Melatih Anak Agar Suka Membaca dengan Read Aloud

Ngaglik – Read Aloud atau membaca lantang adalah kegiatan membacakan buku atau bahan bacaan lain dengan bersuara oleh pembaca kepada pendengarnya. Read Aloud diperkenalkan oleh Jim Trelese dalam bukunya yang berjudul “The Read Aloud Handbook”. Metode Read Aloud ini bukan mengajarkan anak untuk bisa membaca tetapi mengajar anak untuk suka membaca.

Tahun ini untuk memperingati Read Aloud Sedunia setiap tanggal 5 Februari, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mata Aksara bersama anak dan para orang tua mengadakan Pentas Bercerita, Workshop Read Aloud, Parade Read Aloud, dan membuat cerita tentang keluarga di markas mereka di Jalan Kaliurang Km 14 Dusun Tegalmanding, Desa Umbulmartani , Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Kamis (6/2/2020).

Diskusi dan Workshop Read Aloud Dalam Keluarga menghadirkan narasumber Nuradi Indra Wijaya yang merupakan Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Kabupaten Sleman. “Sebenarnya read aloud sudah banyak dilakukan ketika orang tua membacakan buku-buku kepada anak. Sebelumnya mungkin membacakan buku hanya biasa-biasa saja, tetapi dengan memainkan unsur teatrikal, ekspresi, dan intonasi suara akan menjadikan anak lebih perhatian terhadap isi cerita. Rasa penasaran inilah yang kemudian membuat ingin tahu akhir dari cerita tersebut dan anak akan lebih mengenal dan menyukai buku,” terang Nuradi.

Menurut Nuradi hal ini dirasakan sangat efektif karena mengkondisikan otak anak untuk berimajinasi terhadap tokoh dan suasana yang ada dalam buku tersebut. “Misalnya imajinasi tentang super hero, karakter binatang, tokoh wayang, dan lainnya. Begitu pun imajinasi tentang suasana kerajaan tempo dulu, pedesaan, perkotaan, suasana masa depan atau bahkan perang bintang,” ujar Nuradi.

Berbeda dengan dongeng dimana sang pendongeng membutuhkan bakat serta latihan khusus supaya hafal isi cerita dan piawai memainkan setiap karakter, read aloud atau membacakan cerita mengandalkan buku sebagai daya tarik.

Hadi Anshori, dosen Universitas Islam Indonesia
yang juga menjadi narasumber pada acara ini menyarankan karena buku sebagai daya tarik maka biarkan anak memilih
buku yang digemarinya. Dengan bimbingan orang tua dan disesuaikan dengan usia
anak, buku dipilih dengan banyak gambar, warna dan dialog yang menarik perhatian
anak.

“Selanjutnya orangtua bisa membacakan buku tersebut dengan
ekspresi, intonasi suara, bahasa tubuh sesuai dengan karakter yang ada dalam
buku. Tunjuk setiap kata yang tertulis, agar anak mengenal aksara, usahakan
anak menceritakan kembali isi buku dan yang tak kalah penting kenalkan anak
dengan penulis buku, ilustrator atau bahkan penerbitnya. Hal ini untuk
mengajarkan anak lebih menghargai hasil karya orang lain,” kata Hadi Anshori.

Mengingat waktu
konsentrasi anak yang singkat, maka harus diperhatikan saat yang tepat
membacakan buku. “Jangan dilanjutkan ketika anak sudah mulai bosan,”
tambah Hadi.

Agar tercipta interaksi di dalam keluarga, peran orang tua sangat penting. “Kalau biasanya ibu yang banyak membacakan buku, peran ayah juga sangat diperlukan. Biarpun sangat kecil porsinya ayah hendaknya juga membacakan buku. Anak akan merasakan hal yang berbeda jika bersama ayah, merasa diperhatikan, sehingga akan tercipta ikatan kuat antara ayah dan anak,” terangnya.

Banyak manfaat yang diperoleh dengan read aloud, diantaranya melatih kemampuan mendengar dan menyimak, menambah jumlah kosakata, melatih konsentrasi, mengenalkan bahasa tulisan, mengenal gambar dan ilustrasi, mrangsang imajinasi serta mendekatkan hubungan orang tua dan anak. Pada akhirnya membaca lantang ini akan membantu anak untuk mengingat dan memahami isi buku sehingga cara ini bisa dijadikan metode belajar yang baik.(Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)




KIM Kertomandiri Turi Dikukuhkan

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kertomandiri Turi dikukuhkan Camat Turi, Haris Sunaryo, Rabu (05/02/2020) di Aula Kantor Kecamatan Turi.

“Semoga
pengurus dalam mengemban amanah anggota dapat berjalan dengan lancar dan sesuai
dengan tupoksinya,” tukas Haris.     

Disampaikan
Haris, KIM Kertomandiri adalah salah satu KIM yang diperhitungkan di Kabupaten
Sleman melihat telah ada terobosan yang bermanfaat dalam rangka memajukan
perekonomian.

“Hal
ini juga ikut mensukseskan program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan,”
lanjut Haris.

Haris
mengatakan pihak kecamatan siap mendukung kegiatan KIM khususnya dalam hal
anggaran sebab KIM kini sudah memiliki Perbup.

Sementara itu, Suwadi, Sekcam Turi yang membawahi KIM, menambahkan bahwa KIM memiliki tugas dan fungsi yang harus diemban, terutama dalam hal mengantisipasi berita hoaks

“Bila
ada berita yang urgen agar kecamatan diberitahu,” tambah Suwandi.

Adapun
susunan pengurus KIM Kertomandiri Turi periode 2020 sampai 2023 adalah Ketua 1 Bakir,
Ketua 2 Winarta, Sekretaris 1 Suharno, Sekretaris 2 Kusharjanti Puri Sada, Bendahara
1 Giyono, Bendahara 2 Tusta Rika. Kepengurusan KIM Kertomandiri juga dibantu
oleh beberapa seksi, yakni pengolah data, pemasaran dan lomba, perlengkapan,
dan humas. (Suharno KIM Kertomandiri Kecamatan Turi)