding, dan video. Profil yang baik adalah ditulis secara  jelas serta mampu memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai sesuatu yang ditulis. 

“Selanjutnya, sebuah profil perlu dilengkapi dengan data pendukung seperti foto dokumentasi, grafik, tabel, dan statistik. Selain itu, narasi harus tegas dan konsisten, tidak kontroversial antara satu bagian dengan yang lainnya, terfokus dan mengerucut pada pokok bahasan,” jelas Agus.

Di akhir paparannya, Agus menjelaskan tentang manfaat profil anak diantaranya, mengetahui secara gamblang tentang situasi dan kondisi suatu obyek, memberikan informasi tentang dinamika obyek berkaitan perkembangan dan pertumbuhan, penyajikan data secara lengkap tentang objek yang diprofilkan, serta dapat dijadikan sebagai baseline data untuk menyusun kebijakan atau kegiatan untuk mengatasi masalah yang ada. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




FKUB Turi Dikukuhkan

Turi – Camat Turi, Abdul Haris Sunaryo mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Turi pada Rabu (22/1/2020) bertempat di Aula Kantor Kecamatan Turi.

Dalam kata sambutannya, Abdul Haris mengapresiasi atas terbentuknya kepengurusan FKUB ini.

“Kami minta kepada pengurus dan anggota untuk segera
menindaklanjuti bila ada masalah dan segera dikomunikasikan sehingga masalahnya
tidak mengembang dan kami ucapkan selamat bertugas,” ucapnya.     

Adapun susunan pengurusnya sebagai berikut Ketua Basuki
Kasihono, Wakil Ketua dan Syamsuri, Sekretaris Edi Santoso dan ,
Bendahara Aswar Efendi  dan Sarjito. Pengurus
ini akan dibantu oleh 12 anggota.

Sementara itu, Ketua FKUB, Basuki Kasihono mengatakan dirinya
siap menerima amanah yang diberikan kepadanya.

“Mari amanah ini kita jalankan dengan sebaik mungkin,” ungkapnya
kepada para pengurus dan anggota. (Suharno KIM Kertomandiri Kec Turi)




Forum Anak Gamping Tingkatkan Kapasitas Public Speaking

Dalam rangka peningkatan kapasitas diri anak agar dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor beberapa hal yang baik di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman mengadakan pelatihan public speaking bagi pengurus dan anggota forum anak di wilayah Kecamatan Gamping, Minggu (19/1/2020).

Kegiatan berdurasi dua hari ini digelar di ruang rapat lantai II Kantor Kecamatan Gamping. Turut hadir dalam kegiatan Camat Gamping, Ikhsan Waluyo, Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Sumarni, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Gamping, Kartinah Eko Relawati.

Acara ini mengundang 60 orang pegiat forum anak di wilayah Kecamatan Gamping dengan narasumber Erina Chusnulita dari Era Life Skills Solutions. Adapun materinya berkaitan tentang bicara percaya diri, bicara sistematis, dan bicara berpengaruh.

“Untuk menjadikan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), pemerintah daerah wajib memfasilitasi terbentuknya forum partisipasi anak melalui Forum Anak yang merupakan representasi anak, baik representasi domisili geografis anak, komponen kelompok sosial budaya anak dan latar belakang pendidikan anak, serta mengakomodasi kepentingan anak berkebutuhan khusus. Forum Anak ini berfungsi sebagai wadah partisipasi anak sekaligus organisasi penegakan hak anak yakni mendapat perlindungan dan pemenuhan hak anak,” ungkap Sumarni.

Dalam paparannya, Erina menyampaikan bahwa sebagai personal perlu benahi diri sendiri dalam hal bersikap, berperilaku, dan berpenampilan sehingga saat berada di depan audiens bukan hanya sekadar polesan luar saja, tetapi inner aura (bagian dalam diri) akan terpancar keluar, kata-kata didengar dan mengandung energi yang positif.

“Percaya diri dapat dilakukan dengan cara Tatap, Senyum, dan Bicara. Selanjutnya, guna menambah percaya diri perlu melakukan persiapan, latihan, mengenal diri sendiri berkaitan dengan kelebihan unik yang dimiliki, berpikiran positif, dan merubah mindset. Yang paling penting adalah fokus pada kelebihan,” tutur Erina.

Pelatihan diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Era Life Skills Solutions oleh Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman kepada tiga peserta pelatihan yang telah melakukan presentasi dengan baik di hadapan mentor dan seluruh peserta. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)