Asosiasi UPK Sleman Gelar Rakor Perdana di Tahun 2020

Asosiasi
Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kabupaten Sleman, Selasa (25/2/2020) mengadakan Rapat
Koordinasi (Rakor) rutin di RM Sego Kembul Prambanan. Acara ini dihadiri oleh
anggota UPK dari 10 kecamatan di Kabupaten Sleman.

UPK
merupakan hasil Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan
(PNPM MPd) dengan dana bergulirnya. Kegiatan utamanya adalah Simpan Pinjam
khusus Kelompok Perempuan (SPP).

Program
ini dimulai tahun 2006 dengan target utama rehabilitasi dan pemulihan
infrastruktur pasca gempa. 9 kecamatan masuk dalam program ini, yakni Depok,
Gamping, Mlati, Godean, Minggir, Seyegan, Kalasan, Berbah, dan Prambanan. Tahun
2008, Kecamatan Cangkringan bergabung dengan program pemulihan pasca erupsi
Merapi.

Agus
Budianto selaku Ketua Badan Kerjasama antar Desa Kecamatan Prambanan menyampaikan
bahwa UPK adalah dana amanah yang sampai saat ini terus berkembang dan masih
lestari.

“Hal
ini dapat dilihat dari aset UPK yang terus berkembang,” tukas Agus.

Ditambahkan
Ketua Asosiasi UPK Kabupaten Sleman, Yoni Afrizal Rahman, aset yang dikelola
UPK se-Kabupaten Sleman saat ini berjumlah Rp ,-, sementara modal
awal UPK yang berasal dari dana hibah PNPM MPd berjumlah Rp ,-. 

“Dengan
jumlah kelompok dilayani saat ini , sementara jumlah pemanfaat
orang. Beberapa UPK mulai melirik usaha lain dengan targetnya adalah
pengembangan usaha selain dana bergulir,” tambah Yoni.

Yoni
pun membeberkan terkait perlindungan aset hasil PNPM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat
Desa Kabupaten Sleman menginisiasi Pelestarian, Perlindungan, dan Penyelamatan aset
hasil PNPM. Hal ini menurut Yoni, disambut baik oleh DPRD Kabupaten Sleman
sebab selanjutnya DPRD Kabupaten Sleman mulai melakukan penyusunan Perda
terkait dengan hal tersebut.

“Jadi
kita harus berbahagia dengan perhatian yang diberikan pemerintah daerah dan
juga dari DPRD Kabupaten Sleman,” tungkasnya.

Dalam rakor kali, pun membahas program kerja yang akan dilaksanakan di tahun 2020, baik itu peningkatan kapasitas maupun bentuk kerjasama dengan pemerintah daerah melalui Dinas PMD, DPRD Kabupaten Sleman, serta pihak lain yang relevan dengan kegiatan ini. (KIM Mlati/Yoko)




Dukcapil Sleman Jemput Bola Pengurusan Administrasi Kependudukan Masyarakat Ngaglik

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman
mengadakan sisir adminduk dengan kegiatan jemput bola akte kelahiran, akte
kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), rekam data e-ktp, dan Sosialisasi Informasi
Data Administrasi Kependudukan di Balai Desa Sinduharjo, Selasa (25/02/2020).

“Kesadaran warga masyarakat dibutuhkan agar
administrasi kependudukan bisa tertib, jangan hanya saat kita butuh saja, namun
persiapkan sejak dini biar kita tidak repot di kemudian hari,” kata Jazim Sumirat,
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman saat memberikan materi sosialisasi.

Dalam kegiatan ini, setidaknya 267 pemohon KIA, 45 akte
kelahiran, 27 akte kematian, dan 33 pemohon rekam data e-ktp telah
terselesaikan.

Di akhir acara, Kepala Dinas Dukcapil membagikan e-ktp yang
sudah tercetak kepada masyarakat wilayah Kecamatan Ngaglik.

“Bagi warga yang masih memegang suket (surat keterangan-red)
segera lapor ke kecamatan untuk dicetak e-ktp, untuk saat ini stok cukup,”
tukas Jazim. (KIM Ngaglik/Spn)




Staf Khusus Menteri BUMN: Dinas Perindag Sleman Ideal

Sleman – Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengaku
kagum dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman.
Ini diungkapkannya saat bersama 140 staf Kementerian BUMN mengunjungi Dinas
Perindag Sleman, Senin (24/2/2020).

“Saya cukup suprise. Ternyata dinas perindustriannya didesain menjadi sebuah showcasenya UMKM, itu kan jarang ya. Artinya disinilah, jadi ini tempatnya teman – teman UMKM dan apa yang telah dikerjakan oleh kawan – kawan di (dinas) perindustrian itu kelihatan disini.  Jadi gak hanya ngomong gitu loh. Ini adalah bukti bahwa teman – teman UMKM di Sleman ini disupport besar sama dinas perindustriannya. Ini jadi sebuah dinas perindustrian ideal nih, sebenarnya karena apa? Tempat showcasenya seluruh UMKM,” aku Arya Sinulingga.

Kantor Dinas Perindag Sleman memang memiliki galeri yang
memajang aneka produk lokal karya pengrajin Sleman. Diberi nama Galeri
Upakarti, ruang pamer ini menjadi etalase Dinas Perindag. Penataannya yang apik
dan artistik menjauhkan kesan kantor pemerintah yang distereoripkan kaku dan
formal.

Galeri ini menyatu dengan Rumah Kreatif Sleman, suatu wadah
yang bekerjasama dengan salah satu BUMN, Bank Nasional Indonesia (BNI). Rumah
Kreatif Sleman sendiri adalah salah satu layanan Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Sleman dalam pembinaan dan pengembangan usaha kecil menengah di
Kabupaten Sleman. Layanannya mulai dari kelas berbagi, mentoring, konsultasi,
sampai desain kemasan produk.

Dari kunjungan ini diharapkan Arya dapat memberi masukan
kepada rombongannya. “Saya bawa teman-teman BUMN, paling tidak ini bisa membuat
mereka terpacu membantu UMKM di daerah masing-masing. Kita ingin belajar banyak
dari pembinaan UMKM oleh BUMN dan pemerintah daerah. Lokasi disini sangat
menarik, produknya sangat banyak, ragamnya sangat banyak, dan teruji di market,”
ujar mantan politikus Partai Perindo ini.

Arya juga berharap Sleman mampu menghasilkan produk yang ikonik, mampu mengingatkan orang akan Sleman, dan hanya bisa didapat di Sleman. “Mungkin kalau perlu saran, perlu ada satu produk yang betul-betul menunjukkan Sleman. Jadi kalau ada orang mencari, darimana ini? Dari Sleman. Dan hanya bisa didapat di Sleman. Mau tidak mau, orang akan ke Sleman. Di tempat lain bisa saja, tapi harga lebih mahal, tapi kalau ke Sleman, harganya sesuai,” saran Arya.




Pengurus KIM Pararta Guna Masa Bakti 2020-2025 Resmi Dilantik

Pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna Kecamatan Gamping masa bakti 2020 – 2025 resmi dilantik oleh Camat Gamping, Ikhsan Waluyo. Prosesi pelantikan digelar di ruang rapat lantai II Pemerintah Kecamatan Gamping, Senin (24/2/2020).

Pelantikan dihadiri Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Noor Hidayati ZP, didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik, Yudiarto Setiawan, Wadanramil Koramil 17/GP, Kapten (Inf) Kusno, Kepala Puskesmas Gamping I, drg. Isah Listiyani, Kepala Puskesmas Gamping II, Muhammad Daroji, serta perangkat desa di wilayah Kecamatan Gamping.

Usai melantik 18 pengurus KIM Pararta Guna, Camat Gamping mengucapkan selamat kepada pengurus terlantik atas kesediaannya menjadi relawan di bidang informasi untuk saling mendukung bersama Muspika menciptakan kondisi yang aman terkendali di wilayah Gamping.

“Dewasa ini informasi setiap saat muncul dan dapat diakses di rumah, di kantor, dan tempat lain. Namun, banyak informasi yang beredar tidak benar dan menyesatkan. Dengan adanya KIM ini dapat memberikan pembelajaran bagi masyarakat guna membagikan informasi yang benar kepada khalayak umum. Keberadaan KIM sangat vital dalam membantu penyebaran informasi yang baik, serta menangkal informasi dengan yang mengakibatkan perpecahan di kalangan masyarakat karena terjadi miskomunikasi,” tutur Iksan Waluyo.

Noor Hidayati ZP menambahkan, dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat harus mempertimbangkan beberapa hal di antaranya, informasi yang akan dibagikan tidak mengandung SARA tetapi merupakan berita yang positif memuat pendidikan, pencerahan, dan pemberdayaan bagi masyarakat, serta menjalin persatuan dan kesatuan.

“Sebagai mitra pemerintah daerah, KIM bisa berperan sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi di tingkat desa. Di sisi lain, KIM juga bisa menjadi penampung aspirasi masyarakat desa kemudian penghubung informasi ke desa. Artinya, dengan terbentuknya KIM diharapkan akses informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat kian terbuka dan mudah,” ucap Noor Hidayati.

Adapun susunan lengkap pengurus KIM Pararta Guna Kecamatan Gamping Masa Bakti 2020 – 2025 tertuang dalam lampiran Surat Keputusan Camat Gamping Nomor 13/KPTS/GP/2020 tentang pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat Pararta Guna. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kec Gamping)




Kerajinan Replika Anggrek sebagai Media Edukasi

Sleman – Sejak
Agustus 2019, Anton telah menggeluti seni kerajinan replika anggrek berbentuk
bros. Kerajinan replika anggreknya ini mengangkat tema edukasi.

“Awalnya
sebagai media edukasi untuk memperkenalkan bahwa Indonesia ini tenyata punya
banyak jenis tanaman anggrek dari Sabang sampai Merauke,” kata Anton saat
ditemui di Kopi Merapi Cangkringan, Kamis (20/02/2020).

Anton bersama dua
karyawannya memanfaatkan daun mahoni dari sekitaran lereng Merapi dan juga
tepung maizena untuk diubah menjadi karya seni yang bernilai. “Ini dari daun mahoni
di sekitaran sini dan tepung maizena dicampur lem,” ujar Anton.

Anton
mengungkapkan bahwa untuk membuat satu bros membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari.
“Daun mahoninya dikeringkan dulu, tepung dibentuk menyerupai jenis anggrek
terus diwarnai dan dikeringkan lagi. Untuk proses pengeringan kita tidak pakai
pengering, kita pakai sinar matahari jadi bisa 4-5 hari baru jadi kalau hujan
bisa lebih lama lagi,” jelas Anton.

Mengandalkan matahari sebagai sumber pengering utama juga mempengaruhi harga pasaran produk Anton. “Ini harga satuannya 20 ribu rupiah karena kita tidak pakai hairdryer (alat pengering rambut-red) jadi mengeringkannya langsung dari matahari biar tidak pecah daunnya dan motif anggreknya, kalau hujan tidak bisa dikeringkan, harus tunggu panas lagi,” pungkasnya.

Meski
demikian, peluang menggunakan teknologi dan tidak bergantung matahari tengah
dipikirkan Anton ke depannya. Ia mengatakan akan berinovasi untuk terus
mengembangkan produknya. (Rep Naci)